1 bulan Pernikahan.
Sejak kejadian hari itu Dimas tampak malu untuk bertemu dengan Nadilla, tidak pernah ada komunikasi apapun antara keduanya hanya memandang dari kejauhan jika Nadilla ada di appartemen, walaupun hati nya sudah merasa ada getaran dan desiran berbeda setiap kali melihat Nadilla.
Malam ini Alex dan Mike mengikuti Dimas pulang Appartement milik nya, membawa begitu banyak botol anggur yang di letakan di meja.
"Mana Istri mu?" tanya Alex
"Kenapa kau tanya istri ku?" perlahan ia meraih gelasnya menatap penuh selidik pada temannya itu.
"Haha kenapa? Apa kau cemburu?" gelak Alex mentertawakan temannya
"Cih, cemburu kata mu! Aku rasa dia sudah tidur, tapi entah lah" Jawab Dimas melirik waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Nadilla dan Dimas bahkan hampir tidak pernah bertemu walaupun 1 Appartement.
Dimas sibuk dengan pekerjaan nya dan pulang setelah Nadilla sudah tidur.
Sementara Nadilla setiap pulang kerja langsung pergi ke kampus dan kembali sebelum Dimas pulang hanya sesekali mereka berjumpa itu pun hanya ketika pagi sebelum berangkat kerja dan itu pun Nadilla menghindari nya.
Alex dan mike biasa berkunjung ke Appartement Dimas untuk sekedar minum terkadang juga membawa wanita yang mereka sewa.
"Kau payah hampir 1 bulan menikah kau belum pernah menyentuhnya!" ejek Mike kembali menegak minuman nya.
Dimas tersenyum pelik, "Dia berbeda, entah lah dia berani menolak lu dia satu satu nya wanita yang berani menolak ku, sialan..." Kesalnya kembali mensesap sisa miniman di gelasnya.
Dimas mengingat kejadian tempo hari di dapur dan menceritakan nya kepada kedua temannya itu, Mike dan Alex mentertawakan kan nya.
"Kau tidak seseram yg ku bayangkan" ujar Mike tertawa.
...***...
Nadilla masih berada di sebuah klub malam menghadiri ulang tahun Tasya sahabat nya di kampus, Nadilla tidak terbiasa di tempat itu, Dia hanya duduk di sebuah meja bartender dan memesan segelas orange jus, jepala nya serasa mau pecah mendengar musik yang begitu memekik telinga.
"Nadilla!" sapa seorang pria yang melangkan ke arah nya
"Hay Steven" Nadilla menatap sangat kegirangan.
"Apakabar mu Nad, sedang apa kau di tempat ini?"
Nadilla melebarkan senyuman "Aku Baik... Aku menghadiri acara teman ku.." Nadilla menunjuk ke tempat dimana ramai teman - teman nya.
"Oh birthday party...?"
"Ya...S-tven " Nadilla tampak gugup mendapat sapaan Steven, coba menghalau kegugupan menegak minumannya lagi.
Steven adalah pria yang Nadilla sukai sejak SMA tapi Steven tidak pernah peka atas perasaannya.
"Baiklah Nad, kekasih ku sudah menunggu!" ujar nya sembari menunjuk dagu ke arah pacar nya.
Nadilla tersenyum mengangguk pelan, rasanya sedikit sakit melihat Steven bersama kelasih nya.
Malam pun semakin larut , Nadilla semakin tidak nyaman di tempat itu beberapa orang sudah mulai menggodanya, sementara Tasya sangat sibuk dengan tamu-tamu nya,
"Pulang deh... " Nadilla melirik waktu sudah tepat jam 12 malam, ia pun melangkah menghampiri Tasya. "Tasya gua pulang deh, udah malam.." ucapnya
"Yah baru juga mau mulai acaranya Nad.."
"Gapapa yaa! suami gue nungguin" Nadilla berkelit itu hanya alasan nya saja yang tidak biasa dengan tempat seperti ini.
Tasya melebarkan senyumannya dan tertawa.
"Ciee di akuin suaminya, yaudah deh Hati-hati lo ya!
"Byee bye Sya ..." Nadilla berlalu pergi meninggalkan Tasya.
Nadilla pergi keluar klub malam itu dan mencari taxi, tiba-tiba dia di ganggu oleh beberapa pengunjung klub malam yang mabuk, Nadilla sangat ketakutan.
Tuhan siapa yang memperdulikan ku, Ayah ,Ibu, Mengingat dia sudah menikah tapi suami nya hanya menjadikannya kambing hitam untuk balas dendam, Nadilla menangis masuk ke dalam taxi yang akhrinya setelah lama dia baru dapatkan.
Nadilla sampai Appartemen dan langsung Naik menggunakan lift ,dan sampailah lah ia di unit nya, langsung membuka pintu menggunakan card accses yang di berikan Frans ke pada nya.
Melihat pintu terbuka Dimas,Alex Dan Mike bersamaan melihat ke arah nya , mereka terperangah menatap lama seorang wanita cantik di tengah malam.
"Nadilla?" Panggil Alex tidak percaya
"Kau bilang dia sudah tidur Dim tapi itu-- " Mike membelalak terpesona.
Dimas juga tidak kalah kaget nya melihat penampilan Nadilla yang sangat cantik dan baru pulang semalam ini, sejujurnya Dimas memang tidak tau bahwa Nadilla Keluar.
Merasa kesal dengan yang di lihat nya Dimas bangkit dari duduk nya.
"Kalian pulang lah, Ada yg akan aku selesaikan dengannya." Pinta Dimas kepada kedua sahabat nya.
Mike dan Alex saling bertatapan seperti paham dengan ucapan Dimas. "Baik lah , Ayo mike!" ajak Alex yang sudah sedikit mabuk.
"Having Fun brother " triak Mike tekekeh.
"Bukan Having sexx ?" timpal Alex.
"Shut up, pergilah cepat!" ujar Dimas ikut tergelak.
Nadilla tidak memperdulikan mereka, Nadilla melangkah langsung ke kamar nya.
Dimas meraih ponsel nya dan menelpon seseorang. "Frans dari mana dia selarut ini?" tanya Dimas kesal melangkah kan kaki nya kesana kemari.
"Nona ke klub malam tempat tuan biasa minum.." jawab Frans di telepon.
Dimas menggengam ponsel nya Kesal.
"Apa yg di lakukannya di sana?"
"Menghadiri ulang tahun teman 1 kampusnya tuan"
Dimas mematikan ponsel dan meletakan ke sembarang tempat.
Dimas membayangi pasti banyak pria yang menatap nya lalu menggoda nya entah sejak kapan hati Dimas mulai peduli dan mengkhawatirkan nya.
Dia pun memutuskan untuk pergi melangkah kan kaki nya ke kamar Nadilla, menanyakan apa yang di lakukan nya di sana.
"Buka pintu nya!"titah nya memekik.
Nadilla tidak menjawab nya, sengaja tidak mengindahkan nya.
"Nadilla buka pintu nya!" ulang Dimas lagi
"Aku sudah Tidur" jawab Nadilla
"Buka kata ku! orang tidur mana yang bisa menjawab, Jika tidak aku akan dobrak pintu nya!" ancam nya terus memukul pintu.
Dengan langkah malas nya pun Nadilla membuka pintu nya
Cklak.
"Apa..? Apa yang kau ingin kan?" tanya nya menatap jengah Dimas.
"Apa kata mu.. berani nya kau pergi sampai selarut ini tanpa izin suami mu, dan menggunaan pakaian se—sexy ini..!!" Kesalnya menarik pakaian Nadilla.
Nadilla tersenyum menaikan ujung bibir nya.
"Suami, Haha..Apa kau sedang mabuk tuan Dimas, sejak kapan aku menjadi istri mu, lagian apa perduli mu?" Nadilla semakin mentertawai nya.
"Tutup mulut mu! mulai malam ini Kau tidur bersama ku di kamar ku..!!" ia sangat kesal padahal hanya membayangkan Nadilla di pandangi pria lain di club itu, merasa tidak rela, entah apa yang ada kepala nya.
"Kau benar-benar sudah gila Tu—"
Cup
Belum selesai Nadilla ucapannya Dimas Sudah ******* Bibir mungil nya.
Cup
"Kali ini kau tidak akan ku lepaskan!" ujar Dimas pelan yang bibir nya seketika mulai turun ke leher,
Tangannya mulai kebagian kembar yang pernah dia pegang saat itu, Nadilla pun terus menolak.
"What the fuckk lepaskan!!"
Dimas semakin kuat menahan, menimbulkan hasrat Nadilla untuk menerima mengingat dan membodohinya dia memang suami nya.
"Dim...Dimaass..." desahnya membuat Dimas semakin Panas.
Tangan Dimas dengan cepat membuka pakaian Nadilla, menyentuh semua yang kemarin pernah di sentuh. Nadilla terhanyut mendapatkan sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan, aliran-aliran yang membuat seolah ada jutaan kupu-kupu di perutnya, Dimas melucuti habis setiap lekuk tubuh Nadilla. Tidak ingin melewatinya secentipun, tidak lama ia pun bangkit.
Dimas mulai membaringkan Nadilla ke posisi yang lebih nyaman dan segera mengukungnya, tidak berlama-lama dia segera melakukan penyatuan.
Terus memberikan sentuhan-sentuhan yang tiada henti hingga akhirnya setelah lama Dimas berhasil melakukan penyatuan yang sempurna, membuat Nadilla terisak sejadi-jadi nya.
"Sayang maafkan aku." Ujar dimas berbisik pelan sangat pelan mendapat isakannyaa. "Astaga ini pertama!" Dimas pun memperlambat aktivitas nya hingga sampailah ia di puncak rasa dan melepaskan semua di dalam sana dan menyudahinya.
Nadilla pun membalikan tubuh polosnya, wanita itu terus menangis satu tangan menarik selimut menutupi tubuh , ia merintih di balik selimut menahan sakit di seluruh tubuh hingga area sensitive nya.
"Kenapa aku menerima lelaki itu melakukan nya, Nadilla kau lemah sekali." Nadilla terseduh-seduh, meremas selimut dan terisak di sana.
Dimas terenyuh melihat isakan Nadilla, ia pun mengecup puncak kepala wanita itu,
"Maafkan aku Nadilla, tapi kau halal untuk ku." lirihnya mulai memejamkan mata terasa kantuk dan tertidur dalam keadan tanpa sehelai benang pun di sana.
"Nadilla bodoh Dimas berhasil melakukannya lagi dan kali ini lebih parah, hidup mu hancur Nadilla , Tuhan Aku benci keadan ini " bathin nya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nonna Mel
tenang nadilla dimas hanya akan mencintaimu
2023-12-23
0
scarlet
membayangkan
2023-01-04
1
👻Yusuf🦖
halal si halal dim
gk gitu juga kali dim
2022-10-16
0