“Pagi, Jane. Apa kau bisa makan malam denganku hari ini?”
Beberapa detik kemudian Jane sudah membalas pesannya.
“Tentu, Sayang. Sampai jumpa nanti malam!”
Jack tersenyum melihat pesan dari Jane. Dia mengambil helm, menaiki motor, lalu pergi ke kantornya.
Dari atap gedung SALOKA RESIDENT, terlihat Rocky yang melihat Jack pergi meninggalkan gedung dengan motornya.
Dia bersama Roy dan membicarakan sesuatu.
“Apa kau sudah membereskannya?” tanya Rocky pada Roy. “Ya, aku sudah melakukannya tadi malam, seperti biasa,” jawab Roy menunduk dan sedikit ketakutan saat Rocky bertanya.
“Malam ini, kau juga harus membereskan pria tua itu hari ini,” lanjut Rocky yang langsung pergi dari atap. “Ya. Aku akan membereskannya hari ini juga,” ucap Roy.
***
Di kamar kosong. Kamar tempat ruangan pemuja setan, Si Mesum, Roy dan kembarannya sedang berada di dalam satu ruangan.
Mereka semua berkumpul melihat Wick yang terikat di atas dipan kosong dengan tak sadarkan diri.
“Kapan kita akan membereskan ini?” ucap Si Mesum. “Malam ini,” jawab Roy. “Bu Eli berkata padaku bahwa dia mencium bau busuk dari kamarku,” lanjut Si Mesum mendekati Wick yang terikat.
“Halo, Pak! Pak? Hei, sadarlah. Semuanya akan segera berakhir.” Si Mesum menepuk-nepuk pipi Wick berusaha menyadarkannya.
“Astaga. Bagus sekali. Aku sangat senang hari ini. Xixixixixi.” Si Autis cekikikan. Bertepuk tangan. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Si Autis.
“Kami tidak membiusmu, tapi kenapa kau kehilangan kesadaran seperti ini? Bukalah matamu,” ucap Roy yang juga menggerak-gerakkan tubuh Wick.
Si Mesum mengambil spidol, lalu memberi tanda ke leher Wick. “Disini. Coba lihat ini. Aku akan memotong lehernya tepat disini. Kalian berdua bisa membereskan sisanya.”
Semua penghuni di kos itu benar-benar seorang psikopat karena tertular dengan Rocky, seorang yang mereka takuti.
Usai mempersembahkan kepada sesembahannya, mereka semua akan mempermainkan dan membunuh semua korban.
“Xixixixi. Aku sudah tidak sabar lagi. Aku ingin cepat melakukan sesuatu kepada penghuni baru itu. Sepertinya sangat menyenangkan, karena dia sangat lembut,” ucap Si Autis cekikikan.
“Hei, Idiot! Berhati-hatilah! Apa kau tak tahu, bagaimana Han mati? Kalian akan mati lebih mengenaskan jika bertindak bodoh. Orang itu akan membunuh kalian dengan kejam.”
“Astaga. Menakutkan sekali. Xixixixixixi.” Si Autis pun pergi dari ruangan itu.
“Hei, Pak. Bangunlah! Orang yang kau takuti sudah mati. Kenapa kau masih tak sadarkan diri.”
Si Mesum kembali mencoba menyadarkan Wick.
“Mari kita lihat.” Si Mesum mengukur tubuh Wick yang gempal dengan tangannya. “Wah, ini sangat lebar. Ini berisi ikan paus. Disini ikan buntal, lalu di sini ikan bawal. Sial! Dia sangat besar.”
Si Mesum memegang dada dan perut Wick.
“Kau benar. Bahkan sejengkal tanganku tak muat untuk mengukur perutnya,” sahut Roy.
Beberapa saat kemudian, Rocky datang ke ruangan itu bersama Si Autis. Rocky sudah menggunakan pakaian operasi ala dokter bedah dan membawa semua peralatan bedahnya.
Entah apa yang akan dilakukan oleh Rocky pada Wick. Mungkin dia akan memotong organ tubuh Wick atau melakukan hal kejam lainnya.
Semua penghuni kos itu menyingkir menjauh, saat Rocky datang dan melihat Wick yang masih terbaring, terikat tak sadarkan diri.
“Apa kau tahu? Ada tiga hal yang tak boleh ada di SALOKA RESIDENT. Tak ada pelajar, tak ada sinar matahari, dan tak ada orang yang mencari kita, walau kita melakukan apa saja,” ucap Rocky pada Wick.
“Namun, kau telah melanggar itu dan membuat seseorang telah mencari keberadaan kami. Itu pelanggaran yang sangat berat. Seharusnya kau lebih berhati-hati, Paman.”
Rocky mengambil sarung tangan dari kotak, lalu mengenakannya
“Akan tetapi, aku juga tak peduli. Orang yang mencarimu sudah mati saat ini. Aku akan membuatmu menyusulnya. Bersabarlah,” ucap Rocky tersenyum sinis.
Rocky mengambil alat sebuah alat suntik. Di dalamnya berisi obat untuk membuat orang tersadar, tapi tak dapat menggerakkan semua tubuhnya. Obat kimia dengan dosis yang cukup tinggi.
“Baiklah. Mari kita mulai,” ucap Rocky, membuka kain yang menutup mulut Wick.
Setelah obat bereaksi, Wick dapat membuka matanya dan berkata lirih,
“Berhentilah kalian, Brengsek!”
“Ya.”
“Bagus!”
“Itu dia.”
Semua penghuni bersorak girang, melihat Wick yang telah tersadar.
“Mana pergelangan tanganmu? Bukannya kau harus memberikannya padaku?” ucap Roy.
“Tutup mulut kalian!” bentak Rocky.
Seketika semua penghuni terdiam saat Rocky membentaknya.
Rocky mengambil sebuah alat. Alat yang biasa dipakai oleh dokter gigi untuk menahan mulut pasien, lalu memasangkannya pada Wick.
“Walau aku seorang dokter ahli bedah, aku juga bisa menjadi dokter gigi yang handal. Kali ini, aku tak membiusmu, jadi, kau akan merasakan sakit yang luar biasa,” ucap Rocky pada Wick.
Seluruh tubuh Wick bergetar, tapi tak dapat melakukan apapun saat itu. Dia dapat melihat dan merasakan, tapi tak dapat menggerakkan atau memberontak sama sekali. Sungguh mengenaskan nasib Wick.
“Baiklah. Kau harus menahan rasa sakitnya.” Rocky mengambil sebuah alat untuk mencabut gigi.
Dia mulai mencabut gigi Wick satu persatu. Membuat tubuh Wick bergetar dan kejang-kejang.
“Bersabarlah, ini tak akan lama,” ucap Rocky dengan santai dan tanpa rasa kasihan sedikitpun.
Rocky mulai melepas gigi Wick satu persatu. Dia mulai dari gigi geraham paling belakang, hingga gigi depan.
Dia tak langsung membuang gigi itu, melainkan meletakkannya di sebuah tempat khusu yang telah dibawanya sebelum itu.
Semua penghuni kos yang melihat itu tertawa dan tersenyum. Mereka semua senang melihat Rocky melakukan hal keji itu, dan bahagia melihat Wick yang kesakitan, tak bisa melakukan apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments