Tangan Dimas terus menggengam erat Istrinya sepanjang perjalanan pulang, tidak terlalu lama mobil Dimas pun tiba di rumah orang tuanya, Nadilla sedikit kaget ketika mobil itu sampai di tempat lain bukan di Appartement mereka.
"Kita ke rumah Mama?" tanya Nadilla langsung menebak itu.
"Iya Sayang, supaya kau tidak kesepian,
aku akan sangat sibuk akhir-akhir ini," jawabnya membatu istri nya membuka seat belt.
Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam Rumah, dan langsung di sambut oleh Nyonya Hadiwinata.
"Anak-anak ku kalian sudah sampai, Mama sangat senang kalian di sini , Mama tidak akan kesepian lagi, jika papa Pergi.." ucap wanita itu dengan gembiranya.
Nadilla segera memeluk mertua nya itu, lain hal Dimas hanya memberikan sekilas senyuman lalu naik ke atas.
"Kau mau kemana Dimas? Mama sudah pindahkan kamar mu di bawah yang lebih bagus." jelas Ny. Hadiwinata menunjuk ke arah kamar itu.
Mengingat kamar Dimas sebelum nya tidak terlalu besar dan juga seperti kamar pria lajang umumnya, tampak gelap dan kurang rapi. Mama pun memutuskan memindahkan kamar anak nya itu.
"Benarkah? Kenapa mama melakukan nya?" lihatnya sang Mama sambil melangkah turun lagi.
"Mama ingin menantu Mama tidur nyaman di kamar yang terbai, bukan seperti di kamar mu yang persis sepeti rumah hantu itu!"
Nadilla Hanya tersenyum melirik sekilas Dimas yang masuk ke kamar.
"Baiklah sayang, pergi lah ke kamar kalian butuh istirahat."
"Terimakasih ma." Nadilla pun menyusul suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar.
Kamar nya jauh lebih bagus dari yang di Appartemen, semuanya terlihat berwana silver dan gold ruangannya juga lebih besar.
"Astaga ini seperti kamar tuan putri di dongeng kerajaan, sayang." Nadilla begitu antusias
Dimas pun sudah di dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya, dia akan segera berangkat ke kantor untuk bertemu dengan client yang membuat honeymoon nya berantakan itu.
Nadilla berjalan ke ruang ganti mencari pakaian yang kan Dimas kenakakan.
Ceklek..
Pintu toilet terbuka Dimas melihat istrinya di walk in closet, sangat paham apa yang sedang di lakukan istrinya."Sayang, istirahat lah! aku bisa mengambilnya sendiri..."ujar nya.
Nadilla keluar dari walk in closet itu sudah membawa pakaian untuk suami nya, "Ini kan tugas ku sayang, cepat pakai lah" ujar Nadilla perlahan membantu suami nya untuk memakai nya.
Dimas pun tersenyum menatap wajah istri nya yang sibuk mengancing kemejanya, betapa bahagia nya ia, seperti ini bahagianya jika memiliki istri, bathinnya, Dimas pun melingkarkan tangan nya ke pinggang Istrinya. mengaggumi sikapnya itu.
"Sayang lepaskan! Frans sudah didepan, cepat berangkat!" ujar Nadilla takut suami nya melanjutkan hal-hal yang tidak di inginkan nya.
Dimas pun tertawa paham maksud istri nya, ia pun mencium bibir istrinya dengan cepat dan pergi berlalu setelah berpamitan.
*****
Tidak lama Dimas sampai di kantor nya dengan sejuta kesibukan nya mempersiapkan segala perencaan nya untuk di bawa ke meja pertemuan.
Sementara Nadilla yang berada di rumah mertua nya mencoba menyibukan dirinya.
Nadilla pergi ke ruang tengah, terlihat mertua nya sedang duduk dan terarah pada sebuah televisi.
Menyadari kehadiran Nadilla Mama pun menggerser duduk nya. "Sayang, Apa kau bosan "tanya Nyonya Hadiwinata.
"Tidak Ma, aku hanya ingin berkeliling saja " ujarnya.
"Baik lah lanjutkan, Mama mau lihat film India favorit mama dulu ya!" ucap Ny.Hadiwinata yang mata nya tak lepas dari layar televisi nya.
"Astaga mama... bahkan kau tak menoleh ku.." umpat Nadilla tersenyum, dan meninggalkan mertua nya itu lalu pergi ke arah dapur.
Tampak Ada 2 orang wanita yang sedang sibuk di sana, Nadilla pun berniat menyapa kedua nya."Nona, ada apa? Apakah ada yang anda butuh kan?" tanya wanita itu seketika melihat Nadila di dapur.
"Tidak mbak, saya hanya ingin melihat-lihat saja." jawab nya kemudian Nadilla berlalu meninggalkan 2 orang itu pergi arah pintu belakang, dan keluar rumah melihat halaman belakang yang luas di penuhi tanama hias, ada sebuah kolam renang di sisi kirinya dan sebuah lapangan golf kecil tepat di belakang nya, Nadilla berdecak kagum, melihat dari kejauhan 2 orang security sedang berjaga.
"Astaga ini benar - benar Istana" ujar nya.
***
Dimas akhirnya pulang ketika ketika hampir larut malam di karenakan dia menyempatkan makan malam dengan Client nya itu, Dimas Langsung menuju ke kamar, membuka pintu pelan, di lihat nya Istri nya sudah terlelap di sana, dia pun duduk di sebelah istri nya mengelus pipi mulus nya.
"Maafkan aku sayang, aku tau sejak aku melarang mu bekerja kau pasti sangat kesepian,"ujar nya sangat pelan.
Dimas membersihkan tubuhnya dan kemudian memakai baju santai ia tak ingin nenggangu istri nya Dimas pun pergi keluar kamar melangkah kan kaki ke ruang tengah, ditempat Mama dan Papa nya sedang bercengkraman menghabiskan waktu menunggu tengah malam kedua orang tua itu tersenyum melihat kehadiran anak nya.
"Dimas, akhirnya papa melihatmu, apakah Istri mu sudah tertidur?" tanya Tuan Hadiwinata
Dimas mengangguk, "Apa kalian tidak merindukan ku?"ujar Dimas merebahkan tubuh nya ke sofa dan melatakan kepala nya ke bagian paha Nyonya Hadiwinta yang sedang duduk di sana.
"Mama merindukan mu anak nakal!" ucap wanita paruh baya itu dengan mata berkaca-kaca tangan nya mengelus lembut rambut anak nya itu.
"Ma , Apa kau ingat kelakuan anak mu ini?, dia selalu menangis setiap kali kita akan tidur, dan meminta mu tidur di kamar nya hingga Pagi...." ujar Tuan Hadiwinata tergelak
Dimas pun tertawa. "Aku tidak akan melakukan hal itu lagi pa ... Aku baru sadar mungkin saat itu papa sangat kesal kepada ku, Karena aku selalu menculik Mama dari mu setiap malam!" ucap Dimas dan mereka tertawa bersama.
Mama masih terus mengelus rambut anak nya yang masih di anggap nya bocah kecil nya itu.
"Dimas, Maafkan mama!.." ucap Ny.Hadiwinata
sambil menarik Nafas nya
"Atas?"
Nyonya Hadiwinata terdiam sebentar.
"Maafkan Mama beberapa waktu kemarin Menjauh dari kau dan Nadilla, Mama hanya takut jika benar wanita ular itu hamil tapi mama sudah sayang dengan Nadilla, apa yang harus mama lakukan? mama juga menjadi merasa bersalah telah mengiyakan kau menikahi Nadilla saat itu..." wanita itu lirih.
"Tidak masalah ma!, aku tau semua maksud mu, aku mengerti seperti apa dirimu!"
ujar Dimas mengelus lengan Mama nya.
Suasana Hening seketika, hingga Papa berdehem memecah suasana.
"Dimas papa dengar ... kau dapat project besar bersama client mu yang dari Australia itu?"
"Iya pa, kemungkinan lusa, aku akan berangkat ke Labuan Bajo, melihat tempat yang sudah kami sepakati di sana" ucap Dimas segera bangkit.
"Lalu acara yang akan Mama buat bagaimana?" potong Ny.Hadiwinata
"Tenang lah ma! aku dan Nadilla akan kembali sebulan lagi, kita akan lanjutkan acara yang mama telah rencanakan." Jelas Dimas
"Kau membawa istri mu juga?" tanya Nyonya hadiwinata.
"Lalu! mana mungkin aku meninggalkan istri ku!, baiklah aku akan kembali ke kamar ma, pa!" ucap nya sersya bangkit dan mencium kening mama denga cepat
Malam sudah larut, Dimas pun kembali ke kamar nya, merebahkan tubuhnya di sebelah Istri meletakan tangan nya memeluk. Tiba-tiba saat merasakan sentuhan tangan Dimas, Nadilla pun terjaga.
"Sayang kau sudah pulang Hummmm?" tanya nya dengan Suara khas bangun tidur nya.
Dimas tersenyum "Kau terbangun sayang, apa aku mengganggu mu?" tanya nya.
Nadilla Hanya mengelengkan kepala nya.
"Kau sudah makan sayang?" Tanya istrinya
"Maafkan aku pulang erlambat, aku mengajak client ku makan malam bersama tadi!"
"Iya aku mengerti." Nadilla yang sudah mulai terkumpul nyawa nya membalas pelukan Suami nya, dan kini sangat menempel.
"Sayang, ada yang ingin ku katakan!" ujar Dimas masih terus memeluk nya.
"Ada apa sayang?"
"Kita akan berangkat ke labuan Bajo lusa, aku akan melihat project ku di aana, kemungkinan 1 bulanan kita di sana sekalian kita akan melanjutkan bulan madu kita."
"Kita.. aku dan kau sayang?" tanya Nadilla.
"Ya, mana mungkin aku dan Frans saja."
"Sayang, bukan kah kau tau, study ku akan segera selesai banyak sekali yang akan ku lakukan dalam waktu dekat ini!" Nadilla mencoba menjelaskan
Dimas terdiam, dia Ingat sekarang Nadilla juga sedang banyak kesibukan di kampus nya, mengela nafas nya susah payah merasa sedikit kecewa, semua nya tidak seperti yang dia harapkan, ia pun melepaskan tangan nya dari tubuh istrinya.
"Tidak bisa ku bayangkan apa yang akan aku lakukan di jika tak bersama mu?"
"Lalu apa kau fikir aku senang berjauhan dari mu? pergilah! kau hanya pergi 1 bulan bukan? Itu tidak lama, aku akan selalu menggangu mu selama kau di sana!" Nadilla mengelus dada suami nya mencoba menenangkan.
"Entah lah , Aku menjadi tidak semangat!"
"Kau akan bekerja untuk ku, untuk keluarga Kecil kita, aku akan selalu bersama mu walaupun kau berada jauh" ujar Nadilla mulai memeluk suami nya lagi, mencoba menenangkan nya lagi.
Dimas seperti dapat mood buster mendengar ucapan Nadilla 'keluarga Kecil kita', Dimas pun mengulurkan tangan nya mengelus perut istri nya.
"Sayang aku menunggu nya tumbuh di perut mu, setiap hari, setiap waktu.." ujar Dimas yang masih terus mengelus lembut perut istri nya dan bangkit mencium nya.
"Apa yang kau lakukan sayang?"Nadilla tersenyum tipis melihat perlakuan Dimas menciumi perut nya tak henti, aku rasa aku salah bicara bathin nya, membangkitkan ingatan dia yang mencoba menunda kehamilan nya dengan program kontrasepsi nya.
Nadilla hanya tersenyum kecil, wajah nya tampak berubah, sangat merasa bersalah telah menunda kehamilan nya, ternyata Dimas menantikan itu, jika dia tau pasti dia Akan sangat marah dan kecewa.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
semangat dimaa
2023-04-27
0
Kusnilawati Sanjaya
bahasa nya kuranganis Thor, masa sama istri menyebut "kau" dan kepada mama menyebut kata " mu" sebagusnya rencana mama, jangan rencanamu ma.kurang sopan, maaf kalo gak cocok thor
2022-12-10
0
Christy Oeki
trus semangat
2022-08-02
0