Bab 04 – Mencuri Perhiasan NPC

Tengah malam, hanya ada kesunyian melanda malam yang begitu dingin dan kelam.

Gavin yang belum tertidur dari tadi, mengambil perangkat pendeteksi tidur dari {Inventaris} miliknya, perangkat ini mendeteksi apakah seseorang telah tertidur pulas atau tidak.

Perangkat yang menyerupai pistol itu, diarahkan moncongnya kepada Deny, hingga informasi lewat lampu kecil di bagian perangkat tersebut menyala hijau.

“Oke, kalau hijau jelas Deny sudah tertidur pulas, jangan sampai kuning atau merah,” gumam Gavin.

Gavin pun berencana melakukan aksi perannya malam itu juga demi menambah poin Kriminal yang sangat sedikit dari awal, dia tak ingin kekurangan poin itu di masa-masa genting, maka dia dengan tekad yang pasti segera mengumpulkan niatnya.

Gavin berjalan keluar rumah dengan pelan-pelan, di luar, Gavin mengeluarkan setelan hitam ketat miliknya dan masker yang akan menutupi setengah wajahnya.

Melepas kacamatanya, Gavin sekarang dalam mode yang begitu serius, melangkahkan kakinya semakin cepat, Gavin berlari di malam yang begitu gelap.

Gavin menuju jalanan yang agak besar, di sana, sebuah gedung apartemen adalah sasaran Gavin untuk melancarkan aksinya.

“NPC Wanita Kaya, dia pasti mempunyai perhiasan itu, dari pengujian beta aku tahu informasi ini,” gumam Gavin.

Gavin mengedarkan pandangannya, setelah aman, dia keluar dari semak-semak dan menuju pintu gedung apartemen. Dibukanya dengan pelan, membuat lampu lobi apartemen menyala.

“Ugh!”

Beruntungnya, tak ada yang menjaga lobi, Gavin dengan mudah berjalan di lobi dan menuju tangga, di sana dia terus menaiki tangga hingga sampai pada lantai ke-6, di mana NPC Wanita Kaya Raya adalah tempatnya berada.

“Hmm ...”

Gavin mendengar perdebatan di salah satu nomor pintu apartemen, seperti seorang pemain yang berdebat tentang kondisi saat ini daripada melakukan hal yang buruk.

“Cih, manusia selalu saja melakukan itu di tengah ketakutan ini,” gumam Gavin meninggalkan pintu apartemen pertama dari tangga.

Gavin melangkahkan kakinya ke arah sudut koridor terakhir, di mana apartemen milik NPC Wanita Kaya Raya berada.

“Oke, semoga berhasil.”

Mengeluarkan alat berubah lockpick, atau alat untuk membobol suatu kunci ruangan yang masih jenis sederhana.

Memasukkan lockpick, mencoba menggoyangkannya secara pelan, mencari posisi yang pas untuk mengaktifkan fitur lockpick otomatis.

“Cih, masih sulit juga,” gumam Gavin.

Crak!

Sekitar dua menit berkutat, akhirnya Gavin mampu membuka kunci apartemennya dan segera masuk secara perlahan tapi pasti, ruangan yang begitu gelap tak membuat dia mengurungkan niatnya.

Dia segera mengeluarkan kacamatanya yang nyatanya itu adalah alat untuk melihat dalam gelap.

Kacamatanya berguna sebagai  night vision yang memperkuat gambar. Alat ini bekerja mengumpulkan cahaya kecil dan juga spektrum infra merah, kemudian diperkuat pada obyek, hingga dapat dilihat dengan mudah.

Kumpulan cahaya minim dan inframerah ini tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang. Sehingga memerlukan alat yang mumpuni.

Setelah itu, Gavin bisa melihat dengan cukup jelas meski ada kesan buramnya, tetapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Gavin mencoba mengingat letak perhiasan yang terdapat pada uji beta setahun lalu, menurutnya, pengembang tak akan memindahkannya, kecuali program server itu sendiri yang memindahkannya secara acak.

“Di lemari dekat televisi seharusnya,” gumam Gavin mendatangi salah satu lemari dekat televisi.

Di sana, dia mengobrak-abrik isi lemari dengan masih memperhitungkan suara, jangan sampai suara ribut membangunkan tidur dari NPC Wanita Kaya Raya.

Sekitar dua menit, Gavin pun hendak berteriak senang, tetapi lantas secara refleks dia menutup mulutnya.

“Nyaris. Ah ini dia, perhiasan emas yang bisa ditukar di toko pegadaian gelap,” gumam Gavin.

Tiba-tiba, layar hologram berwarna latar hitam dengan bingkai merah pun muncul, di sana tertulis sebuah pencapaian yang didapatkan oleh Gavin.

[Mendapatkan perhiasan NPC Wanita Kaya, poin Kriminal ditambahkan +5]

“Baguslah, dapat lima poin.”

Gavin pun segera menyimpan perhiasan itu di {Inventaris} dan segera keluar agar tak ketahuan bahwa dirinya baru saja melakukan aksi Kriminal.

Melangkahkan kakinya di koridor lantai 6, pintu apartemen dekat tangga terbuka dan memperlihat seorang wanita dan pria yang saling berpelukan dan begitu fokus memainkan ciuman panas mereka.

‘Anjing!’ umpat Gavin dalam benaknya dan segera berdiam diri di area gelap koridor.

Sepasang pria dan wanita itu pun kembali masuk ke apartemen, keduanya tak peduli dengan keadaan lagi dan berniat mencari kenyamanan dunia maya yang cukup bebas.

“Fyuuuh ... Beruntung mereka tidak lihat aku.” Gavin bermonolog dengan lega.

Dia pun segera pergi, menuruni tiap lantai dan akhirnya sampai kembali di lobi, Gavin segera keluar gedung dan langsung berlari kembali ke arah rumah kayu tengah semak-semak belukar tinggi.

Sebelum itu, dia membuka setelan hitamnya dan memakai setelan sebelumnya, kemudian memasuki rumah dan melihat Deny yang sedang duduk dengan raut wajah cemas.

“Akh! Gavin, kau dari mana? Aku mau tanya! Di mana kamar mandimu?!!” seru Deny menghampiri Gavin.

“Jangan nempel, di belakang rumah!!!” pekik Gavin dengan kesal.

Deny pun meninggalkan Gavin yang tersenyum tipis sembari bergumam, “Rupanya isi kantung kemihnya sudah penuh, hahaha!”

Gavin pun duduk, hingga sekitar tiga menit kemudian, Deny datang dengan raut wajah lega, lampu yang remang-remang ini membuat wajah tersenyum Gavin tak terlihat Deny.

“Oh, iya, kau habis dari mana?” tanya Deny duduk di kursi.

“Aku melihat situasi luar, siapa tahu ada orang asing,” jawab Gavin dengan meyakinkan.

[Berbohong, poin Kriminal ditambahkan +1]

[Total poin Kriminal adalah 14]

“Oh, gitu, ya sudah, aku masih terasa ngantuk,” ucap Deny dan langsung membaringkan tubuhnya, hingga beberapa detik kemudian suara dengkuran terdengar.

Menggunakan alat pendeteksi tidur, Gavin hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena betapa cepatnya Deny tertidur pulas, padahal tadi saat situasi genting, dia begitu panik dan seperti sulit untuk tertidur.

“Perhiasan itu akan aku jual sama Pak Theo, semoga dia juga ikut terjebak, sesama penguji beta harusnya dia juga cukup antusias dengan perilisan ArcGear ini,” gumam Gavin.

[Harapan buruk, poin Kriminal ditambahkan +1]

[Total poin Kriminal adalah 15]

Gavin hanya tersenyum, hal buruk sekecil apapun akan terhitung sebuah perbuatan Kriminal, itu enaknya peran ini daripada peran Pemburu maupun Warga Biasa.

“Oke, aku lebih baik tidur, mencuri perhiasan tadi melelahkan juga di saat kondisi bahwa kematian kapan saja datang.” Gavin bermonolog dan segera mengambil tempat untuk membaringkan tubuhnya.

Semilir angin malam masuk lewat lubang angin, membuat Gavin menyelimuti dirinya, karena dia juga takut bahwa rasa kedinginan berlebih akan mengurangi satu hingga dua poin Kriminal dirinya.

Sistem di gim ini sangat berbeda, maka dari itu, keberuntungan dan juga keuletan lah yang akan menjadi kehidupan seorang karakter di dalam In-Game.

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Beneran ngedukung hal gak baik ini 🤣🤣. Kalo ngebunuh orang keknya poinnya paling tinggi

2023-04-03

1

Ayano

Ayano

Sering sering bohong ya biar dapet poin instan 🤣🤣🤣

2023-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 – Roleplay World Online [Fase 01 Dimulai]
2 Bab 02 – Penghakiman Dunia
3 Bab 03 – Bersama Deny
4 Bab 04 – Mencuri Perhiasan NPC
5 Bab 05 – Theo Si Pembeli Barang
6 Bab 06 – Hanya Empat Saja, Tidak Lebih
7 Bab 07 – Berpisah
8 Bab 08 – Kota Garuda
9 Bab 09 – Proses Panjang Pengendalian Diri
10 Bab 10 – Aliansi Pemburu Garuda
11 Bab 11 – Pelarian
12 Bab 12 – Tiga Pria yang Misterius
13 Bab 13 – Pelatihan
14 Bab 14 – Teman Serigala
15 Bab 15 – Hilangnya Kemanusiaan
16 Bab 16 – Tenggelamnya Cahaya, Terbitnya Kegelapan
17 Bab 17 – Semerbak Bunga Higanbana dan Wanita Aneh
18 Bab 18 – Gelombang Rasa Ketakutan
19 Bab 19 – Gejolak Besar
20 Bab 20 – Hilangnya 100% Emosi
21 Bab 21 – Sebuah Takdir Kejam [Fase 01 Berakhir]
22 Bab 22 – Deny, Si Pemburu Polos [Fase 02 Dimulai]
23 Bab 23 – Kemanusiaan itu Utama
24 Bab 24 – Pencuri yang Familier
25 Bab 25 - Keraguan Deny
26 Bab 26 – Dukungan dari Nanda
27 Bab 27 – Proses Pendewasaan
28 Bab 28 – Dunia yang Keras!
29 Bab 29 – Dentuman dan Gelombang Berbahaya!
30 Bab 30 – Permainan Pikiran Deny
31 Bab 31 – Merasa Aman dan Kabar Baik
32 Bab 32 – Pembalap Liar Kriminal
33 Bab 33 – Rasa Penasaran Deny
34 Bab 34 – Bertemu Gavin, Berbeda Pihak!
35 Bab 35 – Bertemu Walikota Aezak, Adiwiyata.
36 Bab 36 – Keputusan Berat Deny
37 Bab 37 – Deny Dewantara [Fase 02 Berakhir]
38 Bab 38 – Deklarasi Perang [Fase 03 Dimulai]
39 Bab 39 – Gerakan Kecil Gavin
40 Bab 40 – Hari Terakhir Kekuasaan Adiwiyata
41 Bab 41 – Konfrontasi Dua Daredevil
42 Bab 42 – Pelarian yang Mendebarkan
43 Bab 43 – Theo Si Pembeli Barang (2)
44 Bab 44 – Orang Misterius
45 Bab 45 - Malam Penuh Aksi
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Bab 01 – Roleplay World Online [Fase 01 Dimulai]
2
Bab 02 – Penghakiman Dunia
3
Bab 03 – Bersama Deny
4
Bab 04 – Mencuri Perhiasan NPC
5
Bab 05 – Theo Si Pembeli Barang
6
Bab 06 – Hanya Empat Saja, Tidak Lebih
7
Bab 07 – Berpisah
8
Bab 08 – Kota Garuda
9
Bab 09 – Proses Panjang Pengendalian Diri
10
Bab 10 – Aliansi Pemburu Garuda
11
Bab 11 – Pelarian
12
Bab 12 – Tiga Pria yang Misterius
13
Bab 13 – Pelatihan
14
Bab 14 – Teman Serigala
15
Bab 15 – Hilangnya Kemanusiaan
16
Bab 16 – Tenggelamnya Cahaya, Terbitnya Kegelapan
17
Bab 17 – Semerbak Bunga Higanbana dan Wanita Aneh
18
Bab 18 – Gelombang Rasa Ketakutan
19
Bab 19 – Gejolak Besar
20
Bab 20 – Hilangnya 100% Emosi
21
Bab 21 – Sebuah Takdir Kejam [Fase 01 Berakhir]
22
Bab 22 – Deny, Si Pemburu Polos [Fase 02 Dimulai]
23
Bab 23 – Kemanusiaan itu Utama
24
Bab 24 – Pencuri yang Familier
25
Bab 25 - Keraguan Deny
26
Bab 26 – Dukungan dari Nanda
27
Bab 27 – Proses Pendewasaan
28
Bab 28 – Dunia yang Keras!
29
Bab 29 – Dentuman dan Gelombang Berbahaya!
30
Bab 30 – Permainan Pikiran Deny
31
Bab 31 – Merasa Aman dan Kabar Baik
32
Bab 32 – Pembalap Liar Kriminal
33
Bab 33 – Rasa Penasaran Deny
34
Bab 34 – Bertemu Gavin, Berbeda Pihak!
35
Bab 35 – Bertemu Walikota Aezak, Adiwiyata.
36
Bab 36 – Keputusan Berat Deny
37
Bab 37 – Deny Dewantara [Fase 02 Berakhir]
38
Bab 38 – Deklarasi Perang [Fase 03 Dimulai]
39
Bab 39 – Gerakan Kecil Gavin
40
Bab 40 – Hari Terakhir Kekuasaan Adiwiyata
41
Bab 41 – Konfrontasi Dua Daredevil
42
Bab 42 – Pelarian yang Mendebarkan
43
Bab 43 – Theo Si Pembeli Barang (2)
44
Bab 44 – Orang Misterius
45
Bab 45 - Malam Penuh Aksi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!