Harun, pria itu duduk seorang diri di balkon kamarnya sambil memperhatikan seorang wanita yang baru saja meninggalkan rumah dengan langkah yang sangat pelan.
Ketika wanita itu menatap ke arahnya, Harun lantas mengalihkan tatapan ke popohonan yang tidak terlalu tinggi.
Rasa sakit di dada tentu saja Harun rasakan karena mendapat pengkhianatan dari istrinya. Rencana yang telah dia susun jauh-jauh hari hancur berantakan karena kesahalan satu malam.
"Kenapa ini terjadi dalam rumah tangga kita Haura? Aku tidak ingin mempercayainya, tapi semuanya sangat nyata. Aku mengira kau hanya menjaga tubuhmu cuma untukku, ternyata tidak."
Harun mendongakkan kepalanya menatap langit yang terlihat sangat gelap, seakan sebentar lagi akan turun hujan.
Pria itu meraba meja di sampingnya lalu menghubungi seseorang.
"Batalkan semua rencananya dan hitung berapa kerugian, saya akan mentransfer sekarang juga!"
"Tapi Pak, bukannya besok adalah hari ...."
"Tidak ada hari Aniversarry, batalkan semuanya!" ucap Harun lalu memutus sambungan telpon sepihak.
Pria itu sekarang tidak bisa berpikir jernih setelah hatinya diguncang begitu hebat oleh wanita yang selama satu tahun menemaninya. Selalu mengisi kekosongan di hatinya yang dulu tidak pernah ingin mempercayai seorang wanita karena kesalahan bundanya.
***
Haura terus saja berjalan di trotoar jalan sambil menarik kopernya. Dia tidak tahu akan kemana malam-malam seperti ini.
Merasa lelah berjalan cukup jauh tanpa arah, wanita berusia 24 tahun itu berjongkok lalu menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan.
"Bu, maafin Haura karena tidak bisa menjadi istri yang baik buat mas Harun. Dan maafin bunda juga Nak, karena belum beritahu ayah tentang kehadiran kamu di rahim Bunda."
Haura terus saja menunduk dibawah pohon karena lututnya tidak mampu lagi berjalan, dia tidak membawa apapun dari rumah, bahkan selembar uang. Semuanya telah dirampas oleh Elena sebelum meninggalkan rumah tadi.
Sementara tidak jauh dari tempat tersebut ada yang memperhatikan Haura dari dalam mobil. Mobil itu semakin mendekat dan pemiliknya turun lalu menghampiri Haura. Berdiri di samping wanita itu yang masih menyembunyikan kepalanya di lipatan tangan.
"Kamu baik-baik saja? Apa butuh bantuan?" tanya pria berjas putih yang sepertinya seorang dokter.
Haura lantas mengangkat kepalanya untuk menatap pria tersebut. Namun, hanya sebentar sebelum memutus tatapan karena merasa pria itu bukanlah mahramnya.
"Haura?" Ezra terkejut bukan main ketika wanita yang hendak dia tolong adalah istri dari sahabatnya.
"Aku baik-baik saja, sebaiknya kamu pergi dari sini. Tidak ada orang, aku takut terjadi fitnah yang akan ...."
"Kamu tersesat? Aku akan menelpon Harun untuk menjemput ...."
"Jangan!" Cegah Haura. Dia dan Harun sekarang sedang di ambang perpisahan, bahkan pria itu telah mengatakan Haura bukan lagi istrinya. Bukankah secara tidak langsung talak satu telah jatuh?
Ezra mengenyitkan keningnya, yang pria itu tahu Harun sedang mempersiapkan kejutan untuk istrinya, tapi kenapa Haura malah berkeliaran malam-malam seperti ini?
Mata wanita itu terlihat memerah, wajahnya sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir.
"Kalian bertengkar?"
Haura diam saja, wanita itu tidak ingin menceritakan masalahnya pada pria lain yang hanya sahabat suaminya saja.
"Kamu mau kemana? Biar aku antar, daripada berdiam diri di sini. Selain dingin sangat berbahaya."
Haura masih saja diam. Sebenarnya wanita itu ingin meminjam uang pada Ezra agar bisa mencari kontrakan untuk tinggal sementara. Tapi bagaimana dia akan mengembalikannya nanti? Bahkan untuk mencari kerja dia tidak punya ijazah selain SMA.
"Anggap saja kalian bertengkar dan kamu pergi dari rumah. Orang yang pergi dari rumah sering kali tidak membawa uang, benar bukan?" Ezra menampilkan senyumnya.
Memang sangat sulit berbicara dengan Haura jika tidak bersama Harun, terlebih wanita itu selalu menundukkan kepalanya. Ezra memberikan beberapa uang merah beberapa lembar.
"Aku baru gajian, ambillah dan kembalikan nanti jika kau sudah punya. Ingat ya harus dikembalikan!" Tekan Ezra agar Haura ingin mengambilnya.
Dengan ragu Haura meraih uang tersebut meski bingung karena Ezra seperti bisa membaca isi hatinya.
"Terimakasih, aku akan membayarnya jika sudah punya uang."
"Tentu saja, kalau tidak aku akan menagih suamimu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Dini Lestari
blm ketahuan sm c harun kelakuan c elena sm anak nya udh d usir duluan ,,kasian kmu haura moga cepet kbongkar sm suamimu ,giman gk nyaman nya d rmh itu .
2023-11-07
1
Les Tary
rumah dokter emng ga ada cctvnya kali...biar tahu kelakuan emak tiri sm adiknya
2023-11-01
1
#ayu.kurniaa_
.
2023-10-07
2