1 Minggu Setelah Pernikahan.
Tidak ada hal yang special setelah pernikahan, tidak ada yang terjadi sejak Nadilla sudah menyetujuan perjanjian itu dan tinggal besama Dimas, semua berjalan seperti biasa saja dan tidak ada yang berubah dalam hal apapun itu.
Hari ini seperti biasa,Dimas pulang kerumahnya bersama Frans asisten pribadinya, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan satu tangan mulai melonggarkan dasi yang menyimpul di lehernya.
"Frans kau boleh pulang aku akan beristirahat!" ujar nya dengan netra melihat pada alrloji mahal di tangan nya yang udah menunjukan pukul 8 malam.
"Baik tuan!" sahut Frans dengan senang hati tidak mendapatkan perintah-perintah tambahan dan aneh-aneh Dimas malam ini.
Dimas pun memutuskan masuk ke kamar nya, tiba-tiba dia ia mengingat sesuatu, "Nadilla?kemana wanita itu?" selidik Dimas mengedarkan netranya keseluruh penjuru Appartement.
Dimas yang sudah masuk ke dalam kamar pun memutuskan untuk keluar lagi mengayunkan langkah nya menuju ke dapur mencari Nadilla, netranya mengedar menyapu kesekitar tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda Nadilla di sana.
"Sepertinya dia tidak di Appartement, Hah buat apa aku mencarinya" Dimas mengusap tengkuknya mentertawai diri nya sendiri.
Tidak lama suara bel terdengar berbunyi, Dimas berjalan ke arah pintu melihat ke layar di belakang pintu, dia berfikir itu adalah Nadilla tapi salah yang datang bukan Nadilla melainkan mantan kekasihnya.
"Felly!"...ucap nya tidak percaya.
"Dimas buka pintunya! aku tau kau di dalam, aku sudah menunggu mu di bawah sedari tadi! Dimas...cepat buka!" Pekik Felisha dengan kuatnya.
Dengan malas Dimas pun membuka pintu menatap sengit kepada wanita di hadapannya.
"Apa lagi! Apa lagi yang kau inginkan, wanita ular!" sarkasnya.
Felisha melangkah mendekati Dimas.
"Sayang apa maksud mu..?" ia mendekatkan jaraknya akan memeluk Dimas.
"Mundur dan menjauhlah dari ku, jangan berlagak manis lagi wanita ular!" sarkas Dimas menajam.
"Sayang aku merindukan mu, ada apa dengan mu sayang" Felisha semakin mendekatkan diri nya.
Dimas menjarak bergeser semakin jauh, satu tangan segera mengeluarkan ponsel dari saku nya, lalu memutar video yang tak sengaja terekam waktu ponsel nya tertinggal di kamar pengantin saat itu.
Felisha terdiam sesaat, mencerna perlahan melampirkan manik kebingungan telah tertangkap telak.
"Kau sudah mendengarnya, bukan?"
Terbesit kekecewaan oleh Dimas dengan dua tahun yang pernah berjalan, namun dia puas terlebih sudah memutuskan semuanya.
"Ti—tidak ini bukan aku , tidak Sayang tidak seperti itu , Aku hanya--"
Dimas menggeram tertahan rahangnya menegak sempurna, secepatnya dia menarik Felisha untuk keluar, "Pergi! Aku tidak ingin mendengar alasan apapun jangan datang dan mengganggu kehidupan ku lagi, aku sudah menikahi wanita yang lebih baik berkali-kali lipat dari mu!"
Felisha menyeringai. "Kau berbohong Dimas, kau berbohong aku tau mana ada wanita lain yang kau cintai apa lagi sampai kau nikahi selain aku"
"Haha...Wanita ular apa kau tidak tahu malu dengan ucapan mu? Apa perlu aku panggilkan security untuk menyeret mu?"
Melampirkan tatapan sengit Felisha pun menyeringai "Kau tega Dimas, baik lah jika benar kau sudah menikah perlihatkan kepadaku wanita itu kepada ku!!!"
Dimas panik bergumam dalam hati kemana wanita sialan itu aku sedang membutuhkan nya.
Persekian detik terdengar oleh Dimas suara derap langkah orang akan masuk dari arah pintu, ya Frans bersama Nadilla datang entah dari Mana.
"Tuan boleh saya pulang? saya sudah menjemput istri anda..."
Dimas seperti paham Frans sedang menjalankan peran nya, "Tunggu sebentar Frans!" titahnya.
Dimas pun membawa Nadilla yang masih berdiri di pintu ke dalam dekapannya. "Sayang kau sudah pulang, kau terlihat lelah." ia memberi sebuah kecupan di puncak kepala Nadilla.
Nadilla Kebingungan, Tapi akhirnya dia cepat mengerti. "Hemm wanita ini mungkin kekasih nya" ujar Nadilla dalam hati.
Mendapatkan manik kesal Felisha, Dimas hampir saja tergelak namun dia menahannya. "Baik lah nona Felisha jika kau sudah tidak ada kepentingan, boleh pergi sekarang tinggalkan kami kau hanya akan membuat kami tidak nyaman." Dimas pun mempererat pelukanya lada Nadilla.
Nadilla mendadak jijik mendengar ucapan Dimas "Iyekkkk ingin muntah! "
Nadilla pun melepaskan pelukan Dimas dan memberikan senyuman ke Felisha untuk meyakinkan Felisha tentang hubungan mereka.
"Wanita sialan! berani nya kalian mempermainkanku!" kesal Felisha menatap sengit dan berlalu.
Dimas pun tergelak penuh kemenangan mengayunkan langkahnya mendekat Frans yang ke ruang tengah.
"Frans bagaimana kau bisa membawa wanita tidak waras ini?" tanya Dimas masih dengan wajah yang sangat puas berjalan ke arah ruang tengah.
"Tadi saya melihat Nona Felly di bawah , seperti nya dia akan menemui anda tuan, saya langsung menjemput nona muda dari kampus, kebetulan kampus nya tidak jauh dari sini" jawab frans sembari duduk di sofa menyusul Dimas.
"Baiklah kau memang terbaik Frans haha " Dimas tertawa puas.
"Arggggh ..Kalian merusak mata kuliah ku" pekik Nadilla kesal segera masuk melangkah ke dalam kamar nya.
...***...
Ke Esokan harinya.
Minggu pagi Dimas tidak berangkat ke Kantor , Seperti biasa setelah mandi Dimas keluar dari kamarnya membawa laptopnya melangkah ke ruang tengah untuk memeriksa pekerjaan di sana, Dimas terlihat sangat tampan walau hanya menggunakan boxer dan baju kaus hitam yang memperjelas tubuh bidang nya.
Ruang tengah berhadapan dengan dapur
Saat itu Nadilla tidak tau jika Dimas libur juga ,
Nadilla yang baru selesai mandi keluar dari kamar nya menuju ke dapur.
Hanya mengenakan tanktop hitam dengan belahan di dada nya membuat nya tampak Menggoda dan hotpants putih, rambut di Ikat tinggi.
Dimas menatap Nadilla di dapur dengan tak berkedip. "Sialan, apa yang di lakukan dia di sana, apa dia ingin memancing ku.. " kesal Dimas yang mata nya tak luput memandang ke arah dapur.
Tahan Dimas ..Tahan..ucap nya pada diri nya sendiri.
Namun Nadilla sangat lama di sana, Dimas serasa semakin terpancing.
Dan setan jahat tiba-tiba muncul di kepala Dimas, dia istri mu dia sah kau nikahi secara agama dan negara, jadi tidak ada salahnya, Dimas yang seakan terpancing melangkahkan kaki nya ke dapur.
Nadilla membulat kan matanya shock seketika atas kehadiran Dimas di sana, "Apa yg kau lakukan!" Nadilla menatap awas melihat Dimas yang sudah menatapnya seperti santapan lezat.
Nadilla memundurkan langkahnya,pria itu tidak lagi peduli dia semakin mendekatkan tubuhnya ke Nadilla semakin dekat, semakin dekat, hingga tubuh Nadilla seketika berhenti punggungnya sudah menempel dan lekat pada tembok.
"Dimas kau gila ini tidak ada dalam perjanjian" cercanya masih memegangi segelas jus di tangan.
Dimas sudah tidak perduli lagi, naluri laki-lakinya keluar di tambah aroma sabun mandi di tubuh Nadilla yang menusuk ke relung paru-paru nya membuat Dimas semakin gila.
Kini dia mendekap tubuh Nadilla berhadapan langsung gelas jus yang Nadilla pegang pun terjatuh, Dimas tidak perduli terus melahap Bibir pink Nadilla.
Cup
Wanita itu menolak tapi rasanya ia ingin bertahan, tubuhnya tidak berjalan sesuai keinginan semakin dalam Dimas menciumi nya,
Tangannya mulai meraba-raba aset kembar milik Nadilla mulai menggenggaminya kini ia pun mulai pindah ke bawah ke bagian celana, wanita itu, Nadilla gelagapan semakin tak tahan. "Dimas Lepaskan aku!"
Nadilla hampir terlena, namun tiba-tiba ia ingat sesuatu "Pernikahan ini hanya pura-pura .." Nadilla pun segera mendorong Dimas kuat dan terlepas.
Nadilla sebenarnya menikmati lagi pula Dimas telah menikahinya, tapi dia mencoba sadar Aku hanya pelampiasan.
Nadilla yang sudah berantakan dan terlepas dari dekapan dan naluri setan Dimas pun pergi masuk ke kamarnya.
Dimas berdecak kesal dan malu atas perbuatannya, mengacak rambutnya kasar."Ahh sial apa yang ku lakulan? Kenapa begitu cepat aku tertarik padanya!"
Dengan merasa aneh Dimas masuk berjalan masuk ke kamar mengganti bajunya sangat rapi setelan kemeja dengan celana jeans dia akan keluar Appartement dia merasa malu dengan sikapnya tadi.
Sebelum keluar Dimas sempat menatap ke kamar Nadilla lalu pergi keluar Appartement nya sendirian.
Lain halnya dengan Nadilla dia terisak di tempat tidur nya "Kenapa takdir sebercanda ini, Hidup ku semakin hari semakin tidak bisa ku mengerti" Hikzzz Hikzzzzz
To be continue »
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Dr Alfa
Aku tdk bosan 2 baca ini sampai 10 x lebih keren habis
2024-08-19
0
Lela Lela
Yg kuat nadila sabar
2023-04-26
1
khadija humaira
ni typo thor
2022-12-20
0