Bab 2 - Duka yang Mendalam

"Mas Handika! Bangun Mas... kamu pasti bercanda kan. Kamu cuma ngeprank aku kan Mas, huhu..."

"Kamu janji akan bawa aku pergi umroh ke Tanah Suci bulan depan. Supaya kita bisa berdoa lebih dekat pada Allah. Siapa tahu sepulang dari umroh, kamu diberi kesembuhan jadi kita bisa segera mendapatkan momongan seperti yang kita tunggu selama ini. Mana janjimu, Mas. Kamu pembohong!" teriak Aisha dengan derai air mata dan tubuhnya memeluk jenasah suaminya, Handika.

Cobaan bertubi-tubi menimpa seorang Aisha Permata Jingga hari ini. Dalam satu hari, ia ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh kedua orang tuanya dan juga suaminya.

Hatinya pun tengah gusar berbalut kesedihan perih menyayat hati. Sebab ia tak sanggup rasanya untuk menghadapi kemurkaan sang ibu mertuanya. Selain kondisi fisik dan hatinya tengah lemah tak berdaya, terlebih pencetus ide liburan ke Yogyakarta adalah dirinya.

Apalagi suaminya itu adalah putra kandung semata wayang ibu mertuanya. Tentu sangat disayang bak porselen berharga yang tidak akan dibiarkan tergores sedikitpun.

Dikarenakan keinginan dirinya yang menggebu berbalut rindu ingin berkunjung ke rumah kedua orang tuanya di Sleman sekaligus berlibur ke kota Yogyakarta, kini rindu itu hanya meninggalkan duka lara dan nestapa padanya.

Namun tak lama tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh seseorang dari belakang dan sontak Aisha berdiri. Saat menoleh, matanya membelakak sempurna sebuah tatapan tajam menghunus padanya.

"Plakk..."

Sebuah tamparan panas melesat di pipinya sebelah kiri oleh tangan dingin ibu mertuanya yang bernama Ida Sagita Atmajaya, 55 tahun.

"Dasar menantu pembawa sial!"

"Putra semata wayang yang aku sayang setengah mati, dengan teganya kamu mengirim dia ke akhirat lebih dahulu daripada aku! Sekarang belum juga jenasah putraku di makamkan, apa kamu bilang tadi? Kesembuhan untuk mendapatkan momongan?"

"Dasar wanita mandul! Berani-beraninya kamu menuduh putraku yang mandul. Dasar menantu tidak tahu terima kasih. Bukan orang kaya tapi belagu!" hardik Ida Sagita Atmajaya.

Jika waktu bisa diputar kembali, tentu Aisha akan membatalkan niat kepergiannya ke Sleman, Yogyakarta. Ataupun jika memang sudah digariskan oleh takdir dan Tuhan memberikan pilihan padanya, lebih baik dirinya yang pergi bersama kedua orang tuanya kembali pada Sang Pencipta asalkan suaminya tetap hidup.

Supaya sang suami tetap bisa berkumpul dan bahagia bersama sang ibu mertua. Dikarenakan Ayah mertuanya, Budi Atmajaya, 60 tahun, telah meninggal dunia sejak lama. Jauh sebelum dirinya menikah dengan Handika Atmajaya.

Derap langkah sol sepatu seorang pria muda menggema di selasar ruangan IGD RSUP Dr. Sardjito, Sleman, Yogyakarta. Dirinya begitu syok ketika dikabarkan bahwa sang kakak, Handika Atmajaya, mengalami kecelakaan bersama istri dan kedua orang tua Aisha.

Walaupun Handika adalah kakak tirinya, tetapi ia sangat menyayangi lelaki itu seperti kakak kandungnya sendiri. Terlahir dari satu Ayah yang sama tetapi dua ibu yang berbeda.

Tetap tak menyurutkan ikatan batin dan kasih sayang antara keduanya. Handika pun sangat menyayangi adik satu-satunya itu walaupun tidak lahir dari rahim yang sama. Akan tetapi sikap ibu kandung Handika sangat bertolak belakang dengan putranya itu dalam hal menyayangi Faizan, anak tirinya.

Faizan berharap kabar tersebut hanya hoax semata. Namun setelah ia memastikan dengan baik ternyata memang fakta tersebut benar adanya. Alhasil dirinya langsung melesat dengan pesawat komersil yang tersedia hari itu juga dari Batam ke Yogyakarta.

Beruntung ada penerbangan tercepat satu jam lagi menuju Yogyakarta yang menyisakan satu seat kosong. Walaupun dengan harga yang sangat mahal sebab bertepatan dengan long weekend. Maka tiket itu pun ia beli demi sang kakak dan juga keinginan hati untuk melihat kondisi wanita yang selama ini diam-diam ia cintai.

POV Faizan Atmajaya On

Faizan Atmajaya, 25 tahun, adik tiri Handika Atmajaya sekaligus adik ipar Aisha. Lelaki yang lebih muda usianya lima tahun dari Aisha ini, sesungguhnya telah lama menaruh hati pada sang kakak ipar. Namun cinta itu hanya bisa ia pendam di hati.

Diam-diam mencintai seorang gadis penjaga loket penjualan tiket kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta. Gadis bersurai hitam panjang, berkulit putih dan berlesung pipi. Cinta pada pandangan pertama, itulah yang dialami Faizan Atmajaya pada sosok Aisha Permata Jingga.

Bukan karena Aisha yang cantik parasnya tetapi juga mulia hatinya. Hal ini terbukti secara sengaja suatu hari Faizan mengikuti gadis yang ia cintai itu untuk mengetahui keseharian Aisha.

Ternyata setelah Aisha bekerja di stasiun Gambir, gadis ini tidak lantas pulang ke kosannya melainkan pergi ke sebuah lapangan kosong nan kumuh yang tidak jauh dari kolong jembatan di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat.

Dengan motor maticnya, Aisha setiap hari setelah pulang kerja selalu menyempatkan mengajar anak-anak kolong jembatan. Baik itu membaca, berhitung maupun membuat suatu prakarya.

Jiwa sosial dan kepedulian yang sangat tinggi dimiliki oleh Aisha membuat Faizan terpesona akan daya pikat gadis berlesung pipi ini. Bahkan ia pernah tidak sengaja melihat Aisha memberhentikan motornya lalu menepikan di pinggir jalan, ternyata dia turun hanya untuk membantu menyeberangkan seorang nenek tua renta.

Nenek tersebut membawa sebuah karung besar seperti berisikan kaleng-kaleng bekas yang diambil dari tong sampah dan ia letakkan di punggungnya. Dan tanpa jijik karung tersebut berpindah dari punggung si nenek ke punggung Aisha. Lalu gadis itu menggandeng tangan sang nenek tersebut untuk menyeberang jalan.

"Gadis yang langka," batin Faizan seakan tersihir atas kelembutan hati seorang Aisha.

Namun cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan kala ia mengetahui ternyata Aisha adalah kekasih sang kakak tirinya, Handika Atmajaya. Bahkan keduanya bersiap naik ke pelaminan.

Pupus sudah harapan Faizan untuk menyunting gadis pujaan hatinya itu. Alhasil selepas pernikahan sang kakak dengan Aisha, ia bertolak ke Batam. Meninggalkan cinta dan hatinya di Jakarta.

Faizan memutuskan menerima tawaran pekerjaan dari sahabat dekatnya bernama Benny, 25 tahun, untuk bekerja di perusahaan milik tantenya. Berharap cinta itu hilang dengan sendirinya jika berjauhan dari sang pemilik hatinya.

Namun ternyata satu tahun berselang, tetap cinta tersebut tidak luntur. Bahkan semakin memenuhi relung jiwanya. Walaupun banyak pinangan cinta datang padanya dari wanita yang lebih muda usianya dari Aisha dan berasal dari keluarga berpunya.

Tetapi tetap ia tolak sebab di hatinya hanya ada satu nama bidadari cintanya yaitu Aisha Permata Jingga. Hanya Aisha dan dia tidak menginginkan yang lainnya.

POV Off

"Bagaimana kondisi Aisha sekarang ya Tuhan?" batin Faizan.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

mampir ka

2024-07-14

0

Evy

Evy

kalo Ayahnya sama tapi beda ibu itu bukan saudara tiri tapi saudara kandung beda ibu.kalo saudara tiri anak bawaan dari Ayah atau dari pihak ibu.

2023-12-28

1

LENY

LENY

GAK PUNYA OTAK INI MERTUA ITU KAN TAKDIR MEMANG AISHA MAU KEHILANGAN ORANG2 YG DICINTAINYA. DASAR MERTUA CULAS JAHAT😡

2023-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2 Bab 2 - Duka yang Mendalam
3 Bab 3 - Suratan Takdir
4 Bab 4 - Wasiat Handika
5 Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6 Bab 6 - Hal Penting
7 Bab 7 - Awal Mula
8 Bab 8 - Patah Hati
9 Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10 Bab 10 - Firasat Buruk
11 Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12 Bab 12 - Bicara Berdua
13 Bab 13 - Pulang Kampung
14 Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15 Bab 15 - Menuju Pernikahan
16 Bab 16 - Mimpi Indah
17 Bab 17 - Sah
18 Bab 18 - Malam Pengantin
19 Bab 19 - Pelukan Hangat
20 Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21 Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22 Bab 22 - Cemburu
23 Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24 Bab 24 - Trauma
25 Bab 25 - Aku Mencintaimu
26 Bab 26 - Pergi ke Bandung
27 Bab 27 - Menuju Berbuka
28 Bab 28 - Masih Suci ?
29 Bab 29 - Anugerah Terindah
30 Bab 30 - Penjelasan
31 Bab 31 - Urusan Bisnis
32 Bab 32 - Rencana Licik
33 Bab 33 - Honeymoon
34 Bab 34 - Terusik
35 Bab 35 - Pukulan Telak
36 Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37 Bab 37 - Rencana Busuk
38 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39 Bab 38 - Hamil
40 Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41 Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42 Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43 Bab 42 - Paket Misterius
44 Bab 43 - Terusir
45 Bab 44 - Mendadak Mual
46 Bab 45 - Couvade Syndrome
47 Bab 46 - Diterima Bekerja
48 Bab 47 - Kepulangan Faizan
49 Bab 48 - Alibi Mama Ida
50 Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51 Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52 Bab 51 - Tikus Kecil
53 Bab 52 - Kedatangan Tamu
54 Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55 Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56 Bab 55 - Ngidam
57 Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58 Bab 57 - Wajah yang Familiar
59 Bab 58 - Menguak Tabir
60 Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61 Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62 Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63 Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64 Bab 63 - Go to Bali
65 Bab 64 - Tes DNA
66 Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67 Bab 66 - Hasil Tes DNA
68 Bab 67 - Haru Biru
69 Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70 Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71 Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72 Bab 71 - Permintaan Maaf
73 Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 PROMO KARYA BARU
77 PROMO KARYA BARU
78 PROMO KARYA BARU
79 PROMO KARYA BARU
80 PROMO KARYA BARU
81 PROMO KARYA BARU
82 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 - Kecelakaan Dahsyat
2
Bab 2 - Duka yang Mendalam
3
Bab 3 - Suratan Takdir
4
Bab 4 - Wasiat Handika
5
Bab 5 - Kedatangan Pengacara Keluarga
6
Bab 6 - Hal Penting
7
Bab 7 - Awal Mula
8
Bab 8 - Patah Hati
9
Bab 9 - Calon Menantu Idaman
10
Bab 10 - Firasat Buruk
11
Bab 11 - Satu Tahun Pernikahan
12
Bab 12 - Bicara Berdua
13
Bab 13 - Pulang Kampung
14
Bab 14 - Cinta Tulus Faizan
15
Bab 15 - Menuju Pernikahan
16
Bab 16 - Mimpi Indah
17
Bab 17 - Sah
18
Bab 18 - Malam Pengantin
19
Bab 19 - Pelukan Hangat
20
Bab 20 - Cinta atau Kewajiban?
21
Bab 21 - Siapa Perempuan Itu?
22
Bab 22 - Cemburu
23
Bab 23 - Nasehat Bik Imah
24
Bab 24 - Trauma
25
Bab 25 - Aku Mencintaimu
26
Bab 26 - Pergi ke Bandung
27
Bab 27 - Menuju Berbuka
28
Bab 28 - Masih Suci ?
29
Bab 29 - Anugerah Terindah
30
Bab 30 - Penjelasan
31
Bab 31 - Urusan Bisnis
32
Bab 32 - Rencana Licik
33
Bab 33 - Honeymoon
34
Bab 34 - Terusik
35
Bab 35 - Pukulan Telak
36
Bab 36 - Mama Ida Jatuh Sakit
37
Bab 37 - Rencana Busuk
38
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
39
Bab 38 - Hamil
40
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha
41
Bab 40 - Gelisah dan Curiga
42
Bab 41 - Wejangan dari Sahabat
43
Bab 42 - Paket Misterius
44
Bab 43 - Terusir
45
Bab 44 - Mendadak Mual
46
Bab 45 - Couvade Syndrome
47
Bab 46 - Diterima Bekerja
48
Bab 47 - Kepulangan Faizan
49
Bab 48 - Alibi Mama Ida
50
Bab 49 - Sebuah Amplop Tanpa Nama
51
Bab 50 - Tiga Lembar Foto
52
Bab 51 - Tikus Kecil
53
Bab 52 - Kedatangan Tamu
54
Bab 53 - Duka di Masa Lalu
55
Bab 54 - Keyakinan Bu Jihan
56
Bab 55 - Ngidam
57
Bab 56 - Kabar Mengejutkan
58
Bab 57 - Wajah yang Familiar
59
Bab 58 - Menguak Tabir
60
Bab 59 - Tabir Terbuka part 1
61
Bab 60 - Tabir Terbuka part 2
62
Bab 61 - Tabir Terbuka part 3
63
Bab 62 - Hukum Tabur Tuai
64
Bab 63 - Go to Bali
65
Bab 64 - Tes DNA
66
Bab 65 - Drama Perjalanan ke Bali
67
Bab 66 - Hasil Tes DNA
68
Bab 67 - Haru Biru
69
Bab 68 - Calon Papa Ngambek
70
Bab 69 - Setelah Sekian Purnama
71
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam
72
Bab 71 - Permintaan Maaf
73
Bab 72 - Kelahiran Buah Hati
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
PROMO KARYA BARU
77
PROMO KARYA BARU
78
PROMO KARYA BARU
79
PROMO KARYA BARU
80
PROMO KARYA BARU
81
PROMO KARYA BARU
82
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!