Nadilla sangat menikmati honeymoon mereka, Hari ini menjadi hari ke 2 mereka di pulau itu, 1 harian kemarin hanya di habiskan di dalam kamar saja dan hari ini mereka berencana akan pergi mengujungi pantai di pulau itu.
Masih di dalam kamar tempat mereka menginap, Nadilla masuk ke dalam sebuah bathub yang sudah penuh dengan petals mawar merah ia menekan sebuah remot pembuka tirai jendela kaca ,membuat pemandangan berubah seketika memperlihatkan jelas lautan yang indah.
Dimas masih terlelap di kasur Nadilla sengaja tidak membangunkan suami nya itu.
Tidak lama Dimas pun terbangun terhidu oleh nya aroma essential oil dan aroma-aroma dari sabun yang Nadilla gunakan, Dimas pun mengerjab, "Sayang.." Panggil Dimas dengan suara serak bangun tidur meraba-raba ranjang menyadari tidak ada istri nya di samping nya.
Nadilla menoleh mendapat panggilan itu.
"Ya sayang, kau sudah bangun?" tanya Nadilla
Dimas meraih ponsel di atas nakas melihat pada waktu sudah pukul 8 pagi, ia pun perlahan bangkit untuk duduk melihat ke arah dimana sumber suara istrinya.
Ia mendapatkan istri nya sedanh berada di dalam bathub melemparkan senyuman kepada nya, Dimas pun langsung turun, berjalan ke arah Nadilla dan duduk di ujung bathup tepat di sebelah istri nya.
"Kau sangat menikmati nya sayang, kau bahkan tidak mengajak ku, sayang kau tau? ini Honeymoon kita bukan me—time mu!"
Nadilla pun seketika melingkarkan tangan nya ke leher suami nya yang duduk di pinggiran bathub itu. "Kau tidak suka? masuk lah ini cukup untuk kita berdua!" ujar nya menatap lamat-lamat wajah suami nya
"Tidak , hanya menatap mu begini saja aku sudah cukup bahagia, kau suka tempat ini sayang?"
"Aku sangat menyukai nya," jawab Nadilla mulai melepaskan rangkulan tangan nya
"Kau tau, tempat ini adalah hadiah pernikahan yang Papa berikan untuk Mama di ulang tahun pernikahan ke 30 tahun mereka , dan tahun ini, adalah tahun 37 tahun pernikahan mereka "
"Benarkah? Artinya di tahun Ke 5 pernikahan mereka baru mendapatkan mu?"
"Ya, kandungan mama lemah 3 kali keguguran sebelum mendapatkan aku, kau tau sayang? aku ingin pernikahan ku seperti mereka saling melengkapi hingga menua bersama"
Mata Nadilla berkaca-kaca.
"Aku juga inginkan itu sayang, kau begitu bahagia nya kau masih memiliki mereka utuh, hmm aku merindukan orang tua ku" lirih Nadilla menekuk wajah nya.
Dimas pun perlahan masuk ke dalam Bathub menyalipkan tubuh nya ke belakang tubuh istrinya, kemudian memeluk nya dari belakang.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu sedih." ujar nya mencium puncak kepala Nadilla.
"Ya sayang aku paham, apakah kau ingin tau tentang ku?"
"Ku rasa aku, aku sudah tau semua tentang mu." Dimas menyeringai melingkarkan tangan kekar nya di perut istri nya
"Tau semua, benarkah?"
"Sayang, hampir 3 bulan kita bersama, bagaimana bisa aku tidak mencari tau siapa dan dari mana istriku"
"Frans, bukan? aku pernah melihat nya di dekat rumah orang tua ku "
Dimas mengulas senyuman.
"Dia asisten ku yang hebat, bukan! sayang sekarang kau adalah istriku biarkan orang tua mu bahagia di surga, kau tidak sendiri, kau punya aku yang siap menjaga, menemani dan akan membahagiakan mu."
Nadilla Menyenderkan tubuhnya ke dada Dimas. "Aku mencintaimu...Dimas." mata nya membasah bulir bening perlahan lolos dari kubangan nya, Nadilla mulai merasakan kebahagiaan, sekarang dia benar-benar sudah yakin Dimas sudah melupakan Felisha dan tidak sedang mempermainkan nya lagi.
"Sayang.." Dimas tau istrinya menangis kemudian ia pun memeluk nya, memberi kehangatan, sebuah sentuhan kulit yang terasa menenangkan.
***
Di tempat lain.
Jam makan siang telah usai Tania kembali ke Meja kerja nya, betapa kaget nya dia, tatkala melihat sebuah buket bunga mawar putih tergeletak di mejanya.
"Bunga siapa Ini?" selidik Tania meraih buket bunga Itu lalu membaca kartu ucapan nya.
"Forgive me, Alexalexander"
Memuakkan, itu yang saat ini ada di hati Tania, tidak di sangka ia pun melihat seorang cleaning service yang sedang mengepel lantai tepat di depan nya, ia pun berfikir akan segera membuang nya atau menyingkirkan dari hadapan nya.
"Mbak Nana!" panggilnya.
Wanita yang tidak terlalu tua itu datang.
"Ya mbak Tania, panggil saya ya?"
"Tolong bawa bunga ini ya mbak ,terserah mau di ambil atau mau di buang!" ujar Tania.
Cleaning Service itu mendadak heran kok bunga seperti ini di buang, bathin nya. "Yakin di berikan ke saya mbak?"
"Iya, pergilah!"
"Eh iya monggo mbak, terimakasih." ujar Cleaning service itu lalu berlalu meninggalkan Tania.
Tania masih sangat kesal mengingat kiriman Sebuah alat pengaman pria dan uang itu, Merasa diri nya sangat di rendahkah dan di lecehkan oleh lelaki dan merupakan sahabat atasan nya itu.
Sore hari, jam kerja telah usai,
Tania membereskan barang-barangnya untuk begegas pulang, Tidak lupa menyapa karyawan di sana.
"Saya dulua ya..." ujarnya yang akan turun, menggunkan kubikel besi yang akan terbuka.
Tania melangkah keluar lift memegangi tas nya, berjalan perlahan hingga keluar gedung untuk menuju ke parkiran khusus staff itu, tidak pernah di sangka oleh nya, tiba-tiba saja Alex muncul tepat di belakang nya.
"Tania!!" panggil lelaki itu
Tania melihat ke sumber suara itu, seorang pria tampan sudah menjulang di hadapan nya,
"Tuan Alex!" Tania seketika mempercepat langkah nya.
Akan tetapi Alex berhasil meraih tangan nya.
"Maaf kan aku..." ujarnya.
"Tuan lepaskan tangan saya!" Tania mencoba menghempaskan tangan lelaki itu.
"Maafkan saya,Tania." ulang nya lagi.
"Saya memaafkan, atau tidak semua itu tidak Ada pengaruh nya untuk hidup anda tuan, jadi pergila " lirih nya perlahan masuk ke mobil nya.
"Saya tau saya salah, tidak seharus nya seperti itu..."
"Terserah tuan, saya terburu-buru tolong jangan membuat saya terlambat!" ucap Tania mengintonasi dengan tegas.
"Menjemput anak mu,bukan?"
Tania terlonjak kaget, mata nya menatap tajam ke Alex sebab tidak ada yang tau jika Tania sudah memiliki anak semuanya dia tutupi rapat-rapat hanya keluarganya yang tau semua itu.
Tania tidak bisa berkata apa-apa, tidak mengindahkan lagi dia pun segera menutup pintu mobil nya ke dan persekian detik pergi meninggalkan Alex.
Tapi Alex tidak menyerah, dia mengikuti Tania dari jauh dan sampailah mereka ke tempat latihan Taekwondo itu, kedua nya turun dari mobil dengan Tania lebih dulu di ikuti Alex kemudian.
Terlihat anak perempuan kecil rambut Pendek sudah menunggu di pintu gerbang tempat latihan itu, wajah gadis kecil itu sangat mirip Tania, berkulit putih, pipi chubby, hidung mancung.
"Mommy!!" triak anak kecil itu.
Tania langsung memeluk anaknya, di Ikuti Alex di belakang nya.
"Hay uncle " panggil anak itu seolah sudah mengenal Alex.
Tania terperangah, menyadari ternyata Alex mengikuti nya kini berada tepat di belakang nya. "Kenapa anda mengikuti saya tuan? tolong Jangan ganggu urusan pribadi saya!" cerca Tania kesal.
Alex tidak menggubris ucapatan Tania, dia pun berjalan ke arah gadis kecil itu dan menyetarakan tubuh nya. "Hay Angel, kau sangat cantik hari ini," puji Alex mendekatinya.
Tania semakin tidak percaya bagaimana bisa bahkan Alex mengetahui nama putri nya.
"Are you Sure! kau juga sangat tampan uncle. Apakah hari ini kau membawa coklat untuk ku, uncle?" tanya anak kecil itu.
Alex sempat mengunjungi Angel beberapa waktu lalu sekedar berkenalan dan membawakan nya coklat untuk di bagikan ke anak-anak di tempat pelatihan itu.
Lagi-lagi Tania terperangah dengan apa yang di dengar nya. "Sayang, Mommy kan sudah bilang, jangan berbicara dengan orang yang tidak di kenal, pa lagi mengambil pemberian nya"
"Mommy I know, tapi uncle ini bukan penculik, dia uncle baik, mana ada penculik handsome dan punya mobil keren," ucap anak kecil itu dengan menunjuk mobil sport merah milik Alex.
Terlalu Ikut nonton sinetron bareng omanya, bayangan penculik untuk nya adalah Pria pria jelek bertopeng dengan mobil Jeep tua.
Alex tersenyum mendengar ucapan gadis pintar itu.
Tania mendadak kesal, "Angel listen to Mommy-- " ia menelan ludah dengan susah payah namun Tania tidak melanjutkan ucapannya segera menggendong sang anak dan masuk ke dalam mobilnya.
Namun ketika Tania hendak menstarter mobil nya, Mobil miliknya tidak mau hidup, lagi dan lagi dia mencoba tapi tidak bisa, Alex yang masih melihat pun segera mendatangi mereka, mengetuk jendela mobil nya
"Turun lah! aku akan mengantarkan kalian!".
Tania enggan merespon tapi lagi lagi gadis kecil itu berteriak.
"Mommy ayo turun mommy, uncle handsome mau anter kita pulang.. Mommy ayo dong!" anak kecil itu terus menarik-narik Tania merengek-rengek dengan segenap wajah memelasnya.
"Kita akan naik taxi sayang,Oke!"
"Enggak! aku mau nya sama unle pokok nya! mommy please mommy..." Angel terus berteriak dan mulai menangis.
Setelah membujuk mengerahkan segala rayuan namun Angel tetap bersikeras ingin ikut Alex dan akhirnya Tania pun menyerah mengiyalan tawaran Alex.
"Hemm, in terakhir kali, oke!"
"YEAY, uncle gendong aku!" pinta anak kecil itu dengan manjanya.
Alex pun kemudia menggendi anak keci itu, membuka pintu mobil dan segera meletakan gadis kecil itu di sebelah kemudinya seperti permintaan Angel, Tania pasrah dan mengikuti masuk duduk di belakang mereka.
Tanpa di minta Alex pun segera menghubungi seorang untuk segera membawa mobil Tania ke bengkel.
"Tuan tidak perlu, biar saya yang mengurusnya sendiri..." ujar Tania dari belakang Alex.
Namun Alex sengaja tidak mengubris ucapan Tania memilih melanjutkan obrolan serunya bersama gadis kecil itu.
.
.
.
TBC
Vote dan like nya sayang 💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nonna Mel
stlh baca bab ini aq trnyta udh pnh membacanya cma lupa jdi lnjut bca
2023-12-23
0
Lela Lela
Alex 👍
2023-04-26
0
Christy Oeki
syukur selalu
2022-08-02
0