Part 2 ~ Tabir Pernikahan

Mendapat perlakuan buruk dari ibu mertua juga adik iparnya, tidak membuat Haura begitu bersedih. Wanita itu sudah terbiasa akan sikap Elena dan Vivian yang diluar batas wajar.

Haura juga tidak berniat mengadukan apapun pada suaminya karena tidak ingin Harun bersedih dan merasa bersalah sebab telah gagal menjadi suami yang baik untuknya. Terlebih pria itu baru saja kehilangan ayahnya beberapa bulan yang lalu.

Sekarang, Haura lagi-lagi ada di dapur untuk menyiapkan makan siang buat suaminya, tentu saja akan mengantar sendiri ke rumah sakit sekalian memberi semangat untuk Harun. Semua Haura lakukan untuk menebus beberapa hari yang dia lewatkan memanjakan pria itu karena tiba-tiba demam.

Senyuman wanita berpakaian syar'i itu mengembang sempurna setelah berhasil memasukkan makanan ke rantang nasi. Dia merongoh saku gamisnya untuk mengambil ponsel, lalu menghubungi Harun untuk meminta izin dan memberitahukan bahwa dia akan datang.

Hanya dalam satu deringan, panggilannya sudah dijawab oleh suami tercinta.

"Mas Harun sibuk?" tanya Haura setelah sambungan telpon terhubung.

"Tidak, kenapa? Apa kamu demam lagi Ra?" Suara harun terdengar khawatir di seberang telpon.

"Aku cuma bertanya Mas. Ini aku mau nganter makan siang kerumah sakit, boleh tidak?"

Senyuman Harun di seberang telpon langsung merekah mendapat perhatian kecil dari istrinya. Menikah karena perjodohan ternyata tidak selamanya buruk, terbukti hubungan Harun dan Haura baik-baik saja.

Saling menerima satu sama lain, juga menyelesailan masalah dengan kepala dingin.

"Boleh, mas tunggu ya. Oh iya kesini naik taksi saja jangan angkutan umum, matahari terlalu panas!"

"Iya mas."

Haura lantas memutuskan sambungan telponnya, lalu segera bersiap-siap untuk pergi agar Harun tidak menunggu terlalu lama atau kelaparan. Wanita itu Menenteng rantang nasi dengan senyuman mengembang.

Lagi dan lagi langkah Haura harus berhenti karena cegatan Elena di ambang pintu rumah. Wanita paruh baya yang berstatus sebagai mertuanya bersedekap dada sambil meneliti penampilan Haura dari ujung kaki sampai kepala.

"Mau kemana kamu?" tanyanya sinis. Kebencian selalu menyertai sorot mata Elena jika bicara pada Haura.

"Mau nganterin makan siang buat mas Harun, Bunda. Setelahnya aku balik untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah."

"Tidak usah caper kamu sama Harun, putraku tidak mungkin menyukai anak pembantu sepertimu! Selama ini dia baik hanya karena bentuk tanggung jawab dan menjalankan amanah dari ayahnya." Tanpa izin, Elena langsung merebut rantang di tangan Haura lalu menyerahkan pada Vivian yang berdiri di sampingnya

"Vi, antar ini kerumah sakit. Dan kau?" Menatap Haura tajam. "Sana pergi!" Mendorong pundak Haura kasar.

Wanita dengan pakaian Syar'i itu hanya bisa mengalah untuk menghindari pertengkaran satu sama lain. Segera membalik tubuhnya untuk menuju kamar.

Sabar Haura, siapapun yang mengantar makanan itu tidak masalah yang penting mas Harun makan.

***

Rumah sakit

Harun terus saja senyum-senyum sendiri membayangkan istrinya akan datang untuk membawakan makan siang. Pria itu telah membereskan ruangannya agar terlihat lebih rapi, tidak lupa menyemprotkan parfum agar aroma obat tidak terlalu menyengat.

"Bahagia banget, ada apa nih?"

Harun mendelik melihat sahabatnya Ezra tiba-tiba masuk tanpa permisi.

"Istri aku bakal datang, sana keluar!"

"Ekhem, sekarang sudah berani mengakui istri. Kapan nih ngungkapin perasaanya? Perempuan juga butuh kepastian dan kata-kata bro, bukan hanya sekedar tindakan."

"Besok."

"Kenapa harus besok, sekarang saja bagaimana? Mumpung Haura berkunjung. Lagian ya sekarang mah sulit nemu perempuan sesempurna dia, Run. Udah cantik, baik hati, solehah lagi." Ezra menaikkan turunkan alisnya menggoda. Pria itu tahu betul sahabatnya sedang malu-malu kucing untuk mengakui perasaanya pada Haura, padahal mereka sudah menikah satu tahun kurang 1 hari.

"Besok aniversarry pertama kami, aku bakal ngungkapin perasaan saat itu tiba. Jadi keluar dari ruangan aku sekarang juga! Haura sebentar lagi sampai!"

Harun beranjak dari duduknya lalu mendorong Ezra keluar dari ruangan. Sahabatnya itu memang sedikit ceplas-ceplos jika mengatakan sesuatu, tapi pandai menjaga rahasia.

Sepeninggalan Ezra, Harun terus memandangi pintu berharap seseorang membukanya dengan cepat.

Dokter saraf bernama lengkap Harun Chaiden Edelweis itu, sebenarnya sudah menyukai istrinya sejak lama. Hanya saja belum mengungkapkan perasaan karena belum menemukan waktu yang tepat.

Dan mungkin besok adalah waktu yang tepat untuk Harun mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.

"Akhirnya kamu datang juga ...." Ucapan Harun terhenti ketika yang datang malah adiknya.

"Bukannya Haura yang bakal datang, Vi?" Kening Harun mengkerut.

"Awalnya gitu kak, tapi kak Haura tiba-tiba ada urusan penting yang entah apa, jadi dia yang menyuruhku untuk membawanya," jawab Vivian menarik kursi lalu duduk tepat di samping Harun. Wanita itu tersenyum sangat manis hanya untuk menarik perhatian kakak tirinya. Sementara Harun tampak acuh.

"Kenapa, kak Harun tidak suka aku yang datang?"

Harun mengelengkan kepalanya. "Tidak, hanya saja aku mengira Haura yang akan datang. Makasih ya Vi, untuk makan siangnya."

Vivian mengangguk dan menyajikan menu yang dimasak oleh Haura di atas meja. Sesekali melirik Harun yang tampak lebih tampan dengan jas dokter di tubuhnya.

Harusnya yang menjadi istri kak Harun itu aku, bukan Haura. Lihat saja, sebentar lagi kak Harun akan menjadi milikku.

Terpopuler

Comments

Tri Utari Agustina

Tri Utari Agustina

Bikin emosi adik ipar dan ibu mertua semoga ketahuan kelakuan buruk terhadap istrinya

2024-03-15

2

Dini Lestari

Dini Lestari

tlpon dong haura suamimu katakan kmu d LarAng ke rumah sakit sama elena gitu aja susah ,pakai juga pikiran kmu jgn mau d tindas terusss

2023-11-07

2

Haryati Yati

Haryati Yati

kapan Haura berhenti jadi perempuan bodoh yg di sakit selalu

2023-10-29

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 ~ Tabir Pernikahan
2 Part 2 ~ Tabir Pernikahan
3 Part 3 ~ Tabir Pernikahan
4 Part 4 ~ Tabir Pernikahan
5 Part 5 ~ Tabir Pernikahan
6 Part 6 ~ Tabir Pernikahan
7 Part 7 ~ Tabir Pernikahan
8 Part 8 ~ Tabir Pernikahan
9 Part 9 ~ Tabir Pernikahan
10 Part 10 ~ Tabir Pernikahan
11 Part 11 ~ Tabir Pernikahan
12 Part 12 ~ Tabir Pernikahan
13 Part 13 ~ Tabir Pernikahan
14 Part 14 ~ Tabir Pernikahan
15 Part 15 ~ Tabir Pernikahan
16 Part 16 ~ Tabir Pernikahan
17 Part 17 ~ Tabir Pernikahan
18 Part 18 ~ Tabir Pernikahan
19 Part 19 ~ Tabir Pernikahan
20 Part 20 ~ Tabir Pernikahan
21 Part 21 ~ Tabir Pernikahan
22 Part 22 ~ Tabir Pernikahan
23 Part 23 ~ Tabir Pernikahan
24 Part 24 ~ Tabir Pernikahan
25 Part 25 ~ Tabir Pernikahan
26 Part 26 ~ Tabir Pernikahan
27 Part 27 ~ Tabir Pernikahan
28 Part 28 ~ Tabir Pernikahan
29 Part 29 ~ Tabir Pernikahan
30 Part 30 ~ Tabir Pernikahan
31 Part 31 ~ Tabir Pernikahan
32 Part 32 ~ Tabir Pernikahan
33 Part 33 ~ Tabir Pernikahan
34 Part 34 ~ Tabir Pernikahan
35 Part 35 ~ Tabir Pernikahan
36 Part 36 ~ Tabir Pernikahan.
37 Part 37 ~ Tabir Pernikahan
38 Part 38 ~ Tabir Pernikahan
39 Part 39 ~ Tabir Pernikahan
40 Part 40 ~ Tabir Pernikahan
41 Part 41 ~ Tabir Pernikahan
42 Part 42 ~ Tabir Pernikahan
43 Part 43 ~ Tabir Pernikaha
44 Part 44 ~ Tabir Pernikahan
45 Part 45 ~ Tabir Pernikahan
46 Part 46 ~ Tabir Pernikahan
47 Part 47 ~ Tabir Pernikahan
48 Part 48 ~ Tabir Pernikahan
49 Part 49 ~ Tabir Pernikahan
50 Part 50 ~ Tabir Pernikahan
51 Part 51 ~ Tabir Pernikahan
52 Part 52 ~ Tabir Pernikahan
53 Part 53 ~ Tabir Pernikahan
54 Part 54 ~ Tabir Pernikahan
55 Part 55 ~ Tabir Pernikahan
56 Part 56 ~ Tabir Pernikahan
57 Part 57 ~ Tabir Pernikahan
58 Part 58 ~ Tabir Pernikahan
59 Parat 59 ~ Tabir Pernikahan
60 Part 60 ~ Tabir Pernikahan
61 Part 61 ~ Tabir Pernikahan
62 Part 62 ~ Tabir Pernikahan
63 Part 63 ~ Tabir Pernikahan
64 Part 64 ~ Tabir Pernikahan
65 Part 65 ~ Tabir Pernikahan
66 Part 66 ~ Tabir Pernikahan
67 Part 67 ~ Tabir Pernikahan
68 Part 68 ~ Tabir Pernikahan
69 Part 69 ~ Tabir Pernikahan
70 Part 70 ~ Tabir Pernikahan
71 Part 71 ~ Tabir Pernikahan
72 Part 72 ~ Tabir Pernikahan
73 Part 73 ~ Tabir Pernikahan
74 Part 74 ~ Tabir Pernikahan
75 Part 75 ~ Tabir Pernikahan
76 Part 76 ~ Tabir Pernikahan
77 Part 77 ~ Tabir Pernikahan
78 Part 78 ~ Tabir Pernikahan
79 Part 79 ~ Tabir Pernikahan
80 Part 80 ~ Tabir Pernikahan
81 Part 81 ~ Tabir Pernikahan
82 Part 82 ~ Tabir Pernikahan
83 Part 83 ~ Tabir Pernikahan
84 Part 84 ~ Tabir Pernikahan
85 Part 85 ~ Tabir Pernikahan
86 Part 86 ~ Tabir Pernikahan
87 Part 87 ~ Tabir Pernikahan
88 Part 88 ~ Tabir Pernikahan
89 Part 89 ~ Tabir Pernikahan
90 Part 90 ~ Tabir Pernikahan
91 Part 91 ~ Tabir Pernikahan
92 Part 92 ~ Tabir Pernikahan
93 Part 93 ~ Tabir Pernikahan
94 Part 94 ~ Tabir Pernikahan
95 Promo Novel baru
96 Part 95 ~ Tabir Pernikahan
97 Part 96 ~ Tabir Pernikahan
98 Part 97 ~ Tabir Pernikahan
99 Part 98 ~ Tabir Pernikahan
100 Promo novel
101 Part 99 ~ Tabir Pernikahan
102 Part 100 ~ Tabir Pernikahan
103 Part 101 ~ Tabir Pernikahan
104 Part 102 ~ Tabir Pernikahan
105 Part 105 ~ Tabir Pernikahan Boncap 1
106 Part 106 ~ Tabir Pernikahan boncap 2
107 Asa di Bintang Altair
108 Novel baru ~ Guruku Suami Idaman
109 Pengumuman
110 Novel baru
111 Novel baru
112 Pre Order novel Love Scandal
113 Novel Baru
114 Saquel Tabir Pernikahan
115 Istri untuk Suamiku
116 Novel Baru
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Part 1 ~ Tabir Pernikahan
2
Part 2 ~ Tabir Pernikahan
3
Part 3 ~ Tabir Pernikahan
4
Part 4 ~ Tabir Pernikahan
5
Part 5 ~ Tabir Pernikahan
6
Part 6 ~ Tabir Pernikahan
7
Part 7 ~ Tabir Pernikahan
8
Part 8 ~ Tabir Pernikahan
9
Part 9 ~ Tabir Pernikahan
10
Part 10 ~ Tabir Pernikahan
11
Part 11 ~ Tabir Pernikahan
12
Part 12 ~ Tabir Pernikahan
13
Part 13 ~ Tabir Pernikahan
14
Part 14 ~ Tabir Pernikahan
15
Part 15 ~ Tabir Pernikahan
16
Part 16 ~ Tabir Pernikahan
17
Part 17 ~ Tabir Pernikahan
18
Part 18 ~ Tabir Pernikahan
19
Part 19 ~ Tabir Pernikahan
20
Part 20 ~ Tabir Pernikahan
21
Part 21 ~ Tabir Pernikahan
22
Part 22 ~ Tabir Pernikahan
23
Part 23 ~ Tabir Pernikahan
24
Part 24 ~ Tabir Pernikahan
25
Part 25 ~ Tabir Pernikahan
26
Part 26 ~ Tabir Pernikahan
27
Part 27 ~ Tabir Pernikahan
28
Part 28 ~ Tabir Pernikahan
29
Part 29 ~ Tabir Pernikahan
30
Part 30 ~ Tabir Pernikahan
31
Part 31 ~ Tabir Pernikahan
32
Part 32 ~ Tabir Pernikahan
33
Part 33 ~ Tabir Pernikahan
34
Part 34 ~ Tabir Pernikahan
35
Part 35 ~ Tabir Pernikahan
36
Part 36 ~ Tabir Pernikahan.
37
Part 37 ~ Tabir Pernikahan
38
Part 38 ~ Tabir Pernikahan
39
Part 39 ~ Tabir Pernikahan
40
Part 40 ~ Tabir Pernikahan
41
Part 41 ~ Tabir Pernikahan
42
Part 42 ~ Tabir Pernikahan
43
Part 43 ~ Tabir Pernikaha
44
Part 44 ~ Tabir Pernikahan
45
Part 45 ~ Tabir Pernikahan
46
Part 46 ~ Tabir Pernikahan
47
Part 47 ~ Tabir Pernikahan
48
Part 48 ~ Tabir Pernikahan
49
Part 49 ~ Tabir Pernikahan
50
Part 50 ~ Tabir Pernikahan
51
Part 51 ~ Tabir Pernikahan
52
Part 52 ~ Tabir Pernikahan
53
Part 53 ~ Tabir Pernikahan
54
Part 54 ~ Tabir Pernikahan
55
Part 55 ~ Tabir Pernikahan
56
Part 56 ~ Tabir Pernikahan
57
Part 57 ~ Tabir Pernikahan
58
Part 58 ~ Tabir Pernikahan
59
Parat 59 ~ Tabir Pernikahan
60
Part 60 ~ Tabir Pernikahan
61
Part 61 ~ Tabir Pernikahan
62
Part 62 ~ Tabir Pernikahan
63
Part 63 ~ Tabir Pernikahan
64
Part 64 ~ Tabir Pernikahan
65
Part 65 ~ Tabir Pernikahan
66
Part 66 ~ Tabir Pernikahan
67
Part 67 ~ Tabir Pernikahan
68
Part 68 ~ Tabir Pernikahan
69
Part 69 ~ Tabir Pernikahan
70
Part 70 ~ Tabir Pernikahan
71
Part 71 ~ Tabir Pernikahan
72
Part 72 ~ Tabir Pernikahan
73
Part 73 ~ Tabir Pernikahan
74
Part 74 ~ Tabir Pernikahan
75
Part 75 ~ Tabir Pernikahan
76
Part 76 ~ Tabir Pernikahan
77
Part 77 ~ Tabir Pernikahan
78
Part 78 ~ Tabir Pernikahan
79
Part 79 ~ Tabir Pernikahan
80
Part 80 ~ Tabir Pernikahan
81
Part 81 ~ Tabir Pernikahan
82
Part 82 ~ Tabir Pernikahan
83
Part 83 ~ Tabir Pernikahan
84
Part 84 ~ Tabir Pernikahan
85
Part 85 ~ Tabir Pernikahan
86
Part 86 ~ Tabir Pernikahan
87
Part 87 ~ Tabir Pernikahan
88
Part 88 ~ Tabir Pernikahan
89
Part 89 ~ Tabir Pernikahan
90
Part 90 ~ Tabir Pernikahan
91
Part 91 ~ Tabir Pernikahan
92
Part 92 ~ Tabir Pernikahan
93
Part 93 ~ Tabir Pernikahan
94
Part 94 ~ Tabir Pernikahan
95
Promo Novel baru
96
Part 95 ~ Tabir Pernikahan
97
Part 96 ~ Tabir Pernikahan
98
Part 97 ~ Tabir Pernikahan
99
Part 98 ~ Tabir Pernikahan
100
Promo novel
101
Part 99 ~ Tabir Pernikahan
102
Part 100 ~ Tabir Pernikahan
103
Part 101 ~ Tabir Pernikahan
104
Part 102 ~ Tabir Pernikahan
105
Part 105 ~ Tabir Pernikahan Boncap 1
106
Part 106 ~ Tabir Pernikahan boncap 2
107
Asa di Bintang Altair
108
Novel baru ~ Guruku Suami Idaman
109
Pengumuman
110
Novel baru
111
Novel baru
112
Pre Order novel Love Scandal
113
Novel Baru
114
Saquel Tabir Pernikahan
115
Istri untuk Suamiku
116
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!