"Mom."
"Iya, sayang," jawab Vania dan juga Veronika secara bersamaan.
Keduanya berdiri saling berdampingan tepat di tepi ranjang. Ryan dengan tatapan mata sayu menatap kedua wanita itu secara bergantian. Pelupuknya di kedipkan lemah. Keningnya pun dikerutkan.
"Mommy Vania, wanita ini siapa?" tanya Ryan dengan nada suara lemah, Vania tentu saja tidak tahu harus menjelaskan dari mana.
"Ini Mommy Veronika, ibu kandung kamu," lirih Veronika merasakan sesak di dadanya.
"Mommy Veronika?"
Ryan mengulangi ucapan ibunya. Otaknya pun mencoba berfikir keras. Ibu kandung? Sudah lama sekali dia melupakan bahwa dirinya memiliki ibu kandung, meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, dia begitu merindukan kasih sayang dari seorang ibu.
"Sayang? Kamu gak ingat sama Mommy?" tanya Veronika dengan nada suara yang bergetar.
Ryan masih diam membisu. Tatapan matanya tertuju kepada Vania sang ibu tiri, yang kasih sayangnya telah berhasil menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam. Remaja itu, menggenggam erat pergelangan tangan wanita itu, sama persis seperti yang dia lakukan saat Arion memarahinya.
"Mom ..." lirihnya kemudian.
"Iya, sayang. Mommy di sini, kamu mau apa, sayang?" tanya Vania dengan nada suara lembut.
"Apa Daddy masih marah sama aku?"
"Tidak, sayang. Daddy kamu sama sekali tidak marah lagi sama kamu, kalau gak percaya tanya saja sama Daddy."
Arion seketika mendekati ranjang. Dia mengusap rambut putra kesayangannya penuh kasih sayang. Bola matanya nampak memerah penuh penyesalan.
"Daddy tidak marah sama kamu, sayang. Maafkan atas sikap Daddy tadi. Daddy sayang sama kamu, Daddy janji akan membantu kamu untuk sembuh," lirih Arion penuh penyesalan.
Veronika yang juga berada di sana tentu saja merasa kecewa. Kehadirannya seperti tidak di anggap oleh sang putra. Sebenarnya sudah berapa lama wanita ini menjadi ibu sambung putranya hingga sang putra begitu menyayanginya?
"Ryan, ini Mommy. Apa kamu tidak ingat sama sekali sama Mommy?" tanya Veronika menahan rasa getir sebenarnya.
"Mommy?"
Veronika menganggukkan kepalnya.
"Aku hanya punya satu Mommy, yaitu Mommy Vania."
Bagai tersambar petir di siang bolong. Hati ibu mana yang akan terima jika dia dilupakan oleh putranya sendiri? Meskipun dia yang sepenuhnya salah karena tidak pernah sekalipun menemui putranya tersebut. Namun, tetap saja rasanya sangat menyakitkan.
"Kamu gak ingat sama Mommy?"
Ryan menggelengkan kepalanya, tangannya semakin erat menggenggam pergelangan tangan Vania sang ibu tiri. Sebenarnya dia tidak benar-benar melupakan ibu kandungnya itu. Otaknya masih dapat mengingat dengan jelas wajah sang ibu. Namun, rasa kecewanya membuatnya terpaksa melakukan hal itu. Ryan benar-benar kecewa karena Veronika seolah melupakan dirinya selama ini.
"Tidak, kamu tidak mungkin melupakan Mommy. Mommy ini ibu kandung kamu, sayang. Wanita yang telah melahirkan kamu." Suara Veronika semakin terdengar serak menahan rasa sesak.
"Lalu kemana saja Mommy selama ini?"
Pertanyaan yang sulit di jawab oleh Veronika tentu saja. Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia mengakui kesalahannya. Namun, ada alasan tersendiri kenapa dirinya tidak pernah menemui putra-putranya selama ini.
"Maafkan Mommy, sayang. Mommy memang salah, Mommy akan menebus semua kesalahan Mommy dengan selalu berada di sisi kamu mulai sekarang."
"Tidak usah, aku sudah tidak membutuhkan kasih sayang Mommy lagi. Sudah ada Mommy Vania yang menggantikan Mommy, lebih baik Mommy pergi sekarang, aku lelah."
Sungguh sebuah penolakan yang sangat menyakitkan. Buliran air mata pun berjatuhan dengan begitu derasnya dari pelupuk mata seorang Veronika. Hatinya seperti di cabik-cabik ketika putranya sendiri menolak kehadirannya.
"Kamu dengar? Ryan meminta kamu untuk keluar dari sini, jadi pergilah dan jangan pernah kembali seperti yang kamu lakukan selama ini," timpal Arion.
"Mas, gak boleh kayak gitu. Walau bagaimana pun Mbak Veronika ini adalah ibu kandungnya anak-anak," ujar Vania tidak suka dengan sikap suaminya.
Tanpa sepatah katapun lagi, Veronika pun berbalik dan keluar dari dalam kamar. Hatinya benar-benar merasa terluka. Menyaksikan hal itu, Vania pun segera mengusul wanita bernama Veronika tersebut.
"Mbak Veronika!" panggil Vania, membuat wanita itu sontak menghentikan langkah kakinya.
Veronika menarik napas berat lalu menghembuskannya kasar. Dia pun berbalik dan menatap wajah Vania yang saat ini berjalan menghampirinya. Tatapan matanya memperlihatkannya kalau dia merasa tidak suka dengan istri dari mantan suaminya itu.
"Saya ingin berbicara sebentar dengan Mbak," ujar Vania berdiri tepat di depan Veronika kini.
"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan? Kamu telah merebut kasih sayang putra saya."
"Aku tidak pernah merebut kasih sayang yang seharusnya di berikan kepada Mbak. Aku hanya berusaha untuk memberikan apa yang mereka butuhkan, yaitu kasih sayang dari seorang ibu. Apa Mbak tahu kenapa Ryan bisa ada di Rumah Sakit ini? Apa Mbak tahu dia sakit apa?"
Veronika seketika mengerutkan kening. Ya ... Dia memang tidak tahu apa dan kenapa putranya itu bisa di rawat di Rumah Sakit itu. Salahnya tidak menanyakan hal itu sejak awal.
"Ryan pecandu, Mbak. Dia di rawat di sini karena over dosis obat-obatan terlarang."
Kaki Veronika seketika terasa lemas. Dia pun duduk di kursi tunggu dengan hati dan perasaan hancur. Bagaimana bisa putranya itu menjadi seorang pecandu? Bagaimana cara Arion merawat putranya hingga sang putra menjadi seperti ini?
"Bagaimana bisa putraku menjadi seorang pecandu? Mas Arion benar-benar tidak becus mengurus putra-putraku," ujarnya merasa kecewa.
"Jangan salahkan Mas Arion. Dia sama sekali tidak salah. Ryan menjadi pecandu karena dia terlalu merasa kesepian. Dia begitu merindukan kasih sayang seorang ibu, dia merindukan Mbak sebagai ibu kandungnya. Hal itulah yang membuat Ryan mencari pelampiasan dengan nekat mengkonsumsi barang-barang haram itu."
"Bukankah ada kamu ibu tirinya? Ryan seperti sangat menyayangi kamu, Vania."
"Aku belum lama menikah dengan Mas Arion, dan Ryan sudah menjadi pecandu jauh dari sebelum aku menjadi ibu tirinya."
BERSAMBUNG
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Siti Maryam
cerita yg bagus dn berjalut
2023-05-14
1
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍 o
2023-04-18
1
༄༅⃟𝐐𝗧𝗶𝘁𝗶𝗻 Arianto🇵🇸
hais...dia yg salah msh sempat aja nyalahkn orang lain..emang lbh baik km gk balik ver...
2023-04-18
1