Jam istirahat pun tiba, Mario mengajak Alfonso untuk pergi ke kelas Alyssa. Alfonso pun hanya menuruti Mario dan berjalan di belakangnya.
Sesampainya di kelas Alyssa, Mario berjalan ke tempat duduk Ashilla. Alyssa yang melihat itu pun merasakan sedikit sesak. Karena biasanya Mario akan ke kelas Alyssa untuk bertemu dengannya. Sekarang tujuannya bukan lagi dirinya.
"Ayo ke kantin. Biarin yang lagi bucin tinggal aja." Alfonso dan Jehana mengikuti Alyssa.
Mereka pun tiba di kantin. Alyssa memesan pesanan untuk 3 orang. Alfonso bakso, Jehana mie ayam dan untuk dirinya siomay kuah. Mereka pun menyantap makanan itu dengan lahap.
"Gue ke toilet sebentar ya." Alfonso dan Jehanna mengangguk.
Alyssa berjalan begitu cepat. Setibanya di kamar mandi, ia pun mengeluarkan sesuatu yang sudah ia tahan-tahan.
"Akhirnya lega juga," ucap Alyssa saat keluar dari kamar mandi. Ia pun berjalan tanpa melihat ke depan.
Dug!
Alyssa menabrak dada bidang lagi. Ia pun mendongak.
"Lo emang hobi nabrak orang ya? Udah dua kali lo nabrak gue."
"Hah? Maaf-maaf gue nggak sengaja. Dan untuk yang waktu itu, gue juga minta maaf," ucap Alyssa sambil menundukkan kepalanya rupanya laki-laki inilah yang kemarin ditabraknya juga.
"Gue nggak gigit. Nggak usah takut, biasa aja."
Alyssa pun menatap ke orang yang ada di hadapannya. Ia merasa bahwa orang tersebut familiar di ingatannya. Sedetik kemudian ia ingat, bahwa yang berada di depannya adalah sang ketua OSIS sekaligus murid terpintar di sekolahnya.
Gawat banget nih! Gue malah berurusan sama ketua OSIS.
"Karena mungkin bisa terjadi tabrakan yang ketiga kalinya. Gue mau memperkenalkan diri. Nama gue Abram Farero."
"Lo ketua OSIS kan?" Abram pun mengangguk.
"Please! Jangan hukum gue ya. Gue tau kok kalau gue salah. Apalagi gue jalannya terburu-buru makanya jadi nabrak lo terus. Tapi, sumpah deh, gue nggak lari-larian kok."
Alyssa memohon dengan sedikit memelas. Hal tersebut terlihat begitu menggemaskan di mata Abram.
"Tenang aja. Gue nggak sekejam itu kok."
"Makasih banget loh ya. Oh, iya maaf juga karena gue udah nabrak lo dua kali. Kalau gitu gue permisi."
Alyssa berjalan menjauh dari Abram. Abram pun ingat wanita tersebut belum memperkenalkan dirinya. Kemudian ia bertanya siapa nama Alyssa.
"Alyssa itu nama gue," ucap Alyssa sambil berjalan ke arah kantin lagi.
"Alyssa ya? Hm. Nama yang cantik seperti orangnya." Abram tersenyum mengingat pertemuan keduanya dengan Alyssa. Walaupun mereka sudah tiga tahun berada di sekolah yang sama. Tapi lingkaran pertemanan Alyssa dan Abram sangat berbeda. Makanya keduanya tidak saling mengenal. Walau kenal pun paling hanya sekedar tahu nama atau wajah saja.
Abram pun pergi menuju ruang OSIS karena akan diadakan rapat bulanan.
*
*
Alyssa akhirnya sampai di kantin. Ia tampak tergesa-gesa kesana dan langsung duduk di hadapan teman-temannya.
"Sorry lama. Ada kendala sedikit."
"Kendala apaan?" tanya Jehana.
"Gue nabrak ketos, hehe," jawab Alyssa dengan diakhiri cengiran.
"Dasar! Kebiasaan sih! Kalo jalan nggak tengok kanan kiri depan belakang," sahut Alfonso.
Alyssa pun kesal mendengar ucapan Alfonso. Namun, yang dibilang Alfonso, memang benar adanya.
"Tapi, ketos yang sekarang kan ganteng Ca," puji Jehana.
Alyssa pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
"Pacarin aja gih, Ca! Ketos kita juga jomblo katanya. Lumayan kalau jalan bareng, nggak malu-maluin."
"Ih, apaan sih?"
Inilah hal yang paling menyebalkan menurut Alyssa. Saat ia dijodoh-jodohkan dengan orang yang sama sekali belum dikenalnya.
Sementara Alfonso hanya bisa menjadi penonton setia saat Jehana dan Alyssa mulai berdebat. Namun, dalam hatinya ia selalu berharap Alyssa dan Mario bisa mengetahui perasaan mereka masing-masing.
"Nggak usah ribut. Ayo balik ke kelas aja." Alfon pun menarik tangan Jehana dan Alyssa. Alyssa di sebelah kanan dan Jehana di sebelah kirinya. Sudah seperti pria beristri dua saja.
"Begini dong. Kan enak gue liatnya."
Tak lama kemudian, sampailah di kelas Alyssa. Sekarang sudah tak ada lagi Mario di dalam kelas. Begitu juga dengan Ashilla. Hanya ada satu kemungkinan. Mereka berdua keluar bersama. Itulah yang dipikirkan Alyssa.
"Bye gue ke kelas ya."
Alfonso pun pergi ke kelasnya. Jehana melihat raut wajah Alyssa sedikit berubah.
"Kenapa Ca? Sakit?" tanya Jehanna Alyssa menggeleng.
Hati gue rasanya sesak. Sebenarnya ini kenapa?
*
*
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
💐€^ĽYŹÆ ĎWĪ Ř@£ÑÄ🌺
crtanx sgt bguss smg mario n ica bisa tau tentang perasaanx klu.mreka sling mncintai sperti yg dijudull
2023-04-18
0