Lautan manusia berkumpul di alun-alun Kota Aezak yang cukup modern di tengah pembangunan otomatis belasan kota lainnya di daerah tertentu.
Dalam proses pengumpulan para pemain dari seluruh penjuru benua Pangea, pria berjubah hitam itu terus saja mengoceh tentang Penghakiman Dunia.
Menurutnya, Penghakiman Dunia adalah pengurangan manusia dalam projek Kill the Human, hal ini membuat hanya ada sepuluh dari 300.000 pemain yang bisa lolos jika mengikuti sesuai aturan main.
“Ingat, ikuti aturan main, jangan melakukan hal-hal yang aneh, atau kalian akan mati!”
“Oh, iya, aturan Roleplay bisa kalian langgar, aku tahu ini adaptasi bagian kalian, wahai tikus eksperimenku, hahahaha!”
Di alun-alun, kehebohan terjadi, mereka saling berbincang tentang apakah ada acara penyambutan perilisan ArcGear atau bagaimana.
Ini adalah kebingungan massal, di tengah itu, Gavin sedang berpikir keras, beberapa hal terus berputar di pikirannya atas suatu peristiwa yang nyaris sama persis seperti sebuah animasi dari negeri Sakura puluhan tahun lalu yang sempat trending topik dulu.
Entah mirip atau tidak, tetapi kejadian itu sangat sama persis, di mana seluruh pemain dikumpulkan untuk diberitahu pengumuman tentang takdir mereka di gim ini.
“Ah, iya, jika kalian mati di sini, maka ... Kalian juga akan mati di dunia nyata, hahaha!” Langit bergetar, suara yang sangat mendominasi membuat kepanikan pun terjadi.
Kejadian huru-hara pun tercipta, ribuan orang mulai berteriak dan mencoba mencari tombol {Log Out} di menu gim, tetapi tak ditemukan sama sekali, dan ini menjadi semakin ramai hingga saling dorong dan pertikaian pun terjadi.
“Sial, apa benar?” gumam Gavin.
“Oh, perkenalkan, nama saya, Bagaskara asal Indonesia!” seru pria berjubah hitam tersebut.
Gavin menjadi terkejut, itu adalah nama sang pencipta gim ini, gim dengan nyaris 100% menyerupai kehidupan nyata, salah satu pengembang gim terbaik asal Indonesia yang terkemuka di dunia.
“Wah!”
“Ba–Bagaimana ini?!”
“Tenang, kita harus menunggu orang di dunia nyata melepas perangkat ArcGear!”
“A–Aku sendirian di rumah!”
“Mama!!!”
Keributan semakin meledak, Gavin pun mundur ke arah yang lebih luas dan tidak begitu padat akan keributan pemain-pemain lainnya.
“Hahahah! Selamat bermain, oh, iya, aku melupakan sesuatu, kalau ada orang luar yang ingin melepas ArcGear kalian, maka gelombang ultrasonik akan membuat otak kalian pecah dan tewas di tempat!”
Tanah bergetar, kemudian pria berjubah bernama Bagaskara itu pun menghilang dari sana menyisakan keributan yang semakin meledak, bahkan beberapa dari mereka saling mendorong atau bahkan terjadi pembunuhan massal dalam sekejap.
Di langit, terbentuk sebuah layar hologram yang menampilkan paniknya dunia akan gim yang sedang dimainkan tersebut, ratusan pemain tewas akibat gelombang ultrasonik yang membuat otak mereka pecah.
Kejadian ini membuat para ahli turun gunung, mereka mulai membuat pernyataan bahwa siapapun jangan ada yang melepas perangkat ArcGear ini sampai waktu yang tak ditentukan.
Dunia tentu gempar, sudah ada 2.289 pemain yang tewas karena orang di rumah mereka terlalu keras kepala, dan tetap melepas perangkat itu, alhasil pemain-pemain itu pun tewas di tempat dengan seluruh lubang di kepalanya mengeluarkan darah. Itu semua terjadi sejauh ini 30 menit.
Bahkan beberapa saksi yang melepas perangkat itu juga mendapatkan dampaknya, seperti pusing berkunang-kunang, hingga ada yang pingsan dalam sekejap akibat gelombang tersebut.
Sementara itu, di dalam gim, Gavin saat ini merasakan perubahan pada tubuhnya, mengambil cermin dari menu {Inventaris}, Gavin melihat bahwa wajahnya berubah menjadi asli.
Rambut coklat, dengan mata biru dan berkacamata. Sudah bukan pemuda berambut hitam dan bermata merah menyala.
“Ini ... Mengerikan!” gumam Gavin.
Dia juga melihat status data dirinya bahwa nama In-Game Character miliknya berubah menjadi asli, yaitu namanya sendiri, Gavin Arsenio. Sudah bukan Alexander Arsen.
“Sial, aku harus segera mengurung diri, banyak peran Kriminal yang sudah benar-benar menjadi Kriminal!” gumam Gavin dan segera melangkahkan kakinya menuju rumahnya.
Melihat melalui peta yang tersedia pada menu hologram, jaraknya sangat jauh, mau tidak mau dia harus mencuri sebuah kendaraan.
“Hmm ...”
Gavin mendapati motor yang jatuh, sepertinya ini adalah milik pengendara yang langsung di teleportasi oleh Bagaskara sebelumnya.
Gavin pun berkata sembari mendirikan dan menaiki motornya, “Aku pinjam, ya!”
Gavin melajukan motornya, di jalanan yang sepi karena para pemain lainnya masih begitu panik di alun-alun raksasa Kota Aezak.
“Akh! Gim kurang ajar!” umpat Gavin disela-sela dia melajukan motornya.
Sekitar sepuluh menit, Gavin sampai, dia pun segera memasukkan motor itu dalam aset miliknya, memasukkan di dalam garasi rumah untuk klaim barang, Gavin sudah memiliki motor yang sebelumnya hanya jalan kaki saja.
“Kalau memang ini yang terjadi, aku sebagai penguji beta harus benar-benar memerhatikan sekeliling, apalagi Pemburu yang ada di mana-mana!” gumam Gavin sembari melempar kunci motor ke atas meja.
Gavin duduk di sofanya, membuka setelan hitam ketatnya dan segera memakai pakaian yang lebih longgar untuk bergerak lebih leluasa.
“Haaa ... Baiklah, aku akan berencana mencoba memanfaatkan keuntungan Penguji Beta yang sudah tahu seluk-beluk beberapa kota awal.”
Gavin pun membuka inventarisnya, terdapat uang sejumlah Rp 1.278.000,00 dan beberapa makanan ringan serta minuman.
“Aku harus cari uang, ya, ini tak cukup sebulan.”
Gavin berdiri, dan mengeluarkan uang sebesar Rp 500.000,00 dari {Inventaris} untuk disimpan di dalam kotak penyimpanan yang tersedia di rumahnya.
“Aturan Roleplay, jangan mixing, tapi ... Rasanya akan sulit tidak mixing, beruntungnya Deny sudah mengetahui nomor In-Game ku, kuharap dia menelepon,” gumam Gavin.
Mixing adalah percampuran informasi In-Game Character (IC) dan Out of Character (OOC), seperti seseorang yang mendapatkan informasi dari OOC dan memberikan informasi itu ke IC ataupun sebaliknya.
Gavin termasuk melanggar aturan, tetapi ini dilakukan dengan diam-diam tanpa data server ketahui, data server yang tanpa ampun terkadang akan memberi sanksi. Jikalau ketahuan di kondisi sekarang, Bagaskara sendiri bilang tidak apa-apa.
“Ah, iya, aku lupa, poin Kriminalku terlalu rendah, cuma delapan. Aku dalam bahaya kalau berkurang poin ini, maka kematian mendatangiku.” Gavin bermonolog.
Jika Poin Kriminal, atau Poin Pemburu, maupun Poin Warga Biasa menyentuh angka nol, maka karakter itu akan mati. Nah, dengan kondisi kegemparan dunia ini, kematian total dunia maya dan dunia nyata adalah hal yang mutlak.
“Sial, Penghakiman Dunia ini benar-benar memuakkan! Tak kusangka orang kayak Bagaskara melakukan ini, dia benar-benar gila!”
Tring ...!
Gavin terkejut ketika ponsel pintar miliknya berdering, dia menatap nomor tak dikenal, ketika mengingat perbuatannya, Gavin pun segera mengangkatnya.
Dari seberang, teriakan ketakutan membuat karakter Gavin kupingnya terasa berdenging. Gavin sontak menjauhkan ponselnya dan segera berteriak balik.
“Tunggu, aku akan kirim koordinat tempat kita bertemu!!!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Saint Chevalier Galahad
agak aneh sih,si mc masih memakai kata tuan kepembuat gamenya 'tuan bagaskara'
kalo gw sih udh me maki si pembuat,ni org gila udh pasti bikin banyak orang mati/menderita.
udh gk pantas menerima kata hormat kayak 'tuan'
2023-04-08
2
Ayano
Ceritanya mirip SAO, keren banget. Semoga action sama ada unsur kek gore dikit bisa masuk biar makin tegang. Banyakin juga gak apa-apa 🤣🤣🤣 biar makin greget
2023-04-02
3