Mayra yang turun dari ojol terkejut melihat mobil mewah terparkir dihalaman rumahnya. Rasanya saudaranya tak ada yang punya mobil jenis itu, begitupun dengan tetangganya. Jadi itu mobil siapa?
Dia berjalan menuju pintu masuk, melewati mobil tersebut tanpa berani menyentuh karena takut lecet.
"Assalamualaikum." Seperti biasanya, dia mengucap salam sebelum masuk.
"Waalaikum salam. Itu anaknya datang." Ujar Pak Sobri yang sedang ada diruang tamu, menemani Heaven dan mamanya yang hari ini datang untuk bertemu langsung dengan Mayra.
"Pak, ini mo_" Ucapan Mayra menggantung diudara saat melihat seorang ibu ibu bergaya hedon dan seorang pria yang sangat tampan duduk disofa reyot ruang tamunya.
Lain halnya dengan Mayra yang terkagum pada Heaven sejak pandangan pertama, Heaven kebalikannya, dia syok melihat wanita yang baru masuk itu. Kulitnya hitam, dekil, wajah penuh jerawat, astaga...jauh sekali dari kata cantik.
Sebenarnya tak hanya Heaven dan mama Mita yang syok, Pak Sobri dan bu Jamilah juga kaget melihat penampilan Mayra yang berbeda dengan sebulan yang lalu. Putri mereka terlihat lebih jelek sekarang.
"I, ini yang namanya Mayra?" Mama Mita berharap sekali jika yang didepannya itu bukan Mayra, bukan calon mantunya.
"I, iya." Pak Sobri jadi ikutan tak percaya diri memperkenalkan putrinya. Padahal tadi, dia sudah sangat banyak membanggakan Mayra, bahkan mengatakan jika dia adalah kembang desa meski itu bohong. Nyatanya anak Pak Lurah lebih cantik dari Mayra.
"Tidak, ini tidak benar." Heaven yang merasa ditipu, langsung keluar dari ruang tamu. Tak lupa melirik Mayra tajam saat melewatinya.
Pak Sobri langsung panik, takut batal mendapatkan uang 100 juta, demikianpun dengan mama Mita, perempuan itu segera menyusul Heaven keluar.
"Mau kemana kamu?" Mama Mita menahan tangan Heaven yang hendak membuka pintu mobil.
"Ayo kita pulang Mah. Mereka itu penipu." Heaven menunjuk rumah Pak Sobri. "Jelas jelas foto kemarin bukan wanita tadi." Heaven mengacak rambutnya frustasi. Sepertinya kutukan Selena belum hilang juga. Dan sekali lagi, dia gagal mendapatkan jodoh.
"Tunggu." Mama Mita kembali menarik tangan Heaven yang hendak membuka pintu mobil. "Pernikahan ini harus tetap terjadi."
Heaven melotot dengan mulut menganga mendengar itu. "Aku tidak mau menikah dengan gadis jelek itu." Heaven menujunjuk kearah pintu, dan disaat bersamaan, Mayra keluar bersama bapaknya. "Astaga, malas sekali aku melihat wajahnya." Heaven langsung memalingkan wajah kearah lain.
Sementara Mayra, hatinya dongkol dikatain jelek secera langsung, meski tak bisa dipungkiri, saat bercermin, dia sadar jika dia memang jelek.
Melihat Mayra dan Pak Sobri keluar, mama Mita menggendeng lengan Heaven sambil berkata lirih.
"Kata Ki Gombal, saat kita setuju menjalankan misi ini, itu artinya kita tak boleh mundur. Kamu harus tetap menikah dengan Mayra, atau kalau tidak, kamu akan melajang seumur hidup. Tak hanya itu, kamu juga akan mendapat malapetaka jika misi ini tak dijalankan sampai akhir."
"Astaga." Heaven mengeram frustasi. Tahu jika konsekuensinya seperti ini, dia tak akan mau menjalankan misi 50km ke selatan dari Ki Gombal. "Tapi mau ditaruh dimana mukaku jika teman serta bawahanku tahu istriku jelek, sangat jelek bahkan." Baru membayangkan duduk dipelaminan bersama Mayra saja, Heaven sudah bergidik ngeri.
"Sudah, serahkan semua ini sama mama. Biar mama yang cari jalan kaluar. Tapi kamu tak boleh mundur, pernikahan harus tetap terjadi."
Heaven tak ada pilihan lagi selain mengangguk pasrah.
Hai Selena, aku yakin kau akan tertawa puas saat tahu kutukanmu benar benar terjadi. Aku akan menikah dengan wanita jelek.
.
.
.
Mayra, gadis itu mengamuk setelah Heaven dan mamanya pulang. Dia tak menyangka jika yang dibicarakan bapaknya ditelepon bukanlah candaan. Beberapa hari lagi, dia akan dinikahkan.
"Tega selali Bapak menukarku dengan uang 100 juta." Ujar Mayra dengan suara lemah.
"Tega kamu bilang hah? Harusnya kamu berterimakasih sama Bapak. Tak ada calon suami yang lebih baik dari Heaven. Dia tampan dan kaya. Setelah kalian menikah, otomatis kamu ikutan kaya."
Mayra membenarkan ucapan bapaknya dalam hati. Memang benar, Heaven terlihat seperti jodoh yang sempurna. Tapi saat ingat lirikan tajam dan perkataannya diluar tadi, Mayra tak yakin jika rumah tangganya akan semanis kurma setelah menikah.
"Tapi tadi Bapak juga dengarkan, dia ngatain aku jelek Pak."
"Ya memang jelek, ya masa mau bilang cantik." Perkataan pedas Tania membuat luka dihati Mayra seperti disiram air garam.
"Heh bocah, kalau saja aku gak kena bujuk rayu sales penjual skincare abal abal, aku lebih cantik daripada kamu," bentak Mayra.
Tania menyebikkan bibirnya, membuat Mayra kian geram. Dia mengambil asbak diatas meja lalu melemparkannya tepak kekepala Tania.
"Aduh, sakit tauk." Pekik Tania sambil mengusap kepalanya. Untung asbak tersebut terbuat dari plastik, kalau dari batu, bisa langsung gegar otak dan amnesia si Tania.
"Keputusan bapak sudah bulat, 4 hari lagi kamu nikah sama Heaven."
"Ta_"
"Kalau Kak May gak mau, biar aku aja yang gantiin Pak De," Tania menawarkan diri.
"Mereka maunya May, bukan kamu." Kalimat menohok Bu Jamilah membuat Tania langsung memberengut.
"Tapi kenapa mereka maunya aku Pak. Padahal jelas jelas, pria tadi tampak tak menyukaiku." Mayra sedikit bingung. Kenapa pria tadi rela mengeluarkan uang 100 juta demi wanita jelek seperti dirinya.
"Pria tadi sedang dapat kutukan. Dan hanya kamu yang bisa mematahkan kutukan tersebut," jawab Pak Sobri.
"Kutukan?" Mulut Mayra menganga lebar. "Emang ini negeri dongeng ya, ada yang namanya kutukan?" Terdengar sangat membagongkan bagi Mayra.
"Kalau didongeng ada sicantik dan si buruk rupa. Disini kebalikannya. Si tampan dan si buruk rupa." Tania cekikikan karena berhasil mengatai Mayra.
"His, sialan bocah ini." Kali ini bukan lagi asbak yang melayang, Mayra melepas kaos kaki yang sudah dia pakai selama 15 jam perjalanan lalu melemparkannya kewajah Tania.
"Hoek hoek." Tania langsung lari ke kamar mandi karena mau muntah mencium bau kaos kaki Mayra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Ila Lee
haha mampus kau heevan ketemu buku dengan ruasni
2025-03-12
0
Ummu Jihad Elmoro
ahaha... mampusss si Heaven.. 😁
2024-12-06
0
snow Dzero
bagus Thor cerita nya tulisan y juga ringan 👍👍👍👍
2024-08-13
1