Hari ini, setelah sebulan lebih, Heaven akan kembali kerumah sakit untuk melepas gips. Sebenarnya Mayra ingin mengantar, tapi mama Mita mendesak mau mengantar Heaven karena ada yang ingin dibicarakan. Selain itu, hari ini Mayra juga ada jadwal perawatan, jadi Heaven pergi dengan mama Mita.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, mama Mita terlihat gelisah. Heaven yang duduk dibelakang bersama mamanya jadi bertanya tanya.
"Mama bilang tadi, ada yang mau dibicarakan, emang ada apa sih Mah?"
Mama Mita bingung harus mulai darimana.
"Em....kamu sama Mayra, udah malam pertama belum?" Tenggorakan Heaven seperti tercekat. Disini tak hanya ada mereka berdua, tapi juga ada sopir, Heaven ragu untuk membicarakan hal seprivat itu.
"Abaikan saja si Tarjo." Ucap Mama Mita yang paham kemana arah pandang Heaven. Tarjo supir pribadi mama Mita. Tahu apapun urusan wanita itu termasuk sering kencan dengan berondong. "Mama lihat kalian udah lumayan akrab. Gimana, udah belum?" desak mama Mita.
"Belum Mah," sahut Heaven sambil menggeleng.
Mama Mita menghela nafas berat. Ini sudah 2 bulan sejak mereka menikah. Kalau masih belum juga, kapan dia dapat cucunya. Heaven adalah anak tunggul. Mama Mita berharap dia segera mendapatkan anak sebagai penerus keluarga, untung untung kalau anaknya banyak.
"Kamu udah dzolim sama May. Ingat, nafkah itu lahir batin, bukan lahir doang. Orang hidup itu tak hanya butuh uang, tapi juga kepuasan batin."
"Tapi Heaven gak selera mah lihat Mayra. Dia itu terlalu jelek," Heaven mengacak rambutnya frustasi. Dia akui meski kadang Mayra menyebalkan dan suka membantah omongannya, tapi istrinya itu baik. Dan selama dia sakit, Mayra terlihat dangat tulus merawatnya meski dia sering sekali berkata pedas. Tapi tetap saja, melihat wajah jelek Mayra, dia jadi tak berselera untuk menyentuhnya.
"Jelek?" Mama Mita mengernyit. Setahu dia Mayra sudah cantik, tapi kenapa Heaven masih bilang jelek? Mayra tak memakai cadar saat Heaven tak ada, makanya mama Mita tahu seperti apa wajah Mayra sekarang. Setelah 2 bulan penuh perawatan, wajah Mayra sudah kembali cantik, bahkan lebih glowing daripada dulu sebelum wajahnya rusak.
"Iya jelek, mama kan juga tahu. Orang mukanya item, jerawatan gitu. Ibarat makanan ya Mah, kalau tampilannya bagus, pasti bikin siapapun ingin memakannya. Tapi kalau jelek, amburadul, kan jadi gak selera mau makan." Heaven memutar kedua bola matanya malas.
"Kalau tampilannya jelek tapi rasanya enak, sekali nyobain, udah pasti kamu pengen lagi dan lagi. Tampilan cantikpun, kalau rasa tak enak, pasti ogah makan lagi. Apalagi tampilan doang cantik, tapi udah dikerubutin lalat, mau kamu?"
Heaven menelan ludahnya susah payah. Beginilah hukumnya kalau ngomong sama emak emak, kita ngomong satu, dibalas satu gerbong.
"Orang ngomongin May, kok malas bahas makanan?" desis Heaven.
"Kamu dulu yang nyamain May sama makanan," balas mama Mita.
"Intinya cum gini Mah, May itu jelek, item, jerawatan, aku gak naffsu."
Mama Mita garuk garuk kepala. Perasaan udah glowing dan bekas jerawatnya tinggal dikiit. Tapi kenapa Heaven bilang masih item. Jangan jangan....
"Mama lihat setiap ada kamu, May pakai cadar. Jangan bilang kalau dikamar dan pas tidurpun, dia tetep pakai cadar?"
"Hem." Heaven mengangguk.
Mata Mita reflek menepuk jidatnya sendiri. Pantesan Heaven tak tahu seperti apa perubahan istrinya. Dasar anak gemblong.
"Nanti malam coba, pas Mayra tidur, kamu buka cadarnya."
"Males, eneg aku lihat wajahnya. Udahlah, mama gak usah terlalu ngarep dapat cucu, Heaven gak selera sama May."
Plak
"Aduh." Pekik Heaven saat mama Mita menepuk lengannya kuat. Untung bukan lengan yang lagi sakit. Kalau enggak, bisa bisa patah lagi itu tulang yang baru sembuh.
"Mama bilang lihat dulu," bentak mama Mita sambil melotot. Kesal sekali kalau bilangin anak, eh anaknya malah ngeyel.
"Iya, iya." Heaven terpaksa mengiyakan daripada diomeli. "Jadi daritadi mama gelisah cuma mau ngomongin itu, kirain ada yang penting?" Heaven menghela nafas berat sambil geleng geleng. Mengambil ponsel disebelahnya lalu membuka buka grup chat yang lagi ramai. Ternyata ada salah satu teman kuliah Heaven, yang kebetulan kerja di perusahaanya mau merid.
Mama Mita hampir saja lupa niatan awal gara gara ngambil topik pendahuluan tentang malam pertama. Sebenarnya, ada hal lain yang ingin dibicarakan oleh mama Mita.
"Emm...Hev." Mama Mita ragu untuk mengatakannya.
"Paan sih Mah?" Sahut Heaven malas. Tatapannya masih fokus kelayar gawai. Membaca chat teman temannya.
"Em.....Kalau mama mau nikah lagi, kamu setuju gak?"
Heaven langsung mengalihkan tatapannya ke mama Mita. Dia mengernyit melihat wajah mamaya yang gelisah campur gugup. Sebenarnya Heaven sama sekali tak keberatan mengingat mamanya yang sudah 3 tahun menjanda. Dia tahu mamanya manusia normal yang masih menginginkan nafkah batin diusianya yang belum terlalu tua.
"Heaven sih gak keberatan Mah."
"Beneran sayang?" Wajah mama Mita langsung berubah sumringah. Setengah beban dipundaknya terasa sudah hilang. Tapi setengahnya lagi, dia belum yakin. Heaven memang tak keberatan dia menikah lagi. Tapi jika tahu calonnya berondong, dia tak yakin Heaven setuju.
"Gak masalah mama nikah lagi. Asal calonnya yang bener, dari keluarga baik baik. Dan yang penting, dia sayang sama mama, tulus, terus bisa ngejagain mama. Heaven malah seneng kalau diusia senja, mama ada yang menemani."
Melihat wajah mamanya yang masih keruh, Heaven jadi bingung. Jangan jangan....
"Calonnya mama bukan laki orangkan?" tebak Heaven.
"Astaghfirullah, ya enggaklah. Kamu pikir mama ini pelakor?" Mama Mita mendelik tajam, membuat Heaven terkekeh pelan.
"Terus, kenapa kayaknya masih ada yang dipikirin?"
Mama Mita ragu untuk mengatakannya.
"Paan sih Mah?"
"Calon mama berondong."
Heaven langsung tergelak mendengarnya. "Bagus dong, itu artinya mamaku masih sangat cantik. Sampai sampai berondong aja kepincut. Emang beda berapa tahun dari mama, 3, 4, atau 5?"
"Ti....ga_"
"3 tahun, gak masalah mah."
Mama Mita menggeleng. "30 tahun."
"WHAT!" Pekik Heaven saking kagetnya. Sedangkan Tarjo, si supir itu cekikian saat melihat ekspresi Heaven dari spion tengah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Ila Lee
itu baru betul2 papa. mudamantapkn mama kamu evan🤣🤣🤣
2025-03-13
0
pawang buaya jantan🐊
bakal ngejar2 meyra nanti si raffa
2024-05-02
1
Kim Theo
Ngakak baca ini novel🤣🤣🤣
2024-05-01
0