Bab 9 - Calon Menantu Idaman

Mama Ida yang awalnya mengenal Aisha saat itu tentu saja menerima dengan baik. Bahkan sangat antusias sebab calon menantunya ini sebentar lagi naik jabatan menjadi seorang manager di bank ternama. Parasnya juga sangat cantik.

Terlebih setiap kali Aisha berkunjung ke rumah utama selalu membawakan buah tangan untuknya yang cukup banyak dan mahal. Bahkan saat ulang tahun Mama Ida di rumah utama, Aisha memberikan kado sebuah kalung emas dengan nilai taksiran sekitar sepuluh juta rupiah.

Mama Ida begitu senang mendapatkan calon menantu yang ia anggap begitu loyal padanya. Bahkan saat ia sedang kesusahan dalam hal uang, Aisha yang saat itu belum sah menjadi menantunya bersedia memberikan dana secara cuma-cuma padanya sebesar lima puluh juta rupiah.

Aisha tidak banyak bertanya ataupun menaruh curiga sebab Mama Ida sebagai calon mertuanya mengatakan memiliki hutang pada teman arisannya. Sebab dahulu digunakan untuk berobat suaminya saat sakit. Padahal faktanya tidak seperti itu.

Hal itu hanya sebuah kebohongan belaka yang dilakukan Mama Ida agar mendapatkan uang dari calon menantunya secara cuma-cuma. Sebab ia melihat Aisha adalah sosok calon menantu yang loyal dan lemah lembut sehingga mudah dimanfaatkan olehnya.

Menjelang satu bulan sebelum pernikahan mereka pun, Mama Ida meminta kembali bantuan pada Aisha dengan dalih alasan untuk menambah biaya pernikahan namun jangan sampai Handika tahu. Saat itu ia meminta dana sebesar seratus juta rupiah.

Tentu saja Aisha tidak punya tabungan sebanyak itu sebab sebagian tabungannya juga sudah ia gelontorkan untuk urusan syukuran pernikahan di Sleman dan biaya keluarganya selama di Jakarta nanti saat pernikahannya.

Mama Ida awalnya memelas hingga sedikit memohon pada Aisha. Namun karena Aisha masih sibuk memikirkan uang darimana dan lainnya. Akhirnya Mama Ida sempat mengatakan bahwa dia adalah calon menantu yang pelit pada calon mertuanya sendiri.

Akhirnya mau tak mau Aisha dengan terpaksa memasukkan sertifikat rumah kedua orang tuanya di Sleman ke bank tempatnya bekerja sebagai jaminan. Aisha tidak mau bertengkar terlalu panjang dengan Mama Ida. Sebab sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Handika, pria yang ia cintai.

Calon ibu mertuanya itu begitu senang ketika uang senilai seratus juta rupiah tersebut masuk dengan mulus tanpa hambatan ke rekening pribadinya. Tanpa ia tahu dan dirinya juga tidak ingin tahu sama sekali dari mana Aisha mendapatkan uang sebanyak itu.

Sejak bertemu Aisha, perkembangan bisnis Handika semakin naik daun dan beberapa tender besar berhasil ia peroleh. Sungguh Aisha membawa banyak keberkahan untuknya dan perusahaan.

Atmajaya Corp memang perusahan cukup bersinar ketika masih berada di tangan Budi Atmajaya. Namun sejak kepergiannya dan dilepas ke tangan Handika yang saat itu masih minim pengalaman bisnis, kondisinya mendadak menurun. Dan beberapa aset terpaksa dijual untuk menstabilkan keuangan perusahaan agar tetap beroperasi.

Pesta pernikahan cukup megah akhirnya berlangsung. Namun pesta tersebut bersifat privat. Hanya untuk keluarga, teman dan beberapa kolega bisnis kedua belah pihak saja yang hadir di acara pernikahan Handika dan Aisha yang dihelat di salah satu hotel ternama di Jakarta.

Kedua pengantin tampak bahagia begitu juga Mama Ida yang begitu membanggakan Aisha di depan teman-teman sosialitanya. Faizan juga hadir pada acara pernikahan kakaknya itu dengan Aisha dan ia hanya bisa mendoakan agar keduanya bahagia selalu.

Malam itu saat pesta belum usai, Faizan pamit pada Handika, Mama Ida dan juga Aisha bahwa ia harus segera ke Batam sebab dirinya sudah membeli tiket penerbangan terakhir malam itu dari Jakarta menuju Batam.

Faizan beralasan bahwa dirinya besok sudah masuk kerja karena ia masih karyawan baru. Sehingga belum bisa mendapatkan banyak cuti atau libur.

Pesta pun usai dan kedua pengantin telah berada di dalam kamar hotel yang sama dengan acara pesta pernikahan mereka tadi. Mama Ida sudah pulang ke rumah utama dengan kerabat lainnya.

Suasana kamar begitu romantis dengan banyak taburan bunga mawar berbagai warna. Aisha begitu deg-deg an ketika melihat suasana kamar pengantinnya.

Ia sudah merasakan gemetar dan merinding disco sebab kata orang malam pertama terasa sakit. Akhirnya Handika menyuruh istrinya untuk membersihkan diri terlebih dahulu agar tidak canggung.

Saat Aisha tengah sibuk membersihkan diri di kamar mandi, Handika mendadak mendapat telepon dari pihak pekerjanya di Bogor bahwa proyek pembangunan villa di sana terkena musibah longsor dan proyek terpaksa dihentikan sementara.

Kabarnya banyak pekerja yang menjadi korban karena tertimbun longsor. Handika langsung mengambil kunci mobil, dompet serta ponselnya.

Ia mengetuk pintu kamar mandi dan tak lama Aisha membukanya dalam kondisi hanya mengenakan handuk putih saja yang membalut setengah tubuhnya yang tampak basah.

Sontak hal itu membuat Handika tertegun sejenak. Sesungguhnya ia sangat bernafsu ingin melahap sang istri sekarang juga. Namun ia urungkan hasratnya sebab ada hal penting yang patut di dahulukan menyangkut nyawa orang banyak.

"Sayang, maaf aku menunda malam pertama kita. Sebab aku harus ke Bogor malam ini juga. Proyekku di sana terkena longsor dan memakan korban. Aku harus melihatnya. Kamu istirahat saja di sini. Selepas urusanku selesai, aku akan segera kembali. Tapi jika sampai besok siang aku belum bisa kembali ke Jakarta, kamu ke rumah Mama ya. Agar aku bisa tenang kalau kamu sama Mama di rumah," ucap Handika penuh sayang.

"Iya Mas, enggak apa-apa kok. Nanti kan malam pertama kita bisa dilakukan selepas Mas pulang ke Jakarta. Hati-hati di jalan ya Mas," ucap Aisha lembut seraya memberikan ciuman di pipi sang suami yang dibalas ciuman sekilas di bibir Aisha oleh Handika.

Selepas Handika keluar dari kamar hotelnya, Aisha sedikit termenung dan mendadak merasakan perasaan yang aneh seperti suatu firasat.

"Kenapa perasaanku aneh begini ya Tuhan? Semoga Mas Handika baik-baik saja. Lindungi suamiku ya Tuhan," batin Aisha berdoa.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

karin Ke

karin Ke

terjadi sesuatu pd handika di bogor,, and till now aisha still virgin kh kk author😁😁😁😁
haissss,, sok iyess dirikoohhh😆😆😆😆😆

2024-10-25

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

waduh mama ida

2024-07-15

0

⍣⃝ꉣꉣ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 hiat

⍣⃝ꉣꉣ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 hiat

pantas aja antusias bnget Aisha menjadi menantu mu krna Aisha naik jabatan

2023-05-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!