Bab 17 - Soulmate 2

Ashilla merasa kesal dan kecewa ke Mario karena makanan kesukaannya saja laki-laki itu tidak tahu. Apalagi di pertanyaan yang terkahir, jawaban Mario membuatnya jadi semakin bad mood. Di kala Mario lebih memilih bercerita ke sahabat daripada pacarnya.

"Kamu tuh sengaja ya, buat kita jadi pasangan yang terlihat menyedihkan di atas panggung?"

"Nggak Shilla."

"Kalau nggak, kenapa kamu nggak pakai baju yang aku kasih? Kenapa kamu nggak tahu makanan kesukaan aku? Kenapa kamu lebih milih sahabat daripada pacar? Kalau dari awal kamu nggak mau ikutan harusnya tolak aja."

Mario jadi diam, mau ikut menyahut lagi dan mengatakan kalau ia sudah menolak tapi Ashilla sendiri lah yang memaksanya. Tapi, sepertinya itu akan percuma, karena slogan wanita selalu benar, pasti akan membuat dirinya yang terlihat salah. Diam adalah pilihan yang terbaik untuk saat ini.

"Daripada kamu terus marah-marah kaya gini, lebih baik kita nonton aja pasangan yang lain. Apa mereka juga saling tahu atau tidak."

Karena memang penasaran, Ashilla pun menahan kesalnya dan menonton acara itu bersebelahan dengan Mario.

Pasangan demi pasangan sudah naik ke atas panggung. Banyak dari mereka yang memiliki jawaban berbeda. Skor tertinggi saat ini adalah 2. Kini tinggal pasangan terakhir yang harus naik ke atas panggung. Nama Abram dan Alyssa pun disebut. Membuat Mario terkejut bukan main. Sejak kapan Abram dan Alyssa berpacaran? Sejak kepan Alyssa mau jadi perhatian banyak orang? Hal itu membuat tanya tanya besar di kepala Mario juga rasa cemburu yang belum disadari oleh Mario.

Begitu juga dengan Ashilla yang ikutan terkejut. Ia bahkan menanyakan kebenaran hubungan Abram dan Alyssa ke Mario.

"Rio, Alyssa sama Abram pacaran? Sejak kapan? Kok kamu nggak pernah cerita? Kalau tahu mereka udah pacaran mah, aku pasti nggak bakalan melarang kamu buat jaga jarak dari Alyssa."

Mario tidak menjawab itu. Karena ia pun tak tahu jawaban pastinya.

Ketika Abram dan Alyssa naik ke atas panggung. Si MC langsung memulai banyolannya lagi.

"Dilihat dari pakaian yang mereka pakai sih, sepertinya mereka akan jadi soulmate nya. Karena pasangan-pasangan yang sebelumnya tidak seniat ini sampai warna baju aja samaan. Semoga apa yang saya sampaikan bakalan jadi kenyataan. Oke langsung saja kita mulai pertanyaannya."

Satu per satu pertanyaan diberikan oleh si MC dan dijawab dengan sama dan beda. Sejauh ini, sudah ada dua jawaban yang sama dan benar. Pertanyaan terakhir ini akan menentukan siapa yang layak mendapatkan gelar soulmate.

"Apa hobi dari Alyssa?"

"Main basket."

"Baca novel."

"Sayang sekali, rupanya jawaban keduanya berbeda. Itu artinya skor mereka seri dengan pasangan yang lain."

"Main basket itu bukan hobinya Ica. Dia main basket cuma karena nggak mau diledekin gue terus. Baca novel emang hobinya, sampai kadang lupa waktu untuk makan, mandi sama belajar. Kadang gue suka heran sendiri. Ada ya orang kaya dia, yang hidupnya kaya bukan di dunia nyata tapi di dunia novel."

Mario tanpa sadar malah menceritakan Alyssa dengan sangat lugas pada Ashilla. Berbeda sekali dengan dirinya, yang makanan kesukaannya sendiri Mario sampai tidak tahu.

Kali ini, Ashilla akan pura-pura tidak mendengar karena rasanya sangat sakit ketika pacar sendiri tidak tahu apapun tentang dirinya, tapi mengetahui banyak hal tentang Alyssa.

Kedua pasangan yang memiliki skor seri diadu lagi dengan pertanyaan baru. Sampai akhirnya, Abram dan Alyssa dinobatkan jadi pemenang di acara soulmate itu. Hal ini juga berarti, Abram akan jadi king dan Alyssa akan jadi queen di sekolah.

Suara riuh tepukan tangan membuat suasana panggung jadi semakin meriah. Abram sangat senang karena keduanya dinobatkan jadi soulmate. Padahal sebenarnya keduanya bukanlah pasangan, karena Abram lah yang sedikit menjebak Alyssa untuk ikut acara tersebut.

"Selamat ya untuk kalian. Semoga hubungan kalian langgeng terus. Kalau bisa sampai menikah dan jadi kakek nenek nantinya. Hahaha, sepertinya ucapan saya terlalu jauh ya? Pokoknya selamat ya."

"Oke, karena kita sudah menemukan soulmate nya. Mari kita tutup acara ini. Saya sebagai MC pamit undur diri dan maaf-maaf kalau ada banyak salah kata yang terucap. Tapi memang yang saya ucapkan tadi, banyak benarnya, haha. Sebelum saya diamuk masa, sekian dan terima kasih."

Acara soulmate telah selesai. Dan perayaan ulang tahun sekolah pun berakhir saat itu juga. Abram yang selaku penanggungjawab harus mengurusi acara itu. Makanya ia meninggalkan Alyssa sendirian dengan membawa hadiah yang didapatkan oleh mereka dari acara soulmate tadi.

Ketika berjalan keluar dari Aula menuju ke taman sekolah, rupanya Mario mengikuti Alyssa dari belakang. Saat Alyssa duduk di bangku taman, Mario pun ikut duduk disana. Membuat Alyssa terkejut karenanya. Karena mengira Mario sudah pulang dengan Ashilla. Rupanya belum ya?

"Lo pacaran sama Abram? Kenapa nggak cerita ke gue? Lo takut kalau gue ledekin lo? Sebenarnya lo anggap gue sahabat nggak sih, Ca? Gue rasa akhir-akhir ini lo keliatan menjauh dari gue. Iya gue minta maaf kalo selama di sekolah, gue jadi terlihat mengabaikan lo. Tapi, lo kan tahu sendiri? Ashilla cemburu sama persahabatan kita. Gue cuma mau jaga hatinya."

Alyssa menatap Mario dengan tatapan tidak percaya. Dengan mudahnya Mario berkata maaf, tapi terus melakukan kesalahan yang sama lagi. Tadi apa katanya, tidak menganggap Mario sebagai sahabatnya? Bukannya terbalik? Semenjak Mario pacaran dengan Shilla bahkan waktu mereka bertemu pun sangat jarang.

Alyssa malah teringat pada pertemuannya beberapa Minggu lalu dengan Ashilla. Waktu itu, Ashilla sengaja mengajak Alyssa untuk berbicara empat mata.

"Alyssa, gue tahu kalau lo sama Mario emang teman dari kecil. Tapi wajar kan kalau gue merasa cemburu sama kedekatan kalian berdua? Apalagi kalian berlawanan jenis. Bisa nggak lo menjaga jarak sama Mario? Karena gue tahu, kalau Mario hanya pura-pura berjarak dengan lo di sekolah. Tapi, ketika di rumah, dia pasti akan selalu nemuin lo. Gue hanya ingin lo ngerti posisi gue dan harusnya lo mengerti itu."

"Iya Shilla, gue tahu dan paham akan kekhawatiran yang lo rasain. Gue dan Mario pure sahabatan kok. Jadi lo nggak usah khawatir. Lagian Mario juga sangat mencintai lo," ucap Alyssa.

Ashilla tersenyum miring.

"Alyssa, sebagai sesama perempuan, gue tahu kalau lo melihat Mario bukan sebagai sahabat tapi lebih. Nggak ada pertemanan yang murni di antara laki-laki dan perempuan. Pasti salah satunya ada yang memiliki rasa yang lebih. Dan gue sekarang cuma mau mengingatkan itu, supaya lo tetap menyembunyikan perasaan lo. Kalau perlu lo buat Mario benci sama lo."

Alyssa terperangah kaget ketika mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Ashilla. Tapi, sesaat kemudian, ia mewajarkan hal itu karena Ashilla sedang berjuang untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario.

"Gue emang menyukai Mario. Tapi untuk memilikinya itu nggak mungkin. Karena Mario emang mencintai lo. Lagian cinta itu tidak harus memiliki. Jadi nggak usah cemas dan khawatir, Mario akan selalu memilih lo. Gue mungkin nggak bisa janji untuk menjauhi Mario dengan cepat. Tapi gue akan lakuin itu perlahan-lahan. Gue harap lo bisa tenang setelah mendengarkan ucapan gue."

Ingatan itu kembali ke keadaan sekarang.

"Bukannya gue nggak mau cerita. Tapi, setiap kali mau cerita, lo selalu nggak ada waktu Yo. Lagian kita udah sama pasangan kita masing-masing kan? Mungkin lebih baik kita lebih mengurusi masalah kita sendiri-sendiri. Supaya pasangan kita nggak saling cemburu."

Mendengar jawaban dari Alyssa, Mario sadar kalau Alyssa dan Abram memang sudah jadi pasangan. Ia benar-benar tidak menyangka dirinya tak lagi dianggap sahabat oleh Alyssa.

"Gue seperti nggak lihat Ica yang gue kenal sekarang. Kemana Ica yang selalu curhat ke gue? Kemana Ica yang selalu mengandalkan gue?"

"Ada, tapi sekarang bukan lagi ke lo, Rio. Gue udah punya pasangan. Gue mencintainya. Seperti yang lo lakuin ke gue. Sekarang gue bukan prioritas untuk lo. Dan lo pun bukan lagi prioritas bagi gue."

"Argh!"

Mario berteriak tidak suka dengan ucapan yang dilontarkan oleh Alyssa. Ia tidak suka ketika Alyssa mengatakan ia mencintai laki-laki itu. Ia sangat tidak suka, seperti ada rasa sesak di dadanya.

"Benar lo mencintai Abram?" tanya Mario untuk memastikan.

Alyssa mengangguk.

Mario mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang kita urus masalah kita masing-masing. Jangan saling ikut campur, dan jangan saling menyapa lagi. Itu kan maksud lagi perkataan lo tadi, Ca? Persahabatan kita selesai sampai disini Ca."

Setelah mengatakan itu, Mario pergi dari sana dengan perasaan amarah dan kesal. Sementara Alyssa tak kuasa menahan tangisnya. Sebenarnya bukan ini yang ia harapkan. Tapi mungkin, memang ini yang terbaik untuk semuanya.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Nayla Ujji ...

Nayla Ujji ...

tuh kan silaturahmi jadi terputus...

2023-05-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!