Bab 6 - Hal Penting

Akhirnya keluarga Atmajaya pagi itu duduk di ruang tamu bersama pengacara dan karyawan penting di Atmajaya Corp. Faizan tidak terlalu kaget sebab ia sudah dikabari sebelumnya.

Sedangkan Aisha dan Mama Ida tentu yang terkejut sebab tidak tahu menahu mengenai kedatangan para tamu tersebut ke rumah utama.

"Ada apa Pak Gilang sepagi ini sudah datang kemari? Apa ada hal urgent mengenai perusahaan?" tanya Mama Ida dengan nada cemas yang cukup kentara.

"Benar Nyonya Ida, ada beberapa hal penting yang perlu kita sampaikan dan saya ke sini bersama Santi, manajer keuangan, dan Pak Malik, sekretaris Pak Handika."

"Hal ini berkaitan dengan wasiat Pak Handika sekaligus beberapa laporan penting perusahaan," ucap Gilang.

"Silahkan Pak," respon Faizan.

"Ada apa ini? Wasiat Mas Handika apa lagi?" batin Aisha.

Beberapa poin wasiat Handika :

Menyerahkan penuh kursi Presdir Atmajaya Corp pada adikku, Faizan Atmajaya.

Segala pengeluaran di luar urusan perusahaan yang ditanggung oleh dana perusahaan maka harus atas persetujuan Faizan Atmajaya.

Delapan puluh persen (80%) saham Atmajaya Corp milik Faizan Atmajaya.

Dua puluh persen (20%) saham Atmajaya Corp milik Aisha Permata Jingga, istriku.

Setiap bulan, perusahaan hanya akan mengeluarkan uang sebesar lima puluh juta rupiah dengan pembagian dua puluh lima juta rupiah masing-masing untuk sang Mama dan Aisha.

Rumah utama tetap milik Mama sesuai sertifikat hak milik yang memang rumah tersebut pemberian mendiang Papa untuk Mama.

Aset-aset lainnya seperti rumah, tanah dan kendaraan sepenuhnya jatuh hak milik pada Faizan Atmajaya.

"Demikian tadi poin wasiat Pak Handika yang dibuat satu bulan lalu pada kami sebelum terjadi kecelakaan,"

"Dan kemarin saya mendapat juga mandat baru yaitu wasiat Pak Handika untuk menikahkan Tuan Faizan dengan Nyonya Aisha selepas masa iddah," ucap Gilang.

"Apa?" pekik Mama Ida.

"Pak Gilang apa gak salah bicara? Faizan akan menikah dengan Aisha. Kapan Handika memberi wasiat itu dan kenapa tidak mendiskusikan dahulu pada saya, ibunya?" tanya Mama Ida dengan ketus dan bernada tinggi.

Akhirnya Gilang menyodorkan bukti video di rumah sakit saat Handika memberikan wasiat terakhirnya. Faizan lah yang mengirim video tersebut dan sudah berbicara via telepon sebelumnya dengan pengacara keluarga.

Faizan sudah mengantisipasi hal ini sebab jika dirinya yang langsung berbicara, pasti ibu tirinya ini akan berusaha untuk tidak setuju atau menggunakan cara lain untuk menggagalkan.

Faizan bukanlah anak kecil yang bisa dibodohi. Jika sikap ibu tirinya kepadanya memang sudah cukup lama kurang baik dan tentu ia paham karena Mama Ida adalah istri pertama Papanya dan mendiang ibunya adalah istri kedua yang sangat dicintai oleh Papanya.

Tentu saja ibu tirinya itu lebih menyayangi dan memanjakan abangnya daripada dirinya. Hal itu masih dinilai wajar oleh Faizan sebab sangat jarang ibu tiri yang akan memberikan kasih sayang yang sama seperti porsi pada anak kandung sendiri.

Pasti ada perbedaaan kasih sayang antara anak tiri dengan anak kandung. Walaupun di luar sana ada ibu tiri yang mencintai dengan porsi sama pada semua anaknya baik anak tiri maupun anak kandung. Namun hal itu tidak berlaku pada Mama Ida.

Faizan bisa menerima sikap ibu tirinya itu padanya tetapi ia tidak bisa menerima sikap Mama Ida pada Aisha, belahan jiwanya. Ia tahu bahwa ibu tirinya itu mulai berubah sikap di enam bulan terakhir ini pada Aisha. Tentu saja sikapnya tersebut bukan sesuatu yang baik.

Padahal dahulu, ibu tirinya ini ketika abangnya dengan Aisha berpacaran begitu senang dan seakan bahagia punya menantu Aisha. Tetapi di enam bulan terakhir sebelum abangnya meninggal, mulai berubah sikap.

Apa hanya karena Aisha belum memberikan keturunan untuknya? Atau ada penyebab lainnya?

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

yanti mansyur

yanti mansyur

ibu mertua kyk Bu Ida itu mmg enaknya dirujuk rame² deh

2023-11-23

3

LENY

LENY

HANDIKA TAHU ADIK TIRIN6A FAIZAN ORANG YG BAIK JUJUR MK NYA DISERAHIN TANGGUNG JAWAB DAN HARTA.

2023-10-28

0

❤️⃟Wᵃfនӈᷭɜͧiͤււͤaᷠᶫᵌᵌ✨

❤️⃟Wᵃfនӈᷭɜͧiͤււͤaᷠᶫᵌᵌ✨

hmm sepertinya Handika udah punya firasat kalau mau pergi makanya dia bikin surat wasiat

2023-05-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!