Bab 3 - Saling membuat kesal

"Dengar baik-baik ya, Ca. Novel itu sebuah karangan fiksi. Jadi, dia bisa paket komplit karena si penulisnya memang maunya begitu. Nggak ada tuh, cowok yang sesuai sama imajinasi lo sekarang. Kita itu ada di dunia nyata, Ca. Bukan dunia cerita. Please deh, jangan kebanyakan halu nggak jelas. Lama-lama gue getok juga kepala lo biar sadar dari alam mimpi," ucap Mario mencoba menyadarkan Alyssa untuk tidak terlalu terbawa suasana dan kehalusan dari novel yang wanita itu baca.

"Nggak semuanya fiksi tahu. Ada juga yang dari kisah nyata. Makanya baca novel, jangan cuma buku pelajaran aja yang lo baca. Kaya gitu aja nggak tahu," balas Alyssa dengan kesalnya.

"Susah, emang ya, ngomong sama lo. Bikin darah tinggi."

"Bodo amat!" jawab Alyssa tak peduli. Ia pun teringat tentang novelnya yang masih ada di Mario.

"Oh ya, novel gue yang tadi lo bawa mana? Balikin!" pinta Alyssa.

"Nggak mau. Gue mau pinjem satu novel lo," tolak Mario.

"Kalau mau baca ya tinggal beli. Nggak usah asal ambil punya orang," sindir Alyssa.

"Gue kan udah bilang pinjam barusan. Budeg ya lo!" kesal Mario karena Alyssa membuatnya naik darah.

"Au, ah. Bete gue," jawab Alyssa kemudian menaruh novel yang dibacanya ke atas meja lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Ya elah, gitu aja ngambek. Kek cewek lo!"

"Gue emang cewek, Bambang!" kesal Alyssa yang disebut sebagai cowok. Saking kesalnya ia malah mendorong-dorong Mario untuk pindah tempat duduk. Namun, Mario tak bergeming dan masih anteng-anteng saja duduk disana.

"Nggak! Bagi gue, lo itu cowok! Masa cewek nggak ada lembut-lembutnya sama sekali."

"Serah deh serah! Gedeg juga gue lama-lama sama lo! Pulang Sana! Jangan ganggu-ganggu orang terus!" usir Alyssa yang sudah kesal tingkat dewi.

"Dih! Om sama Tante aja yang punya rumah nggak ngusir gue. Kenapa lo yang harus repot sih?" balas Mario dengan tatapan mata yang sudah menyiratkan peperangan.

"MARIO! LO BENER-BENER YA!"

Alyssa sudah tak mampu lagi menahan kekesalannya hingga ia pun berteriak karen saking kesalnya ke Mario. Namun yang disebut namanya malah tertawa terbahak-bahak.

"Ngakak banget gue, kalau liat lo kesel begini. Rasanya pengen buat lo kesel terus hahaha."

Mario masih terus tertawa tanpa henti.

"Ya Tuhan, kenapa gue harus sahabatan sama dia dari bayi? Kenapa juga rumahnya harus sebelahan sama gue? Dari mulai TK sampai SMA aja ada di sekolah yang sama. Salah gue apa? Sial banget bunya sahabat macem dia!"

Alyssa curhat sama Tuhan tapi sengaja menyuarakannya supaya Mario jadi kesal juga dan buru-buru pergi dari rumahnya.

Mario mendengus sebal.

"Heh! Gue juga sial punya sahabat kaya lo!" jawab Mario yang tidak terima.

Alyssa memukul pelan pundak Mario hingga laki-laki itu merintih kesakitan.

"Awww, sakit tahu. Lo mah sadis banget jadi cewek. Pantes sampai sekarang masih jomblo!" ledek Mario lagi.

"Heh! Sadar b*go! Lo juga jomblo! Jomblo kok teriak jomblo!" kesal Alyssa lagi.

"Oh, iya juga ya. Baru sadar gue," jawab Mario sambil tertawa lagi.

Ya begitulah mereka, persahabatan mereka, sering membuat kesal satu sama lain. Karena katanya, kalau tidak mengganggu satu hari pun, akan terasa berbeda. Seperti ada yang kurang.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Nayla Ujji ...

Nayla Ujji ...

Next..

2023-04-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!