DIA PEMBANTU GUE

Tidak, dia tidak boleh bertemu dengan Rafa. Mantannya itu tidak boleh melihat wajah jeleknya saat ini. Mayra tak mau Rafa merasa bersyukur karena sudah memutuskannya. Jikapun harus bertemu, nanti saat wajahnya sudah glow up.

Mayra berfikir, mencari cara bagaimana agar mereka tak sampai bertemu.

"Kamu kenapa May, kok kayak bingung gitu?" tanya mama Mita.

"Eng, enggak papa kok Ma." Mayra mencoba untuk terlihat biasa saja meski dia pusing saat ini.

Sembari menungg Rafa datang, mereka lanjut mencari tas dan sepatu. Tapi Mayra tak bisa fokus, dia terus memutar otak memikirkan cara agar tak sampai bertemu Rafa.

Ponsel mama Mita kembali berdering. Dengaan semangat 45, wanita paruh baya itu mengangkatnya.

"Udah sampai ya? Langsung aja kelantai 2." Ujar mama Mita ditelepon. Wajahnya berseri seri, laksana abg yang baru jatuh cinta.

Mayra kalang kabut, bingung harus kabur kemana. Sampai akhirnya dia melihat toko lingeri.

"Ma, a,aku kesana dulu ya." Mayra menunjuk toko lingeri yang tak jauh dari mereka.

"Nanti dulu, tunggu pacar mama."

"Aduh Ma, kalau sama pacar Mama, yang ada May malu," Mayra beralasan.

"Benar juga kata kamu. Ya udah kamu kesana dulu, nanti kalau sudah selesai hubungi mama, kita makan siang bareng sekalian mama kenalin sama pacar mama. Tapi ingat, jangan kasih tahu Heaven, bisa ngamuk dia kalau tahu mama pacaran sama berondong yang usianya lebih muda dari dia."

Astaga, jadi si neraka tidak tahu.

"Sipp Mah, rahasia aman."

Melihat Rafa berjalan kearah mereka, buru buru Mayra menenteng semua belanjaannya lalu ngibrit ke toko lingerie. Dari sana, dia bisa melihat Rafa yang tersenyum lebar menghampiri mama Mita. Mayra ingin muntah melihat mantannya itu mencium kening waniiita yang lebih pantas menjadi ibunya.

Dasar cowok matre. Bodohnya aku yang telah nangis sebulan demi cowok kayak dia. Sampai aku nekad beli skincare yang katanya bisa bikin glowing dalam seminggu. Alhasil, mukaku malah ancur. Semua ini gara gara dia. Awas kamu Rafa, tunggu pembalasan dariku.

"Mau cari apa mbak?"

Mayra kaget saat penjaga toko tiba tiba mendekatinya dan bertanya.

"Emm.... itu," Mayra bingung karena tujuannya kesini bukan untuk belanja, melainkan mengawasi mama Mita dan Rafa dari jarak jauh.

"Mau cari yang model apa? Bisa saya bantu?"

Lagi lagi Mayra bingung. Tapi saat melihat mama Mita dan Rafa pergi. "Gak jadi mbak," ujarnya pada penjaga toko. Buru buru dia keluar lalu menguntit mertua dan mantannya itu. Penasaran mereka mau kemana.

Dari jarak yang lumayan jauh, Mayra muak sekali melihat cara Rafa memperlakukan mama Mita. Sepanjang jalan mereka bergandengan, berkali kali pria itu mencubit gemas dagu lancip mama Mita. Beberapa orang tampak melihat kearah mereka, tapi yang dilihat seolah tak peduli. Yang satu dimabuk asmara, satunya dimabuk uang, dunia milik berdua.

Keduanya masuk ketoko sepatu branded. Mayra sudah bisa menebak, jika Rafa pasti sedang morotin mama Mita. Dia tahu kalau mantannya itu cuma good looking, tapi urusan dompet, kosong mlompong. Dulu Rafa kerja di pabrik, tapi pria itu berhenti karena mengeluh tak kuat kerja malam. Dan akhirnya, menjadi driver ojek online.

Cukup lama mereka ada disana, hingga akhirnya keluar lalu masuk ke toko ponsel. Mayra menutup mulutnya dengan telapak tangan. Rafa benar baner pintar memanfaatkan mama Mita. Dia yakin jika Rafa tak mencintai mertuanya itu, hanya menginginkan uangnya saja.

Mayra yang berdiri didepan toko ponsel, kalang kabut saat Rafa tiba tiba menoleh kearahnya. Pria itu mengernyitkan dahi, seolah mengenali wanita yang berada diluar toko tersebut.

"Ada apa sayang?" tanya mama Mita.

"Bentar ya, aku kayak ngelihat seseorang yang aku kenal, bentar." Rafa meninggalkan mama Mita, berjalan menuju pintu keluar. Dia ingin memastikan wanita yang berdiri didepan toko itu Mayra atau bukan. Wajahnya mirip, tapi jelek, tak seperti Mayra. Tak pelak Mayra langsung lari terbirit birit, jangan sampai Rafa melihatnya saat buruk rupa.

Mayra tak berani menoleh kebelakang, takut jika Rafa mengejarnya. Padahal, Rafa sama sekali tak mengejar. Tadi dia hanya ingin memastikan itu Mayra apa bukan.

"Semoga saja dia tak mengejarku." Gumam Mayra sambil terus berlari. Dia memberanikan menoleh kebelakang. Tak mendapati Rafa, dia celingukan.

Bugh

Mayra yang berlari sambil menoleh kebelakang tak sengaja menabrak seseorang.

"Maaf, maaf." Ujar Mayra sambil melihat orang yang ditabraknya. Dia kaget menyadari yang ditabraknya adalah, "Kak Heaven."

Heaven kalang kabut saat menyadari bertemu Mayra disaat yang tidak tepat. Dia sedang bersama Edo dan 2 orang klien. Jangan sampai mereka tahu jika wanita jelek dihadapannya itu adalah istrinya.

"Lo kenal dia Ven?" tanya Edo yang mendengar Mayra memanggil nama Heaven. Dia memperhatikan Mayra dari atas sampai bawah.

"Eng, ti, tidak," sahut Heaven terbata.

Mayra hanya diam saja. Dia tahu jika Heaven pasti malu mengakuinya sebagai istri.

"Tapi tadi dia menggil lo?" Edo mengernyitkan dahi.

Heaven makin bingung. Kesal sekali pada Mayra yang telah memanggil namanya tadi. Dia menatap Mayra sangat tajam.

"Dia pembantu gue."

Jleb

Dada Mayra seperti ditusuk belati yang sangat tajam. Suaminya, mengakuinya sebagai pembantu, menyakitkan sekali.

Terpopuler

Comments

Ila Lee

Ila Lee

kenapa keluar tak pakai nikap tutup muka nya kn orang tak tahu gobok ya mayra sama mertua juga 🤣🤣🤣🤣

2025-03-13

0

Bunda Aish

Bunda Aish

🙄😤

2025-02-26

0

meE😊😊

meE😊😊

ayo may km jg jd sprti mantan mu aja porotin tuh heaven buat muka mu jd cntik kmbli lgian km porotin heaven mh ga dosa ini 🤭🤭
skitt bgd pasti lah d kira pmbntu

2023-09-02

8

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!