Auuuu~!
Anjing-anjing liar saling bersahutan melolong dengan nada tinggi, begitu memilukan, tetapi di satu sisi adalah sebuah kesan mendalam ketika dunia ini nampaknya semakin jatuh dan kegelapan.
Sekarang, di rumah yang sederhana, terlihat sepasang pemuda dan seorang wanita sedang berciuman begitu nyamannya, rasa nikmat mereka disuarakan dengan erangan sensasional.
Auuu~!
Shiro melolong, mengikuti nada para anjing liar di luar sana, tetapi ini juga bentuk ekspresif bahwa Tuannya telah memasuki tahap bagaimana sebuah perasaan dikemukakan.
“Nah, jadi ... Bisakah wanita ini mengatakan sesuatu dengan lebih lembut?” ucap Gavin yang segera menegakkan badannya dan mengelap bekas ciuman miliknya.
‘Rasa gula-gula karet,’ pikir Gavin.
Wanita itu menatap dengan sorot mata yang nyaris terlihat putus asa, tetapi mulutnya berkata lain, dibukanya mulutnya dan menyuarakan sebuah kalimat yang akan membuat Gavin terkejut bukan kepalang.
“Aku ... Liora Cynthia, gadis berusia 20 tahun yang telah menemukan pasangan hidupnya!”
Gavin hanya bisa ternganga lebar, bagaimana kesan misterius dan dingin miliknya hancur lebur begitu saja hanya sebuah kalimat yang mampu memporak-porandakan wajah dinginnya.
Gavin pun pergi ke belakang, di dapur, dia mengambil pisau dan sangat ingin untuk menyayat lehernya, tetapi rasa penasaran dan juga ketertarikan membuatnya mengurungkan niatnya.
Dia kembali ke tempat sebelumnya, menatap lekat Liora tanpa memindahkan tatapannya ke lain tempat yang membuat Shiro nampak cemburu.
“Oke, Nona Liora, bagaimana bisa anda mencium aroma aneh itu dari apartemen seberang jalan yang sejauh dua puluh meter itu?”
Liora nampak bergerak aneh, dia seperti merasa risih dengan borgol dan juga pakaiannya yang jelas cukup terbuka sehingga menunjukkan belahan dada yang mengguncang jiwa dan raga Gavin.
‘Ah, sialan!’ batin Gavin yang langsung memalingkan wajahnya ke sembarang tempat.
“Hihihi~ Pangeran dingin sepertinya telah hancur,” ejek Liora dengan tawa cekikikannya.
“Eh, anjir! Kau, ya! Katakan saja kenapa dan bagaimana, jelaskan apa yang kau tahu atau peluru ini bersarang di otak udek mu itu!” hardik Gavin yang langsung membuat Liora terdiam.
Sorot mata biru safir Gavin juga tak bisa dibantahkan, begitu tajam seperti kapan saja dapat membunuh seseorang yang ditatap olehnya. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Liora.
“Ayu Putri ...” gumam Liora.
Mata biru safir Gavin terbelalak, tubuhnya gemetar dan perlahan mundur selangkah demi selangkah hingga tanpa sadar telah mencapai batas tembok penghalang.
Matanya bergetar, mulutnya ternganga lebar dengan keringat yang mengucur deras dari dahinya, dadanya semakin sesak hingga kesulitan bernapas.
Shiro mendengus, hewan dengan insting lebih baik tentu tahu apa yang terjadi kepada Gavin yang saat ini terlihat tak baik-baik saja.
“Ba–Bagaimana bisa?!”
“Putri Ayu, wanita asal Indonesia yang menikahi Robert Arsenio asal Britania Raya!”
Leher Gavin seperti tercekik, perasaan yang amat kelam merasukinya begitu saja, matanya bergerak ke sembarang arah tak terkendali.
Dunia seakan runtuh di penglihatan Gavin hingga dirinya jatuh tersungkur tak berdaya menerima informasi yang seakan hidupnya akan segera berakhir dengan cepat.
“Oh ... Sepertinya benar, Gavin Arsenio, hihihi~,” ucap Liora dengan mata hitamnya yang menatap menggoda, serta senyuman liciknya.
Drrr!
Gavin merasa dirinya seakan tertarik oleh gravitasi tinggi, hingga hancur berkeping-keping tanpa membentuk tubuh sebuah manusia lagi.
“Hahahaha!” Liora tertawa begitu kencang, matanya seakan ingin keluar.
Shiro si serigala putih yang malang semakin ketakutan dan langsung menerobos keluar melalui jendela kaca, menghancurkan jendela dan meninggalkan kondisi ruangan yang seakan benar-benar ditelan oleh kegelapan.
“Ja–Jangan mendekat!” pekik Gavin dengan sorot mata yang tak fokus lagi.
“Masa lalu yang begitu kelam, bukan, Gavin Arsenio atau aku katakan ...” –Liora terhenti sambil tersenyum– “Hei, sa–”
“AAAARRRGHHH!!! HENTIKAN!!” teriak Gavin bahkan tenggorokan terasa tertarik menegang.
Gavin menjadi tak terkendali, tubuhnya layaknya diselimuti oleh gelombang rasa ketakutan yang amat dalam hingga perasaannya benar-benar menghilang dalam sekejap.
Gavin berdiri dengan sempoyongan, menatap kejam ke arah Liora kemudian berkata, “Beraninya! Beraninya wanita biadab macam kau mengatakan nama itu!!!”
Mata biru safir Gavin menyala disinari cahaya rembulan yang merangsek masuk lewat jendela yang dipecahkan oleh Shiro, tubuh Gavin yang sempoyongan membuat Liora sedikit gentar.
“He–Hei, aku ... Aku salah, ayolah, Gavin, kendalikan lagi dirimu seperti dulu,” ucap Liora yang bergetar hebat.
Gavin terus melangkah maju, terus maju dengan posisi kedua tangannya ke depan sehingga terlihat ingin mencekik leher Liora.
Liora yang saat ini terborgol di kursi mau tidak mau harus bangkit dan menghantam kursi itu ke belakang hingga patah berkeping-keping, meski tenaga itu terbuang percuma akhirnya.
Liora jatuh dengan lemah di lantai, dengan bahaya tingkat tinggi yang menghampirinya, insting membunuh begitu kental di tambah raungan gelombang rasa ketakutan dari Gavin menambah suasana semakin mencekam saja.
“Gavin, sadarlah!” teriak Liora dengan derai air mata.
“Masa kau melupakan sahabatmu, sahabat yang terpisah darimu sejak ... Sejak ayah dan ibumu meninggal dunia karena projek–”
“UGHHH!!!”
Gavin menindih Liora, kedua tangannya mencengkram erat leher Liora hingga Liora sulit untuk bernapas, tenggorokannya amat sakit ditambah pasokan oksigen yang semakin menipis.
Tingkat kematian Liora benar-benar tinggi ditambah kesadaran Gavin yang menghilang sepenuhnya dan tersisa kesadaran dari insting binatang buas yang sedang mengamuk hanya karena disebut nama seorang yang dibenci olehnya.
“Heaarrghh! Semuanya, semuanya brengsek!” pekik Gavin.
Namun, hantaman dari belakang membuat Gavin terlempar kuat, nyaris saja Liora kehilangan napasnya. Beruntung Shiro dan seorang pria datang dengan tergesa-gesa.
Entah bagaimana Shiro menemukan pria asing dan meminta pertolongan, tetapi andaikata mereka tak datang, maka kehidupan di rumah itu tersisa Gavin yang jelas telah kehilangan kesadaran.
Mental Gavin ambruk, tetapi fisiknya masih mengatakan yang berbeda, Gavin berdiri dengan sempoyongan dan mengeluarkan sebilah pisau.
Grrr!
Shiro menggeram, kemudian dengan suara lolongan yang lembut menghantam indera pendengaran Gavin hingga tubuhnya ambruk dalam seketika.
Gavin kehilangan kontrol atas tubuhnya, dia sepenuhnya kehilangan kesadaran. Sementara itu, Liora yang nyaris mati hanya bisa terbatuk-batuk.
Shiro dan pria asing itu pun hanya bisa terdiam dengan semua kejadian yang menimpa seisi rumah, apalagi keberadaan dua mayat berpakaian Pemburu dan juga beberapa tulang belulang yang masih segar.
Pria itu jelas sedang mengalami gejolak gelombang rasa ketakutan, tak ada yang tak takut menghadapi betapa mengerikan isi rumah tersebut.
Alhasil, pria itu memanggil ambulans dan Pemburu untuk melakukan netralisir, dia sangat terpukul dengan apa yang dilihat olehnya, ketika dimintai keterangan, semuanya seakan kosong dan tak berguna.
Kehidupan itu, satu dari ribuan bagian untuk diri sendiri, tanpa kehidupan maka dirimu juga tak akan tercipta dan hanya berada di alam kekosongan sepanjang waktu tanpa tahu apa yang terjadi.
Tujuh jam sejak kejadian itu, rumah Gavin dinetralisir, Gavin sendiri ditahan di rumah sakit Pemburu di mana dia diawasi seketat mungkin karena ada indikasi bahwa dia adalah Kriminal.
Meski begitu, Jimmy, sebagai Pemburu Veteran asal Kota Aezak sama sekali tak angkat suara, Jimmy hanya bisa tersenyum melihat keadaan Gavin yang benar-benar di luar akal sehat persoalan bagaimana mentalnya bekerja.
Jimmy juga penasaran bagaimana Gavin selamat dari kecelakaan fatal saat di tol waktu itu.
Dokter Psikologi yang terjebak serta bantuan dari warga asli, melakukan pemeriksaan terhadap Gavin, mereka mengindikasikan bahwa gangguan kejiwaan menghantam mental Gavin setelah mendengar sebuah kata saja.
“Uhh ... Semuanya kosong,” gumam Gavin yang selesai melakukan pemeriksaan, dirinya sama sekali tak mengingat apa yang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Ayano
Jadi kek scene paling menakutkan ya nak 🤣🤣
2023-04-10
1
Ayano
Langsung nge tag anakku nih 😳
2023-04-10
1