Elena dan Vivian, kedua wanita itu bertos ria setelah Harun meninggalkan rumah. Merasa bahagia karena penghalang mereka untuk menguasai kekayaan juga hati Harun telah pergi.
"Akhirnya benalu itu pergi dari rumah kita Bunda, aku sangat senang. Terlebih kak Harun percaya pada kita. Rencana bunda ternyata bagus banget." Vivian tidak henti-hentinya memuji Elena.
Sekarang yang harus Vivian lakukan hanya menarik perhatian Harun agar jatuh cinta kepadanya dan melupakan Haura. Wanita itu yakin bisa meluluhkan hati kakak tirinya yang pada dasarnya baik meski sedikit keras kepala dan tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain.
Harun salah satu spesies menyebalkan jika sudah menyangkut amarah dan kekecewaan. Pria itu akan mempertahankan argumennya sendiri tanpa peduli pendapat orang lain.
Itulah mengapa Elena menggunakan alibi pengkhianatan untuk memisahkan Harun dan Haura, sebab tahu betul putra tirinya mempunyai trauma akan wanita pengkhianat.
Senyuman Elena mengembang lebar, tangannya membelai rambut juga pipi Vivian. "Anak bunda yang cantik, lakukan tugasmu dengan benar dan bunda akan melakukam tugas bunda dengan benar pula," ucapnya penuh kelembutan.
"Tentu saja Bunda, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Siang nanti aku akan kerumah sakit untuk bertemu kak Harun."
Kedua wanita itu kembali tertawa di atas penderitaan Haura dan Harun. Selama bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka apapun akan Elena lakukan. Termasuk membuh seseorang jika perlu.
Menikah hampir dua tahun bahkan ditinggal mati oleh ayah Harun, tapi Elena tidak mendapatkan seperserpun harta kekayaan. Bahkan isi surat wasiat hanya milik Harun saja beserta cucu pertama yang akan lahir nantinya di rumah ini.
***
Rumah sakit.
Harun memijit pangkal hidungnya yang terasa sangat ngilu setelah pasien ketiga keluar dari ruangannya. Pria itu pusing bukan karena urusan pekerjaan, melainkan tidak terbiasa tanpa Haura.
Namun, Ego Harun juga terlalu tinggi untuk memaafkan wanita sepertinya. Notifikasi ponsel yang terus terdengar membuat atensi Harun teralihkan.
Pria itu segera memeriksanya yang ternyata pesan dari Haura.
Mas Harun sarapan kan tadi? Makan siang jangan lupa ya.
Maaf karena membuat mas kecewa, aku cuma mau bilang kalau aku tidak mengenal pria itu.
Sekarang aku tinggal sendiri karena memang itulah kenyataanya.
Semoga ketidak hadiranku tidak membuat mas Harun sakit.
Jaga kesehatan mas, jangan cuma memperhatikan kesehatan orang lain. Sesibuk apapun, sempatkan minun air.
Aku gagal jadi istri yang baik untukmu.
Harun langsung mematikan ponselnya setelah membaca sederet pesan dari Haura. Pria itu tidak ingin terlena akan tutur kata Haura yang sangat manis.
"Aku bisa hidup tanpamu, bahkan lebih baik," gumam Harun.
Pria itu melirik pintu ruangannya yang terbuka.
"Kusut banget tuh muka, lupa disetrika ya?" Ezra langsung duduk di kursi seberang meja.
Pria itu baru saja mengurus wanita yang melahirkan, dan kalian harus tahu telinga Ezra telah penuh akan makian suami pasien yang sangat posesif.
Ezra mengerti, tidak ada pria yang mengingingkan tubuh istrinya dilihat oleh pria lain, tapi apa boleh buat itu sudah tugasnya sebagai dokter Obgyn.
"Muka kamu juga kusut!" balas Harun.
"Iya sih, maklumlah derita dokter Obgyn kalau ketemu suami posesif. Ah iya, aku liat Haura semalam di pinggir jalan, dia kabur dari rumah?"
"Bukan urusan kamu!" Harun menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak penting.
"Wajahnya pucat banget terus matanya sembab. Yakin kalian baik-baik saja? Aku sih tidak." Ezra menjawab pertanyaanya sendiri.
Sementara Harun hanya menatap sekilas sebelum menyibukkan diri lagi. Sekarang Haura bukan lagi urusannya. Sejak awal Haura memutuskan untuk berkhianat maka wanita itu sudah siap hidup menderita.
"Sial, sepertinya aku tidak akan mendapatkan informasi apapun," kesal Ezra.
"Keluar!"
"Jawab dulu, kalian ada masalah tidak?"
Harun menghela nafas panjang, Ezra benar-benar tidak akan meninggalkan ruangannya sebelum dia bicara dengan jujur.
Jika boleh berpendapat, Ezra lebih layak menjadi dokter Psikolog dibandingan Obgyn.
"Haura selingkuh."
"Yakin?" Ezra menaikkan alisnya tidak percaya.
"Hm."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
revinurinsani
ehhh Lo Harun ga punya bukti main tuduh aja yakin suatu saat menyesal lo
2023-11-13
2
Sweet Girl
😭😭😭😭😭miris.
2023-09-21
1
Sweet Girl
Ayahnya Harun tau tabiatmu, makanya kamu Ndak dikasih harta.
2023-09-21
1