Hari ini Dimas tidak ke kantor seperti janji
nya kepada Nadilla, hari ini mereka akan pergi ke suatu tempat.
Sembari merapikan tempat tidurnya, Nadilla sesekali melirik suami nya yang sedang memakai pakaian yang di telah siapakan oleh dia.
"Sayang kau terlihat sangat muda dengan kemeja warna cerah itu." puji Nadilla melampirkan senyuman nya.
"Maksud mu? apakah biasanya aku terlihat tua?"
Nadila tersenyum. "Kau marah? aku kan tidak bilang kau tua sayang." Nadilla tertawa kecil berjalan ke arah suami nya untuk membantu nya mengancing baju.
Setelah selsai Dimas pun berjalan ke arah kaca di meja rias menyentuh rahang dan berkaca di sana. "Aku rasa aku tidak terlalu tua untuk mendapingi bocah 22 tahun, aku rasa aku masih cukup tampan ..."
Nadilla memeluk suami nya dari belakang
"Benarkah! Pedofil, kau sungguh percaya diri!"
Dimas tersenyum lalu meraih istri nya dan menggelitiki perut nya "Pedofil katamu, berani nya kau!"
"Haha, lepas sayang!" Nadilla berlari kecil ke sudut tempat tidur, mereka berlarian seperti anak kecil, menjatuhkan tubuh di tempat tidur, Dimas sangat menikmati semua moment indah ini walau hanya hal kecil sekalipun.
Ponsel Nadilla berdering, terlihat sebuah nama,
"Tasya"
"Iya syaa.... Ohhhh baik, thanks ya, bye!"
Dimas masih berbaring di tempat tidur mengarah pada istri nya. "Ada apa sayang?" tanya Dimas
"Dosen nya gak masuk, Kita enggak jadi ke Kampus "
"Baiklah, Apa kah kita akan tetap berbaring di sini, dan bermain lagi?" ujarnya menggoda sang istri.
"Aa... Sayang, Aku ingin pergi keluar!" rengek Nadilla manja.
"Baiklah tuan putri, kita pergi sekarang!" Dimas langsung bangkit dari tempat tidur, di ikuti Nadilla.
...****...
Kali ini mereka hanya berdua, Dimas mengemudi sendiri mobilnya, sementara Frans akan bertemu Alex dan Mike untuk menjalankan rencana konyol mereka menculik Felisha.
Perjalanan tidak terlalu lama, Dimas tak henti nya menggenggam tangan istrinya sekalipun sedang menyetir mobil.
"Sayang kita akan kemana sih?" tanya Nadilla yang sedari Dimas tidak mengatakan apapun akan membawa nya kemana.
"Ini sudah sampai... " ucapnya sembari membelokan mobilnya di ujung jalan, sudah terlihat oleh Nadilla sebuah pelabuhan domestic penyebrangan antar pulau tertulis di atas bacaan nya dengan banyak kapal dan penumpang hilir mudik nya.
"Pelabuhan?" ujar nya, namun Nadilla hanya diam mengikuti langkah suami nya yang membawa nya entah kemana, dan terus menggengam tangan nya tanpa pernah melepaskan nya.
Baru beberapa langkah di pelabuhan itu beberapa orang datang menghampiri mereka.
"Selamat datang Tuan dan Nona.Hadiwinata , Kita ke sebelah sana!"
Dimas mengikuti langkah Pria itu, di ikuti Nadilla di sebelahnya dan langkah mereka berhenti tepat di sepan sebuah Private Yatch yang sangat mewah bersandar di ujung dermaga.
"Silahkan tuan dan nyonya, semua sudah siap untuk segera berangkat!" kata petugas itu.
"Terimakasih" Dimas masih memegangi tangan istri nya dan membawa nya naik ke atas Yatch itu.
Nadilla masih kebingungan terus mengikuti langkah suaminya, menaiki beberapa tangga, melewati kamar-kamar mewah, ruang pertemuan yang besar, tempat barbaque yang tertata rapi dan akhirnya sampai lah mereka di deck paling atas.
Nadilla memandang takjub sekeliling yang begitu tampak indah dari atas. "Sebenarnya kita akan kemana sayang?"
Dimas enatap Nadilla dan tersenyum.
"Honeymoon..." ujar Dimas mengecup sekilas bibir istri nya kemudian.
Nadilla masih tidak percaya pria yang di anggapnya monster dan yang di benci nya Itu memberikan hal-hal seperti ini untuk dia, Nadilla melangkah ke bagian depan Yatch mencoba menikmati perjalanan laut yang di kelilingi pulau-pulau kecil yang indah di ikuti Dimas di sebelahnya.
"Apa kau bahagia sayang?" Tanya Dimas memeluk Nadilla dari belakang
Nadilla tersenyum mengiyakan.
"Kapal ini sangat mewah sayang, Apakah ini milik mu? Aku melihat ada beberapa kamar di bawah.
"Ada kamar?...lalu kenapa sayang? apa kau menginginkan nya lagi ?" Dimas tertawa.
"Tidak bukan itu maksud ku! Kau selalu saja Mesum!" Nadilla memukul kecil dada Dimas
...***...
1 Jam perjalanan laut , Akhirnya mereka tiba di sebuah pulau yang indah dan langsung di suguhkan oleh pemandangan sebuah villa yang sangat mewah, mereka pun langsung di sambut oleh beberapa orang pekerja di villa itu, lalu mengarahkan langkah mereka berjalan ke tempat mereka menginap itu.
Sampailah ke sebuah private bungalow yang terletak di samping kanan villa, Nadilla mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru, "Sayang Ini sangat indah..." puji Nadilla takjib dan berkaca-kaca.
Bungalow dengan konsep Etnic Bali Modern dengan pintu yang langsung mengarah ke private kolam berenang dan ujung nya tampak langsung view lautan yang Indah.
"Kita menginap sayang?" Tanya Nadilla
"Ya, hanya 3 Hari " jawab Dimas
Nadilla terperangah."Sayang, kita tidak membawa pakaian ganti, kata mu hanya pergi sehari saja"
Dimas tersenyum. "Jika hanya pakaian masalah mu, aku akan pesan semua pakaian di butik terbaik kota ini dan menyuruh nya menghantarkan nya sini"
"Dasar kau--".. Nadilla tidak ingin melanjutkan ucapan nya yang dia tau akan semakin panjang kesombongan nya nanti.
"Lagi pula kau tidak membutuhkan pakaian di sini, kita tidak akan berhenti melakukannya."
Nadilla melemparkan Dimas sebuah buket bunga yang di bawanya dari Receptionist penyambut tadi."Kau tidak waras!" ujar Nadilla mengerucutkan bibir nya.
...***...
Frans sudah sampai di parkiran sebuah pusat perbelanjaan, yang di dalamnya terdapat sebuah Butik milik Mama Felisha,
Frans sedari tadi menunggu Alex dan mike, ternyata Alex dan Mike sudah sampai lebih dulu di sana, mereka memakai sebuah mobil Van yang Frans tidak kenali.
"Aku fikir kalian tidak jadi melakukan nya!" ujar Frans.
Tidak ingin berlama-lama setelah mengahbiskan rokok mereka, Frans dan Alex pun bergerak, sudah siap dengan penutup wajah nya, sementara Mike akan tetap standby di dalam mobil menunggu perintah.
Seperti yang mereka sudah ketahui Felisha akan datang Ke butik di jam-jam seperti ini.
Benar saja hanya menunggu 10 menit mobil Felisha sampai di parkiran, Felisha tampak sibuk dengan ponselnya, lalu berjalan pelan keluar dari mobil.
Frans yang sudah bersiap segera segera berjalan cepat dan membekap mulut dan hidung Felisha dengan kain seketika, Felisha pun terjatuh di tubuh Alex kemudian lalu dengan mudah mereka segera mengangkat nya masuk ke mobil van yang sudah tersedia.
"Frans apakah wanita ular ini mati, kau apakan dia?" tanya Alex khawatir melihat Felisha tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri.
"Dia hanya pingsan, aku hanya memberi nya bius ringan, ini tidak berbahaya meskipun dia benar hamil.. " urainya meyakin kan lalu mobil pun melaju kan mobil dengan sangat kencang
Tidak begitu lama berhenti lah mereka di sebuah rumah sakit Ibu dan anak,
Felisha masih belum sadar, Frans sudah mengatur semua mereka akan masuk lewat Pintu samping supaya tidak ada orang yang melihat, Frans menggendong Felisha , tidak ada yang menaruh curiga, namanya juga rumah sakit jika melihat seseorang tampak lemah tak berdaya itu hal biasa hingga sampai lah mereka di ruangan Dokter Airin.
Dokter Airin sudah di beritahu oleh Frans Sebelum nya, lagi pula Dokter Airin mengenal Frans, Alex , dan Mike juga mengenal Felisha Sebagai kekasih Dimas sepupunya itu.
"Masuk ... masuk! " perintah Dokter Airin mengarahkan dan mempersilahkan mereka masuk
Mereka Meletakkan Felisha Ke tempat tidur Pasien, tampak Felisha terpejam tak berdaya. .
"Dokter silahkan!" ujar Frans.
Dokter Airin tampak sendirian kali ini, tidak di bantu oleh suster yang bertugas dia takut akan menjadi sebuah berita media,
Dokter Airin melangkah menutup bagian bawah Felisha yang hanya memakai mini dress sexy, menarik ke atas mini dressnya sampai ke perut, segera meletakan sebuah alat pemeriksaan di perutnya, lama sekali Dokter Airin menggerakan kan alat itu di sana sambil sesekali menatap ke layar Lcd di hadapan nya.
Frans tidak tenang wajah nya tampak khawatir takut jika Felisha benar Hamil.
"Dokter bagaimana?" selidik Frans.
Dokter Airin Tersenyum "Selamat" ujar nya dengan santai terus melantukan pekerjaan nya.
Mendengar ucapan 'Selamat' itu Alex dan Mike yang sedari tadi hanya diam langsung bersuara.
"Apa??? ular ini benar Hamil?" terperangah Alex
meninggikan suara nya.
"Astaga aku tidak percaya ini" Mike dengan Nada sedih nya ia pun merasa berasalah saat itu Dimas mabuk berat karena kalah taruhan darinya.
lagi-lagi Dokter Airin tersenyum, sembari memberikan hasil Print'nan USG yang baru di cetak nya. "Selamat dia benar berbohong!!" ucap Dokter Airin melebarkan senyuman nya.
"Ya Tuhan... kau membuat ku hampir mati Dokter!" ucap mike yang dengan lega nya.
Frans dan Alex pun yang sedari tadi menegang pun langsung mencair, mendengar ucapan Dokter Airin.
"Astaga syukurlah, tidak jadi mempunyai keponakan dari bibit, ular!!" Ujar Alex terkekeh geli.
Tidak begitu lama di rumah sakit 3 pria tampan dan bertubuh atletis itu kembali lagi ke parkiran sebuah pusat perbelanjaan Itu dan meletakan Felisha yang masih belum sadar ke dalam mobil nya lagi.
Dengan wajah yang sangat puas Mike berteriak ke telinga Felisha. "Bangun kau wanita ular mimpi mu sudah berakhir!"
Mendengar triakan Mike , Felisha tersadar mengerjabkan mata nya perlahan.
"A..Apa yg terjadi kenapa aku di sini!" ucap nya Panik.
Frans sudah di dalam mobil siap meninggalkan tempat itu, sementara Alex dan Mike masih menggoda Felisha.
"Apa tidur mu nyenyak sayang?" tanya Alex melemparkan tawaan pada nya.
"Apa yang kalian lakukan dengan ku, apa Sialan?" tanya Felisha bersungut-sungut.
"Semua hal yang indah pastinya" Goda Mike tertawa dan lansung masuk ke dalam mobil, di ikuti Alex.
"Terimakasih atas kerja sama yang baik hari ini sayang, semoga hari mu Indah Mmmmmuahhh.." kelakar Mike lagi melemparkan ciuman perpisahan kepada Felisha.
Felisha mengedarkan mata nya melihat ke segala arah dengan tatapan kesal nya.
"Sialaaan! pria-pria brengsek, apa yang mereka lakukan padaku!" kesal Felisha melempar high heels milik nya hingga keluar mobil.
Mobil Van yang di kendarai Mike dan Alex pun sudah menghilang pergi, melaju kencang di jalanan.
TBC
Vote dan Like nya sayang💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Paulina mandowen ulin
aku dari awal baca cerita ini di FB semua karya mbak tris aku suka ceritanya bagus semua mbak tris emang hebat.
2023-12-29
0
Media Harumi
keren
2023-06-04
1
Lela Lela
alhamdulilkah ga hamil
2023-04-26
0