Flashback On
Handika Atmajaya sudah berpacaran dengan Aisha selama satu tahun. Lalu keduanya memutuskan untuk menikah. Awalnya Handika akan dijodohkan oleh sang ibu dengan putri dari salah satu teman arisannya.
Namun Handika menolak sebab ia ingin menikah atas dasar cinta dan pilihannya sendiri. Bukan dari perjodohan.
Handika banyak berkaca dari keluarganya sendiri. Sebagai putra sulung keluarga Atmajaya tentu dirinya tahu bahwa Papanya menikah dengan sang ibu karena perjodohan dan keterpaksaan dari tekanan kakek neneknya.
Ya benar, Budi Atmajaya menikah dengan Ida Sagita karena perjodohan kedua orang tua mereka padahal saat itu Budi Atmajaya telah memiliki kekasih yang ia cintai bernama Resya Damayanti yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung Faizan.
Alhasil Budi Atmajaya tidak bisa berbuat banyak sebab ancaman dari orang tuanya jika tidak menikah dengan Ida Sagita maka hidup Resya akan dibuat susah. Setelah enam tahun pernikahan, Budi Atmajaya berhasil menikahi Resya Damayanti.
Dan setahun setelahnya Faizan lahir. Namun Resya meninggal dunia tak lama setelah melahirkan Faizan sebab terjadi pendarahan hebat. Budi Atmajaya sangat terpukul kehilangan wanita yang ia cintai terlebih setelah melahirkan putranya.
Akhirnya mau tak mau Budi Atmajaya membawa bayi Faizan ke rumah utama. Dan sejak saat itu Mama Ida mengasuh Faizan. Handika sangat menyayangi adiknya itu walaupun mereka beda ibu.
Saat kecil tentu saja Handika tidak tahu mengenai fakta pernikahan orang tuanya. Namun ketika dewasa ia diceritakan sedikit pengalaman oleh sang Papa. Bahwa Papanya tidak akan mengatur kehidupan pribadinya terlebih soal jodoh.
Siapapun wanita pilihan kedua putranya pasti akan ia restui selama keduanya memang saling mencintai. Sebab pengalaman Budi Atmajaya yang menikah karena perjodohan, ia tidak mau putranya mengalami hal tidak mengenakkan atas pernikahan yang berlandaskan perjodohan.
Walaupun di luar sana ada juga pernikahan yang berasal dari perjodohan dalam kondisi baik-baik saja. Sebagai Ayah, ia bebaskan apapun keputusan terbaik dari anak-anaknya mengenai sebuah pernikahan dan jodoh.
Sebab bagi Budi, ini bukan zaman Siti Nurbaya yang semua diatur perjodohan oleh orang tua. Dan anak hanya harus nurut dan manut tanpa bisa membantah.
🍁🍁🍁
Handika pertama kali mengenal Aisha ketika wanita ini bekerja sebagai marketing officer di level senior sebuah bank swasta ternama di Jakarta. Handika tengah mengajukan peminjaman di bank tersebut untuk tambahan dana perusahaan.
Kala itu Atmajaya Corp kondisinya belum seperti saat ini yang tengah naik daun dalam bisnis properti dan real estate. Ketika itu Handika datang bersama sekretarisnya. Sales Manager bank tersebut meminta Aisha sebagai marketing officer level senior yang tengah bersinar dalam kinerjanya untuk menghandle permintaan Atmajaya Corp.
Dari situlah keduanya bertemu dan Handika langsung terpesona dengan penampilan dan tutur kata yang baik serta kelembutan dari seorang Aisha. Sehingga komunikasi keduanya berlanjut di luar. Tak lama berselang Handika dan Aisha memutuskan berpacaran.
Tentu para pembaca bertanya, bukankah Aisha pekerjaannya menjadi gadis penjaga loket penjualan tiket kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, saat pertama kali Faizan bertemu Aisha?
Kok Aisha bertemu Handika dengan pekerjaan berbeda?
Sesungguhnya yang bertemu dengan Aisha terlebih dahulu adalah Faizan bukan Handika. Faizan pertama kali bertemu Aisha saat Faizan masih berusia dua puluh tahun (20 tahun) dan Aisha berusia dua puluh lima tahun (25 tahun).
Aisha telah bekerja selama tiga tahun menjadi admin penjualan tiket di loket Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Kala itu Faizan sudah membeli tiket kereta perjalanan dari Jakarta menuju Bandung yang akan berangkat hari itu jam 06.40 WIB.
Faizan dan tiga orang teman kuliahnya termasuk sahabat karibnya yang bernama Benny akan bertolak ke Bandung. Hal ini dikarenakan ada pekerjaan pemotretan yang harus mereka lakukan di sana.
Faizan bekerja sampingan sebagai fotografer selain sibuk kuliah. Sebab ia tidak mau terlalu bergantung pada keluarga Atmajaya terlebih saat itu Sang Papa telah meninggal dunia.
Saat itu Benny tidak sengaja menghilangkan tiketnya yang jauh-jauh hari sudah mereka cetak dan di bawa masing-masing. Alhasil Benny meminta pihak admin loket untuk mencetak ulang sebab dirinya sudah di tunggu teman-temannya di dalam.
Kala itu admin yang bertugas adalah Aisha bersama dua orang temannya. Salah satunya bernama Lala yang usianya sebaya dengan Benny. Lala bersikeras tidak mau melakukan cetak ulang dan menuduh Benny penumpang gelap. Kebetulan saat itu memang Benny berpenampilan biasa saja tidak bergaya parlente padahal dia dari keluarga berpunya.
Dia hanya mengenakan kaos oblong, celana jeans penuh sobekan, sandal jepit dan tas ransel serta rambut tengah acak-acakan bahkan muka terkesan kusut. Sebab dirinya terlambat bangun sehingga tergesa-gesa pergi ke stasiun. Bahkan tidak sempat untuk mandi ataupun sarapan pagi.
Faizan yang menunggu Benny cukup lama di mana waktu keberangkatan kereta sekitar sepuluh menit lagi. Sebelumnya Faizan sudah menelepon Benny dan sahabatnya itu mengatakan ia sudah berada di parkiran.
Tetapi itu sudah setengah jam yang lalu. Padahal jarak area parkir mobil dengan lobby dan gate pengecekan tiket tidak begitu jauh. Faizan mencemaskan sahabatnya itu sebab beberapa kali coba dihubungi kembali namun tidak ada jawaban.
Alhasil ia memutuskan pergi ke lobby untuk mencari Benny. Dari jauh ia melihat Benny sedang berdebat dengan seorang wanita berseragam. Sepertinya pegawai stasiun.
Setelah mendekati keduanya, Benny pun menjelaskan pada Faizan permasalahannya. Lalu dengan sopan dan lembut Faizan memohon pada Lala untuk menyetujui cetak ulang tiket Benny yang tidak sengaja hilang.
Kala itu semua masih serba kertas atau manual jadi belum ada tiket atau pemeriksaan serba online seperti saat ini. Karena ponsel pintar saja belum berkibar semesta pada saat itu.
Aisha yang tengah sibuk melayani pembeli lainnya tak sengaja mendengar keributan rekannya dengan Benny dan juga Faizan. Lalu Aisha meminta rekannya yang lain menjaga loket dahulu, ia keluar melihat situasi.
Di situlah pertemuan pertama kali antara Faizan dan Aisha. Berkat kegigihan Faizan membantu Benny mendapatkan tiketnya serta permohonan tulus Faizan pada Aisha. Akhirnya tiket Benny berhasil dicetak ulang. Dan rombongan Faizan berangkat ke Bandung tepat waktu.
Aisha berhasil meredam emosi Lala pada Benny. Sebenarnya Lala bisa mencetak ulang namun karena Benny yang bersikap sengit padanya sehingga Lala ikut naik pitam. Jadilah kedua orang tersebut seperti Tom and Jerry.
Faizan sejak awal menatap Aisha sama sekali tak mengedipkan mata. Bahkan hingga kepulangan dirinya dari kota Bandung ke Jakarta, ia mampir ke loket kembali siapa tahu bisa melihat Aisha.
Namun sayang saat itu Aisha sedang tidak bertugas dan cinta pada pandangan pertama mulailah bersemi saat itu. Akan tetapi cinta itu belum sempat ia utarakan pada belahan jiwanya, ia sudah kehilangan jejak Aisha.
Sebab wanita yang ia cintai itu pindah kerja. Tetapi Faizan tidak tahu tempat baru Aisha bekerja. Akhirnya ia hanya bisa pasrah pada Sang Pencipta dan ucapan Benny padanya bahwa jodoh tak akan lari kemana.
Jika memang dirinya ditakdirkan berjodoh dengan Aisha maka tangan Tuhan akan menyatukan mereka. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Tuhan sudah berkehendak.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Tuti Tyastuti
kisah yg manis ya faizan
2024-07-15
0
yanti mansyur
td br aja mw komen bgini ehhh mba otornya dah jelasin duluan
2023-11-23
2
⍣⃝ꉣꉣ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 hiat
hoalah trnyata dlu orgnya Handika menikah krna perjodohan toh . wlwpun blum ada cinta nanti seiring berjalan waktu cinta itu akan hadir diantara kalian
2023-05-02
1