Di dalam mobil Tania hanya diam sambil terus memperhatikan putri kecil nya yang entah sedang membahas keseruan apa dengan Pria itu.
Ia melihat tawa bahagia putri nya, hati Tania terenyuh mengingat jika seandainya ayah kandung anaknya masih hidup mungkin anak nya akan sebahagia Ini.
"Uncle, Rumah Angel yang itu!" Tunjuk gadis kecil itu.
Terlihat oleh Alex seorang pria tua yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah yang Angel tunjuk itu, "Angel apakah daddy Angel ada di rumah?" tanya Alex takut jika kalau seandainya Tania benar punya suami.
"Kata mommy opa dan oma...daddy-nya Angel Sudah di surga." jawab gadis kecil itu polos.
Alex terdiam mencoba mencerna perkataan Angel, sudah meninggal ?
"Sayang.. Angel sayang, ayo turun dan ucapkan Terimakasih," Tania turun mencoba memotong supaya Angel tidak melanjutkan semua ceritanya lebih panjang lagi, sementara Angel enggan turun sendiri menunggu Alex membuka pintu lalu menggendongnya.
Alex pun akhirnya keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk anak kecil itu.
"Uncle mau menggendong ku sampai ke dalam bukan?" pinta anak kecil itu.
"Baiklah! come on baby!" Alex langsung menggendong gadis kecil itu.
Tania masuk ke teras rumah seraya menyapa pria tua yang tidak lain orang tuanya itu. "Pa....papa kan sudah di bilang papa tidak boleh banyak bergerak." Tania mencium tangan pria tua itu.
"Papa bosen tidur terus,Tania!" jawab Pria tua itu lembut.
"Opa Angel pulanggggg!!!!" Triak gadis kecil yg masih di gendongan Alex Itu
"Pa..kenalin teman Tania, Tuan Alex!" Tania menunjuknya.
Sebenarnya Tania bingung mau memperkenalkan Alex sebagai apa, bagaimana cara bilangnya, Sahabat bos gitu, aneh ah..
Alex bersalaman dengan pria tua itu, segera Tania mengambil anaknya dari gendongan Alex.
"Ayo Nak Alex masuk!" ajak pria tua itu
"Iya, Terimakasih lain kali saya akan mampir." ucap Alex berpamitan.
"Uncle....Uncle.. tunggu! Turuni Angel mommy mommy aku mau turun!" Anak kecil memberontak minta di turunkan, Tania menurunkan nya kemudia dia berlari ke arah Alex.
Tania hanya parsah jika Angel bahagia sudah cukup untuk nya, Alex mensejajarkan tubuhnya dengan Angel.
"Sayang uncle pulang dulu ya, nanti lain kali uncle janji bakalan temenin Angel main" ucap Alex lembut
Angel tanpa di minta langsung mencium Pipi Alex. "Janji!" gadis kecil itu menaikan jari kelingkingnya.
Tania dan orang tua nya sontak kaget melihat perlakuan Angel ke Alex, tidak seperti ke teman pria Tania lain nya
Begitu juga Alex hatinya berbunga-bunga dan berfikir ini aneh, "Astaga bahkan ciuman anak kecil ini lebih membuat ku bahagia dari pada ciuman wanita-wanita yang mengejar ku, Entah sejak kapan aku mulai sangat menyukai anak ini,"
Tania berjalan mengikuti langkah Alex. "Terimkasih Tuan Alex, maaf Angel sudah merepotkan anda." Tania berbasa-basi sembari Menghantarkan Alex ke pintu gerbang.
Alex tersenyum, memasuki mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan rumah Tania.
...***...
Nadilla masih di kamar nya dan masih Memakai bathrobe, karena memang tidak ada pakaian apapun untuk mereka disana, Dimas sedang keluar menunggu kedatangan Frans membawakan baju, Nadilla memutuskan untuk berbaring di tempat tidur memainkan ponsel seraya menunggu suami nya yang kembali.
Frans sudah tiba di sana, membawa travel bag Hitam besar yang berisi barang-barang yang di Pesan oleh Dimas.
"Frans apakah semua nya berjalan lancar?" tanya Dimas sudah sangat penasaran.
Frans langsung menyerah kan bukti hasil pemeriksaan Felisha kemarin, Dimas pun mengambil nya dan membaca Keterangan yg di berikan Dokter Airin.
Ia menyeringai menaikan sudut di bibir nya "Sudah ku duga dia memang ular berbahaya, simpan ini Frans Nadilla tidak perlu tau" ujar Dimas sambil mengembalikan kertas Itu ke Frans lagi.
"Baik lah , Oh ya kemarin Nyonya besar Menyuruhku ke rumah nya, maafkan saya sudah memberitahu semua nya kepada Nyonya besar, sebelum anda mengetahui nya"
"Ya sudah, Tidak masalah, Itu akan membuat nya tenang dan tidak lagi merasa bersalah telah mengizinkan ku menikahi Nadilla waktu itu." ujar Dimas menjelaskan
Frans hanya mengangguk pelan untuk mengiyakan.
"Baik lah kau bisa kembali Frans! hari ini dan besok adalah hari libur untuk mu, baiklah Frans aku akan kembali ke dalam," ujar Dimas segera melangkah ke dalam Bungalow tempat Nadilla berada, dikuti Frans yang menghantarkan travel bag Milik Dimas ke dalam sebelum dia kembali.
Nadilla mendengar langkah kaki yang datang.
"Sayang kau Lama sekali! " triak Nadilla dari dalam dengan suara melengking khas milik nya.
"Iya sayang, tetap lah di sana aku akan Masuk!" ucap nya mengingat istri nya tidak memakai pakaian hanya tertutupi oleh badrobe yang sangat pendek.
Frans berpamitan dan pergi meninggkan Dimas. Dimas pun segera masuk ke dalam.
"Sayang apa itu Frans?" tanya Nadilla
"Iya dia menghantarkan pakaian untuk mu, cepat pakai sayang kita akan ke pantai." perintah nya.
Nadilla memeriksa barang yg di bawa Frans,
"Astaga sayang ini semua pakaian baru, bukan di ambil dari appartment, pemborosan!"
Dimas tersenyum dalam hati Itu memang dia yang perintahkan ke Frans iya kali suruh seorag pria ngacak-ngacak lemari Appartemen, beli baru tidak akan menyusahkan fikir Dimas
"Sayang ihat ini dalaman Ini apakah Frans yang Memilih nya?" tanya Nadilla mengangkat sebuah dalaman wanita yang terlihat aneh bagi nya.
"Pakailah saja sayang, semua terlihat cocok untuk mu!"
"Ternyata semua pria sama saja otaknya." Nadilla kesal mendapatkan dalaman yg Bentuk nya hanya tali-tali bagi nya sangat aneh.
Lagi-lagi Dimas tersenyum, menyaksikan kekesalan istrinya dan sikap polos istri nya itu.
...***...
Nadilla sudah memakai Dress pantai bermotif, dan Dimas memakai kemeja santai warna cerah di padukan celana pendek tak lupa kaca mata hitam miliknya, mereka berjalan ke luar kamar dengan Dimas menggenggam tangannya mengecupi di sepang jalan keluar penginapan
"Sayang aku mau ke sana?" tunjuk Nadilla ke Arah bibir pantai yang tampak jauh lebih indah dari tempat mereka menginap.
"Baiklah, naik aku akan menggendong mu " ujar Dimas memerintah Nadilla naik ke punggung nya kemudian
Dengan senang hati Nadilla menaiki punggung suami nua, Dimas pun membawa nya berlari kecil menuju ke arah bibir pantai.
Akhirnya Dimas bisa benar-benar merasa lega Felisha Sudah tidak akan menjadi bayang-bayang nya lagi, sesekali Nadilla menggoda suaminya, mengigiti pundak Dimas, hingga telinga nya.
Dimas menggeliat kegelian.
"Sayang....jangan memancing ini tempat umum..." Nadilla pun tergelak, kebahagiaan sesederhana ini, bathinnya
Sampailah di tepian pantai yang Nadilla Inginkan, ia pun segera turun dari punggung suami nya langsung berlari ke arah pantai.
Seperti anak kecil yang kegirangan mendapatkan air, ia tertawa dengan bahagianya berlari-lari sekali dengan tangan nya terus menyentuh dan memainkan air.
Dimas terus menatap bahagia pada keseruan Nadilla ia tidak henti-henti nya menerbitkan senyuman dan sesekali ia pun mengambil beberapa potret sang istri lewat ponsel milik nya.
Tak tahan melihat wajah riang Nadilla Dimas pun Ikut turun ke pantai, mereka berlarian dan bermain air bersama di tepian pantai sesekali Dimas mencium puncak kepalanya juga sesekali menyirami wajahnya.
TBC
Vote dan Like nya Sayang 💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
seru 👍💪
2023-04-26
0
Christy Oeki
trus berusaha
2022-08-02
0
makoyfifi
sisahin satu ya Allah,
2022-07-08
0