Vita mengerjabkan matanya pelan, sejenak merasakan kebingungan akan tempatnya berada saat ini, tapi ketika siluet pemandangan rumah-rumah di sisi kanannya bergerak dengan cepat, kembali dia tersadar kalo dirinya sedang berada di dalam kereta yang membawanya dari Jakarta ke Solo.
Rasanya mata Vita masih terasa berat untuk dia buka, padahal tak lama setelah ia duduk di kursinya, Vita langsung terhanyut dalam tidurnya, mungkin karena kelelahan efek dari beban pekerjaan dan juga pikiran yang menyerang belakangan hari kemarin.
Menggeliatkan badan yang terasa pegal akibat tidur semalaman dalam posisi duduk, untung saja tak ada orang yang duduk di sebelahnya membuat Vita agak leluasa untuk merentangkan tangan dan kakinya.
Tak berapa lama kereta api yang Vita tumpangi telah sampai ke stasiun tujuan, Vita menarik dua buah kopernya, dan melangkah menuju ke pintu keluar, mencari keberadaan Ines.
Ines melambaikan tangannya, lalu bergegas menghampiri Vita, Ines memeluk tubuh Vita erat. "Tante baik-baik saja kan?" Ada nada khawatir dalam suara Ines.
"Iya tante baik Nes, kamu apa kabar?" tanya Vita sembari melangkah menuju mobil Brio warna merah, satu koper sudah berpindah ke tangan Ines.
Wahyu pacar Ines membuka pintu belakang mobil dan memasukkan koper Vita kesana, lalu mereka masuk ke dalam mobil.
"Apa kabar tan?" sapa Wahyu sopan.
"Baik Yu, kamu juga baik kan," balas Vita sambil menepuk bahu Wahyu dari belakang.
"Dia baiklah tan, nggak lihat badan dia yang tambah gede gini," ledek Ines terkikik.
"Ini tandanya aku bahagia Yang punya pacar kamu," sahut Wahyu nyengir.
"Gombal!" Cibir Ines.
Vita mengulas senyum mendengar perdebatan kecil dari dua orang yang duduk di kursi depan tersebut.
"Betewe kita langsung ke kost aja, atau mau mampir dulu kemana tan?" tanya Wahyu sambil melajukan mobilnya.
"Langsung aja Yu, kalian kan habis ini masih harus kerja, nanti di jalan sekalian cari sarapan." pinta Vita lalu kembali menutup mata.
"Lewat rumah yangti nggak tan?" Ines menolehkan kepala ke belakang, siapa tahu tantenya berubah pikiran.
"Kamu jangan cari gara-gara deh Nes!" omel Vita sambil memelototkan mata, nggak kebayang gimana kalo ibunya tahu kisah yang sesungguhnya ia alami.
Ines terkikik melihat tantenya manyun dengan mata yang tak lagi tertutup, pasti gelisah, sudah sampai ke tanah kelahirannya tapi malah tak ingin singgah disana.
Perjalanan mereka berakhir di sebuah rumah kost yang berada di sebuah kota kecil tak jauh dari kota Solo.
Lingkungannya sih tampak asri, tak jauh dari jalan protokol dan alun-alun kota, sehingga Vita pasti tak kan kesulitan untuk adaptasi dengan tempat ini.
Ines menyerahkan kunci kamar yang dia terima beberapa hari yang lalu dari pemilik kost, Vita menerimanya lalu membuka pintu kamar yang terletak paling pojok.
Vita mengedarkan pandangannya memindai isi ruangan yang kecil tapi cukup lengkap untuk anak kost seperti dirinya, tempat tidur yang lumayan nyaman dan kamar mandi di dalam kamar menjadi nilai plus kost tersebut.
Ines tak bisa berlama-lama menemani Vita, karena dirinya dan Wahyu memiliki kesibukan sendiri.
Setelah keponakannya dan sang pacar meninggalkan Vita, akhirnya perempuan cantik itu menghela nafas, dibilang menyesal sebenarnya tidak ya, tapi disini di kota ini... Vita harus bangkita dan menata hidupnya lagi.
'Start from Zero' bisiknya sendu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Imas Masripah
semangat VIT💪💪
2024-05-28
1
Titik Handayani
kos di tempat ku aja vit...dekat stasiun juga
2024-01-09
1