Mama Ida begitu geram akan isi wasiat putranya sendiri tetapi ia tidak bisa berbuat banyak untuk merubahnya. Sebab pengacara keluarga dan juga sekretaris Handika mengatakan perusahaan tengah mengalami kesulitan keuangan akibat pemakaian pribadi dari dirinya yang membuat goyah Atmajaya Corp.
Sekaligus beberapa proyek banyak yang tidak jadi berlanjut sebab Handika sebagai Presdir meninggal dunia sehingga para investor ada beberapa yang menarik dananya. Demi kelangsungan hidup perusahaan dan banyak karyawan yang bergantung nasib pada Atmajaya Corp. akhirnya hal ini perlu dilakukan.
Faizan dan Aisha yang mendengarkan bahkan membaca laporan keuangan perusahaan sungguh tercengang atas aliran dana ke rekening pribadi Mama Ida.
Faizan meminta waktu sebelum mengemban tugas menjadi Presdir Atmajaya Corp. Sebab dirinya harus melakukan pengunduran diri dahulu ke kantor tempatnya bekerja di Batam. Dan hal ini pasti butuh waktu juga karena ia harus menghargai Ibu Jihan selaku bosnya yang sudah baik hati.
Terlebih Ibu Jihan Sasmita Artanegara adalah tante sahabatnya sendiri, Benny. Gilang selaku pengacara memaklumi dan sangat mengerti kondisi Faizan sehingga sementara Atmajaya Corp. masih bisa dihandle oleh Agung dan orang kepercayaan yang lain.
Mama Ida yang tak menerima dengan baik akhirnya pergi meninggalkan kediaman utama tanpa berpamitan dan pergi ke cafe bertemu teman-teman sosialitanya untuk ngopi cantik.
Faizan menyarankan pada Aisha lebih baik pulang kampung dahulu ke Sleman selama masa iddah sebelum resmi menikah kembali. Selain menghindari fitnah jika satu atap dengan Faizan, ada sebab lain yang dikhawatirkan adik iparnya itu.
Sebab jika Aisha tetap berada di rumah utama, Faizan khawatir Mama Ida akan berulah pada sang belahan jiwa yang tentunya tidak bisa ia jaga secara langsung karena dirinya harus ke Batam.
"Besok, aku antar Mbak pulang ke Sleman ya?" tanya Faizan lembut.
"Enggak perlu, Dek. Nanti kasihan Mama siapa yang jaga dan merawat jika gak ada Mbak. Di rumah ini juga tidak ada pembantu," ucap Aisha lirih.
"Mbak enggak perlu khawatir. Nanti aku bawakan satu pembantu untuk nemenin dan bantu-bantu Mama di sini," ucap Faizan.
"Tapi Dek_" ucap Aisha terpotong.
"Enggak ada tapi-tapian Mbak. Apa Mbak lupa dengan pesan Mas Handika. Kalau aku harus bisa menjaga Mbak. Jika ada tergores seujung kuku Mbak saja, maka sama saja tanganku tergores pisau dan mengeluarkan darah," ucap Faizan tulus.
Deg...
Aisha terpaku dengan pernyataan Faizan barusan. Adik iparnya ini lelaki yang ia kenal selama ini mudah membuat orang terdekatnya tertawa ternyata bisa tegas dan punya rasa tanggung jawab serta kasih sayang yang cukup besar pada keluarga juga.
Terkadang kedewasaan seseorang bukan diukur dari berapa banyak jumlah usia kita melainkan pola pikir masing-masing setiap individu tersebut dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.
"Ada-ada saja kamu, Dek. Oh ya kebetulan semuanya sudah pulang. Ada hal pribadi yang Mbak ingin bicarakan sama kamu. Apa boleh?" tanya Aisha lembut.
"Kapanpun selalu ada waktu buat Mbak. Kita ke taman belakang dekat kolam renang saja bicaranya, Mbak. Pemandangan di belakang rumah ini sangat asri dan tenang membuat pikiran kita lebih rileks dan tidak tegang," ucap Faizan tersenyum ramah dan Aisha pun mengangguk.
Keduanya kini duduk santai dekat kolam renang. Hening tercipta di antara keduanya. Aisha mulai meremas kedua jarinya tanda ia sedikit gugup untuk memulai pembicaraan. Faizan pun hanya bersikap tenang dan sabar menunggu sang belahan jiwanya berbicara.
"Apa Dek Faizan punya kekasih?" tanya Aisha lirih.
Faizan langsung memicing melihat Aisha namun setelah itu ia merubah mimik wajahnya dengan senyum.
"Kekasih dalam konteks apa ini Mbak? Pacar maksudnya atau seperti apa?" tanya balik Faizan sengaja sedikit menggoda Aisha namun tetap dengan raut dingin seperti es batu balok.
"Boleh dibilang seperti pacar atau tunangan mungkin?" tanya Aisha lirih.
"Jika aku jawab enggak punya, apa Mbak percaya?" tanya Faizan dengan senyum.
"Ah enggak mungkin Dek. Kamu pasti bohongin Mbak. Mana mungkin seorang Faizan Atamajaya yang banyak dikelilingi cewek cantik dan kaya raya sampai sekarang masih berstatus jojoba," ledek Aisha.
Faizan sangat senang melihat Aishanya mulai tersenyum. Sebab belahan jiwanya ini sesunguhnya punya sifat yang ceria dibalik kedewasaannya.
"Enggak apa-apa jojoba. Yang penting wanita yang aku cintai nanti percaya bahwa aku beneran tulus sayang dan cinta sama dia. Kecuali dia, aku tak menginginkan yang lain."
Deg...
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Tuti Tyastuti
bener tuh aisha mending km pulang ajj
2024-07-15
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
mending ikutin saran faizan, aisha
2024-03-22
3
Zhou Zhi lou
hadeh, mama ida kenapa serakah mau mengubah surat wasiat sih
2023-05-02
2