Polisi mengamankan lokasi kejadian, dibantu oleh orang-orang yang ada di sekitar. Ambulan juga sudah dipanggil. Pengemudi truk itu terluka parah, sedangkan temannya meninggal di tempat.
Vean dan Fio juga sudah dikeluarkan dari dalam mobil. Tubuh Vean tersangkut di bagian perutnya, sedangkan Fio lebih mudah untuk dikeluarkan.
Keduanya bersimbah darah segar. Nafas keduanya sama-sama lemah. Tim medis segera memberikan pertolongan pertama, lalu akhirnya membaringkan mereka dengan hati-hati di atas tandu ambulans.
Mereka segera di bawa ke rumah sakit. Fio dan Vean sama-sama dipasangi alat pernafasan.
Bram—papa Juna sekaligus sepupu dari Candra—papa Vean—melihat ambulans yang datang, dan begitu terkejut saat melihat ternyata itu adalah anak dari sepupunya.
"Vean, Fio?"
"Apa yang terjadi dengan mereka?"
"Korban kecelakaan lalu lintas, Dok."
"Segera bawa ke ruang UGD!"
Bram berlari ke ruang UGD. Dia sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi, padahal bari tadi pagi Vena dan Fio bertunangan.
Dia sendiri yang langsung menangani Vean, sedangkan dokter yang lain menangani Fio.
Keduanya kehilangan banyak darah, dan Haris segera mendapatkan transfusi darah.
"Dok, yang perempuan kekurangan darah, dan Haris segera mendapatkan donor."
Bram tahu golongan darah Fio, karena Vean dan Fio sama-sama pernah melakukan medical check up dan dia juga masih menyimpan salinannya. Masalahnya, golongan darah Fio saat ini tidak ada. Harus meminta dulu ke palang merah. Sedangkan yang bergolongan darah sama dengan Fio, tidak memungkinkan untuk melakukan donor darah.
"Segera cari yang bisa mendonorkan darah untuk Fio, cepat!"
"Baik, Dok."
Tidak lama kemudian, perawat tadi masuk lagi ke dalam.
"Dok, syukurlah ada yang bisa mendonorkan darahnya."
Bram segera ke kaur dari ruang UGD, karena dia harus bertemu lebih dulu dengan pendonor itu.
"Tangani mereka dulu, saya mau ke luar sebentar."
"Baik, Dok."
Bram segera menemui orang itu, dan bertanya beberapa hal. Melakukan pemeriksaan lalu melakukan transfusi darah.
...💦💦💦...
"Halo?"
"Halo, betul ini dengan pihak keluarga saudara Vean?"
"Benar, ini dengan siapa, ya?"
"Saya dari pihak rumah sakit, ingin memberi tahukan kalau saudara Vean mengalami kecelakaan lalu lintas dan saat ini sedang ditangani oleh pihak rumah sakit."
"Apa? Baiklah, kami segera ke sana."
"Ma ... Mama!"
"Ada apa, Pa?"
"Ayo Ma, kita ke rumah sakit. Vean kecelakaan."
"Apa? Ayo, Pa, kita ke sana sekarang!"
Saking paniknya, mereka sampai lupa kalau Vean saat pergi sedang bersama Fio.
Tidak jauh berbeda, kelurga Fio juga kaget mendengar kabar kecelakaan itu.
Mereka tiba di rumah sakit hampir bersamaan. Sama-sama menunggu di depan ruang UGD dengan cemas.
"Kenapa bisa jadi begini?"
Siapa yang menyangka, kalau paginya mereka bersuka cita, tapi sorenya malah ditimpa musibah.
Pintu rumahan UGD dibuka, Bram keluar dari ruangan itu.
"Bram? Bagaimana keadaan mereka?"
"Keduanya sangat kritis. Semoga saja ada keajaiban untuk mereka. Fio kehilangan banyak darah, dan membutuhkan transfusi darah. Golongan darah yang sesuai dengan miliknya sedang tidak ada ...."
"Jadi?"
"Untung saja tadi ada yang bisa mendonorkan darahnya."
"Di mana orang itu?"
"Mungkin sudah pulang. Aku juga tergesa-gesa untuk mengurus Vean dan Fio, jadi tidak sempat bertanya banyak hal padanya selain masalah donor saja."
Mereka mengangguk paham.
"Lalu Vean?"
"Keadaannya juga kritis. Dia mengalami benturan keras di bagian perutnya. Untuk tindakan selanjutnya, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan segera dipindahkan ke ruang ICU."
Orang Tia mereka menangis. Kenapa keduanya bisa sama-sama kritis?
Polisi yang datang ke rumah sakit, menjelaskan dari keterangan para saksi dan CCTV kalau mobil yang dikendarai oleh Vean sedikit oleng, tapi belum dilakukan pemeriksaan pada mobil itu.
Sedangkan truk yang bertabrakan dengan mobil Vean, melaju dengan cepat dan kehilangan kendali. Salah satu penumpangnya dinyatakan tewas di tempat, sedangkan supir truk juga koma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 307 Episodes
Comments
Eni Al Fatih
daras pasangan tk punya hati,,sukurin...
2023-11-28
4
Fhebrie
siapa yg mendonorkan darahnya untuk fio.. Dhea kan sdh pergi keluar negri
2023-08-08
1
Wulhan Agustyna Ismail
maaf thour bisakah tulisannya diperbaiki lagi,soalnya banyak typonya,jadi bingung bacanya 🙏
2023-07-25
0