Dimas sedang sangat sibuk dengan Project baru nya , sementara Nadilla sibuk dengan sidang akhirnya nanti, meski pun begitu mereka masih tatap saling memberi kabar.
"Sayang...aku sedang di kampus" jawab Nadilla Mengangkat panggilan dari ponsel miliknya.
"Baiklah sayang aku juga akan kembali berkerja .."ucap Dimas pada wanita dilayar ponsel nya.
***
Di tempat lain, di dalam sebuah boutique
Seorang wamita melangkah ke depan lalu ke belakang, di dalam sebuah butik milik nya,
sedari tadi hanya itu yang di lakukan wanita tua dan sexy itu yang tidak lain adalah ibu nya Felisha, meremasi kuat ponsel nya, menunggu kehadiran anak perempuan nya.
Setelah begitu lama dia menunggu Felisha datang tampak berjalan masuk ke Butik.
"Ada apa, kenapa Mama menyuruh ku ke sini?aku sedang ada pemotretan" ujar Felisha kesal.
"Aku tidak perduli adengan pemotretan bodoh mu itu, sekarang jelaskan! apa yang sudah terjadi, kenapa 2 pria bajingan itu mentertawakan mama mu ini di club tadi malam?" ucap nya sangat kesal
Felisha menaikan ujung bibir nya "Kau tanya kenapa nyonya?" tanya Felisha sinis.
Wanita tua itu menatap anak nya sengit, menunggu jawaban nya. "Kau tau? mereka telah menjebak ku, tapi aku tidak tau pasti apa yang mereka lakukan, tapi mereka sengaja meninggalkan kartu kunjungan ke Dokter kandungan di mobilku" urai Felisha menjelasakan.
"Felisha! kau bodoh!!" hardik Mama melayangkan tangan nya ke pipi mulus Felisha seketika.
****Plaakkkkk****
Felisha mengusap pipi nya yang di tampar Mama."Kau menamparku Ma? cukup Ma, cukup kau mengendalikan hidup ku, aku sudah muak!"
Plakkk
Lagi-lagi wanita itu menampar anak nya.
Felisha menggeram, meninggikan suara nya.
"Kenapa tidak kau saja yang cari pria kaya untuk terus mamfasilitasi segala kemewahan mu, kenapa kau lebih memilih mantan narapidana Itu, kenapa? tidak kah kau lebih Bodoh dari aku anak mu!" cerca Felisha kesal begitu sangat meledak-ledak.
"Berani nya kau, mengucapkan itu kepada ku" Mama pun menggeram menjambak rambut anak nya.
"Cukup ma cukup!!!" Felisha menghempas tangan Mama nya"Mulai hari ini jangan ganggu hidup ku, jalani hidup mama bersama kekasih mama itu! aku akan urus hidup ku sendiri"
Felisha berlalu meninggalkan Mama nya begitj saja.
"Anak kurang ajar!" teriak wanita itu memukul kuat meja di hadapan nya.
***
Di kediaman keluarga Hadiwinata.
Hari-hari selama kepergian suami nya ke luar kota di habiskan Nadilla untuk kuliah, lalu pulang ke rumah, Nadilla tidak terlalu kesepian Nyonya Hadiwinata mertua nya selalu menemaninya.
Sesekali mereka memasak bersama, membuat cake, pergi ke salon, pergi ke mall, Shopping , Hingga pergi ke arisan Ibu-bu socialita.
"Nadilla terimkasih untuk hari ini, kamu sudah mau menemani mama berbelanja seharian!" ujar Mama tatkala mereka baru saja tiba di rumah.
"Iya ma, Nadilla juga seneng kok" jawab nya.
"Kau tau sayang dulu mama sangat berharap bisa mempunyai seorang anak perempuan untuk adik Dimas, tapi Tuhan tidak mengizinkan nya, baru sekarang Tuhan Mengirimkan mu untuk Mama" ucap nyonya Hadiwinta dengan nada penuh makna
"Mama, aku menyayangi mu.." ucap Nadilla memeluk mertua nya yang duduk di samping nya, seketika Nadilla mengingat Ibu nya yang sudah pergi untuk selamanya.
"Mama juga sangat menyayangi mu sayang!" ujar nya pun membalas pelukan menantu nya.
"Pantas saja Dimas begitu menyayangi mu, kau sangat baik Nadilla" gumam nya dalam Hati
Dtrrtzzz Drtzzz...
Ponsel Nadila berdering oleh sebuah Video Call. "My love " calling, Nadilla segera menggeser layar ponsel nya.
"Sayang,kau sedang apa?" tanya suami nya di layar ponsel
Nadilla merangkul mertua nya dan mertua nya melambai pada ponsel itu.
"Mama merindukan mu anak nakal, Apa kau baik-baik saja?"
"Hay Mama, lihat lah wajah mu ma! kenapa Kau tampak tua di ponsel ku, aku rasa kau Butuh suntikan botoks untuk wajah mu!" Dimas tertawa menggoda Mama nya.
"Benar kah Ah, yang benar saja " ujar nyonya Hadiwinata memegangi wajah nya
"Tidak Mama, tenanglah kau masih sangat cantik untuk seusia mu" bela Nadilla memuji-muji Mama.
"Istri ku yang paling cantik, sayang pergilah ke Kamar aku ingin melihat mu tanpa pakaian!"
ucap Dimas tertawa sengaja untuk di dengar mama nya.
"Sayang jaga ucapan mu" ucap Nadilla dengan wajah nya yahg sudah memerah menahan malu
Mama pun memotong Nadilla "Awas, anak nakal otak mu tetap saja kotor, awas jika Mama dengar kabar kau telah menodai Frans di sana sejak berjauhan dengan Istri mu!" Nyonya Hadiwinata menggerutu.
"Mama anak mu masih normal, tenang lah itu tidak mungkin terjadi.."ucap Dimas tertawa
Nadilla masuk ke kamar nya, dan kini ia kembali mendapati ponsel nya berdering ia melihat pada layar pesan dari suaiminya. .
My💖 :
Sayang Aku sangat merindukan
istriku, aku tidak tahan, aku ingin pulang.
Anda
2 minggu lagi sayang ,tidak lama lagi.
My💖
Sayang Kirimkan Foto mu yg paling cantik dan sexy
Anda :
...⚪⚪⚪...
Di Parkiran gedung perkantoran Perusahaan Real Estate itu , tampak Alex memarkirkan Mobil nya, menjatuhkan kepala nya ke stering Mobil."Astaga ada apa dengan ku, kenapa aku jadi Terlalu terobsesi dengan sekretaris si Dimas sialan itu, pasti dia akan mentertawakan ku jika mengetahui nya, ****!" ucap nya sendiri dengan tangan memukul stering Mobilnya.
Hampir 1 jam Alex menunggu di mobil nya,
Akhirnya jam pulang kerja karyawan pun tiba.
Memandang pintu keluar tak berkedip, menantikan sosok yang di nanti kan nya,
Akhirnya sosok Itu pun terlihat oleh nya.
Wanita itu berjalan bak super model paras yang sangat cantik, Kulit putih bersih, memakai rok mini tak lupa ketinggalan hak tinggi yang nenunjang keseksian penampilan nya, tapi siapa di belakang nya seorang pria dewasa yang sangat gagah mengikuti langkah nya, Alex tidak mengenal nya.
Tapi Tania dan pria itu sangat akrab, sesekali Tania memberikan senyuman nya ke pria Itu dan entah apa yang sedang mereka bahas.
"Siapa laki-laki itu" selidik nya dengan mata yang tak luput dari pandangan di depan nya.
"Apakah itu kekasih nya? Astaga apa peduli ku, Kenapa aku sangat kesal, seperti baru saja menangkap basah seorang pacar yg berselingkuh" ucap nya pada diri nya.
Pandangan nya masih tak luput dari Tania, Tania dan pria Itu masuk ke dalam Mobil nya masing-masing dan meninggalkan parkiran khusus Staff itu.
Alex mengikuti ke mana arah mobil Tania, Seperti nya berbeda arah dengan pria itu, seperti biasa Tania pergi menjemput Angel Anak nya di tempat latihan Taekwondo, Alex tersenyum Ini kesempatan baik untuk nya.
Tania sampai terlebih dulu dan segera turun ke tempat latihan itu, Angel yg sudah menunggu Mengejar nya.
"Mommy..." panggil Angel.
Tania merendahkan tubuh nya.
"Sayang apakah mommy telat" tanya suara lembut itu
"No , hi uncle!!" Triak Angel yang malahan melihat ke arah sosok tinggi di belakang mommy nya.
Tania menoleh ke belakang, membuang Nafas kasar. "Tuan kau lagi, apa lagi mau mu?" tanya Tania sedikit kesal.
Alex tidak mengindahkan pertanyaan Tania.
"Hay Angel sayang, apa kau merindukan uncle?" Alex Juga merendahkan tubuh nya setara dengan Angel lalu berbisik.
"Sayang katakan pada mommy mu mobil nya sudah uncle letakan di rumah nya ya.."
Tania langsung bangkit,merasa tersindir , dan Menatap Alex, "Terimakasih banyak tuan! tapi Sebenarnya apa lagi yang anda inginkan tuan,kenpa anda datang kesini lagi?"
Belum sempat Alex Menjawab Angel sudah meraih tangan Alex,"Uncle, uncle ,Angel mau main, mau main, kata nya mau temeni Angel main...." rengek Anak kecil itu membayangkan tempat permainan di pusat Mall.
Tania melepaskan tangan anak nya dari Alex.
"Sayang, Kita akan pergi sekarang" ucap Tania Menatap kesal Alex.
"Angel mau nya sama uncle , Mommy please, Mommy.. " anak kecil itu terus merengek "mommy, please!!"
"Tidak bisa kah kau menuruti nya, apa itu susah bagi mu.." ucap Alex berbisik pelan menegaskan kalimat nya.
"Kau memanfaatkan anak ku tuan" balas Tania
"Apa yang ku rugikan dari mu, Angel hanya ingin bermain tidak lebih, kau Ibu yang Egois!" ucap Alex sok-sok peka padahal rasa nya dia ingin tertawa atas hal-hal apa yang sedah di lakukan nya.
Tania terdiam seketika Alex menyebut nya Ibu yang egois, Alex melirik dengan ekor mata nya, wajah Tania merasa bersalah
Alex pun meraih tangan Angel "Ayo sayang, seperti nya Mommy sudah mengizinkan mu" Alex pun perlahan menggendong Angel.
Tania memegang kepala nya, bingung harus Apa, "Dia anak ku! Kenapa jadi aku yang seperti orang lain" ujar nya pelan.
Alex segera menuntun Angel ke Mobil nya, Tania Berteriak.
"Tunggu! Pakai mobil ku saja" perintah nya
Alex Pasrah.
"Baiklah..."ujar nya berjalan ke mobil Tania Alex meletakan Angel di samping kemudi, lalu Tania Masuk di Kursi belakang kemudi.
"Lets go sayang.." ucap Alex menoleh kepada Angel.
"Lets go" balas gadis kecil itu dengan penuh semangat.
Sepanjang perjalanan Angel begitu menikmati nya, bercerita bersama Alex tanpa henti.
"Seperti bukan Alex yang ku lihat selama ini, begitu tulus memandang putriku" Tania sesekali melirik Alex dan Angel yang sangat dekat seperti ayah dan anak.
Sesekali Alex juga melirik Tania lewat kaca mobil nya. "Kau sungguh manis Tania" puji Alex dalam Hati
Tidak lama sampailah mereka di salah satu Mall. "Harus kah uncle menggendong mu sayang?" Tanya Alex lembut sekali.
"No, Angel mau jalan saja" jawab Angel kemudian
"Anak pintar.." ucap Alex mengelus Rambut Angel.
Kedua nya pun berjalan beriringan dengan Tania mengikuti langkah mereka di belakang.
"Kenapa jadi aku yg seperti Ibu tiri yang sedang menemani suami dan anak kandungnya" ucap Tania mempercepat langkah nya
"Angel uncle rasa Angel harus mengganti Pakaian!" melihat Angel yg masih memakai Pakian Taekwondo "Ayo kita cari baju buat Angel"
"Ayoo ayoo uncle..." sahut Angel antusias menarik-narik tangan Alex untuk berlari-lari.
Tania menghela nafas nya "Astaga Angel sayang..." ucap Tania menggaruk dahi nya bingung harus bagaimana.
Ketiganya melangkahkan kaki memasuki outlet di salah satu toko pakaian Anak, entah sejak kapan Alex suka memilih baju Anak netranya mengedar mencoba membantu memilih namun Angel sudah lebih dulu menentukan pilihannya.
"Ya itu bagus sayang!" ucap nya pada Angel yang menunjukan pilihan nya yang jatuh pada baju pink cerah dengan celana panjang Navy.
Tidak terlalu lama di toko pakaian mereka pun berjalan lagi ke arah tempat tujuan mereka, yaitu zona permainan anak.
Tania hanya pasrah tidak bisa berbuat apapun memandang keakraban mereka berdua yang kini mengitari mall mencari tempat yang Angel inginkan hingga sampai lah mereka ke zona permainan yang di pilih Angel, Alex pun segera membeli tiket, tidak terlalu lama mereka pun masuk kedalam beriringan dengan Alex yang tak melepaskan tangan Angel.
Tania hanya berdiri mengikuti ke mana langkah Alex dan Angel, tampak Angel yang begitu bahagia menikmati setiap wahana permainan nya,
berlari-lari dengan Alex yang terus mengawasi nya.Sesekali Alex mencuri pandangan ke Tania yang sedang tersenyum melihat kebahagiaan anak nya.
TBC.
.
.
🔥Visual dan Informasi ada di IG @Trisrahmawati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
Dimas cpt pulang
2023-04-27
0
Christy Oeki
trus berusaha
2022-08-02
0
Novia Ayu
lebih seru cerita alek dan tania
2022-06-16
0