Dimas terbangun dari tidur Indahnya, langsung mendapat pemandangan sosok wanita cantik berselimut di hadapannya dengan mata yang terlihat sembab karena menangis oleh perlakuan dia.
Dimas menatap Nadilla lamat-lamat, "Maafkan aku.." Mengelus pipi Nadilla lalu menyentuh bibir pink mungilnya, ada perasaan menghangat di hati tiba-tiba saja ia tersenyum.
"You're special Nadilla, ku rasa aku mulai tertarik pada mu..."
Dimas mengelus lembut rambut Nadilla lagi, menatap lamat-lamat wajah cantik Nadilla.
"Sempurna..." Pujinya.
Dimas mengarahkan pandangan nya ke sebuah meja tepat sebelah tempat tidur tampak tergeletak sebuah buku berwarna pink, entah kenapa Dimas penasaran kemudian tanpa izin pun meraih nya.
"Seperti nya buku Diary." ujar nya dan mulai membuka halaman nya.
Dimas hanya membaca beberapa bagian lembar di belakang, tentang ciuman pertama nya, di nikahi oleh monster bertemu dengan Steven, Dimas pun melampirkan senyuman nya.
"Dasar wanita bodoh dan naive." ia tersenyum karena yang di maksud monster oleh Nadilla adalah dia.
Dimas pun membaca lagi dan baru mengetahui ternyata Nadilla sebatang kara, ayah Ibu nya sudah Meninggal, lalu siapa Andre Nadilla hanya menulis ketakutan setelah lama akhirnya bertemu Andre.
Dimas meletakan kembali buku itu ketempat nya, lalu mencium kening Nadilla.
"Maafkan aku, aku berjanji akan menjaga dan membahagiakan mu.."
Entah sejak kapan hati Dimas mulai luluh, Dimas pun memutuskan untuk segera keluar dari kamar Nadilla, karena hari sudah siang, Frans Assisten nya juga sudah menunggu nya di ruang tamu.
Dan seperti biasa Frans sudah menyiapkan semua keperluan Dimas, "Frans kau tetap di sini! aku ke kantor sendiri, 1 lagi jangan biarkan istriku pergi kemana pun hari ini, kau tetap di luar saja, kangan masuk jika tidak ku perintah!"
Frans merasa aneh, "Baik Tuan!"ujar nya lalu menggaruk kepala nya "istri?"Frans tersenyum tidak percaya.
Dimas berfikir mungkin sebaiknya hari ini Nadilla dirumah saja serangan nya semalam Pasti akan membuat Nadilla tidak nyaman ketika berjalan, dan dia berniat akan mengirimkan orang-orang dari salon dan Spa ke Appartemen untuk Nadilla.
...***...
Dimas sampai di kantor dengan mood yang sangat baik tidak biasa nya dia membalas sapaan Karyawan nya,
Hingga masuk ke ruangan nya yang mewah itu lelaki itu masih saja terus tersenyum mengingat wajah Nadilla, dan semua hal konyol perdebatan tidak penting yang mereka lakukan setiap hari saat bersama.
Hingga suara panggilan telepon dari sekretaris nya menyadarkan nya. "Maaf Tuan Dimas, tuan Andre Sebastian sudah datang.."
"Persilahkan dia masuk Tania!" perintah nya meletakan kembali telepon itu.
Tania sekretaris nya yang paling bisa di handalkan dan memiliki wajah cantik dan berpenampilan sexy itu pun menghantarkan Tuan Andre masuk ke dalam Ruangan.
"Terimakasih, kau boleh pergi Tania!"
Andre adalah teman dekat Dimas sewaktu kuliah, Andre juga memiliki banyak bisnis seperti pusat perbelanjaan, hotel dan lain nya Andre sekarang tinggal di Singapura ia sudah menetap lama di sana.
"Hay Man , bagaimana kabar mu?aku merindukan mu!" sapa Dimas terlebih dulu.
"Benarkah?" Andre tertawa menjatuhkan diri nya di tempat duduk di hadapan depan Dimas sebelum di persilahkan.
"Omong kosong! ku dengar kau bahkan sudah menikah?" Bagaimana bisa bahkan kau tak mengundang ku..
"Ayolah Andre itu hanya pernikahan biasa"
"Biasa, tetap saja aku kecewa!"
"Baik lah maaf kan aku, lain kali akan aku kenalkan kau dengat istri ku.."
"Felisha aku sudah kenal, tidak perlu!"
"Haha Aku tidak menikah dengan Felisha"jawab Dimas kemudian.
"Bukan dengan Felly?" Apa kau bercanda?" ucapnya tidak percaya.
"Sudahlah jangan membahas ku, bagaimana wanita yang kau cari itu?" tanya Dimas tidak ingin lagi membahas tentang nya lagi.
Andre mengingat sosok wanita cantik yang di cari nya itu. "Beberapa hari lalu aku bertemu dengan nya Tapi dia berlari meninggalkan ku.."
"Oh ya, baikalah,semoga kau segera menemukan nya lagi"
Dimas juga enggan menceritakan kepada Andre tentang kejadian di pernikahan nya, entah kenapa ada rasa malas untuk membahas pernikahan nya lebih kepada Andre.
...***...
Di Appartement.
Nadilla sudah rapi siap berangkat ke kantor, ia berjalan pelan sekali, terasa tidak nyaman ketika berjalan.
"Huh Monster sialan , pria brengsek dia membuat ku susah berjalan!" kesal Nadilla dengan satu tangan membuka pintu kamar.
Nadilla berjalan menuju ke pintu keluar untuk segera berangkat ke kantor sampailah ia di depan pintu, Namun Frans seketika menahan nya."Frans apa yang kau lakukan?" Nadilla terkesiap melihat Frans telah berdiri di tepat di depan nya.
"Nona tidak boleh kemana-mana, Tuan melarangnya!" ujar lelaki itu menegesakan kalimat nya.
"Apa-apaan sejak kapan dia berani mengaturku, ini tidak ada dalam perjanjian!" ucap Nadilla kesal.
"Silahkan masuk kembali nona , sebentar lagi orang dari tempat Spa dan perawatan lainya Akan datang" ujarFrans dan kembali menutup pintu.
"Aaaaaaaaaaaaa... benar-benar sudah tidak waras dia semakin berbuat sesuka hati nya" Nadilla berteriak kencang dan kembali ke kamar nya.
Mau tidak mau Nadilla pun pasrah kembali ke kamar nya, tidak berapa lama kemudian beberapa orang sari salon datang, membawa peralatan salon dan spa.
"Ini hadiah dari monster pasti setelah seenak nya meniduri ku.." Kesal Nadilla melempar bantal yang di pegangnya.
Mereka di persilahkan masuk oleh Nadilla
Bak putri raja duduk di soffa panjang di kamar lnya, ada 1 wanita tepat di kepalanya, 1 di kakinya dan 1 lagi tepat sampingnya berkutik dengan wajah cantiknya.
5 jam telah berlalu, Nadilla begitu menikmati perawatan yang Dimas berikan untuknya itu, segala fasillitas eksklusif terbaik yang sudah pasti harganya tidak lah sedikit, setelah selesai di pijat dan berendam di bathup dengan segala macam bunga-bunga,m dan perawatan rambut hingga ke bawah kaki nya, 3 Wanita Itu keluar dan berpamitan.
Tidak lama Frans pun masuk ke unit Appartemen lalu berjalan ke arah kamar istri bos nya itu dan mengetuk pintu kamar nya
"Nona makanan anda sudah di meja makan saya permisi pulang!" ujar Frans dan berlalu dari kamar Nadilla
"Ya Frans, terimakasih..."jawab nya sembari mengenakan kembali pakaian nya.
Nadilla melihat jam di dinding nya masih jam 5 sore, Nadilla sangat begitu kegirangan.
"Yeeeeey ..Akhirnya Ini berakhir, aku tidak lapar aku akan ke kampus sekarang.."
Nadilla mengganti pakaian nya dan meraih cepat tas untuk segera keluar dari kamar, tiba-tiba dia memberhentikan langkahnya, membulatkan mata nya melihat sosok tinggi di depan nya, "Astaga kenapa dia sudah pulang"
"Kau akan pergi kemana?" Baritone itu mengagetkan Nadilla.
Nadilla terkesiap, "Ke-ke kampus lah!" jawab nya terbata menundukan kepala nya.
"Pembohong, bukan kah hari ini kau tidak ada mata kuliah?"
Teghhhh Nadilla kaget "Kenapa dia tau, siapa yang beri tau itu " ujar nya dalam Hati
Memang Nadilla ke kampus hanya ingin Bertemu dengan Tasya walau hanya sekedar hangout ke cafe dan akan ke yayasan setelah nya.
"Aku sudah lama tidak melihat Tasya dan Adik-adik di yayasan, Monster sialan kau sungguh kejam" dalam hati nya
"Letak kan barang-barang mu, kita akan makan!" perintah Dimas.
"A a aku sudah ada Janji" ucap nya lagi-lagi berbohong.
Dimas menaikan ujung bibirnya "Selain pembohong kau pintar mengarang cerita rupanya." lelaki itu pun menarik pasrah Nadilla melemparkan barang-barang wanita itu ke sofa dan membawa nya ke meja makan kemudian.
Nadilla pasrah dia duduk dan siap akan makan bersama Dimas di meja makan.
"Hem..pantas saja Frans pulang ternyata Monsternya sudah sampai di sini.." ujar nya pelan sekali dengan mata yang terus melirik Dimas memperhatikan apa yang di lakukan lelaki itu.
Netra Nadilla membulat melihat Dimas yang mengambilkan nasi dan meletakan beberapa lauk di piring Nadilla, Nadilla menatap sangat terkesan.
"Ya Tuhan, Apa yang di lakukan dia, aku tidak percaya...andai ini pernikahan sungguhan,andai bukan karena dia ingin membalas dendam dengan mantan kekasih nya itu.."
Nadilla menarik nafas berat, menatap ke arah lelaki itu, terasa menusuk sakit ke hati nya.
"Makan lah jangan berfikir hal-hal yang hanya membuat mu sakit" ucap nya seakan paham dengan yang Nadilla rasakan.
"Huh dari mana dia tau, dasar monster, Aku membenci mu.." gumam nya.
Hening.....
Tiba-tiba Dimas mulai memecah suasana.
"Apa kau bisa masak?"
"Hemmm bisa.."
"Setelah ini kita belanja, aku akan menemani mu, mulai besok aku ingin makan di Rumah..!"
"Baiklah!" jawab nya masih terus menyantap makanan nya sedikit tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
"Dapat angin baik dari mana kau tuan Monster ingin makan di rumah, biasanya kau hanya pulang untuk tidur lalu pergi entah kemana.." Nadilla berucap dalam hati.
TBC
***Kasih like dan vote nya ya sayang* 💖**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
PASTI NADILA YG DICARI ANDRE...
2023-08-09
1
Yati Yati
andre kmu telat wanita mu suadah keduluan dimas
2023-05-20
0
Lela Lela
monster 😁
2023-04-26
0