"Duduk lah, aku yang akan bereskan!"
perintah Dimas ketika melihat Nadilla akan bangkit untuk membereskan meja makan.
"Tidak, aku saja." balas nya lalu bangkit dari duduk nya.
Dimas berjalan mendekati nya menyentuh pundak Nadilla "Duduk kata ku!"
Nadilla pun mengiyakan dan menjatuhkan lagi tubuh nya ke kursi dan tersenyum lagi-lagi Dimas meluluhkan hatinya.
Tetapi Nadilla tidak sadar perlakuan Dimas seperti itu lantaran Dimas sudah jatuh hati padanya.
Dimas masih dengan kemeja kerjanya, lalu Menarik Lengan baju kemeja nya sampai ke Siku.
Berjalan mengangkat piring kotor dari meja menuju Wastafel lalu mencucinya.
"Ketampanan mu bertambah 80% Tuan Monster, "gumam Nadilla dalam hati.
Nadilla seperti tidak percaya, Seorang CEO
Kaya raya, dingin dan Arrogant seperti dia Mau mencuci piring bekas makannya.
Dimas memang tidak memakai jasa pembantu Untuk Appartementnya karena sebelum nya Appartemen miliknya selalu kosong hanya di gunakan untuk tidur saja dan untuk Masalah bersih-bersih adalah urusan Frans dan bawahan nya.
"Ehemmmm .. Bagaimana mana jika belanja hari ini Kita batal kan saja?" ucap Dimas sambil terus mencuci.
"Di batalkan, tapi Kenapa? aku bosan Terkurung seharian" Nadilla menatap kesal.
"Kau akan sulit berjalan, Apa aku harus menggendong mu, baiklah jika kau tetap memaksa..."
Nadilla memasang wajah kesal bangkit dari duduk berjalan ke arah kamar, Dimas menghela nafas melihat nya.
"Wanita pembangkang, kamar mu pindah kesana!" Dimas melayangkan tangan menunjuk arah kamar yang dia tempati setiap hari.
"Apa? lagi-lagi kau melanggar semua peraturan yang kau buat sendiri, Kau sudah banyak merugikan ku..." jelas Nadilla memberhentikan langkah nya menatap dengan tatapan kesal, bagaimana tidak kesal itu semua tidak ada di dalam perjanjian.
Dimas menyudahi mencuci piring tidak memperdulikan kata-kata Nadilla, ia pun mencoba meraih tangan Nadilla dan membawanya ke arah Kamar.
Nadilla pun pasrah tangan nya di tarik masuk ke kamar Dimas, langsung terhidu oleh nya aroma parfum khas pria yang begitu segar di sana.
Kamar dengan konsep minimalis dan warna cream yg mendominasi ,tertata tapi, terdapat sebuah wardrobe besar di dudut kamar, dan ruang televisi dengan soffa warna Senada.
"Ini kamar? kamar nya saja hampir sebesar rumah yang ku tempati bersama ayah ibu " bathin nya.
Suana lengang..
Nadilla mengarahkan mata keseluruh penjuru tanpa menggerakan kaki nya, lagi - lagi Dimas memecah kelengangan nya.
"Wanita pembangkang ... apa yang kau lihat, apa kau menyukai kamar ku, lihat kesana Frans sudah meletakan pakaian mu di sana" Dimas menunjuk ke arah wardrobe.
Nadilla menutup telinga nya.
"Tidak bisa kah kau kecilkan suara mu?" usap Nadilla telinganya, "Pakaian ku? sampai pakaian ku pun kau sekarang mengaturnya, ya Tuhan "gelenhkan Nadilla kepala nya.
Dimas hanya menyengir kuda dan membuka kemeja yang di pakai nya.
Di sisi lain Nadilla berjalan ke wardrobe membuka beberapa lemari dan mata nya tiba-tiba memandang ke sebuah pakaian yg terlihat aneh oleh matanya, lalu mengangkat benda itu.
"ini apa? siapa yg memilih Ini, akan aku pakai kemana? Sobek di mana-mana, bisa mati masuk angin jika aku memakai nya"
Dimas menoleh ke arah nya.
"Haha, si pembangkang yang tidak pintar,
oakailah saat tidur dan perlihatkan hanya kepada ku, jika keluar pakai yg di sebelah sana!" Dimas menunjuk sebuah lemari di ujung bawah.
"Perlihat kan kepada mu?ndasar si otak mesum" Nadilla berjala lagi ke lemari lain nya.
Dimas yang sudah membuka kemeja nya hanya menyisakan celana panjang lalu berjalan ke arah Nadilla.
Membuat Nadilla membulatkan mata nya,
"Apa yang kau lakukan, pakai baju mu! ...Dimas!" Nadilla memundurkan langkah nya.
Dimas semakin mendekati ke arah nya
Melebarkan senyuman nya."Kata mu aku mesum! Kau tau aku bukan hanya mesum tapi aku sudah menggilaimu mu." ucap nya berbisik di hadapan Nadilla yang sudah menempel ke dinding kamar.
Dimas mengarahkan bibirnya ke leher Nadilla perlahan dan langsung memeluk Nadilla dari belakang, terus menciumi lehernya tak henti.
Belum sempat mencerna ucapan Dimas yang mengatakan sudah menggilai nya tapi pria itu tidak membiarkan nya untuk berfikir jernih, semakin menghujami leher nya tak berhenti, membuat Nadilla merasakan gelanyar yang susah untuk di tolak nya.
"Dimas ..." desah nya.
Ciuman nya sesekali berhenti tetapi bibir nya tetap di leher Nadilla. "Nadilla aku menginginkan mu lagi " bisik nya lembut kini tangan kekar itu memeluk erat Nadilla, menghidu dalam-dalam aroma tubuh Nadilla.
"Nadilla aku rasa aku mulai menyukai mu, aku ingin membangun cinta bersama mu, memulai Kehidupan baru kita bersama " ujar nya terus memeluk erat dan menciumi pundak Nadilla.
Nadilla terdiam jantung terasa mau meledak mendengar ucapan Dimas, "Ya Tuhan begitu cepat Dimas tertarik pada ku, apa ini? apakah hanya permainan lain nya".
Dimas masih memeluk erat
"Kau tidak mempercayai nya, bukan?" ucap nya menarik nafas nya, seolah mengatakan ucapaan tulus dari hati nya.
Tiba-tiba suara bel memecah Suasana, Nadilla melepaskan pelukan Dimas seketika.
"Shittt mengganggu!" decak Dimas kesal
"pergi lah! mungkin sesuatu yang penting"
"Awas saja jika itu Mike atau Alex akan ku pukuli mereka!"
Nadilla hanya membalas dengan dengan senyuman tanpa arti semua seakan sangat mudah dan secepat ini.
"Sayang tunggu aku, dan mandi lah aku akan menyusul mu" ujar nya mencium cepat kening Nadilla.
"Sayang...sayang ada apa dengan mu hari ini !!!"gerutu Nadilla dalam hati.
Lagi-lagi bel berbunyi.
"Pria aneh pergi sana cepat!"
Dimas pun keluar dari kamar nya tertawa geli dengan ucapan Nadilla.
...***...
Dimas melihat ke monitor di dekat pintu nya seorang wanita paruh baya tetapi masih sangat cantik elegant dan terawat ya siapa lagi jika bukan nyonya Hadiwinata.
"Mama!" ia pun segera membuka pintu nya."Mama Kau mengganggu ku!"
"Benarkah , apa kau sedang bemain bola?" ujar Mama melangkah masuk ke arah ruang tengah dan Dimas mengikuti langkah nya.
"Aku baru mulai pemanasan, Mama sudah merusak nya!"
Mama menjatuhkan tubuh nya ke sofa.
"Sudah lah, ada hal penting yg mama mau katakan pada mu, Di mana Istri mu?"
"Dia Mandi, apa aku harus memanggil nya"
"Tidak—tidak ini akan menyakitkan buat nya."ucap Nyonya Hadiwinata.
"Menyakitkan? Apa maksud mama?" Dimas menjatuhkan tubuh nya di sebelah mama nya dan menatap lekat wanita yang tidak lain adalah mama nya itu.
Nyonya Hadiwinata menarik nafas nya susah payah, sesuatu yang berat yang akan di ungkapkan nya. .
"Kau tau! ibu Felisha datang ke rumah kita ...
Dia mengatakan Felisha hamil Oleh mu" ujar nya sedih tampak berkaca-kaca seketika.
Dimas menaikan ujung bibir nya,"Hamil?.. Ma yang benar saja, aku tidak pernah meniduri nya"
"Dimas , coba kau ingat lagi, pernah kah kau tidur dengan nya? saat ini kandungan nya sudah 3 bulan,Nak!"
Nyonya Hadiwinata mengeluarkan foto hasil USG dari tas nya.
Dimas melihat pun melihat sekilas hasil tes itu akan tetapi ia, enggan memegang nya."Ma ..."Sejak kapan mama jadi lemah?, Mama kenapa mempercayai mereka?"
"Entah lah Dimas, mama tidak tau harus mempercayai siapa?".
"Ma..Ayolah mereka ular berbisa , mereka punya banyak cara licik untuk balas dendam"
"Kau ingat beberapa bulan lalu acara Mike di Bali, Kau ingat malam itu, coba kau ingat lagi"
Dimas pun mulai memflasback ucapan Mama.
Acara ulang tahun Mike di adakan di Bali ,
Di Sebuah Villa mewah di tepi pantai,
Bertemakan Beach party,
Semua wanita hanya memakai bikini,
Di Hiasi Lampu-lampu menambah gemerlap kemerihahan ,
Saat itu Dimas sangat banyak minum, dia Mabuk,
Felisha membawa nya ke Kamar,
Setelah itu Dimas tidak ingat apapun lagi,
yg dia ingat ketika bangun Felisha sudah dalam pelukan nya dengan hanya Mengenakan Bikini Sexy berwarna merah yg bagian bawah nya sudah Terbuka.
Flashback Off
"Astaga, Apa saat itu!"
Tiba-tiba Nyonya Hadiwinata meneteskan air Mata. "Mama gagal mendidik mu Dimas,
Mama terlalu memanjakan mu" Nyonya Hadiwinata pun semakin terisak
"Ma.. maafkan aku..." Dimas memeluk Nyonya Hadiwinata.
"Terlambat, semua sudah Terjadi,
Kau bahkan menghancurkan hidup Nadilla yang seharus nya tidak perlu kau bawa masuk bersama masalah mu.."
Dimas terbayang wajah cantik Nadilla,
Baru saja dia akan memulai Hidup baru nya, Baru saja berdamai Kepada Hati nya untuk melupakan balas dendam ke Felisha.
"Dimas, lepaskan Nadilla," ucap nya lirih
Sebelum semua lebih jauh, dia berhak bahagia walaupun akan ada setatus janda oada diri nya, Setidak nya dia akan lebih bahagia Melanjutkan hidupnya dari pada bersama mu dengan segala masalah mu"
"Ma...
"Lakukan Dimas!, kau harus bertanggung jawab atas kebodohan dan kesalahan mu.
Dimas menundukkan kepala nya, hati nya Terenyuh ketika membayangkan Nadilla, tanpa sadar Dimas meneteskan air mata di ujung mata nya.
"Baiklah nak , segera ambil keputusan Terbaik ,selesaikan semua nya , Mama pulang, salam buat Nadilla" Mama bangkit dan berlalu pergi.
Dimas masih terduduk di ruang tengah, tertunduk frustasi, kali ini hati nya benar-benar Kacau, dan kepala nya serasa akan pecah, baru saja ia akan memulai semua nya, baru saja akan membangun rumah tangga indah di hidup nya namun semua nya hancur seketika.
"Maafkan aku Nadilla" lirih nya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
mana ada jatuh hati tapi sebelum itu, Dimas memperlakukan Nadila dengan baik karna sdh menidurinya.
trus wanitanya juga kenapa lembek sekali gak ada tegas"nya..pasrah amat.
karakter perempuan seperti itulah yang membuatnya terlihat tdk menarik.
dya mengantarkan dirinya sendiri untuk dikendalikan.
biasalah awal" aja menolak..sdh ditiduri baru lemah, lembek. wanita pd umumnya dinovel ya gitu.
jadi pria yang menjahatinya akan merasa senang menang karena dengan mudah membuat seorang wanita jatuh ketangannya. jadi apapun kesalahannya nanti ,si wanita akan ttp memaafkannya bahkan jika itu kesalahan fatal..bukan begitu Thor?
2024-04-22
1
Mutiara Hati
halaah....itu paling akal2an si felysa dan ibunya
2023-07-18
1
Lela Lela
Bukan anakmu
2023-04-26
0