Bab 15 - Kesempurnaan Cinta

Waktu berlalu, acara ulang tahun sekolah pun semakin dekat. Siswa-siswi yang akan mengikuti lomba sedang berlatih dengan kerasnya. Berbeda sekali dengan Mario yang justru santai-santai saja. Hal itu membuat Alfonso terheran-heran.

"Lo itu niat ikutan lombanya nggak sih? Heran deh! Yang lain mah latihan mati-matian. Lah lo? Malah masih santai-santai aja!"

"Santai aja kenapa sih? Gue cuma mau menyimpan energi gue buat lomba. Kalau latihannya mati-matian, takutnya pas perform nya malah kacau."

"Ya kan tetep aja. Lo mah latihan aja nggak, gimana mau tampil bagus coba di panggung!"

Hanya diberikan cengiran oleh Mario. Alfonso dibuat geleng-geleng kepala saja.

Mario berjalan keluar dari kelasnya melihat yang lainnya melakukan gladi resik di atas panggung. Sementara dirinya masih asik melihat-lihat.

Ashilla tiba-tiba datang menghampirinya dan langsung bergelayutan di lengan Mario sambil menatap kekasihnya itu.

"Kamu nggak mau ikutan gladi resik juga? Seenggaknya, nyobain naik ke atas panggungnya gitu?" tanya Ashilla. Mario menggelengkan kepala untuk menjawabnya.

"Meski tanpa latihan pun, besok aku pasti menampilkan yang terbaik. Liat aja!" ucap Mario dengan percaya dirinya.

Ashilla pun senang mendengarnya. Ngomong-ngomong tentang hari esok, Ashilla jadi ingat, ia belum memiliki pakaian untuk dipakai di acara besok.

"Rio, nanti pulang sekolah temani aku belanja baju ya. Aku nggak ada pakaian untuk dipakai di acara besok. Semua baju-baju ku di rumah nggak da yang cocok."

Mario pun mengangguk tanda ia mengiyakan.

*

*

Sepulang sekolah, Mario benar-benar menemani Ashilla belanja di mall. Di wanita itu sangat senang dan antusias melihat baju-baju yang indah dipajang disana. Bahkan ia seringkali menanyakan cocok atau tidaknya pakaian itu ke dirinya pada Mario. Mario hanya bilang, bagus, cocok, cantik, sesuai, dan sejenisnya.

Hal itu membuat Ashilla sedikit kesal, karena yang ia inginkan adalah pujian dengan kalimat panjang, bukan yang singkat begitu. Sampai akhirnya, ia melihat pesan di grup chat yang mengatakan bahwa setelah acara ulang tahun sekolah selesai. Ada acara pamungkas yaitu soulmate. Yang nantinya akan membuat pasangan itu jadi king dan queen di sekolah mereka.

Ashilla langsung tersenyum lebar ketika membacanya. Ia jadi semangat lagi, ia juga membelikan baju couple untuk Mario.

"Buat apa baju couple ini?" tanya Mario yang kebingungan.

"Buat acara besok, pokonya kita harus ikutan acara soulmate. Aku mau kita jadi king dan queen di sekolah."

"Buat apa sih ikut acara gituan, aku nggak suka Shilla," tolak Mario.

"Pokonya kamu harus mau. Aku bakalan marah kalau kamu nggak mau menuruti kemauan aku," ucap Ashilla sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

Mario menghela napas kemudian menjawab, "Terserah deh!"

Ashilla tersenyum mendengarnya. Itu artinya Mario mau.

"Jangan lupa besok bajunya dipakai saat mau acara soulmate. Jangan sampai lupa apalagi sengaja lupa, oke?"

"Hm," jawab Mario.

"Makasih ya Rio," ucap Ashilla sambil bergelayut manja dengan senyuman manisnya ke Mario.

*

*

Berbeda dengan Alyssa yang malah sibuk berlatih basket di saat yang lain sibuk menyiapkan acara dan berlatih untuk lomba. Karena memang Alyssa nantinya pun hanya akan jadi penonton saja.

"Lo memang suka menyendiri begini ya? Padahal yang lain sangat antusias menyambut acara ulang tahun sekolah. Tapi Sepertinya lo nggak? Apa lo nggak ikut lomba?" tanya Abram yang tiba-tiba menghampirinya.

"Gue hanya nggak suka jadi pusat perhatian. Lagipula gua nggak ada bakat apapun untuk ditampilkan. Juga nggak suka tampil di depan umum," jawab Alyssa.

"Em begitu ya, tapi kalau gue ngajakin lo buat ikut satu acara, mau nggak?" tanya Abram.

"Lebih baik ajak yang lain aja deh," tolak Alyssa mentah-mentah.

"Tapi gue maunya sama lo," sahut Abram lagi.

"Sekali ini aja, mau ya?" ucap Abram sambil memohon pada Alyssa.

"Bukan nyanyi atau nari kan?" Abram menggeleng.

"Cuma kaya acara tanya jawab gitu. Nggak susah kok."

"Oke deh kalau gitu, gue mau."

Abram tersenyum senang. Ia akhirnya bisa ikutan acara soulmate juga. Meski dengan sedikit kebohongan pada Alyssa tapi tidak apalah. Karena ia yakin, Alyssa pasti akan menolak jika tahu yang sebenarnya.

"Kalau begitu, besok lo pakai baju warna biru ya. Biar samaan kaya gue," pinta Abram.

"Iya," jawab Alyssa.

"Ya udah kalau gitu, gue mau mantau lagi acara gladi resik nya. Maaf ya hari ini gue belum bisa ajarin lo."

"Nggak papa. Lagian acara itu lebih penting. Semangat ya!"

Alyssa memberikan semangat pada Abram membuat laki-laki itu tersenyum sumringah karenanya. Lalu Abram pun pergi dari sana. Alyssa masih asik dengan bola basketnya sambil memikirkan acara tanya jawab seperti apa yang akan ia ikuti dengan Abram. Apa seperti lomba cerdas cermat?

*

*

Hari perayaan ulah tahun sekolah pun dimulai. Semua para siswa, guru, karyawan, dan segala penjuru sekolah ikut berkumpul merayakan acara itu.

Aula sekolah disulap menjadi tempat yang meriah, indah seperti sebuah konser. Bahkan pakaian yang dikenakan, baik untuk para siswa atau pun guru sengaja diatur non formal dengan syarat harus sopan.

Satu per satu peserta menampilkan kebolehannya. Ada yang menampilkan sebuah tarian, nyanyian, drama musikal, akting, lawak, dan masih banyak lagi Cang seni yang lainnya.

Rupanya tak hanya murid saja yang berlomba, tapi gurunya pun ikut meramaikan acara itu.

Sampai pada akhirnya sudah giliran Mario untuk maju ke atas panggung menampilkan bakatnya. Ia memakai kaos belang-belang dipadukan dengan celana berbahan levis. Laki-laki itu sudah bersiap dengan sebuah gitar yang dipegangnya sambil posisi duduk.

"Lagu ini gue nyanyikan untuk seseorang yang gue sayangi."

Mendengar ucapan itu, wajah Ashilla langsung bersemu merah. Ditambah teman-temannya yang terus-menerus meledeknya. Ia jadi tambah malu dan menutup wajahnya.

Suara petikan gitar sudar terdengar. Diikuti suara lembut dari Mario yang menghipnotis semua orang yang melihatnya. Lagu kesempurnaan cinta adalah lagu yang Mario pilih.

Ashilla jadi tambah berbunga-bunga karenanya. Begitu juga dengan yang lain, mereka merasa iri dengan Ashilla yang bisa mendapatkan kekasih seromantis itu.

Berbeda dengan Alyssa yang tampak diam dan terus menatap ke arah panggung. Ia masih teringat kalau dulu jaman masih SMA kelas 1, ia pernah meminta Mario untuk menyanyikan lagu itu untuknya. Tapi Mario menolaknya karena lagunya terlalu slow dan sangat berbeda dengan genre lagu kesukaannya yang jaz dan blues. Lalu kenapa sekarang laki-laki itu malah menyanyikannya? Pada ia tidak suka pada genre musiknya? Ah, pasti itu permintaan Ashilla, bukan karena Mario teringat akan permintaan dirinya dahulu. Alyssa tidak mau terlarut pada masa itu. Ia hanya senang saja, karena Mario menyanyikan lagu itu meski bukan untuknya.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

L B

L B

sepertinya masih lama part² dimana mario menyesali keputusannya untuk memacari ashilla dan tanpa sengaja menyakiti perasaan alyssa.
semoga kamu merasakan sakit yang sama persis seperti yang alyssa rasa saat kamu bukan lagi orang pertama yang selalu ada untuknya, saat kamu bukan lagi menjadi prioritas utama untuknya persis seperti yang kau lakukan padanya.

2023-05-05

0

Maria Kibtiyah

Maria Kibtiyah

semoga yg menang soulmate abram sama alysa bukan si maria ma ashila biar tau rasa tuh si ashila

2023-05-05

0

💐€^ĽYŹÆ ĎWĪ Ř@£ÑÄ🌺

💐€^ĽYŹÆ ĎWĪ Ř@£ÑÄ🌺

lagu itu buat u alysa krn mario udh ad rasa sm u tpi klian berdua msihh ego

2023-05-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!