Bab 15 - Menuju Pernikahan

"Uang yang kamu mau sudah aku transfer. Mulai sekarang jangan banyak menuntut karena aku tak mendapat apapun dari harta Atmajaya," ucap Mama Ida dengan nada ketus di telepon dengan seorang pria misterius.

"Lalu kamu dapat uang hari ini darimana kalau bukan dari harta keluarga Atmajaya? Mana mungkin kamu mau berhutang pada teman-teman sosialitamu itu. Aku kenal kamu Ida. Egois dan gengsimu sangatlah tinggi. Suamimu saja kamu tipu mentah-mentah. Jadi aku enggak akan bisa kamu tipu karena aku tidak bodoh seperti mereka," pekik seorang pria.

"Terpaksa aku harus berhutang pada bank akibat kamu. Pakai uang itu untuk modal usaha atau bekerja. Jangan main judi terus yang kamu lakukan. Berujung kalah judi hingga aku yang kena getahnya," sindir Mama Ida geram.

"Selama uangmu lancar padaku maka mulutku akan diam. Dan aku tidak perlu capek-capek bekerja. Kamu sudah memberiku gaji dari pekerjaan tutup mulut. Bukankah ini sama saja aku juga bekerja," ucap pria tersebut seraya tertawa dan langsung menutup teleponnya sepihak.

Bip...

"Dasar pemeras! Gak kakak enggak adiknya brengsek semua!" pekik Mama Ida geram hingga membanting ponselnya di atas ranjang.

"Aduh bagaimana aku membayar cicilan ke bank? Aku enggak ingin rumah ini sampai disita oleh bank karena gak bisa bayar. Semua ini pasti karena ulah Aisha sehingga membuat Handika mengeluarkan surat wasiat yang aneh. Dasar menantu sialan!" ucap Mama Ida dengan penuh kebencian pada Aisha.

Ya, Mama Ida dengan terpaksa meminjam dana yang cukup besar ke sebuah bank dan surat rumah utama keluarga Atmajaya ia jadikan jaminan hutang.

Satu bulan telah berlalu,

Faizan telah menyelesaikan segala tanggung jawabnya di kantor Bu Jihan. Dirinya pun berpamitan pada sang pemilik perusahaan dan beberapa rekan kerjanya yang lain sebab hari itu juga dia akan bertolak ke Jakarta.

Banyak wanita di kantornya yang menaruh hati padanya harus menelan pil pahit sebab patah hati mendengar kabar pernikahan Faizan. Dengan terang-terangan tanpa basa basi, Faizan mengatakan bahwa dirinya mengundurkan diri karena akan menikah.

Sesuai janji Faizan pada Aisha bahwa sejak keduanya pergi dari rumah utama maka Faizan membawakan satu pembantu untuk menjaga Mama Ida. Aisha pun merasa lega karena ibu mertuanya itu ada yang menjaga dan mengurusnya di rumah.

Setibanya di Jakarta, Faizan langsung tinggal di apartemen pribadinya. Dirinya sengaja tidak tinggal di rumah utama dan hanya sesekali menengok ke sana untuk sekedar melihat kondisi ibu tirinya.

Hal itu pun atas perintah sang belahan jiwanya. Siapa lagi jika bukan karena Aisha yang masih sangat peduli dan sayang pada Mama Ida.

Empat bulan berlalu,

Kondisi Atmajaya Corp di tangan dingin Faizan berjalan cukup lancar. Beberapa proyek yang sempat tersendat atau bermasalah akhirnya bisa diatasi dengan baik.

Namun Faizan sering merasa terganggu dengan desakan Mama Ida untuk meminta uang perusahaan dalam jumlah yang tidak sedikit. Pasalnya Mama Ida mengeluh satu bulan hanya diberikan uang sebesar dua puluh lima juta tentu tidak cukup baginya.

Faizan pernah merasa kasihan sehingga ia merogoh kocek pribadinya dengan mentransfer ke rekening pribadi ibu tirinya senilai dua puluh juta rupiah. Akan tetapi dalam waktu dua minggu berselang sang ibu tiri meminta uang lagi padanya.

Faizan yang menaruh kecurigaan akhirnya menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki gerak-gerik sang ibu tirinya itu bersama siapa saja dan apa saja yang dilakukannya di luar sana sehingga banyak memerlukan uang.

Sudah hampir lima bulan sejak kematian Handika, Aisha berada di Sleman. Di sana pun Aisha memilih mengikuti kursus membuat kue untuk mengisi waktu luangnya.

Sebenarnya ia sangat pintar membuat kue hanya saja kemampuannya lama tidak diasah akhirnya saat ada kesempatan maka Aisha memilih mengikuti kursus memasak kue.

Faizan tidak mempermasalahkan hal itu, sebab dirinya tidak mau mengekang keinginan calon istrinya itu selama masih dalam batas kewajaran dan baik.

Komunikasi keduanya berjalan cukup lancar selama ini. Hanya saja Aisha masih dilanda keraguan dan kecemasan. Sebab usia Faizan lebih muda lima tahun darinya. Bahkan berkali-kali Aisha menyarankan Faizan untuk berpikir ulang jika menikahinya.

Akan tetapi Faizan selalu memberikan jawaban yang tegas dan mantap membuat desiran aneh mulai merambat di hati Aisha.

"Mas Handika, apa aku boleh membuka hati untuk Faizan sebagai calon suamiku?" batin Aisha.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

boleh dong Aisha

2024-07-15

0

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

boleh aisha... banget

2024-03-26

2

Windarti08

Windarti08

gak usah pake ijin segala... orang Handika sendiri yg menyerahkan kamu untuk menikah dengan Faizan kok

2023-06-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!