Frans masuk ke ruangan kebesaran Dimas, dan seketika menyentakkan pria Itu dari lamunan kosongnya, ia yang masih menahan amarah atas kehadiran tak di undang Felisha dan mama nya, menyadari seseorang masuk dan membuka pintu Dimas pun membulatkan mata nya, menatap tajam kepada si pembuka pintu itu.
"Dari mana saja kau! apa kau sudah bosan bekerja dengan ku!" bentak Dimas sangat kesal atas kehadiran Frans yang terlambat.
"Ma..maf Boss saya hanya--"
Di susul Alex dan Mike mengikuti masuk ke dalam, Alex langsung segera menjawab pertanyaan Dimas.
"Ada apa dengan mu? tenang lah! Frans hanya menemui aku dan Mike untuk menculik Felisha, haha tak aku sangka ternyata asisten mu lebih tidak waras dari mu ... " tergelak Alex berjalan ke arah sofa tanpa di perintah, lain hal dengan Frans dia tampak ketakutan jika Dimas akan tidak setuju rencananya.
"Maafkan atas kelancangan saya Boss, saya hanya tidak tega melihat anda."
Mike juga berjalan ke arah sofa.
"Kau tidak setuju? bukannya itu ide yang bagus, Kita bawa paksa Felly ke Dokter Airin sepupu mu itu , bukan kah dia specialis kandungan?" tanya mike memastikan.
Dahi Dimas menyerngit mulai mencerna ucapan pria-pria itu. "Hemm ya... kalian benar..." ujar Dimas bangkit dari duduknya seperti baru mendapatkan sumber energi yang membangkitkan semangat nya.
Manik Frans seketika berubah, bibirnya membentuk setengaj lingakaran, akhirnya rencanan nya di terima dengan baik.
"Tuan CEO bodoh, bahkan otak mu jadi tidak berguna sejak mendapatkan gadis perawan!" ejek Alex tertawa dan melempar bantalan sofa ke arah sahabat nya.
"Cih! sialan!" Kelakar Dimas mulai bisa tersenyum lagi
...***...
Sementara di dalam kamar Appartement Nadilla tampak sibuk dengan ponsel nya seperti sibuk membalas pesan seseorang.
Tasya: Nad lo di mana? gue kangen."
Nadilla: Di kurung di kandang monster!
Ponselnya tiba-tiba berdering berubah menjadi nada panggilan, Nadilla langsung mengangkat nya dengan sangat senang.
"Tasya lo mau ketemu, iya gua juga... beneran iya iya gua Mau.. iya gue share Lokasi ya...Oke!"
Tasya adalah sahabat Nadilla sejak SMA, Ayah dan Ibu Tasya adalah seorang Dokter , hingga kuliah pun mereka tetap di kampus yang sama hanya beda jurusan, Nadilla mengambil jurusan Psikologi sedangkan Tasya mengambil jurusan kedokteran.
Tidak lama menunggu Hanya 30 Menit Nadilla yang sudah siap mengganti pakaiannya, membawa tas kecil nya, langsung turun ke bawah.
"Nadilla ayo masuk ... "panggil seseorang yang melayangkan tangan dari dalam mobil
Nadilla segera masuk ke mobil itu, dan mobil segera pergi meninggalkan appartement.
"Tasya gua kangen.... "Antusias Nadilla seraya memiringkan tubuhnya memeluk Tasya.
"Nadilla lo sudah jadi suami orang , gue gak enakan mau hubungi lo tau!" suasana terasa ramai padahal hanya ada mereka berdua.
"Kita ke mall ya Nad! kita makan, trus temenin gue shopping dong ya, nona Dimas Hadiwinata."
Nadilla berdecak" cih! Apaan sih lo Sya... " wajah nya tampak memerah seketika.
Tidak begitu lama mereka tiba di sebuah mall terkenal di Jakarta, berjalan begandengan dengan penuh canda tawa, lalu memberhentikan langkah mereka di sebuah Restoran Korea.
"Pesan apa Nad? tanya Tasya membuka daftar menu.
"Ehemm.. ikut aja Sya! gua mah yang penting udah keluar aja dari kandang monster ,sudah seneng!"
"Monster kaya Dimas mah kegantengan." kekeh Tasya menggoda sahabatnya.
"Nggak tau aja aslinya, Hem Sya... gua mau minta tolong boleh gak?"
"Apaan sih lo sejak kapan jadi formal gini, bilang aja kali Nad." kesal Tasya.
Nadilla tersenyum tipis. "Sya ..gue takut ha—hamil sya,pria monster itu selalu nyerang gua tiba-tiba" ujar nya.
Tasya tertawa Ckck!! "Serangan Monster, gimana rasa nya, enak tidak?"
" Tasyaaa!! seriuuuuuus!"
Tasya tertawa lagi Haha, "iya iya, lagian lo punya suami takut hami kenapa?"
Nadilla diam menarik nafas nya, perlahab menundukan kepala nya. "Gue ngerasa,gue cuma pelampiasan nya aja.."
Tasya mengelus tangan sahabatnya
"Nad.., bukan nya lo bilang sikap Dimas sudah berubah? lantas apa masalah nya?"
"Apakah mungkin berubah secepat itu, rasa nya terlalu mustahil, bisa saja dia melakukannya dengan gua tapi membayangkan wajah mantan nya.."
Tasya dan Nadilla terdiam lama, Tasya memandang sedih ke Nadilla menatap netra coklat itu sudah berkaca-kaca.
"Baiklah Nad, gua ada kenalan Dokter specialis kandungan , nanti guaa temeni deh lo ke sana"
"Beneran sya?"
"Iya Lo makan dulu nih, udah jangan sedih lagi" ucap nya seraya memberikan makanan ke piring Nadilla
Tidak lama mereka pun sudah selesai dengan acara makannya, Tasya terus memegang tangan sahabat nya, berjalan memasuki beberapa outlet pakaian, lalu melangkah lagi ke outlet berikut nya, hingga waktu berlalu begitu saja.
"Masih ada yang mau lo cari Nad?"
"Sudah enggak kaya nya sya.. " Nadilla melihat paper bag belanjaan di tangannya.
"Kita ke Dokter kandungan sekarang ya , Sebelum kesorean!" ajak Tasya dan Nadilla pun mengiyakan memang itu yang di harapkan, Nadilla dia tau betul Tasya dan keluarga nya adalah Dokter pasti mereka punya banyak kenalan apa lagi jika hanya Dokter kandungan pasti Tasya tau itu.
Mobil Tasya melaju sedang meninggalkan parkiran Mall.
Hanya 30 menit perjalanan sampai lah mereka ke sebuah Rumah sakit Ibu dan anak yang cukup besar dan lumayan terkenal itu, Nadilla berjalan pelan penuh keyakinan dengan apa yang ingin dia lakukan.
Tasya yang tidak lepas selalu menggandeng sahabat nya itu san sampai lah mereka di front line receptionist.
"Permisi saya sudah daftar lewat telepon, atas nama Nadilla citra prayetno! mau berjumpa dengan Dokter Airin." kata Tasya kepada seorang perawat di sana.
"Antrian no 9 ya, silahkan kesebelah Sana nyonya!
"Terimakasih.."
Mereka melangkah ke ruangan yang di arah kan perawat itu, Tasya yang memimpin langkah nya dan Nadilla hanya diam mengikuti sahabat nya saja.
Tidak begitu lama menunggu giliran Nadilla di panggil.
"Nona Nadilla!" panggil seorang suster
"Iya saya Sus.." jawab nya
Tasya masuk duluan di ikuti Nadilla di belakang.
"Selamat siang, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang dokter cantik yang usia nya mungkin sekitar 35 tahunan.
"Dokter Airin, Ingat saya Tasya!" tegurnya penuh semangat.
"Tasya anak Dokter Maliq kan? Wah kamu sudah dewasa sekarang.."
"Dokter Airin juga makin cantik saja" puji Tasya lagi.
"Kamu bisa aja, Eh..ada apa Sya kamu ke sini? Ada yang bisa saya Bantu?"
"Ini Dok temen saya, eh bicara deh lu Nad" Tasya Menyenggol tangan sahabat nya.
"I..ini Dokter kenalin saya Nadilla, saya sudah menikah, Ummm.. tapi saya mau menunda kehamilan untuk sementara ini"
"Menunda?wah sayang sekali padahal banyak pasangan ingin cepat mendapatkan keturunan"
"I-iya Dokter saya belum siap" Nadilla menunduk merasa tidak nyaman dengan ucapan nya, sementara Tasya terus mencoba menenangkan sahabat nya mengelus pundak sahabat nya.
"Iya iya sudah saya paham kok, jangan sedih
Baiklah Ini lihat!"
Dokter Airin menjelaskan panjang lebar Tentang KB dan memperlihat kan segala hal tentang alat kontrasepsi.
Tidak terlalu lama akhirnya Nadilla mendapatakan sesuatu yang dia rasa cocok untuk nya.
"Yang Ini saja Dok." Nadilla menunjuk sesuatu pada pilihanya.
"Jika menggunakan pil saya takut suami saya akan tau saya sedang menunda Kehamilan" ucap Nadilla.
Dokter Airin membulatkan mata nya.
"Suami anda tidak tau?" tanya Dokter Airin memberhentikan tangannya yang tadi sibuk menjelaskan.
Nadilla menggelengkan kepala nya takut-takut
"Sudah tidak apa-apa setiap pasangan memiliki alasan nya sendiri, tapi yang ini kamu harus rutin datang 1 bulan sekali ya!"
"Iya tidak masalah Dok, lalu adakah efek samping nya?" tanya Nadilla penasaran
"Ini tidak berbahaya kok, hanya saja akan membuat jadwal menstruasi terganggu, dan akan terjadi sedikit kenaikan berat bdan, apa kah tidak masalah?"
"Iya tidak masalah kok Dokter." jawab Nadilla cepat.
Akhirnya Nadilla sudah selesai dengan segala kontrasepsi nya, dan mereka keluar dari ruangan Dokter Airin.
Nadilla memeluk lengan sahabat nya "Sya Thanks, lo sahabat terbaik!"dekap Nadilla lengan teman nya.
"Mulai lo, Berlebihan!"ujar Tasya
Mereka terus berjalan keluar rumah sakit di iringi canda tawa, dan terus bergandengan.
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
pinter kamu jgn dulu hamil
2023-04-26
0
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
Nadila lo udh jadi suami orang??? kya'y ada yg salah deh.. maksdnya udh jadi istri orang x ya...
2022-08-14
1
Christy Oeki
sehat selalu
2022-08-02
0