Pagi ini kepala Andre sangat pusing. Sebab sedari malam Sekar memintanya untuk tidur di kamar tamu. Sekar mengatakan bahwa ia tengah mengidam dan tak mampu mencium tubuh Andre, yang menurut istrinya itu sangat bau. Andre menurut saja karena faktor hormon kehamilan menjadikan dia tidak banyak membantah.
Jika biasanya Andre akan disiapkan pakaian kerja dan diambilkan air putih tapi tidak dengan hari ini. Dia sangat lemah untuk melakukan aktivitas pagi. Karena hamil muda, Sekar suka marah-marah. Tadi saat dirinya baru saja selesai mandi dan ingin memakai pakaian di kamar. Sekar langsung menutup hidungnya seakan dirinya adalah sampah.
"Sekar, apa kamu tidak memasak?" tanya Andre ketika melihat Sekar baru saja keluar dari kamar.
Sekar menoleh, menatap datar ke arah Andre. "Tidak! Aku tidak mampu mencium bau bawang," kilahnya sambil menyambar masker mulut di dalam lemari buffet. Padahal Sekar sengaja tak memasak karena ini adalah hukuman untuk Andre. Setelah memikirkan matang-matang semalam. Sekar memutuskan akan bercerai dengan Andre setelah lahiran anak keduanya dan berencana membeli rumah untuk dia dan Rena tanpa sepengetahuan Andre.
Sekar tak mau, Andre sampai tahu rencananya.
"Aku lapar Sekar, bisakah kamu memasakkan suamimu ini mie," ucap Andre dengan tatapan memelas.
"Kamu punya tangan kan, masak saja sendiri Andre, aku benar-benar capek karena kemarin mengurus rumah, mengantar dan menjemput Rena sekolah, lalu pergi berkerja, oh ya, tidak hanya itu bahkan aku membacakan dongeng untuk Rena, sebelum anakku itu tidur," sahut Sekar penuh penekanan dan sedikit ketus.
Andre terpaku sejenak. Suara Sekar terdengar dingin dan tajam. Dia baru menyadari kala melupakan janjinya dengan Rena. "Iya Sayang, maafkan aku. Ya benar, aku memasak sendiri saja dulu," sahutnya dengan tersenyum kaku.
"Hm, iya, selamat memasak, aku mau ke kamar Rena." Sekar melengoskan muka lalu berjalan cepat ke kamar anaknya.
"Kenapa ngidam Sekar aneh ya, dulu waktu hamil Rena, Sekar masih sempat masakin buat aku," gumam Andre pelan, melihat punggung Sekar hilang dari penglihatannya.
Pukul delapan pagi, Andre sudah di kantor. Dia tengah melamun di meja kerjanya, memikirkan perubahan sikap dari Sekar yang sangat kentara. Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, Andre melihat pegawai dealer mengantarkan mobil mewah ke rumahnya. Tentu saja Andre penasaran, mobil siapa itu? Dan betapa terkejut Andre saat diberitahu orang dealer bahwa itu mobil milik Sekar.
Andre pun bertanya mengapa Sekar membeli mobil tanpa persetujuan darinya sebab dia tahu sendiri jika Sekar lebih suka memakai kendaraan roda dua ketika berangkat ke butik. Sekar mengatakan ingin mencoba hal yang baru. Meminta padanya untuk tidak usah ambil pusing sebab uang untuk membeli mobil adalah uang Sekar sendiri. Andre iya-iya saja, namun, hal itu membuat dirinya semakin gelisah. Entah mengapa dia tidak suka Sekar mempunyai mobil yang lebih mahal darinya.
Drrt!
Kedua mata Andre berbinar-binar, melihat nama Sekar menghiasi layar ponselnya. Secepat kilat ia menyambar benda mini tersebut.
"Hallo Sekar, apa kamu mau membawakan aku bekal?" tanya Andre to the point. Jujur saja dia ingin sekali menyantap hasil masakan istrinya itu sekarang.
"Nggak, aku cuma mau bilang, untuk saat ini jangan pulang ke rumah ya Ndre, aku tidak mau melihat wajahmu dan berdekatan denganmu, tadi pagi saat aku di rumah, aku muntah-muntah dan mual kalau melihat wajahmu, sepertinya anak kedua kita ini sangatlah rewel, Ndre," ucap Sekar dengan nada memelas.
Andre terkejut. Sekar seakan mengusirnya dari rumah. "Ha? Jadi kamu mengusirku Sekar?"
"Aku tidak mengusirmu Ndre, ini permintaan anak kita, kamu nggak kasihan sama aku yang hampir setiap menit muntah-muntah."
Andre tak mampu berkata apa-apa lagi sekarang. Ya Sekar memang suka muntah-muntah di kehamilan keduanya. Andre kebingungan, apakah harus menuruti permintaan istrinya yang sangat aneh itu.
"Tapi Sekar, aku tinggal di mana? Dan sampai kapan aku tidak pulang ke rumah?"
"Aku tidak tahu sampai kapan, anak inilah yang menentukannya, kamu bisa tinggal di tempat Mamamu kan, lagipula kamu jadi bisa berdekatan dengan seseorang di sana."
Perkataan Sekar terdengar ambigu di telinga Andre.
"Seseorang? Maksudnya?" tanya Andre sembari memgerutkan dahi.
"Tidak usah kamu pikirkan, baju-bajumu akan aku kirim ke rumah Mamamu, sudahlah aku mau lanjut berkerja dulu ya, ada banyak pesanan untuk minggu ini, bersenang-senanglah Andre."
Sebelum Andre menanggapi perkataan Sekar. Panggilan diputuskan langsung oleh istrinya itu.
Andre menghela napas kasar lalu menyugar rambutnya ke atas. Memikirkan sikap Sekar yang membuatnya sakit kepala.
***
Sekitar pukul tiga sore, Andre pun memutuskan pergi ke rumah Mamanya.
Sesampainya di sana, Rima melemparkan pandangan tanda tanya besar. Karena tadi ada kurir yang mengirim koper Andre.
"Andre! Mama mau ngomong sama kamu?!" cetus Rima setelah melihat Andre mendaratkan bokong di sofa.
"Nanti dulu Ma, izinkan aku bernapas dan makan sebentar, aku sangat lapar Ma," ucap Andre sambil melonggarkan dasi.
"Ck! Dasar Sekar, nggak bisa ngurus suami, suaminya kelaparan begini! Sok sibuk banget dia!" seru Rima.
"Ma, udah jangan fitnah Sekar. Lagipula Sekar lagi ngidam Ma, wajar aja."
"Alah, mana ada ngidam kayak begitu!"
"Ma, udah ah, aku juga salah, anggap aja ini hukuman karena kemarin aku selingkuhin Sekar," ucap Andre ceplas-ceplos.
Rima membelalakkan mata seketika. "Apa? Kamu selingkuh?"
Andre tampak salah tingkah. Baru saja teringat kalau Mamanya tak mengetahui permasalahan rumah tangganya selama ini. "Maaf Ma, aku minta maaf, kemarin aku khilaf, tapi untungnya Sekar mau memaafkan aku."
Satu alis mata Rima terangkat. "Untuk apa minta maaf? Mama tak mempermasalahkan kamu selingkuh dari Sekar."
Andre kebingungan dengan sikap Mamanya sekarang. Namun, dia bernapas lagi karena Mamanya berada dipihaknya. "Iya Ma."
"Sudah, sekarang kamu makan, Mama mau ke butik Sekar." Rima beranjak tiba-tiba.
"Loh untuk apa Ma?" tanya Andre penasaran.
"Mama hanya ingin melihat keadaan Sekar, katamu dia hamil kan?"
"Iya Ma, aku pikir apa, berhati-hatilah Ma."
"Hm, Mama pinjam mobilmu ya, Mama pergi dulu," ucap Rima sambil menyambar kunci di atas meja.
Selang beberapa menit, Rima sudah sampai butik. Dia penasaran melihat mobil mewah yang entah milik siapa terpakrir di halaman depan khusus karyawan. Wanita paruh baya itu mengagumi sejenak mobil tersebut.
"Dasar istri tak becus!" seru Rima sambil menyelenong masuk ke ruang pribadi Sekar.
Sekar menghentikan gerakan tangan lalu melirik Rima. "Tak becus? Apa aku tidak salah mendengar? Seharusnya Mama melontarkan kata-kata itu sama Andre," ucapnya dengan mimik muka datar.
"Kenapa aku harus mengatai anakku sendiri tidak becus ha!" Rima mulai tersulut emosi.
"Mama pura-pura tidak tahu atau apa? Andre berselingkuh di belakangku!" Sekar bangkit berdiri dan melangkah pelan, mendekati Rima.
"Cih! Berarti kamu harus sadar diri, mengapa Andre bisa sampai berselingkuh darimu!"
Sekar tersenyum sinis. "Oh ya? Benarkah, aku harus sadar diri? Berarti korban sepertiku harus sadar diri jika di rampok atau apa begitu maksud Mama? Aneh sekali, baru kali ini, aku melihat seorang ibu membenarkan kelakuan anaknya. Ternyata buah tak jatuh jauh dari pohonnya."
"Kamu!" Rima mendengus kesal sebab Sekar seakan mengejeknya.
"Apa? Mama marah? Sebenarnya ada keperluan apa Mama ke sini?" tanya Sekar.
"Cih! Sok kaya kamu! Hidup dari hasil uang anakku aja belagu!" Rima mengedarkan pandangan di sekitar ruangan pribadi Sekar, yang menurutnya mewah dan besar.
Sekar menarik napas panjang. "Astaga, asal Mama tahu ya, butik ini adalah hasil jerih payahku sendiri, tidak ada uang Andre yang menempel di ruangan ini, semuanya milikku! Gaji bulanan Andre saja lebih kecil dari pendapatanku seminggu. Tidak usah membuat keributan di sini Ma, silakan keluar dari ruanganku sekarang, kalau tujuan Mama ke sini hanya untuk mencari masalah."
Rima menggeram rendah dengan tangan terkepal kuat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
mantap sekar jangan mau ditindas
2025-03-18
0
Prasasti
baru kali ini pemeran perempuannya berani ngelawan mertuanya...punya power siy yaa
2023-10-23
1
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Bener banget tuh ...
Jangan2 Andre juga bukan anak kandung ayah nya .. tp hasil dari slengki ... 🤣🤣🤣
2023-09-09
0