Bab 12 - Bicara Berdua

Mama Ida begitu geram akan isi wasiat putranya sendiri tetapi ia tidak bisa berbuat banyak untuk merubahnya. Sebab pengacara keluarga dan juga sekretaris Handika mengatakan perusahaan tengah mengalami kesulitan keuangan akibat pemakaian pribadi dari dirinya yang membuat goyah Atmajaya Corp.

Sekaligus beberapa proyek banyak yang tidak jadi berlanjut sebab Handika sebagai Presdir meninggal dunia sehingga para investor ada beberapa yang menarik dananya. Demi kelangsungan hidup perusahaan dan banyak karyawan yang bergantung nasib pada Atmajaya Corp. akhirnya hal ini perlu dilakukan.

Faizan dan Aisha yang mendengarkan bahkan membaca laporan keuangan perusahaan sungguh tercengang atas aliran dana ke rekening pribadi Mama Ida.

Faizan meminta waktu sebelum mengemban tugas menjadi Presdir Atmajaya Corp. Sebab dirinya harus melakukan pengunduran diri dahulu ke kantor tempatnya bekerja di Batam. Dan hal ini pasti butuh waktu juga karena ia harus menghargai Ibu Jihan selaku bosnya yang sudah baik hati.

Terlebih Ibu Jihan Sasmita Artanegara adalah tante sahabatnya sendiri, Benny. Gilang selaku pengacara memaklumi dan sangat mengerti kondisi Faizan sehingga sementara Atmajaya Corp. masih bisa dihandle oleh Agung dan orang kepercayaan yang lain.

Mama Ida yang tak menerima dengan baik akhirnya pergi meninggalkan kediaman utama tanpa berpamitan dan pergi ke cafe bertemu teman-teman sosialitanya untuk ngopi cantik.

Faizan menyarankan pada Aisha lebih baik pulang kampung dahulu ke Sleman selama masa iddah sebelum resmi menikah kembali. Selain menghindari fitnah jika satu atap dengan Faizan, ada sebab lain yang dikhawatirkan adik iparnya itu.

Sebab jika Aisha tetap berada di rumah utama, Faizan khawatir Mama Ida akan berulah pada sang belahan jiwa yang tentunya tidak bisa ia jaga secara langsung karena dirinya harus ke Batam.

"Besok, aku antar Mbak pulang ke Sleman ya?" tanya Faizan lembut.

"Enggak perlu, Dek. Nanti kasihan Mama siapa yang jaga dan merawat jika gak ada Mbak. Di rumah ini juga tidak ada pembantu," ucap Aisha lirih.

"Mbak enggak perlu khawatir. Nanti aku bawakan satu pembantu untuk nemenin dan bantu-bantu Mama di sini," ucap Faizan.

"Tapi Dek_" ucap Aisha terpotong.

"Enggak ada tapi-tapian Mbak. Apa Mbak lupa dengan pesan Mas Handika. Kalau aku harus bisa menjaga Mbak. Jika ada tergores seujung kuku Mbak saja, maka sama saja tanganku tergores pisau dan mengeluarkan darah," ucap Faizan tulus.

Deg...

Aisha terpaku dengan pernyataan Faizan barusan. Adik iparnya ini lelaki yang ia kenal selama ini mudah membuat orang terdekatnya tertawa ternyata bisa tegas dan punya rasa tanggung jawab serta kasih sayang yang cukup besar pada keluarga juga.

Terkadang kedewasaan seseorang bukan diukur dari berapa banyak jumlah usia kita melainkan pola pikir masing-masing setiap individu tersebut dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.

"Ada-ada saja kamu, Dek. Oh ya kebetulan semuanya sudah pulang. Ada hal pribadi yang Mbak ingin bicarakan sama kamu. Apa boleh?" tanya Aisha lembut.

"Kapanpun selalu ada waktu buat Mbak. Kita ke taman belakang dekat kolam renang saja bicaranya, Mbak. Pemandangan di belakang rumah ini sangat asri dan tenang membuat pikiran kita lebih rileks dan tidak tegang," ucap Faizan tersenyum ramah dan Aisha pun mengangguk.

Keduanya kini duduk santai dekat kolam renang. Hening tercipta di antara keduanya. Aisha mulai meremas kedua jarinya tanda ia sedikit gugup untuk memulai pembicaraan. Faizan pun hanya bersikap tenang dan sabar menunggu sang belahan jiwanya berbicara.

"Apa Dek Faizan punya kekasih?" tanya Aisha lirih.

Faizan langsung memicing melihat Aisha namun setelah itu ia merubah mimik wajahnya dengan senyum.

"Kekasih dalam konteks apa ini Mbak? Pacar maksudnya atau seperti apa?" tanya balik Faizan sengaja sedikit menggoda Aisha namun tetap dengan raut dingin seperti es batu balok.

"Boleh dibilang seperti pacar atau tunangan mungkin?" tanya Aisha lirih.

"Jika aku jawab enggak punya, apa Mbak percaya?" tanya Faizan dengan senyum.

"Ah enggak mungkin Dek. Kamu pasti bohongin Mbak. Mana mungkin seorang Faizan Atamajaya yang banyak dikelilingi cewek cantik dan kaya raya sampai sekarang masih berstatus jojoba," ledek Aisha.

Faizan sangat senang melihat Aishanya mulai tersenyum. Sebab belahan jiwanya ini sesunguhnya punya sifat yang ceria dibalik kedewasaannya.

"Enggak apa-apa jojoba. Yang penting wanita yang aku cintai nanti percaya bahwa aku beneran tulus sayang dan cinta sama dia. Kecuali dia, aku tak menginginkan yang lain."

Deg...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

bener tuh aisha mending km pulang ajj

2024-07-15

0

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

mending ikutin saran faizan, aisha

2024-03-22

3

Zhou Zhi lou

Zhou Zhi lou

hadeh, mama ida kenapa serakah mau mengubah surat wasiat sih

2023-05-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!