Sambil mengemudikan mobilnya di atas kecepatan rata-rata, Harun menerima panggilan dari Vivian. Pria itu menempelkan benda pipih tersebut di telinganya.
"Apa kau sudah mendapat informasi dimana Haura berada?" tanya Harun dengan tatapan fokus kedepan.
"Sudah kak, ternyata kak Haura ada di hotel ... Entah apa yang dia lakukan di sana!"
Tanpa menyahut kalimat Vivian lagi, Harun langsung memutuskan sambungan telpon dan semakin menambah kecepatan mobilnya.
Pria itu sangat khawatir pada istrinya, terlebih tidak biasanya Haura keluar rumah tanpa meminta izin lebih dulu.
Harun memarkirkan mobilnya asal dan berlari memasuki hotel yang disebutkan oleh Vivian. Tanpa bertanya pada siapapun, Harun melangkahkan kakinya menuju unit 501 yang berada di lantai tiga.
"Haura!" panggil Harun mengetuk pintu unit beberapa kali. "Kamu baik-baik saja? Ini mas!"
Nihil, tidak ada sahutan apapun dari dalam kamar, membuat Harun tidak punya pilihan lain selain mendobrak pintu tersebut.
Harun mundur beberapa langkah lalu menendang pintu cukup keras. Tendangan pertama dan kedua tidak membuahkan hasil apapun, tapi itu tidak membuat Harun menyerah.
Brak
Tendangan terakhir berhasil merusak kunci pintu kamar hotel. Tanpa menunggu lama Harun memasuki kamar dan terkejut melihat Haura tertidur di atas ranjang tanpa penutup kepala.
Bahkan pakaian syar'i yang sering kali menutupi tubuh wanita itu berserakan dia lantai. Harun mendesis pelan sambil memejamkan matanya ketika tidak sengaja menginjak pakaian dalam Haura.
Rasa khawatir yang sempat ada dalam hati Harun berubah menjadi amarah yang membara, terlebih saat pintu kamar mandi dibuka oleh seorang pria yang menutupi bagian bahwanya dengan handuk.
"Siapa kamu?" tanya pria bertel*anjang dada tersebut.
"Harusnya saya yang bertanya, siapa kamu? Berani-beraninya kau tidur dengan istriku!" bentak Harun dengan tangan mengepal hebat.
"Istri? Dia kekasihku! Kita sudah lama menjalin hubungan. Pergi sekarang juga dari ...."
Bugh
Harun melayangkan tinjunya tepat di wajah pria bertel*anjang dada tersebut tanpa menunggunya selesai bicara, membuat pria itu mundur beberapa langkah sambil memegangi bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
Harun lantas beralih pada Haura yang baru saja membuka matanya. Wanita itu tampak terkejut melihat keberadaan Harun dan pria yang sama sekali tidak dia kenali.
"Mas Har ...."
Plak
Satu tamparan mendarat di wajah cantik Haura. Tatapan Harun memerah dan memancarkan kekecewaan pada istri yang selama ini sangat dia percayai.
Istri yang selalu Harun agung-agungkan pada teman-temannya ternyata tidak jauh dari wanita murahan.
Ternyata semua wanita sama saja
"Murahan!" ucap Harun dan pergi dari kamar tersebut.
Sementara Haura terpaku di tempatnya, wanita itu mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya. Air mata wanita itu perlahan-lahan mengalir menyadari tubuhnya yang hanya terbalut selimut tebal dengan rambut tergerai indah.
"Aaaakkkkkhhhhh, pergi!" teriak Haura langsung menyembunyikan seluruhnya tubuhnya dibalik selimut tebal.
Tubuh wanita itu bergetar hebat di dalam selimut.
Maafkan aku mas, aku juga tidak tahu kenapa ini terjadi padaku.
Haura terus terisak di dalam salimut karena menyesal tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Selama ini dia selalu menjaga tubuhnya hanya untuk Harun, tapi sekarang pria lain berhasil melihatnya entah dengan cara apa.
Apa yang telah aku lakukan? Ak-aku bukan istri yang baik untuk mas Harun.
Aira mata Haura semakin deras sambil mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Seingat wanita cantik itu, setelah sampai di lobi hotel dan menunggu di kursi tunggu.
Seseorang perempuan datang membawa sebotol air minum. Wanita itu memperkenalkan diri sebagai teman Elena, jadi Haura mempercayainya.
Karena merasa haus sebab gugup berada di keramaian seorang diri tanpa tujuan yang jelas, Haura langsung meneguk air minum tersebut tanpa curiga sama sekali.
Setelahnya Haura tidak ingat apa-apa lagi dan bangun-bangun berada di sebuah kamar bersama Harun dan satu pria yang sama sekali tidak dia kenal.
Merasa tidak ada lagi orang di dalam kamar, Haura keluar dari selimut dan mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dengan tangan bergetar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Dini Lestari
sedikit KecewA nii ,seharus nya blm ternoda haura nya kburu harun datang ini mlh udhh ,, gk seru ahh kenapa yg baik slalu klh duluan ,
2023-11-07
5
anonim
kapan Helena menuai tanamannya ya....
2023-09-24
2
Sweet Girl
Kampungan cara lu Elena...
2023-09-21
1