"Uang yang kamu mau sudah aku transfer. Mulai sekarang jangan banyak menuntut karena aku tak mendapat apapun dari harta Atmajaya," ucap Mama Ida dengan nada ketus di telepon dengan seorang pria misterius.
"Lalu kamu dapat uang hari ini darimana kalau bukan dari harta keluarga Atmajaya? Mana mungkin kamu mau berhutang pada teman-teman sosialitamu itu. Aku kenal kamu Ida. Egois dan gengsimu sangatlah tinggi. Suamimu saja kamu tipu mentah-mentah. Jadi aku enggak akan bisa kamu tipu karena aku tidak bodoh seperti mereka," pekik seorang pria.
"Terpaksa aku harus berhutang pada bank akibat kamu. Pakai uang itu untuk modal usaha atau bekerja. Jangan main judi terus yang kamu lakukan. Berujung kalah judi hingga aku yang kena getahnya," sindir Mama Ida geram.
"Selama uangmu lancar padaku maka mulutku akan diam. Dan aku tidak perlu capek-capek bekerja. Kamu sudah memberiku gaji dari pekerjaan tutup mulut. Bukankah ini sama saja aku juga bekerja," ucap pria tersebut seraya tertawa dan langsung menutup teleponnya sepihak.
Bip...
"Dasar pemeras! Gak kakak enggak adiknya brengsek semua!" pekik Mama Ida geram hingga membanting ponselnya di atas ranjang.
"Aduh bagaimana aku membayar cicilan ke bank? Aku enggak ingin rumah ini sampai disita oleh bank karena gak bisa bayar. Semua ini pasti karena ulah Aisha sehingga membuat Handika mengeluarkan surat wasiat yang aneh. Dasar menantu sialan!" ucap Mama Ida dengan penuh kebencian pada Aisha.
Ya, Mama Ida dengan terpaksa meminjam dana yang cukup besar ke sebuah bank dan surat rumah utama keluarga Atmajaya ia jadikan jaminan hutang.
Satu bulan telah berlalu,
Faizan telah menyelesaikan segala tanggung jawabnya di kantor Bu Jihan. Dirinya pun berpamitan pada sang pemilik perusahaan dan beberapa rekan kerjanya yang lain sebab hari itu juga dia akan bertolak ke Jakarta.
Banyak wanita di kantornya yang menaruh hati padanya harus menelan pil pahit sebab patah hati mendengar kabar pernikahan Faizan. Dengan terang-terangan tanpa basa basi, Faizan mengatakan bahwa dirinya mengundurkan diri karena akan menikah.
Sesuai janji Faizan pada Aisha bahwa sejak keduanya pergi dari rumah utama maka Faizan membawakan satu pembantu untuk menjaga Mama Ida. Aisha pun merasa lega karena ibu mertuanya itu ada yang menjaga dan mengurusnya di rumah.
Setibanya di Jakarta, Faizan langsung tinggal di apartemen pribadinya. Dirinya sengaja tidak tinggal di rumah utama dan hanya sesekali menengok ke sana untuk sekedar melihat kondisi ibu tirinya.
Hal itu pun atas perintah sang belahan jiwanya. Siapa lagi jika bukan karena Aisha yang masih sangat peduli dan sayang pada Mama Ida.
Empat bulan berlalu,
Kondisi Atmajaya Corp di tangan dingin Faizan berjalan cukup lancar. Beberapa proyek yang sempat tersendat atau bermasalah akhirnya bisa diatasi dengan baik.
Namun Faizan sering merasa terganggu dengan desakan Mama Ida untuk meminta uang perusahaan dalam jumlah yang tidak sedikit. Pasalnya Mama Ida mengeluh satu bulan hanya diberikan uang sebesar dua puluh lima juta tentu tidak cukup baginya.
Faizan pernah merasa kasihan sehingga ia merogoh kocek pribadinya dengan mentransfer ke rekening pribadi ibu tirinya senilai dua puluh juta rupiah. Akan tetapi dalam waktu dua minggu berselang sang ibu tiri meminta uang lagi padanya.
Faizan yang menaruh kecurigaan akhirnya menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki gerak-gerik sang ibu tirinya itu bersama siapa saja dan apa saja yang dilakukannya di luar sana sehingga banyak memerlukan uang.
Sudah hampir lima bulan sejak kematian Handika, Aisha berada di Sleman. Di sana pun Aisha memilih mengikuti kursus membuat kue untuk mengisi waktu luangnya.
Sebenarnya ia sangat pintar membuat kue hanya saja kemampuannya lama tidak diasah akhirnya saat ada kesempatan maka Aisha memilih mengikuti kursus memasak kue.
Faizan tidak mempermasalahkan hal itu, sebab dirinya tidak mau mengekang keinginan calon istrinya itu selama masih dalam batas kewajaran dan baik.
Komunikasi keduanya berjalan cukup lancar selama ini. Hanya saja Aisha masih dilanda keraguan dan kecemasan. Sebab usia Faizan lebih muda lima tahun darinya. Bahkan berkali-kali Aisha menyarankan Faizan untuk berpikir ulang jika menikahinya.
Akan tetapi Faizan selalu memberikan jawaban yang tegas dan mantap membuat desiran aneh mulai merambat di hati Aisha.
"Mas Handika, apa aku boleh membuka hati untuk Faizan sebagai calon suamiku?" batin Aisha.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Tuti Tyastuti
boleh dong Aisha
2024-07-15
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
boleh aisha... banget
2024-03-26
2
Windarti08
gak usah pake ijin segala... orang Handika sendiri yg menyerahkan kamu untuk menikah dengan Faizan kok
2023-06-25
2