YA AKU GILA

Mayra terbangun karena silau dengan sinar matahari yang masuk kedalam kamar. Dia membuka mata pelan, dan betapa kagetnya saat melihat Heaven sudah rapi dan sedang mengenakan dasi didepan cermin. Dia melihat jam besar yang ada didinding.

"What!" Matanya membulat sempurna saat menyadari jika sekarang sudah jam 7 lebih. "Kenapa kau tak membangunkanku?" Ocehnya sambil bergegas turun dari ranjang.

"Lo pikir gue alarm, harus bangunin lo?" sinis Heaven.

Mayra merutuki diri sendiri yang lupa menyetel alamr. Ini hari pertama di rumah mertua, tapi dia malah kesiangan. Segera dia mandi lalu turun kebawah.

Mama Mita yang sedang menyiapkan sarapan dimeja makan tersenyum melihat kedatangan menantunya. Ditambah lagi rambut Mayra yang basah karena habis keramas, membuatnya yakin jika semalam, telah terjadi proses pembuatan cucu untuknya.

Padahal dia sudah ketar ketir, takut Heaven tak mau menyentuh Mayra karena jelek. Tapi ternyata dugaannya salah.

"Maaf ya Ma, May bangun kesiangan." Mayra menggigit bibir bawahnya, takut akan dimarahi mertuanya. Sudah menjadi rahasia umum jika mertu itu cerewet dan jarang bisa akur dengan menantu.

Tapi diluar dugaannya, mama Mita malah mengusap lengannya sambil tersenyum. "Tak masalah, namanya juga pengantin baru. Mama ngerti, mama juga pernah ada di posisi kamu."

Astaga, dia gak sedang mikir aku habis ngapa ngapainkan?

"Ada yang bisa May bantu?"

Bukannya menjawab, mama Mita malah memperhatikan penampilan Mayra. Selain daster murahan yang menarik perhatian, kulit putih Mayra membuat mama Mita memicingkan mata. Ini pertama kalinya, dia melihat Mayra tak mengenakan baju panjang dan hijab.

"Ada apa Mah?" Mayra salah tingkah diperhatikan seperti itu.

"Emm...kulit badan kamu putih juga."

"Oh itu." Mayra lalu menunjukkan punggung tangan yang hitam hingga sebatas siku. "May di Madura cukup lama. Membantu nenek yang punya ladang garam. Alhasil jadi gosong deh." Terangnya sambil tertawa ringan.

"Jadi kamu aslinya putih?" Mama Mita jadi teringat foto wanita cantik yang dulu ditunjukkan Pak Sobri.

"Iya, tapi karena kebakar matahari jadi gini. Dan ini," Mayra menyentuh wajahnya. "Gara gara skincare murahan jadi rusak."

"Astaga." Mama Mita geleng geleng. Pantesan Mayra sangat berbeda dengan difoto, jadi itu alasannya. "Nanti kamu ikut mama."

"Kemana?"

"Ke dokter kecantikan langganan mama. Kamu lihat mama." Mama Mita menunjukkan kulit tangan dan menyentuh wajahnya sendiri. Wajah glowing yang tampak natural dan hanya sedikit sekali ada keriput meski usianya sudah 50 lebih. "Cantikkan mama? Gak kalah sama yang muda muda. Bahkan pacar mama aja berondong," ujarnya penuh percaya diri.

Pantesan anaknya sok kegantengan, ternyata ada turunannya. Astaga, anak dan emak sama saja.

"I, iya Mah. Mama masih sangat cantik, May aja kalah."

"Kamu gak usah minder dulu karena jelek."

Glodak

Mayra speechless mendengar mertuanya sangat fasih mengatakan dia jelek. Entah apa yang salah dengan keluarga ini, bisa bisanya mereka tak memikirkan perasaan orang lain saat bicara.

"Asal ada money, semua bisa cantik, termasuk kamu. Dan ini." Mama Mita memegang daster Mayra yang warnanya sudah pudar. "Iyuh.. " Mama Mita bergidik jijik lalu menjauhkan tangannya dari daster Mayra. "Buang baju baju buluk seperti ini. Kamu ini istri bos, penampilan harus cetar. Sekarang, meski pakai hijab, masih tetap bisa berpenampilan trendi."

Mayra hanya manggut manggut saja. Ya Allah, dia benar benar harus berhati baja dan tahan banting tinggal disini. Tak hanya Heaven, tapi mulut mamanya juga pedas meski saat diam tampak sangat manis.

"Morning mom." Heaven tiba tiba datang. Dia menghampiri mamanya lalu mencuim kedua pipinya.

Yaelah, mamanya aja dapat jatah cipika cipiki, lha aku, istrinya, cuma dianggurin doang sejak semalam. Dasar impoten.

"Cie, cie, yang habis malam pertama, seger banget kayaknya," goda mama Mita.

Haeven hanya mengerutkan kening, tapi saat dia melihat rambut basah Mayra, dia jadi paham.

Pinter juga si jelek itu berakting didepan mama.

"Tunggu, tunggu, kamu kok udah ganteng aja. Jangan bilang kamu mau ngantor hari ini?"

"Kerjaan banyak Mah." Jawab Heaven santai sambil menarik kursi lalu duduk.

"Apa!" Mama Mita langsung melotot. "Gak salah denger mama? Kamu baru nikah semalam, apa harus hari ini ngantor?"

"Banyak kerjaan Mah." Lagi lagi, itu jawaban Heaven.

Melihat Heaven mengambil roti dan hendak mengoles selai, Mayra langsung mendekatinya.

"Biar aku bantu."

Heaven langsung menjauhkan piringnya sambil memelototi Mayra. "Jauh jauh sana. Jangan buat selera makan gue ilang. Hus hus."

Mama Mita melongo melihat kelakuan anaknya pada Mayra. Bahkan caranya mengusir sudah seperti mengusir anak ayam.

"Heaven, kenapa bersikap seperti itu pada istri kamu?"

"Udahlah Mah, pagi pagi males debat. Aku buru buru mau kekantor." Heaven mengoles selai pada rotinya lalu memakannya cepat.

Mama Mita menatap Mayra. Dugaannya jika semalam mereka melakukan malam pertama langsung lenyap. Melihat penampilan Mayra, rasanya memang mustahil Heaven mau menyentuhnya.

"Ayo sarapan." Ajak mama Mita pada Mayra yang hanya diam saja. Dia jadi kasihan pada menantunya itu.

Selesai sarapan, Heaven langsung beranjak. Lagi lagi, dia mencium kening mamanya lalu pergi, mengabaikan Mayra begitu saja.

Tapi sebagai istri, Mayra tak diam saja, dia mengikuti langkah lebar Heaven.

"Ngapain lo ngintilin gue?"

"Kali aja mau dibantuin bawa tas?"

"Gak perlu," ketusnya.

Meskipun kesal, Mayra tetap mengantarnya hingga teras.

"Astaga, ngapain masih ngikut aja?" Heaven terlihat makin kesal.

Mayra mengulurkan tangan, berniat ingin seperti wanita wanita lain, mencium tangan suaminya.

"Mau ngapain?" Heaven langsung mundur selangkah.

"Salim." Mayra memutar kedua bola matanya malas.

"Ogah, jijik gue disentuh wanita jelek."

Mayra menarik kembali tangannya lalu mengepalkan telapak tangan. Dia tersenyum kearah Heaven, membuat suaminya itu tiba tiba merasa horor.

"Ngapain senyum senyum? Lo gak gila kan?"

"Iya, aku gila." Jawab Mayra sambil pergi begitu saja.

Ya, aku gila. Sebentar lagi aku akan lebih menggila dengan menguras habis uangmu.

Terpopuler

Comments

Ila Lee

Ila Lee

cepat mayrake solon kecantik kn kn sudah punya wang yg byk perawat kulit cantik kn diri kamu biar heevan tergila2 nantinya

2025-03-13

0

Fi Fin

Fi Fin

ampun deh Haeven lagak nya ayo May semangat buat wajah km glo wng lg

2024-07-01

2

Bee mi amore

Bee mi amore

sippp Mayra

2023-12-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!