Mayra tersenyum sambil melambaikan tangan kearah Tirta yang berada didalam mobil. Bukan untuk php atau apapun, hanya sebagai ucapan terimakasih.
"Aku harap kau segera mengiyakan ajakanku." Ujar Tirta sebelum akhirnya menutup kaca jendela lalu meninggalkan rumah Heaven.
Mayra menghela nafas berat lalu masuk kehalaman rumah. Dia tak tahu Heaven sudah pulang atau belum dari rumah sakit. Untuk berjaga-jaga, Mayra mengambil cadar yang ada didalam tas lalu memakainya. Jangan sampai si neraka mengamuk melihatnya tak pakai cadar.
Sementara Heaven, saat mobil yang dikemudikan Tarjo memasuki kawasan perumahan, tak sengaja dia melihat mobil Tirta. Dahinya mengkerut, menerka nerka kenapa Tirta bisa ada dikawasan perumahannya? Apa dia kerumah untuk mencarinya? Tapi kalau iya, kenapa tak menghubunginya lebih dulu?
Mobil yang disupiri Tarjo memasuki halaman rumah. Haeven yang masih didalam mobil, melihat Mayra yang ada diteras rumah.
Mendengar suara mobil, Mayra yang ada diteras menoleh. Dia melihat mobil mama Mita berhenti dihalaman. Dan tak lama kemudian, tampak Heaven keluar dari pintu belakang.
Hal pertama yang Mayra perhatikan adalah tangannya. Gips yang selama sebulan lebih ada disana, sudah tak terlihat. Itu tandanya, Heaven sudah 100 persen sembuh. Dia ikut senang dengan itu.
"Baru pulang?" tanya Heaven sambil memperhatikan penampilan Mayra yang masih memakai sepatu dan membawa slingbag.
"Iya." Jawab Mayra sambil celingukan. "Mana mama?"
"Mama masih nyalon. Aku pulang duluan. Kamu tadi habis dari mana?" Mayra tadi memang izin mau keluar, tapi tak bilang mau kemana.
"Habis dari_" Mayra menepuk jidatnya sendiri. Baru saja dia mau bilang habis dari belanja, dia langsung keingat barang belanjaannya. Barang barang itu ketinggalan dimobil Tirta.
"Ada apa?" tanya Heaven.
"Sebentar, sebentar." Mayra mengobok obok tasnya, mencari kartu nama Tirta. "Alhamdulillah." Ucapnya sambil menghembuskan nafas lega saat menemukan kartu nama tersebut.
Segera dia mengambil ponsel, memasukkan nomor telepon Tirta lalu meneleponnya.
Didalam mobil, Tirta yang mendengar ponselnya berbunyi langsung mengambil benda tersebut untuk mengeceknya. Melihat nomor tak dikenal meneleponnya, dia jadi ragu untuk menjawab. Panggilan pertama dia abaikan. Tapi tak lama kemudian kembali masuk panggilan yang kedua.
"Siapa sih ini?" Tirta berdecak pelan. Tapi sedetik kemudian, dia tergesa gesa menepikan mobil lalu berhenti. Dia ingat jika baru saja memberikan kartu nama pada Siti. Jadi mungkin saja, yang meneleponnya adalah Siti.
Cepat cepat Tirta menjawab panggilan tersebut. Besar harapannya jika si penelepon adalah Siti.
"Hallo Kak Tirta." Mulut Tirta menganga mendengar suara Siti dari seberang sana. Ini diluar dugaannya, Siti menelepon lebih cepat dari yang dia perkirakan.
"I, iya Sit, ada apa? Emmm kamu jadinya mau ya, ke kondangan nemenin aku?"
Ditempatnya, Mayra menggigit bibir dalamnya karena merasa kalimatnya setelah ini akan membuat Tirta kecewa. Sementara Heaven, dia menyebikkan bibir, mengira Mayra sedang mengerjainya seperti waktu dulu. Malas menanggapi, dia memilih meninggalkan Mayra.
"Emm....bukan itu Kak, tapi belanjaanku ketinggalan dimobil Kakak."
Heaven yang sudah berjalan beberapa langkah langsung berhenti. Dia jadi teringat beberapa saat lalu, ketika mobil yang dia tumpangi berpapasan dengan mobil Tirta. Jika belanjaan Mayra tertinggal disana, itu artinya barusan mereka pergi berdua.
Tirta, pria itu langsung kecewa mendengar ucapan Siti alias Mayra. Dia menoleh kebelakang. Mendapati 2 kantong keresek belanjaan Siti di jok belakang.
"Ya udah, aku balik kesana lagi. Aku anterin."
"Apa tidak masalah?" Mayra merasa sungkan.
"Tidak masalah. Apa sih yang enggak buat kamu? Apalagi bisa ketemu kamu lagi, putar balik 1000 kalipun, aku gak masalah."
"Dih, gombal."
Mata Heaven melotot mendengar kalimat Mayra barusan. Itu artinya, diseberang sana, Tirta sedang menggombali istrinya.
Dengan langkah lebar, Heaven kembali ketempat Mayra berdiri. "Lo habis jalan sama Tirta?" tanya Heaven bersungut sungut. Jiwa lelakinya tak terima jika wanita yang berstatus istrinya pergi dengan pria lain, apapun alasannya.
"Enggak," jawab Mayra santai.
"Gak usah bohong deh. Gue denger sendiri lo bilang belanjaan lo ketinggalan dimobil Tirta. Dan barusan juga, mobil gue papasan sama mobilnya Tirta. Masih mau ngelak lo? Masih gak mau jujur kalau elo habis jalan sama Tirta?" bentak Heaven.
"Aku gak habis jalan sama Kak Tirta," kekeh Mayra. "Tapi habis naik mobil sama Kak Tirta," lanjutnya sambil menahan tawa.
"Mayra." Heaven menggeram sambil melotot. "Gue gak sedang becanda."
"Aku juga gak sedang becanda." Mayra masih berusaha menahan tawa. "Tadi gak sengaja kami ketemu diswalayan pas aku mau pulang. Terus dia maksa nganterin Siti."
"Siti?" Heaven mengernyit bingung. "Siapa Siti?"
"Akulah." Mayra menunjuk dadanya. "Kan kalau gak pakai cadar, aku cosplay jadi Siti didepan teman teman Kakak."
"Mayra!" Heaven kembali menggeram frustasi. "Gue udah bilang, gua lagi gak mode pengen becanda."
Mayra menghembuskan nafas berat. Entah apa maunya si neraka ini?
"Aku juga lagi gak becanda. Kakak sendiri yang ngenalin aku sebagai pembantu pada teman-teman Kakak." Ahh...Mayra jadi keselkan kalau ingat hari itu. "Jadi jangan salahkan aku jika saat gak pakai cadar, teman teman kamu ngira aku adalah Siti, pembantu dirumah ini."
Heaven berdecak sebal sambil memijit mijit pangkal hidungnya.
"Aku mau kedepan, nungguin Kak Tirta yang bentar lagi mau kesini nganterin belanjaanku." Mayra meninggalkan Heaven begitu saja. Berjalan dengan langkah lebar menuju pintu gerbang, menunggu didekat pos satpam.
Heaven menatap Mayra dari tempatnya berdiri. Kenapa dia marah seperti ini? Kenapa rasanya tak terima?
Enggak, enggak, gak mungkin gue cinta sama si jelek. Meski dia baik, udah ngerawat gue dengan tulus, tapi tetap aja gak mungkin aku jatuh cinta sama dia.
Malas kalau harus melihat interaksi antara Mayra dan Tirta, Heaven memilih masuk kedalam rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Ila Lee
terbaik mayra 😍
2025-03-13
0
Bee mi amore
Mayra the best 🤣🤣🤣
2023-12-26
2
Siti Hany
ngakak abis duh nyampe pegel ketawa trus... mayra² kmu bsa j ngelawak ny🤣🤣🤣
2023-12-23
0