"Kamu hamil kan?" tanya Ezra memastikan.
"Ti-tidak."
"Benarkah?" Tanpa izin, Ezra langsung menarik tangan Haura lalu memeriksa pergelangan tangan wanita itu. Senyum tipis terbit di bibir Ezra setelahnya.
"Sudah kuduga kamu pasti hamil. Aku sangat bersyukur bukan kau yang merasakan sakitnya, tapi Harun."
"Maksud kamu?"
"Harun mengundurkan diri dari rumah sakit karena tidak enak badan, dari cerita yang aku dapatkan dari dia langsung, sepetinya dia mengalami kehamilan simpatik. Hanya saja Harun belum menyadarinya, mungkin tidak menyangka kalau kau akan hamil."
Tujuan Ezra menemui Haura hari ini hanya untuk memastikan wanita itu hamil atau tidak, ternyata perkiraaanya benar meski belum pasti sepenuhnya. Harun benar-benar bodoh karena menelantarkan dua nyawa sekaligus hanya karena ego.
"Jangan beritahu mas Harun, aku mohon ...."
"Kenapa? Dengan kamu hamil dan melakukan tes DNA, maka semua kebenaran akan terungkap, Haura. Aku yakin kamu tidak mungkin melakukan hal hina seperti yang dikatakan Harun."
Haura mengelengkana kepalanya tidak setuju. "Sampai kapanpun aku tidak akan melakukan tes DNA, mas Harun mau menerimanya atau tidak itu bukan urusan aku, Ezra. Hubungan kami sudah hancur ketika sebuah kepercayaan hilang."
Haura bangkit dari duduknya tanpa ingin menatap Ezra meski sekali saja. "Tolong, sembunyikan tentang kandunganku, aku tidak mau dia celaka karena seseorang," lirihnya.
"Kalau begitu, datanglah kerumah sakit untuk periksakan kandunganmu Haura. Kau terlihat pucat setiap harinya, kehamilan tidak bisa disepelekan begitu saja. Ah iya, kapan kau akan membayar hutangmu?" tanya Ezra tanpa membalik tubuhnya.
Sebenarnya Ezra tidak benar-benar menangih, hanya saja ingin memastikan apa Haura masih punya uang atau tidak.
"Besok."
"Kalau begitu, bawa kerumah sakit!" Usai memerintah, Ezra langsung saja meninggalkan Cafe. Meninggalkan selembar uang untuk membayar jasa tempat duduk karena tidak memesan makanan apapun.
Begitupun dengan Haura yang kembali ke kontrakan sambil memikirkan perkataan Ezra. Memang sejak mengetahui dirinya hamil, dia tidak pernah memeriksakan diri kerumah sakit.
Wanita itu sebenarnya ingin memberikan kejutan di hari Aniversarry pertama mereka. Namun, yang mendapatkan kejutan malah dirinya.
***
"Bodoh, begitu saja dia tidak becus. Bukannya membunuh Haura, malah dia yang mati!" gerutu Elena setelah mendapat kabar bahwa orang suruhannya baru saja meninggal dunia di dalam ruang operasi.
Wanita paruh baya itu mendaratkan tubuhnya di sisi ranjang dengan tangan terkepal. Amarah mengusai Elena saat ini, takut kalau saja Harun mengetahui kehamilam Haura dan membawanya pulang kerumah.
"Kalian harus menikah secepatnya!" ucap Elena pada Vivian yang tampak serius dengan ponselnya.
Gadis itu lantas tersenyum, menikah dengan Harun adalah hal yang dia idam-idamkan sejak dulu.
"Aku tidak masalah jika menikah besok, Bunda. Apa kak Harun mau menikah?"
"Tentu saja dia akan menikahimu jika sesuatu terjadi." Elena tersenyum licik ketika ide cemerlang kembali muncul di kepalanya.
Kedua perempuan ular itu kembali menyusun rencana, kali ini tidak akan menyerang Haura, melainkan Harun agar semakin terjebak dalam permainan.
Sementara yang akan dijebak, tengah berbaring di ranjangnya sambil memeluk foto pernikahannya dengan Haura. Rasa rindu kembali bersemayang di hati Harun, setiap harinya semakin bertambah hingga sulit untuk dikendalikan.
Pria itu melirik sekitar dan tersenyum hambar. Jangankan demam seperti sekarang, sakit kepala saja Haura akan memanjakan dirinya, tapi itu dulu sebelum istrinya selingkuh dengan pria lain.
"Apa aku kurang peka apa yang kamu ingingkan Ra, sampai tega mengkhianatiku? Kau tahu betul aku mempunyai trauma akan wanita, tapi kau malah mengores luka yang telah lama kering di hatiku."
Harun menatap foto pernikahan mereka yang tampak bahagia meski dilaksakan tanpa cinta.
"Harusnya jika kau ingin berkhianat, lakukan saat aku belum mencintaimu."
Pria itu memejamkan matanya ketika rasa pusing kembali melanda, sudah dua hari ini Harun demam. Kadang baik-baik saja, kadang suhu tubuhnya naik drastis.
Bayangan saat dia tidur di pangkuan Haura sambil menikmati elusan wanita itu, membuat Harun tersenyum lebar. Sungguh dia merindukan kehangatan dan kasih sayang istrinya.
Namun, untuk kembali bersama rasanya Ego Harun belum bisa menerima.
Harusnya kau menyelidiki apa Haura benar-benar selingkuh atau tidak, bukan malah menuduhnya seperti orang lain. Kau itu suami bodoh, talak tiga saja dia dan aku yang akan menikahinya!
"Sialan!" Suasana hati Harun seketika memburuk ketika omelan Ezra malah terlintas di pikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
revinurinsani
diamah harus ada saingan dulu
2023-11-13
2
guntur 1609
betul tuh ezra...semangat ezra
2023-10-12
1
guntur 1609
mampusnkau harun
sdh di kasih tabu sm ezra tapi kau gak sdar juga. makan dah penuysalanmu nantinya...
2023-10-12
2