Deg!
Jantung Vania seketika berdetak kencang. Dengan hanya mendengarnya saja membuat bulu kuduknya terasa merinding. Malam pertama, itu artinya dia harus melepas satu-satunya harta paling berharga yang selama ini dia jaga dengan segenap jiwa dan raga.
Memang tak ada yang salah dengan malam pertama yang baru saja di sebutkan oleh Arion suaminya. Toh dia adalah suaminya, laki-laki yang telah mengikatnya dengan tali pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Tubuhnya halal untuk sentuh oleh laki-laki itu, tapi Vania sama sekali belum siap untuk melakukan hubungan Suami istri, terlebih dengan lagi-lagi yang tidak dia cintai. Rasa takut seketika menyelimuti relung hati seorang Vania Clarisa.
"Sayang? Kenapa diam saja? Kamu takut?" tanya Arion seolah tahu apa yang ada di dalam kepala istrinya.
"Hah? Eu ... Anu, Om. Aku--"
"Om? Masa kamu manggilnya Om sih? Mas Suami kamu lho, panggil dengan sebutan Mas Arion. Atau, Mas saja juga sudah cukup."
"Eu ... Iya, Mas. Kita menikah bukan karena cinta, aku juga belum siap untuk menikah sebenarnya. Bisakah kita--"
"Menunda malam pertama, maksud kamu?"
Vania menganggukkan kepalanya samar, lalu menunduk sedih.
"Tidak bisa dong. Tak ada yang namanya menunda malam pertama. Siap tidak siap, kamu harus siap. Mana mungkin Mas bisa tahan ketika dihadapkan dengan seorang wanita cantik seperti kamu? Apalagi kamu adalah istri Mas sendiri. Lebih baik sekarang kamu bersih-bersih, Mas sudah siapkan pakaian yang cocok buat kamu, sayang. Kamu tunggu sebentar."
Arion berjalan menuju lemari pakaian lalu membukanya, dia pun meraih satu buah pakaian lalu di rentangkan tepat di depan Vania. Sontak, kedua mata gadis itu seketika membulat sempurna. Lingerie berwarna merah terang dengan bahan yang sangat tipis.
"Mas, pakaian apa ini? Masa aku harus pakai saringan nasi kayak gini?" celetuk Vania mengernyitkan keningnya.
"Saringan nasi? Hahahaha! Ini namanya Lingerie, sayang. Bukan saringan nasi, pakaian ini sengaja Mas siapkan untuk malam pertama kita."
'Ya Tuhan, apa orang ini seorang maniak se*s? Masa aku di suruh pakai baju yang kurang bahan kayak gini? Kalau aku sampai masuk angin gimana? Kalau ada semut yang menyelinap masuk gimana?' (batin Vania).
"Kenapa bengong? Cepat pakai ini, Mas sudah gak sabar ingin melihat kemolekan tubuh istri Mas yang cantik ini."
'Dasar tua bangka gila,' (batin Vania).
"Tapi, Mas. Aku gak pernah pakai pakaian yang kayak gini, sumpah."
"Makannya sekarang coba."
"Tapi aku lagi datang bulan, Mas."
"Mas gak percaya, mana sini Mas mau lihat."
'Astaga, harus bagaimana lagi agar aku bisa lolos dari yang namanya malam pertama ini?' (batin Vania).
"Kenapa diam lagi? Kamu pasti bohong 'kan? Mas tahu kamu akan seperti ini, kamu bakalan cari-cari alasan buat menghindari malam pertama kita. Kamu tahu, sudah lama sekali Mas tidak melakukan hal seperti itu. Meskipun Mas punya banyak uang, dan bisa memanggil wanita malam untuk memuaskan ha*rat Mas sebagai seorang laki-laki, tapi Mas sekali pun tak pernah melakukan hal itu. Dalam prinsip hidup Mas, Mas hanya akan melakukannya dengan istri Mas, dan sekarang istri Mas adalah kamu, jadi tak ada yang namanya menunda malam pertama. Paham?" jelas Arion ranjang lebar.
What? Seorang Arion yang merupakan rentenir yang tentu saja punya banyak uang tidak pernah sekali pun menggunakan jasa wanita panggilan untuk memuaskan has*atnya? Apakah dia harus percaya begitu saja dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh suaminya itu? Rasanya sulit sekali untuk mempercayainya, tapi apa yang baru saja di ucapkan oleh Arion terdengar tulus.
"Aku bersih-bersih dulu, Om. Maksud aku Mas," ujar Vania hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Ininya bawa dong," pinta Arion, menyerahkan lingerie yang dia genggam.
Dengan berat hati, Vania pun menerima pakaian yang menurutnya kurang bahan itu. Telapak Tangannya bahkan nampak gemetar saat menerima pakaian tersebut. Dia pun berbalik lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Ceklek!
Blug!
Pintu kamar mandi pun di buka lalu di tutup rapat setelah dia masuk ke dalamnya. Vania nampak merentangkan lingerie dengan bahan yang sangat tipis menerawang itu. Sudah pasti lekuk tubuhnya akan terlihat jelas jika dia memakai pakaian tersebut.
"Dasar tua bangka gila, masa aku harus memakai pakaian kurang bahan kayak gini? Tapi, mau gimana lagi, aku takut kalau harus menolak permintaan dia," gumamnya kemudian.
* * *
30 menit kemudian.
"Sayang! Kamu lagi mandi atau lagi apa sih? Lama banget. Ingat ya, tak ada alasan untuk menunda malam pertama kita. Mas sudah menduda selama 10 tahun ya. Kalau kamu menolak, maka Mas akan akan tetap memaksa kamu untuk melayani Mas malam ini."
Ceklek!
Pintu kamar mandi pun di buka lebar. Vania keluar dari dalamnya dengan langkah kaki lambat juga dengan tubuh yang gemetar.
"Sayang?!" decak Arion menatap tubuh sang istri dari ujung kaki hingga ujung rambut.
BERSAMBUNG
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
༄༅⃟𝐐𝗧𝗶𝘁𝗶𝗻 Arianto🇵🇸
auto pingin langsung buka puasa y Om..😂😂
2023-04-09
0
Diana Susanti
langsung melotot si Arion
2023-04-09
1