"Arya kemana Vit?" tanya Bima membuat lidah Vita kelu.
Cukup lama Vita terdiam, Bima menunggu dengan sabar jawaban Vita, waktu ternyata tak merubah sifat Bima yang kalem dan lembut.
Akhirnya dengan menghela nafas dalam Vita menjawab, "Dia ada kerjaan di Jakarta Bim, gue lagi pengen pulkam jadinya ya gue pulang sendiri."
"Bukan karena lagi ada masalah kan?" tanya Bima menatap lekat mata Vita yang menatap tak suka padanya.
Vita yang Bima kenal dulu memang jutek dan emosian walau anaknya ceria dan humble, bicara apa yang ada di kepalanya tanpa peduli orang lain sakit hati atau nggak, tapi sekarang meski tampak tenang, Bima yakin Vita tetaplah judes dan jutek yang tak akan senang kalo privasinya diusik.
"Maksud lo?!" Tuh beneran kan suaranya ketus banget.
"Bisa nggak jangan pakai lo gue?" Bima dengan lembut meminta agar tak menggunakan bahasa seperti itu.
"Kenapa emang? Gue risih kalo pakai aku kamu, kayak apa ya..... nggak nyaman aja," sahut Vita sengaja menolak permintaan Bima, aneh rasanya memakai kata aku kamu, kayak orang pacaran aja.
"Kamu belum jawab pertanyaanku Vit?" Bima masih menuntut jawaban dari Vita.
"Pertanyaan yang mana?"
"Kamu nggak lagi ada masalah sama Arya kan?" ulang Bima membuat hati Vita kembali berdenyut perih mendengar Bima menyebutkan lagi nama Arya.
"Nggak!" sahut Vita ketus.
"Syukur deh, soalnya aku lihat foto-foto kalian tiba-tiba menghilang di IG kamu." ucap Bima.
"Lo stalking medsos gue?!" tanya Vita tak suka mendengar Bima mengecek IG nya.
"Aku cuman pengen tahu aja kok kabar kamu? Salah ya?" tanya Bima dengan suara lirih.
Yang begini nih yang Vita nggak suka, emang Bima tuh kalem dan lembut, tapi sifat keponya bikin Vita yang notabene masa bodo sama urusan orang lain jadi enek sendiri.
"Ngapain sih pengen tahu kabar gue?" tanya Vita kepo, nggak mungkin kan kalo lelaki yang duduk di depannya ini masih ada rasa dengan dirinya.
"Ya nggak papa, aku hanya pengen memastikan kalo kamu baik-baik saja dan bahagia." sahut Bima dengan senyum manis.
Vita mencebikan bibir tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, masih terlihat jelas dimata Bima masih ada rasa cinta disana, memastikan Vita baik-baik saja atau mengharapkan Vita tak baik-baik saja.
"Minta nomor ponsel kamu boleh Vit?" pinta Bima hati-hati.
"Buat apa?" tanya Vita mengeryitkan kening, males kalo harus ditanya-tanya, dicampuri urusannya, apalagi Bima juga sudah berkeluarga, Vita nggak mau bikin kacau rumah tangga orang.
"Ya buat jaga silaturahmi dengan kamu, gimana sih!" celetuk Bima kesel.
Vita mencibir mendengar ucapan Bima, cowok itu menatapnya kesal, membuat Vita terkekeh dalam hati, mau marah seperti apa sih tak ada pengaruhnya buat Vita, sadis ya? Emang.
"Mana Vit, buru, aku mau langsung pulang ke Solo nih," Desak Bima sambil menyodorkan ponselnya ke Vita.
Vita bingung, tapi kelakuan mereka sedikit banyak jadi mengundang atensi orang lain yang duduk tak jauh dari mereka.
Tak banyak bicara, dengan bibir manyun, Vita meraih ponsel Bima lalu memasukkan sederet angka ke ponsel cowok itu, lalu mengembalikan ponsel yang ia pegang kepada cowok di depannya.
Bima mengotak-atik ponselnya, lalu terdengar bunyi suara panggilan dari ponsel Vita.
'Damn it' rutuknya dalam hati, Bima sengaja melakukan panggilan ke nomor ponselnya, untuk memastikan Vita memasukan nomor yang benar.
Bima mengelus rambut Vita dengan lembut. "Thanks ya Vit, kalo ada apa-apa kabari aku, aku pasti bantuin kamu."
'Kamu masih pemilik hatiku Vit' bisik Bima lalu bangkit dan berlalu dari hadapan Vita.
Vita melongo menatap punggung Bima yang berjalan menjauh, ini tak seperti yang ia bayangkan kan, dia sengaja melarikan diri ke kota ini dengan tujuan menyepi, menjauh dan memulai hidup yang baru.
Vita gelisah lalu menunduk menatap ramennya yang sudah dingin dan mengembang tak karuan, mengaduknya tanpa selera.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments