Bab 08 – Kota Garuda

Seminggu sejak hari Penghakiman Dunia yang diciptakan oleh Bagaskara, saat ini, Roleplay World Online berjalan cukup baik dengan para pemain yang mencoba melakukan tugasnya masing-masing.

Sudah tak banyak yang kehilangan nyawa, hanya saja mereka-mereka yang kehilangan nyawa akibat gilanya para Kriminal, mereka tak pandang bulu, tua-muda dihabisi hingga mendapatkan Poin Kriminal.

Tujuan mereka mendapatkan sebanyak-banyaknya Poin juga untuk keberlangsungan hidup mereka yang semakin baik, dan juga sebuah posisi terbaik jika membuat suatu aliansi.

Gavin yang saat ini duduk di rooftop memandang langit malam di Kota Aezak, sedang berpikir untuk pindah dari kota ini sebelum bencana bagi dirinya dimulai.

Sekelas Pemburu Veteran, Jimmy, ayah dari Maximus si Kriminal sedang melakukan perombakan besar-besaran tentang masalah kejahatan yang berlangsung.

Mereka tak peduli seorang Kriminal adalah anak-anak, dengan tak segan segera memasukkannya ke dalam jeruji besi selamanya, hingga kemungkinan gim ini akan berakhir.

Hal yang paling memuakkan bagi Gavin adalah dia dicurigai oleh beberapa orang yang berkomentar di akun Blue Bird Apps miliknya tentang keberadaan Maximus yang menghilang.

Mereka menyangkut-pautkan pencarian Gavin yang begitu terorganisir, tetapi tentunya itu akan sangat berbahaya bagi orang yang percaya suatu kondisi tertentu.

“Haaa ... Roleplay World Online terlalu banyak berubah sejak pengujian beta setahun lalu,” gumam Gavin.

Pengujian Beta, salah satu hal yang dilakukan untuk penyempurnaan, dalam satu bulan, 10.000 pemain terpilih akan berkutat dengan kondisi di mana mereka memainkan gim ini layaknya dunia nyata.

Namun, beberapa fitur terlalu otomatis, seperti Warga Biasa yang berprofesi sebagai Dokter, saat Pengujian Beta, suatu perawatan atau bahkan operasi kepada para NPC maupun pemain terlalu otomatis.

Banyak tombol-tombol di menu hologram, maka dari itu, ketika perilisan dunia, Roleplay World Online yang dikembangkan oleh pengembang Triple-A, melakukan perombakan habis-habisan tentang fitur yang terlalu otomatis.

Sehingga saat ini, nyaris semua yang dilakukan ini adalah sebuah keahlian pemain itu sendiri, tentu dengan beberapa kemudahan lainnya.

“Oke, tak perlu memikirkan itu, aku akan pindah, lagipula pembuatan identitas Warga Biasa berprofesi sebagai Dokter bernama Rio Febrian sudah selesai.”

Gavin, membuat identitas palsu sebagai Warga Biasa yang berprofesi sebagai Dokter, salah satu hal yang membantunya adalah dia yang masuk universitas dan mengambil Fakultas Kedokteran.

Dengan ilmu yang baru satu semester itu, dia berharap bisa melakukan identitas palsunya dengan cukup baik, lagipula dia sudah pernah belajar banyak dengan rekaman para dokter ahli.

“Ya, baiklah, mari berangkat!”

Gavin pun berdiri dan berjalan menuju tangga rooftop, dia menuruninya dengan santai, mata biru safirnya menatap dalam setiap anak tangga yang dilaluinya.

Menuruni tangga hingga sampai di ruangan lobi gedung, dia mendapati beberapa orang sedang berlari dengan panik sambil menggendong seseorang.

“Hmm ...”

***

Rumah Sakit Pusat Aezak.

Gavin saat ini membantu membawa seseorang yang cedera karena jatuh dari tingkat dua dalam posisi terlentang. Tubuh bagian belakang benar-benar menghantam lantai dengan keras.

Di rumah sakit, Gavin jelas akan memanggil Dokter Bambang.

“Dokter! Ada yang cedera! Poinnya terus berkurang!!” pekik Gavin.

“Kau ...” Dokter Bambang terdiam, tetapi langsung menghampiri brankar yang terus berjalan.

Gavin ditinggal, dia tak terlalu peduli untuk saat ini, tetapi entah ke depannya kemanusiaannya akan benar-benar memuncak dan tidak akan pernah bisa merasa untuk tak peduli dengan seseorang.

“Hmm ... Permisi, kalau ada Dokter Bambang, bilang aja saya sudah pergi,” ucap Gavin kepada seorang perawat.

Setelahnya, Gavin pun menaiki mobilnya dan melajukannya menuju jalan tol yang terhubung langsung dengan kota sebelah, di mana kota terbesar di benua Pangea ini.

Kota Garuda adalah salah satu kota dengan populasi NPC terbanyak, serta kota yang sering dijadikan tempat untuk tinggal karena fasilitas di sana sangat baik dan lengkap.

Fasilitas umum memadai, membuat hidup di kota ini bisa dibilang seratus persen damai, tetapi itu sebelum ada kondisi Penghakiman Dunia.

Sekarang, Gavin sama sekali tak tahu keadaan kota yang damai pada saat Pengujian Beta tersebut.

Dia dengan tekad yang yakin terus menginjak gas mobil sedan hitam miliknya, dengan kecepatan 100 Km/H di jalan tol yang bebas hambatan, waktu tempuhnya terpangkas cukup cepat.

“Haaa ... Sepertinya Kota Garuda tidak baik-baik saja, asap membumbung tinggi di banyak gedung pencakar langit,” gumam Gavin setelah melihat dari kejauhan kondisi kota tersebut.

Namun, Gavin tetap terus melajukan mobilnya, tak peduli keadaan kota tersebut, dia hanya ingin pergi saja dari Kota Aezak yang dikatakan telah menjadi kota berantakan di awal Penghakiman Dunia.

“Semoga tak seberantakan Aezak, selama seminggu ini para Kriminal di Aezak terus gencar membahayakan orang-orang.”

Mengambil ponselnya dari {Inventaris} miliknya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 09.23 pagi.

“Hah! Aku terlambat, identitas palsu ini aku buat sebagai dokter magang di salah satu Rumah Sakit Pusat Garuda, ini bahaya!”

Gavin semakin menginjak lebih dalam gas mobil, hingga spedometernya menyentuh angka 160 Km/H. Ini kecepatan yang benar-benar cepat untuk di jalanan bebas hambatan seperti ini.

Bermanuver dengan baik, Gavin melemparkan badan mobil belakang untuk mencoba sedikit melakukan drifting ketika ada persimpangan di depan.

Drifting miliknya cukup baik, hingga ketika dia berbelok kiri, Rumah Sakit Pusat Garuda sudah terlihat dengan megah, tetapi kesannya sangat menyeramkan dengan suara sirine di mana-mana.

Mobil ambulans berlalu-lalang, para penyelamat –Dokter, Perawat dan sebagainya– mencoba sebaik mungkin untuk jangan sampai ada lagi korban yang berjatuhan.

Gavin yang baru datang dan telah turun dari mobil langsung ditarik seorang pria dewasa dengan rambut yang agak memutih, dia menatap sengit Gavin.

“Kau Rio Febrian?!”

“Iya?” jawab Gavin dengan cukup bingung.

“Dasar, Pemagang merepotkan! Meski ini hanya dunia maya, tapi kau terlalu lama untuk seorang dokter magang!!” seru pria itu yang ternyata seorang Dokter Senior. “Saya Jaka, cepat, bantu kami!”

‘Itu mixing, Dok,’ pikir Gavin, tetapi seketika dia menjadi tak peduli, pada kondisi Penghakiman Dunia, melanggar aturan adalah hal yang wajar karena proses adaptasi.

Dokter Jaka memberikan tas dengan berisi perlengkapan dokter di dalamnya kepada Gavin, beratnya tak usah ditanya, itu cukup berat untuk sebuah tas perlengkapan, sekitar 5 Kg.

“Kau ke sana, tangani pasien luka tusuk di perut! Aku tahu ini pertama bagimu, tapi cepat saja! Jangan sampai Poin nya berkurang, atau aku kurangi Poin mu, dasar Pemagang!”

Gavin merasa terancam, tetapi ini lebih baik untuk menjalin hubungan baik sehingga namanya sebagai Kriminal tak begitu cepat beredar.

Banyak NPC dari Penguji Beta yang memiliki ingatannya saat itu ketika Gavin mengobrak-abrik sebuah kota kecil, sehingga Gavin saat ini mencoba menjalin hubungan kasat mata kepada para NPC.

Sehingga para NPC kemungkinan berpikir bahwa Gavin sudah bukan mengambil peran yang sama, padahal data sebuah Penguji Beta bisa digunakan kembali pada perilisan perdana tersebut.

NPC memiliki kekurangan, hanya itu yang bisa ditangkap oleh kebanyakan orang. Para NPC tak banyak yang memiliki emosi, maka dari itu mereka terkadang hanya menatap datar, meski sedikit tarikan bibir yang membuat mereka tersenyum itu juga tak jarang.

Gavin berlari ke arah pasien yang sedang didorong ke dalam rumah sakit dengan brankar.

“Lu–Luka tusuk di bagian perut sebelah kiri!” seru seorang dokter.

‘Baiklah, apakah aku yang baru menjalani semester satu di Fakultas Kedokteran akan mampu membantu mereka?’ batin Gavin.

Episodes
1 Bab 01 – Roleplay World Online [Fase 01 Dimulai]
2 Bab 02 – Penghakiman Dunia
3 Bab 03 – Bersama Deny
4 Bab 04 – Mencuri Perhiasan NPC
5 Bab 05 – Theo Si Pembeli Barang
6 Bab 06 – Hanya Empat Saja, Tidak Lebih
7 Bab 07 – Berpisah
8 Bab 08 – Kota Garuda
9 Bab 09 – Proses Panjang Pengendalian Diri
10 Bab 10 – Aliansi Pemburu Garuda
11 Bab 11 – Pelarian
12 Bab 12 – Tiga Pria yang Misterius
13 Bab 13 – Pelatihan
14 Bab 14 – Teman Serigala
15 Bab 15 – Hilangnya Kemanusiaan
16 Bab 16 – Tenggelamnya Cahaya, Terbitnya Kegelapan
17 Bab 17 – Semerbak Bunga Higanbana dan Wanita Aneh
18 Bab 18 – Gelombang Rasa Ketakutan
19 Bab 19 – Gejolak Besar
20 Bab 20 – Hilangnya 100% Emosi
21 Bab 21 – Sebuah Takdir Kejam [Fase 01 Berakhir]
22 Bab 22 – Deny, Si Pemburu Polos [Fase 02 Dimulai]
23 Bab 23 – Kemanusiaan itu Utama
24 Bab 24 – Pencuri yang Familier
25 Bab 25 - Keraguan Deny
26 Bab 26 – Dukungan dari Nanda
27 Bab 27 – Proses Pendewasaan
28 Bab 28 – Dunia yang Keras!
29 Bab 29 – Dentuman dan Gelombang Berbahaya!
30 Bab 30 – Permainan Pikiran Deny
31 Bab 31 – Merasa Aman dan Kabar Baik
32 Bab 32 – Pembalap Liar Kriminal
33 Bab 33 – Rasa Penasaran Deny
34 Bab 34 – Bertemu Gavin, Berbeda Pihak!
35 Bab 35 – Bertemu Walikota Aezak, Adiwiyata.
36 Bab 36 – Keputusan Berat Deny
37 Bab 37 – Deny Dewantara [Fase 02 Berakhir]
38 Bab 38 – Deklarasi Perang [Fase 03 Dimulai]
39 Bab 39 – Gerakan Kecil Gavin
40 Bab 40 – Hari Terakhir Kekuasaan Adiwiyata
41 Bab 41 – Konfrontasi Dua Daredevil
42 Bab 42 – Pelarian yang Mendebarkan
43 Bab 43 – Theo Si Pembeli Barang (2)
44 Bab 44 – Orang Misterius
45 Bab 45 - Malam Penuh Aksi
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Bab 01 – Roleplay World Online [Fase 01 Dimulai]
2
Bab 02 – Penghakiman Dunia
3
Bab 03 – Bersama Deny
4
Bab 04 – Mencuri Perhiasan NPC
5
Bab 05 – Theo Si Pembeli Barang
6
Bab 06 – Hanya Empat Saja, Tidak Lebih
7
Bab 07 – Berpisah
8
Bab 08 – Kota Garuda
9
Bab 09 – Proses Panjang Pengendalian Diri
10
Bab 10 – Aliansi Pemburu Garuda
11
Bab 11 – Pelarian
12
Bab 12 – Tiga Pria yang Misterius
13
Bab 13 – Pelatihan
14
Bab 14 – Teman Serigala
15
Bab 15 – Hilangnya Kemanusiaan
16
Bab 16 – Tenggelamnya Cahaya, Terbitnya Kegelapan
17
Bab 17 – Semerbak Bunga Higanbana dan Wanita Aneh
18
Bab 18 – Gelombang Rasa Ketakutan
19
Bab 19 – Gejolak Besar
20
Bab 20 – Hilangnya 100% Emosi
21
Bab 21 – Sebuah Takdir Kejam [Fase 01 Berakhir]
22
Bab 22 – Deny, Si Pemburu Polos [Fase 02 Dimulai]
23
Bab 23 – Kemanusiaan itu Utama
24
Bab 24 – Pencuri yang Familier
25
Bab 25 - Keraguan Deny
26
Bab 26 – Dukungan dari Nanda
27
Bab 27 – Proses Pendewasaan
28
Bab 28 – Dunia yang Keras!
29
Bab 29 – Dentuman dan Gelombang Berbahaya!
30
Bab 30 – Permainan Pikiran Deny
31
Bab 31 – Merasa Aman dan Kabar Baik
32
Bab 32 – Pembalap Liar Kriminal
33
Bab 33 – Rasa Penasaran Deny
34
Bab 34 – Bertemu Gavin, Berbeda Pihak!
35
Bab 35 – Bertemu Walikota Aezak, Adiwiyata.
36
Bab 36 – Keputusan Berat Deny
37
Bab 37 – Deny Dewantara [Fase 02 Berakhir]
38
Bab 38 – Deklarasi Perang [Fase 03 Dimulai]
39
Bab 39 – Gerakan Kecil Gavin
40
Bab 40 – Hari Terakhir Kekuasaan Adiwiyata
41
Bab 41 – Konfrontasi Dua Daredevil
42
Bab 42 – Pelarian yang Mendebarkan
43
Bab 43 – Theo Si Pembeli Barang (2)
44
Bab 44 – Orang Misterius
45
Bab 45 - Malam Penuh Aksi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!