Hingga menjelang malam semuanya sudah lebih baik, Dimas berbaring bersebelahan dengan Nadilla di tempat tidur nya, membelai Rambut halus selembut sutra milik Istri nya itu.
"Apakah kau masih kesal sayang?"
Nadilla menggelengkan kepalanya tanpa suara.
"Sekali lagi, maafkan aku sayang terlalu banyak masalah di Kantor, terlalu banyak yang sedang ku fikirkan." Jelasnya
"Iya, aku mengerti." Nadilla mengangguk samar.
Tangan nya masih terus mengelus rambut istri nya."Apakah kau dan Tasya hanya ke Mall hari ini?"
Nadilla tersentak kecil."I—iya " jawabnya terbata. "Matilah aku akhirnya Dimas menanyakan nya" bathin nya.
"Baiklah aku mempercayaimu! tidak bisa kah kau tidak terlalu dingin dengan ku sayang!"
Nadilla hanya tersenyum memandang Dimas yang di hadapan nya. "jadi harus bagaimana?"
"Aku ingin mendengar bibir Indah mu ini memanggil ku mesra..." desah nya menggoda
"Seperti...?"
"Seperti desahan mu maybe... !"
"Pria mesum!" Nadilla tersenyum malu mencubit dada suaminya.
Mata Dimas bersinar menatap istri nya yang tersenyum tampak bahagia, aku ingin selalu melihat senyum ini setiap hari, senyuman yang selalu menenangkan ku " ingat Dimas semua yang Nadilla tulis di catatan di buku harian nya iti.
"Sayang , bisa kah kau berjanji untuk tidak akan meninggalkan ku?"
"Hemmmmm– maksud mu?"
"Apakah kau akan meninggalkan ku, jika aku berbuat kesalahan?" ulang Dimas ragu.
"Tergantung, YA...jika kesalahan mu terlalu besar."
Dimas terdiam seketika menghentikan tangan nya yang sedari tadi menyentuh istri nya dan mengingat kembali tentang kehamillan Felisha.
"Sayang, kau kenapa apakah ada masalah? aku hanya bercanda, tidak semudah itu meninggalkan sebuah hubungan!"
Nadilla bergeser mulai berani menggoda Dimas mendekatkan wajahnya sengaja supaya Dimas lupa dan tidak terlalu banyak tanya lagi soal kepergian nya bersama Tasya hari ini.
"Sayang... "
Dimas tersenyum Nadilla mulai memanggilnya sayang, tidak ingin membahas takut Nadilla malu dan tidak lagi memanggil seperti yang di harapkan nya itu.
"Sayang besok aku akan ke kampus ya!"
"Umm pergilah tapi setelah aku berangkat ke Kantor, Frans akan menghantatkan mu!"
"Terlalu pagi sayang, bagaimana dengan Pekerjaan ku di kantor? sudah berapa lama Aku tidak ke kantor, apa yang karyawan lain akan fikirkan tentang ku nanti?" ujar Nadilla
"Tidak perlu fikirkan tentang itu, kau adalah istri ku, bukan nya kau akan tetap bekerja dengan ku? memandikan ku, menggosok punggungku, menyiapkan semua kebutuhan kudan Menjadi Ibu dari anak-anak ku."
Nadilla terharu mendengar ucapan Dimas kini netra nya mulai basah tanpa menetes, Nadilla terbawa suasana seketika lupa semuanya, Nadilla meraih tubuh suami nya dan mulai berani memeluk dan mencium di dadnya Nadilla bahkan juga lupa yang di lakukan nya di rumah sakit berasama Tasya hari ini.
"Luluh secepat itu." bathin nya.
Dimas menikmati pelukan Nadilla, mulai membalasnya, menghirup aroma vanila di tubuh istrinya
Tiba-tiba bayangan kehamilan Felisha muncul begitu sangat tidak tepat di kepalanya
Fikiran Dimas mendadak kacau, bagaimana jika Felisha hamil, apa yang akan Nadilla rasakan.
Dimas membuang kasar nafas nya, memejamkan kedua mata nya Lupakan Dimas gumamnya dalam hati mencoba menenangkan diri nya
Dimas kembali meraih tubuh Nadilla dan membawa nya ke pelukannya.
"Kita akan selalu bersama, aku akan selalu membahagiakan mu." kata nya lirih sembari menciumi puncak kepala Nadilla
"Benarkah? aku lapar mungkin aku akan bahagia jika saat in kau bisa membawakan makanan dalam 1 menit untuk ku!" ucap Nadilla tertawa.
"Makanan dalam 1 menit benarkah kau mau?" Dimas tersenyum "Ini makanannya!" Dimas melesatkan bibirnya.
Cup
Dimas terus memagutnya dan ******* bibir tipis istrinya tanpa ragu, kemudian melucuti piyamanya membuang kesembarang arah, tidak ada perlawanan dari Nadilla seolah pasrah menerima semua nya.
Dan entah sudah sejak kapan dia berada tepat di atas Nadilla dan Nadilla menikmati itu.
Dimas mulai melakukan dan terus tanpa henti.
"Dim— sakit! Nadilla memekik kesakitan menggigit bibir bawahnya sembari tangannya yang terus meremasi sprei.
Mereka terus berulang melakukannya hingga sampai hampir pagi dan entah sudah ke berapa kali mereka melakukannya sampai keduanya kelelahan tertidur berpelukan di dalam selimut tebal, tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Dimas terbangun mendengar suara alarm ponsel nya, dengan susah payah melepas pelan tubuh Nadilla yang memeluk nya, segera mematikan alam di ponsel nya dan menggeser layar di ponsel itu menghubungi seseorang.
"Hallo,Frans aku tidak ke kantor hari ini, beritahu Tania segera! Terimakasih"
Mendengar suara Dimas, Nadilla Membuka Mata nya.
"Kau sudah bangun sayang..." Tanya Dimas
Nadilla tersenyum "Kau tidak ke kantor kenapa?"
"Tidak, aku Ingin bersama mu hari ini, kita juga akan pergi kesuatu tempat hari ini "
"Benarkah? tapi bolehkah aku ke kampus sebentar hanya 1 jam sayang." pintanya mengeluarkan nada manjanya.
"Baiklah, aku akan mengantarkan mu."
Nadilla memeluk suaminya.
"Aku menyayangimu."
Dimas tersenyum mendengar ucapan Nadilla, akhirnya Nadilla membalas cinta nya.
"Aku bahkan sangat mencintaimu sayang, Kau mau kita mulai lagi"
Nadilla membulatkan matanya.
"Tidak! sudah 10 x kita melakukan nya malam ini, punggungku sakit!"
"Benarkah!" Dimas terkekeh ia pun mengecup puncak kepala Istrinya dan tergelak bersama.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
semoga cpt kebongkar pelisia
2023-04-26
1
aqshal
sdh kesekian kali aku ulang baca karya mbak tris yg ini...ttp suka...cinta pertamaku pd NT🥰
2023-01-02
0
Cucu Ulpah
what 10 x luar biasa g bisa kebayang
2022-09-07
1