Tanpa disuruh dua kali, Elena dan Vivian langsung saja ke kamar Harun untuk membereskan semua barang-barang Haura. Entah yang ada di meja rias sampai lemari sekalipun.
Sesekali terbesit rasa iri di hati Vivian melihat barang-barang mewah berupa tas atau sepatu milik Haura. Bukan Haura yang membelinya, tapi itu hadiah dari Harun maupun ayahnya saat masih hidup.
"Bunda, apa aku bisa mengambil perhiasan ini?" Menujuk berlian yang mengkilau di dalam laci.
Berlian yang sama sekali tidak pernah Haura pakai meski keluar rumah.
"Jangan mengambil apapun barang-barang Haura dan masukkan saja kedalam dus. Jika kamu ingin, aku akan membelikannya untukmu!" ujar Harun berdiri di ambang pintu.
Meski kecewa pada istrinya, Harun tidak akan rela jika barang milik istrinya diambil oleh orang lain. Pria itu bergegas pergi setelah memastikan ibu dan adiknya membereskan kamar.
Alasan Harun sangat sederhana, dia ingin menyingkirkan semua tentang Haura di kamarnya agar lupa pada wanita itu. Untung saja rasa cintanya belum terlalu dalam, sehingga tidak begitu susah menghilangkan Haura dari pikiraanya.
Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit, laju mobilnya memelan ketika melewati jalan dimana dia melihat Haura kemarin.
"Untuk apa aku memikirkannya? Dia bahkan hidup bahagia dengan pria pilihannya," gumam Harun.
Setelah lama berkendara dan sampai di rumah sakit, Harun langsung saja masuk keruangannya dan dikejutkan oleh Ezra yang duduk di kursi Harun.
"Mentang-mentang pemilik rumah sakit, hari ini masuk jam 10 pagi," sindir Ezra bersedekap dada sambil memutar-mutar kursi milik Harun.
Sementara pemilik ruangan menghela nafas panjang lalu memilih duduk di kursi lain.
"Keluarlah, aku sibuk. Sebentar lagian pasienku datang!"
"Pembicaraan kita belum selesai kemarin, Harun. Aku sangat-sangat penasaran tentang Haura yang selingkuh. Kamu tahu?" Menumpu tangannya di atas meja sambil menatap Harun sangat lama. "Aku tidak bisa tidur hanya karena memikirkan Haura yang katanya selingkuh."
Harun memutar bola matanya malas melihat Ezra yang seperti detektif saja.
"Aku melihatnya dan jangan racuni pikiran aku untuk mempercayai wanita seperti dia!"
"Melihat? Kamu yakin yang kamu lihat adalah yang sebenarnya terjadi? Harun, terkadang apa yang kita lihat berbeda dengan kebenaran yang ada. Malam saat kamu mengusirnya dari rumah, dia tampak tidak baik-baik saja, bahkan wajahnya sangat pucat. Apa kau tidak kasihan pada Haura yang hidup sendirian?" Ezra terus saja menjelaskan argumennya sendiri.
Rasanya tidak masuk akal jika Haura selingkuh bahkan berani tidur dengan pria lain. Memandang lawan jenis saja wanita itu takut, apalagi berbuat hal-hal yang tidak seharusnya.
"Untuk apa aku kasihan pada wanita seperti dia? Sudah cukup, sekarang kau keluar dari ruanganku!" usir Harun.
Ezra menghela nafas panjang, meski begitu tetap saja meninggalkan ruangan Harun tanpa protes lagi. Di balik pintu, Ezra mengelus dagunya tampak berpikir hingga salah satu suster melintas di hadapannya.
"Suster, tolong bantu saya sebentar!" Menarik tangan suster tersebut kembali masuk ke ruangan Harun. Menbuat Harun sungguh tidak bisa berkata-kata lagi melihat tingkah Ezra.
Pria itu akan terus mencari tahu sesuatu jika menurutnya tidak masuk akal. Namun, menurut Harun semuanya masuk akal. Banyak orang diluar sana hanya pura-pura baik dan terlihat solehah, nyatanya munafik. Seperti Haura mungkin?
"Kenapa kau membawa suster itu masuk?" Menatap tajam Ezra.
Sementara yang ditanya langsung meraba dinding dan mematikan lampu ruangan, sehingga yang menyala hanya lampu meja saja.
"Suster, tolong berdiri di sini," pinta Ezra.
Suster yang tidak tahu apa-apa itu lantas mendekati Ezra dan berdiri tegap. Sementara Ezra mundur beberapa langkah.
"Lihat apa yang aku lakukan!" ucap Ezra yang ditujukan pada Harun.
Pria itu memposisikan diri lebih dekat dengan cahaya di bandingkan sang suster. Mencondongkan tubuhnya sehingga bayangan memperlihatkan seakan-akan Ezra mencium kening sang suster, padahal jarak mereka cukup jauh.
"Ingat baik-baik apa yang kamu lihat tadi!" ucap Ezra.
Pria itu lantas kembali menyalakan lampu dan menyuruh suster pergi setelah mengucapkan terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Sweet Girl
biarin aja Ezra... biar nyesel termehek-mehek tu Harun.
2023-09-21
3
Puja Kesuma
pintar kamu ezra....👍👍
ini baru laki laki yg tegas dan jenius gk gampang percaya dgn apa yg dilihat....
2023-04-05
0
Adfazha
Harun cemburu buta jd rada sulit tuk percaya hal yg sbnrnya... Ezra Obgyn pasti nanti tau klo Harun kena gejala couvade sindrom
2023-04-04
0