Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?

"Mas... " ucap Aisha seraya sesenggukan kecil.

"Sstt... jangan dijawab jika saat ini hatimu masih belum bisa mencintaiku. Tak apa-apa, Sha. Aku tidak akan memaksamu untuk membalas rasa cintaku padamu. Sebab hatimu adalah milikmu sendiri," tutur Faizan seraya menghapus air mata sang istri dengan kedua ibu jarinya.

"A_ku... " ucap Aisha terpotong.

"Ayo tidur, Sha. Sudah jam sebelas malam. Pasti kamu lelah seharian acara di rumah Mama tadi. Yuk tidur," ajak Faizan lembut.

Aisha cukup terkejut saat suaminya mengajak tidur bukan meminta haknya padahal dirinya sudah sangat siap jika memang Faizan memintanya saat ini juga. Walaupun cinta itu belum bersemi di hatinya atau sebenarnya sudah tumbuh namun belum ia sadari.

Hanya saja sebagai seorang istri, dirinya memiliki kewajiban memberikan hak tersebut untuk suaminya. Sempat terselip bisikan keraguan bahwa Faizan tidak meminta haknya karena dirinya seorang janda, bekas kakaknya.

Tetapi ia coba enyahkan pikiran buruk tersebut. Sebab tadi ia yakin bahwa suaminya mengucapkan cinta yang begitu tulus padanya bukan sekedar main-main.

Akhirnya ia mencoba memberanikan diri bertanya hal krusial tersebut pada sang suami. Sebab ia ingat pesan Faizan bahwa tanyakan apapun jangan pernah berspekulasi dengan hal-hal yang belum tentu benar.

Sebab pada dasarnya prasangka dalam diri belum tentu fakta yang sebenarnya. Bisa jadi hal tersebut hanya pikiran negatif yang bisa merusak keharmonisan rumah tangganya sendiri. Ia tidak ingin hal itu sampai terjadi sehingga memutuskan lebih baik bertanya langsung pada sang suami daripada tenggelam dengan praduganya.

"Kenapa Mas tidak meminta hak sebagai suami padaku malam ini?" tanya Aisha lirih.

"Saat ini jika aku meminta hakku tersebut, apakah kamu akan memberikannya padaku karena kewajiban atau kamu mencintaiku?" tanya Faizan menatap Aisha dengan sorot mata yang tak terbaca.

Aisha hening tak bisa segera menjawab pertanyaan sang suami. Dirinya menelan salivanya dalam-dalam mencoba menelaah. Cinta atau kewajiban? Sungguh ia belum menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dari hatinya.

Yang pasti dalam logikanya saat ini tentu kewajiban lebih dominan.

"Tidurlah, Sha. Jangan terlalu dijadikan beban. Aku tidak akan meminta hakku malam ini karena aku ingin kamu memberikan itu padaku bukan karena kewajiban semata tetapi kamu memang mencintaiku sebagai pria yang ada di hatimu yang berstatus suamimu," ucap Faizan seraya memeluk Aisha kembali seraya mengelus dengan gerakan naik turun di punggung sang istri seperti meninabobokkan.

"Mas, maafin aku. Aku sayang sama Mas Faizan," cicit Aisha.

"Iya aku tahu. Tidur lah sebelum kamu membangunkan apa yang seharusnya bangun sejak tadi," ucap Faizan seraya terkekeh sendiri membuat Aisha tertawa kecil karena ia paham apa yang dimaksud suaminya itu.

Aisha pun membalas pelukan suaminya. Kedua insan yang malam ini berstatus suami istri saling berpelukan hangat di bawah temaram cahaya lampu tidur.

Bermimpi indah berharap esok akan ada cinta yang diharapkan hadir mengisi kehidupan rumah tangga mereka yang baru saja dibina.

Di Jepang,

Selepas urusan meeting proyek yang cukup penting telah dilakukan dengan baik oleh Jihan dan sekretarisnya. Jihan melihat segala laporan dan pelaksanaan proyek di salah satu rumah sakit ternama di Tokyo, Jepang cukup meningkat progressnya. Sehingga lusa, ia bisa kembali ke Indonesia.

Setibanya di hotel, ia menghubungi seseorang yang cukup lama tidak ia kontak.

"Halo," ucap Jihan.

"Iya Bu Jihan," jawab seorang pria di seberang sana yang berprofesi sebagai detektif.

"Bagaimana hasil penyelidikan kalian? Apa sudah menunjukkan di mana putriku berada dan bagaimana kondisinya?" tanya Bu Jihan.

"Maaf Bu, kami masih butuh waktu kembali. Kemarin kami baru saja mendapat informasi terbaru bahwa ada saksi yang melihat seorang wanita membawa bayi perempuan berpakaian pink seperti ciri-ciri pakaian terakhir yang dikenakan putri ibu. Tapi_" ucap detektif terpotong.

"Tapi kenapa?" tanya Bu Jihan dengan nada cemas.

"Wanita itu sudah lama pergi dari kampungnya di sini bersama suaminya merantau ke Jawa. Namun tetangga sekitar tidak tahu di Jawa mereka tinggal di kota apa maupun alamat detailnya," ucap detektif tersebut.

Sebuah helaan nafas berat meluncur dari seberang sana. Jihan menyandarkan tubuhnya sejenak di sofa yang ada di dalam kamar hotel tempatnya menginap.

"Terima kasih informasinya. Kalian tetap cari kemanapun jejak putriku berada. Aku akan selalu setia menunggu kabarnya. Semoga sebelum ajal menjemputku, aku bisa menatapnya secara langsung baik dia masih hidup atau hanya sekedar batu nisannya," tutur Bu Jihan pasrah.

"Baik, Bu. Semoga kami segera menyelesaikan misi ini dengan baik sesuai harapan," ucap detektif seraya berpamitan menutup teleponnya.

"Ya Tuhan, pertemukan aku dengan putriku apapun kondisinya. Apakah dia masih hidup atau sudah tiada?" batin Bu Jihan sendu.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

aisha putri bu jihan

2024-07-15

0

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

aamiiin..

2024-03-27

2

Ety Nadhif

Ety Nadhif

mampir thor

2024-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!