Tinggal Sementara

Arion seketika terperangah. Untuk beberapa saat otaknya terasa berhenti berfikir. Apa maksud dari ucapan mantan istrinya ini? Apa iya Ryan bersedia untuk tinggal bersama wanita itu? Rasanya tidak mungkin dan tidak masuk akal.

"Mas?" sapa Vania, mengusap punggung suaminya lembut.

Arion seketika mengusap wajahnya kasar. Dirinya mencoba untuk menahan emosi yang sebenarnya ingin sekali dia ledakkan. Namun, dia teringat akan ucapan sang istri yang mengatakan bahwa dirinya harus lebih bisa menahan diri dan mengesampingkan urusan pribadi. Semua itu demi Ryan yang saat ini masih dalam keadaan mengkhawatirkan.

"Kenapa kamu diam saja, Mas?" tanya Veronika tersenyum menyeringai.

Arion berjalan mendekati Ryan. Dia berdiri tepat di samping ranjang. Telapak tangannya bergerak membelai rambut sang putra penuh kasih sayang.

"Ryan, benar apa yang di ucapkan oleh Mommy Veronika? Kamu bersedia untuk tinggal dengan beliau?" tanya Arion dengan nada suara lembut.

"Iya, Dad. Daddy tidak merasa keberatan bukan kalau aku tinggal sementara dengan Mommy Veronika? Hanya sementara, Dad," jawab Ryan, menatap sayu wajah sang ayah.

"Tapi kamu harus di rawat di panti rehabilitasi, sayang. Kamu harus obati dulu ketergantungan kamu akan obat-obatan terlarang itu, Nak."

"Gak usah, Mas. Aku yakin aku bisa menyembuhkan Ryan tanpa perlu di bawa ke panti rehabilitasi. Ryan hanya membutuhkan kasih sayang dariku sebagai ibu kandungnya," timpal Veronika penuh percaya diri.

"Tapi, Mbak. Ryan tetap harus--"

"Diam kamu, urusan putra-putraku gak ada hubungannya sama kamu. Kamu urus saja suami kamu yang udah tua ini," sela Veronika belum sempat Vania menyelesaikan ucapannya.

"Cukup, Mom. Jangan seperti ini, saya sudah bilang sama Mommy untuk jangan memancing keributan di Rumah Sakit," sela Dion kemudian.

Semua yang ada di sana sontak merapatkan bibir masing-masing. Baik Arion maupun Veronika mencoba untuk menekan rasa ego yang selalu mereka perlihatkan selama ini. Keduanya pun memalingkan wajah menatap ke arah lain seraya memejamkan kedua matanya.

"Ryan, kaka mau tanya sekali lagi sama kamu. Apa kamu yakin akan tinggal dengan Mommy Veronika?" tanya Dion, menatap lekat wajah sang adik.

"Iya, kak. Aku ingin sekali saja merasakan tinggal dengan Mommy," jawab Ryan dengan nada suara lemah. Tatapan matanya nampak sayu menatap wajah sang kaka.

"Tapi benar apa kata Daddy tadi. Kamu harus masuk ke Rumah Sakit rehabilitasi, kamu harus segera diobati, Ryan."

Ryan diam seribu bahasa. Dia tahu bahwa apa yang diucapkan oleh ayah serta sang kaka memanglah benar adanya. Namun, dia tidak bisa menolak ajakan sang ibu yang meminta dirinya untuk tinggal bersamanya, karena dia memang sangat menginginkan hal itu. Tinggal bersama sang ibu adalah impiannya sejak dulu.

"Ryan, kenapa kamu diam saja? Apa kamu mengerti dengan pertanyaan kaka tadi?" tanya Dion lagi.

"Aku ngerti, kak. Seperti yang aku katakan tadi. Aku hanya akan tinggal sementara dengan Mommy Veronika, mungkin hanya untuk beberapa hari saja. Setelah itu aku janji akan bersedia untuk di rehabilitasi."

Hati seorang Arion merasa begitu terluka mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh sang putra. Apakah dia sanggup berpisah dengan Ryan meskipun hanya untuk beberapa hari? Rasanya berat sekali bagi Arion untuk melepaskan Ryan begitu saja, terlebih keadaan putra keduanya itu sedang tidak baik-baik saja.

Tanpa sepatah katapun lagi, Arion segera berbalik lalu keluar dari dalam kamar dan di susul oleh Vania kemudian. Laki-laki itu duduk di kursi yang berada di luar ruangan dengan hati dan perasaan dilema. Dia pun mengusap wajahnya kasar seraya memejamkan kedua matanya. Tidak lama kemudian, Vania pun duduk tepat di samping sang suami.

"Mas," lembut Vania, meraih pergelangan tangan Arion lalu mengusap punggung tangannya lembut.

"Mas gak tahu apakah Mas rela melepaskan Ryan untuk tinggal dengan wanita itu, honey. Rasanya Mas gak sanggup, rasanya Mas gak bisa harus tinggal jauh dengan Ryan. Selama ini Mas gak pernah jauh sedikit pun dengan putra-putra Mas itu. Mas harus bagaimana? Mas harus apa sekarang?" tanya Arion dengan bola mata memerah.

"Mas, sayang. Ryan hanya tinggal sementara sama Mbak Veronika. Mas dengar tadi dia bilang apa? Putra kita itu hanya akan tinggal selama beberapa hari saja, setelah itu dia bersedia untuk di rehabilitasi," lirih Vania mencoba untuk menenangkan.

"Iya, Mas juga dengar tadi, tapi kalau Ryan sampai kebablasan dan merasa nyaman terus ingin tinggal dengan si Veronika untuk selamanya, bagaimana? Apalagi Ryan dalam keadaan seperti ini. Dia bisa saja kambuh sewaktu-waktu, apa si Veronika itu sanggup menghadapi Ryan nantinya?"

"Apa maksud kamu, Mas? Kamu pikir aku gak sanggup buat merawat putraku sendiri, begitu?" tiba-tiba terdengar suara Veronika terdengar murka.

Baik Arion maupun Vania sontak berdiri tegak. Keduanya menatap wajah wanita itu dengan tatapan tajam. Lagi dan lagi, Vania menggenggam erat telapak tangan suaminya mencoba untuk menenangkan.

"Apa kamu tahu seperti apa kondisi Ryan? Dia itu pencandu berat, yang dia butuhkan sekarang adalah di rehabilitasi agar dia bisa sembuh. Apa kamu bersedia untuk bertanggung jawab jika keadaan putra kamu itu semakin memburuk karena terlambat mendapatkan pengobatan?" tegas Arion, tapi dengan nada suara yang di tahan menahan rasa geram.

"Ya, aku akan bertanggung jawab jika memang kondisi Ryan semakin memburuk. Kamu pikir dia itu anak kamu saja? Dia anakku juga!" Veronika balas berteriak.

"Baik, kalau sampai keadaan putra saya semakin memburuk gara-gara kamu, saya tidak akan pernah memaafkan kamu seumur hidup saya, Veronika! Camkan itu."

BERSAMBUNG

...****************...

Terpopuler

Comments

Puja Kesuma

Puja Kesuma

biarkan aja dl.ryan tgl sama momynya sampe mana veronika menjadi momynya yg keliatan baik

2023-04-25

1

༄༅⃟𝐐𝗧𝗶𝘁𝗶𝗻 Arianto🇵🇸

༄༅⃟𝐐𝗧𝗶𝘁𝗶𝗻 Arianto🇵🇸

veronikan egois nih...tdk mementingkan kesehatan ryan dulu

2023-04-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!