Tengah malam, hanya ada kesunyian melanda malam yang begitu dingin dan kelam.
Gavin yang belum tertidur dari tadi, mengambil perangkat pendeteksi tidur dari {Inventaris} miliknya, perangkat ini mendeteksi apakah seseorang telah tertidur pulas atau tidak.
Perangkat yang menyerupai pistol itu, diarahkan moncongnya kepada Deny, hingga informasi lewat lampu kecil di bagian perangkat tersebut menyala hijau.
“Oke, kalau hijau jelas Deny sudah tertidur pulas, jangan sampai kuning atau merah,” gumam Gavin.
Gavin pun berencana melakukan aksi perannya malam itu juga demi menambah poin Kriminal yang sangat sedikit dari awal, dia tak ingin kekurangan poin itu di masa-masa genting, maka dia dengan tekad yang pasti segera mengumpulkan niatnya.
Gavin berjalan keluar rumah dengan pelan-pelan, di luar, Gavin mengeluarkan setelan hitam ketat miliknya dan masker yang akan menutupi setengah wajahnya.
Melepas kacamatanya, Gavin sekarang dalam mode yang begitu serius, melangkahkan kakinya semakin cepat, Gavin berlari di malam yang begitu gelap.
Gavin menuju jalanan yang agak besar, di sana, sebuah gedung apartemen adalah sasaran Gavin untuk melancarkan aksinya.
“NPC Wanita Kaya, dia pasti mempunyai perhiasan itu, dari pengujian beta aku tahu informasi ini,” gumam Gavin.
Gavin mengedarkan pandangannya, setelah aman, dia keluar dari semak-semak dan menuju pintu gedung apartemen. Dibukanya dengan pelan, membuat lampu lobi apartemen menyala.
“Ugh!”
Beruntungnya, tak ada yang menjaga lobi, Gavin dengan mudah berjalan di lobi dan menuju tangga, di sana dia terus menaiki tangga hingga sampai pada lantai ke-6, di mana NPC Wanita Kaya Raya adalah tempatnya berada.
“Hmm ...”
Gavin mendengar perdebatan di salah satu nomor pintu apartemen, seperti seorang pemain yang berdebat tentang kondisi saat ini daripada melakukan hal yang buruk.
“Cih, manusia selalu saja melakukan itu di tengah ketakutan ini,” gumam Gavin meninggalkan pintu apartemen pertama dari tangga.
Gavin melangkahkan kakinya ke arah sudut koridor terakhir, di mana apartemen milik NPC Wanita Kaya Raya berada.
“Oke, semoga berhasil.”
Mengeluarkan alat berubah lockpick, atau alat untuk membobol suatu kunci ruangan yang masih jenis sederhana.
Memasukkan lockpick, mencoba menggoyangkannya secara pelan, mencari posisi yang pas untuk mengaktifkan fitur lockpick otomatis.
“Cih, masih sulit juga,” gumam Gavin.
Crak!
Sekitar dua menit berkutat, akhirnya Gavin mampu membuka kunci apartemennya dan segera masuk secara perlahan tapi pasti, ruangan yang begitu gelap tak membuat dia mengurungkan niatnya.
Dia segera mengeluarkan kacamatanya yang nyatanya itu adalah alat untuk melihat dalam gelap.
Kacamatanya berguna sebagai night vision yang memperkuat gambar. Alat ini bekerja mengumpulkan cahaya kecil dan juga spektrum infra merah, kemudian diperkuat pada obyek, hingga dapat dilihat dengan mudah.
Kumpulan cahaya minim dan inframerah ini tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang. Sehingga memerlukan alat yang mumpuni.
Setelah itu, Gavin bisa melihat dengan cukup jelas meski ada kesan buramnya, tetapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Gavin mencoba mengingat letak perhiasan yang terdapat pada uji beta setahun lalu, menurutnya, pengembang tak akan memindahkannya, kecuali program server itu sendiri yang memindahkannya secara acak.
“Di lemari dekat televisi seharusnya,” gumam Gavin mendatangi salah satu lemari dekat televisi.
Di sana, dia mengobrak-abrik isi lemari dengan masih memperhitungkan suara, jangan sampai suara ribut membangunkan tidur dari NPC Wanita Kaya Raya.
Sekitar dua menit, Gavin pun hendak berteriak senang, tetapi lantas secara refleks dia menutup mulutnya.
“Nyaris. Ah ini dia, perhiasan emas yang bisa ditukar di toko pegadaian gelap,” gumam Gavin.
Tiba-tiba, layar hologram berwarna latar hitam dengan bingkai merah pun muncul, di sana tertulis sebuah pencapaian yang didapatkan oleh Gavin.
[Mendapatkan perhiasan NPC Wanita Kaya, poin Kriminal ditambahkan +5]
“Baguslah, dapat lima poin.”
Gavin pun segera menyimpan perhiasan itu di {Inventaris} dan segera keluar agar tak ketahuan bahwa dirinya baru saja melakukan aksi Kriminal.
Melangkahkan kakinya di koridor lantai 6, pintu apartemen dekat tangga terbuka dan memperlihat seorang wanita dan pria yang saling berpelukan dan begitu fokus memainkan ciuman panas mereka.
‘Anjing!’ umpat Gavin dalam benaknya dan segera berdiam diri di area gelap koridor.
Sepasang pria dan wanita itu pun kembali masuk ke apartemen, keduanya tak peduli dengan keadaan lagi dan berniat mencari kenyamanan dunia maya yang cukup bebas.
“Fyuuuh ... Beruntung mereka tidak lihat aku.” Gavin bermonolog dengan lega.
Dia pun segera pergi, menuruni tiap lantai dan akhirnya sampai kembali di lobi, Gavin segera keluar gedung dan langsung berlari kembali ke arah rumah kayu tengah semak-semak belukar tinggi.
Sebelum itu, dia membuka setelan hitamnya dan memakai setelan sebelumnya, kemudian memasuki rumah dan melihat Deny yang sedang duduk dengan raut wajah cemas.
“Akh! Gavin, kau dari mana? Aku mau tanya! Di mana kamar mandimu?!!” seru Deny menghampiri Gavin.
“Jangan nempel, di belakang rumah!!!” pekik Gavin dengan kesal.
Deny pun meninggalkan Gavin yang tersenyum tipis sembari bergumam, “Rupanya isi kantung kemihnya sudah penuh, hahaha!”
Gavin pun duduk, hingga sekitar tiga menit kemudian, Deny datang dengan raut wajah lega, lampu yang remang-remang ini membuat wajah tersenyum Gavin tak terlihat Deny.
“Oh, iya, kau habis dari mana?” tanya Deny duduk di kursi.
“Aku melihat situasi luar, siapa tahu ada orang asing,” jawab Gavin dengan meyakinkan.
[Berbohong, poin Kriminal ditambahkan +1]
[Total poin Kriminal adalah 14]
“Oh, gitu, ya sudah, aku masih terasa ngantuk,” ucap Deny dan langsung membaringkan tubuhnya, hingga beberapa detik kemudian suara dengkuran terdengar.
Menggunakan alat pendeteksi tidur, Gavin hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena betapa cepatnya Deny tertidur pulas, padahal tadi saat situasi genting, dia begitu panik dan seperti sulit untuk tertidur.
“Perhiasan itu akan aku jual sama Pak Theo, semoga dia juga ikut terjebak, sesama penguji beta harusnya dia juga cukup antusias dengan perilisan ArcGear ini,” gumam Gavin.
[Harapan buruk, poin Kriminal ditambahkan +1]
[Total poin Kriminal adalah 15]
Gavin hanya tersenyum, hal buruk sekecil apapun akan terhitung sebuah perbuatan Kriminal, itu enaknya peran ini daripada peran Pemburu maupun Warga Biasa.
“Oke, aku lebih baik tidur, mencuri perhiasan tadi melelahkan juga di saat kondisi bahwa kematian kapan saja datang.” Gavin bermonolog dan segera mengambil tempat untuk membaringkan tubuhnya.
Semilir angin malam masuk lewat lubang angin, membuat Gavin menyelimuti dirinya, karena dia juga takut bahwa rasa kedinginan berlebih akan mengurangi satu hingga dua poin Kriminal dirinya.
Sistem di gim ini sangat berbeda, maka dari itu, keberuntungan dan juga keuletan lah yang akan menjadi kehidupan seorang karakter di dalam In-Game.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Ayano
Beneran ngedukung hal gak baik ini 🤣🤣. Kalo ngebunuh orang keknya poinnya paling tinggi
2023-04-03
1
Ayano
Sering sering bohong ya biar dapet poin instan 🤣🤣🤣
2023-04-03
1