Hamil

Robby dan Zarina berangkat menuju klinik dengan mengendarai motornya. Sebenarnya Robby menawarkan untuk mereka naik taksi saja. Sayangnya Zarina menolak dengan alasan dia masih kuat bertahan. Akhirnya Robby membawa sang istri ke sebuah klinik untuk memeriksakan kesehatannya. 

"Baik, Ibu Zarina Febrianti, apa keluhannya, Bu?" tanya dokter itu dengan ramah. 

"Pusing, lemas, dan mual, Dok. Tapi baru sekarang," jawab Zarina seadanya. 

"Istri saya sempat pingsan tadi, Dok," sela Robby mengatakan yang sesungguhnya. 

"Oh, kalau boleh tahu kapan terakhir anda datang bulan, Bu?" tanya si dokter lagi. 

Zarina menggeleng pelan, "Saya lupa, Dok," jawabnya polos. 

"Kalau begitu, coba gunakan alat ini. Silahkan lakukan di toilet." Dokter menunjuk toilet setelah memberikan sebuah alat kepada Zarina. 

Keduanya sempat bingung karena dokter justru memberikan sebuah tespeck. Mereka memang belum pernah memiliki anak, tetapi mereka tidak sepolos itu sehingga tidak tahu nama serta kegunaan benda yang saat ini berada di tangan Zarina. 

"Coba saja, Sayang," bisik Robby saat Zarina masih diam. 

"Ya sudah. Aku coba ya," jawab Zarina yang kemudian bangkit dan berjalan menuju toilet. 

Beberapa menit kemudian Zarina keluar dari toilet membawa alat yang diberikan oleh dokter. Wanita itu menyerahkan alat tersebut dengan ekspresi datar. Ketika di dalam toilet sana, dia sempat terkejut saat mengetahui dirinya ternyata sedang mengandung. Namun, sebisa mungkin dia menutupi rasa terkejutnya itu dari sang suami. 

"Istri saya sakit apa, Dok? Kenapa anda memberikan tespek padanya?" tanya Robby penasaran. 

"Dugaan saya benar, Pak. Selamat, Bapak Robby dan Ibu Zarina. Kalian akan segera memiliki momongan," jelas sang dokter setelah melihat hasil dari tespeck yang menunjukkan dua garis merah. 

Zarina mengira Robby akan kaget dan tidak percaya. Namun, kenyataan berbanding terbalik. Robby justru terlihat bahagia. Wajahnya seketika berseri-seri. Tanpa basa-basi suaminya itu bahkan mengecup keningnya beberapa kal di hadapan dokter. 

"Akhirnya penantian kita membuahkan hasil, Sayang!" pekik Robby dengan gembira. 

"Iya, Mas. Sebentar lagi kita akan memiliki keturunan." Zarina tidak kalah bahagia. 

Siapa yang tidak menginginkan buah hati. Terlebih mereka sudah menikah cukup lama. Setiap pasangan pasti menginginkan memiliki titipan berharga dari Tuhan. 

"Usia kandungannya berapa, Dok?" tanya Robby antusias. 

"Karena ibu Zarina lupa kapan dia datang bulan, kita belum bisa memastikan, Pak. Nanti bisa di cek dengan cara USG," jelas sang dokter yang membuat Robby manggut-manggut. 

"Lalu apakah ada pantangan untuk istri saya selama kehamilannya, Dok?" 

"Di lihat dari keadaan Ibu Zarina, tidak ada pantangan, Pak. Hanya jangan terlalu makan makanan pedas dan asam yang berlebihan. Dan jangan lupa istirahat yang cukup," jawab si dokter dengan sangat ramah. 

"Baiklah kalau begitu, Dok. Terima kasih," ujar Robby yang terlihat lebih antusias dari pada sang istri. 

"Ini saya resepkan vitamin dan obat penambah darah, Pak. Silahkan tebus di apotik," pungkas sang dokter seraya memberikan catatan resep. 

Zarina dan Robby kembali ke rumahnya setelah menebus obat yang diresepkan oleh dokter di apotik. Wajah Robby terlihat sangat bersinar setelah mendapat kabar membahagiakan itu. Namun, tidak dengan Zarina. Wanita itu melamun sepanjang perjalanan menuju rumah. 

"Sayang, tidak turun?" 

Robby menegur Zarina yang tidak juga turun dari motor, padahal mereka sudah sampai di rumahnya. Teguran Robby menarik kesadaran Zarina yang entah sedang berkelana ke mana. 

Wanita hamil itu pun turun dari motor dengan perlahan dan hati-hati. Robby menahan tangan Zarina lalu menatap wajah pucat itu dengan bingung. 

"Kamu melamun, Sayang? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Robby penuh perhatian. 

"Tidak ada, Mas. Aku hanya lelah saja," jawab Zarina seraya memaksa bibirnya untuk tersenyum. 

Zarina berjalan dengan pelan menuju pintu rumah. Robby langsung mengejar langkah istrinya yang hampir sampai di pintu. Laki-laki itu mengambil alih kunci rumah dan segera membukanya. Setelah itu dia membantu sang istri berjalan menuju kamarnya. 

"Kamu istirahat saja, Sayang. Biar aku buatkan bubur untuk kamu," ucap Robby yang hanya di angguki oleh Zarina. 

Laki-laki itu berlalu menuju dapur untuk membuatkan bubur untuk Zarina. Robby memang memiliki keahlian memasak. Ketika baru menikah saja, Robby lah yang mengajari istrinya memasak. 

Zarina masih termenung sendiri di kamarnya. Wanita itu bingung harus senang atau sedih. Kabar bahagia itu datang pada saat yang tidak tepat. Ketika rumah tangganya tiba-tiba kedatangan seseorang yang berniat menghancurkan. Terlepas dari itu, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Zarina atas kehamilannya saat ini. 

Beberapa saat kemudian Robby kembali membawa nampan berisi semangkuk bubur dan teh hangat. Laki-laki itu tersenyum lembut saat pandangannya bertemu dengan sang istri. Robby mengira Zarina sedang menatapnya, padahal wanita itu sedang melamun. 

"Bubur spesial sudah jadi, Sayang. Mau aku suapi atau makan sendiri?" tanya Robby tetapi tidak dijawab oleh Zarina. 

Curiga istrinya itu sedang melamun, Robby menyentuh pelan bahu Zarina. Benar saja, wanita hamil itu sempat terlonjak kaget. 

"Kamu melamun, Rin?" tanyanya curiga. 

"Tidak, Mas. Aku hanya sedang mengantuk saja," elaknya. 

Robby mengambil posisi duduk di depan istrinya. Laki-laki itu menggenggam lembut punggung tangan sang istri. 

"Aku tahu, kamu masih memikirkan kejadian tadi, 'kan? Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan! Aku memercayai kamu melebihi apapun." 

Kedua mata Zarina seketika menatap wajah Robby yang memang tidak terlihat adanya keraguan di sana. Melihat itu, Zarina justru tersenyum kecut. Laki-laki sebaik itu pernah dia khianati dengan begitu teganya. 

"Kamu laki-laki yang baik, Mas. Aku beruntung mendapatkan kamu," ucap Zarina dengan kedua mata berkaca-kaca. 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!