Deringan alarm membangunkan tidur panjang Nadilla, dia mengerjab menatap suami nya yang tidak berpindah posisi tetap memeluk nya semalaman, ia yang harus bangkit akan menyiapkan segala keperluan suaminya pun mendadak malas mengingat hari ini suami nya akan berangkat, dia pun menunda tetap berlama-lama di samping suami nya.
Nadilla menggeser tubuh nya ingin melihat Jelas wajah tampan suami nya itu, perasaan berat di hati nya, rasa nya ingin ikut bersama tapi apalah daya pendidikan nya juga penting dan sudah di ujung jalan.
Tanpa dia sadari dia telah meneteskan air mata nya. "Aaaa selemah ini" seka Nadilla air mata nya.
Tidak lama alarm berdering lagi dan kini membangunkan Dimas, "Sayang " panggil Dimas dengan suara khas bangun tidur nya.
"Hem .. bangun lah sayang pesawat mu pukul 10 Bukan" ujar Nadilla mencoba menepis kesedihan.
"Sayang, Apa kau baik-baik saja" tanya Dimas tau istri nya tidak ceria seperti biasa nya.
"Ada apa? aku tidak kenapa-kenapa" Nadilla coba meyakin kan.
Dimas meraih tubuh istri nya dan menenggelamkan istri nya di dada nya, ia tahu Nadilla sedih ia pun menciumi puncak kepala istri nya tanpa Henti,"Jaga diri mu, aku mencintaimu"
"Sialan air mata ku akan jatuh lagi, dia bisa jadi tidak akan pergi jika melihat ku menangis"
Nadilla melepaskan pelukan suami nya,
"Pergilah mandi, Sayang"
Cup
Nadilla mengecup bibir suami nya dengan cepat ingin memperlihat kan seolah ia tidak sedih dan tidak terjadi apa-apa dengan nya.
Dimas pun sudah bersiap-siap, kini tiba saat nya untuk berangkat, Nadilla pun menghantarkan suami nya sampai ke depan mobil nya, tangan nya di genggam erat oleh Dimas yang seolah enggan melepaskan nya.
Frans dan salah seorang supir sudah berada di dalam mobil bersiap akan berangkat.
Tuan dan nyonya Hadiwinata juga Menghampiri.
Dimas melangkah ke arah orang tua nya.
"Pa Ma jaga Nadilla, aku titip istri ku" pinta Dimas dengan wajah sendu nya
"Kau hanya pergi tugas luar kota Dimas ,bukan berperang ke Medan Perang" Mama coba menghibur padahal dia juga sedih di tinggalkan anak nakal nya.
Dimas berpamitan kepada kedua orang tua nya, sembari memandang wajah Nadilla yang diam tanpa ekspresi di depan pintu, Dimas melangkah kembali dan memeluk istri nya erat sembari menciumi nya tanpa henti.
Mata Dimas mulai berkaca-kaca,lalu Nadila membalas pelukan suami nya ,melingkarkan tangan nya di leher suami nya, dan berbisik kecil.
"Ingat Kau milik ku, jaga mata mu" Nadilla mencubit kecil pundak Suami nya.
Dimas tersenyum lagi-lagi mencium puncak kepala nya.
Huh "Tahan Nadilla tahan Nad jangan nangis jangan" ucap nya dalam hati Untuk menguatkan hati nya.
Semua mata memandang mereka, Dimas pun siap berangkat segera masuk ke dalam mobil yang akan menghantarkan nya ke bandara.
Nadilla terus memandangi mobil suami nya Hingga benar-benar sudah tidak terlihat lagi meskipun bayangan nya, dan kembali ke kamar nya dan meluapkan Kesedihan nya di sana menangis sekencang-kencang nya.
Nadilla Kembali tersadar, hari ini harus ke Kampus, dia langsung bangkit dari kesedihan dan menghapus air mata nya.
***
Nadilla sampai di kampus , berpapasan Dengan beberapa orang yang melihat nya dan berbisik melihat mata nya yang sangat sembab, dia tidak peduli dan melanjutkan tujuan nya ke ruangan dosen.
Tidak lama Nadilla Keluar dari ruangan seorang Dosen , dan tersenyum bahagia entah apa yangg sudah berhasil di fapatkan nya.
Tidak terlalu lama di sana, hanya dua jam lalu ia pun kembali ke tumah nya di hantarkan oleh Supir sekaligus mata-mata untuk Nadilla itu.
***
"Sayang.. aku merindukan mu" ucap Dimas lewat layar ponsel nya.
"Ini baru beberapa jam kepergian mu sayang, kau terlalu berlebihan..."
"Benarkah, aku merasa sudah begitu lama di Sini" ucap nya sambil tersenyum
Dimas mengarahkan Kamera Ponsel nya ke pemandangan Hotel tempat nya menginap.
"Lihat lah sayang, di sini sangat indah, Frans singkirkan punggung mu, aku sedang memperlihat kan ke pada istri ku" terdengar duara khas ejekan Dimas
"Hahaha Nadilla tertawa, kau jangan mengejek nya dia selalu setia menemani mu"
"Aku mencintaimu sayang"
"Aku juga"
***
Mike dan Alex berada di club malam, duduk di meja bartender sesekali tubuh mereka Bergoyang mengikuti nusik yang memekik telinga.
"Mike kau tau? Dimas Sudah berangkat ke Labuan Bajo" triak Alex di tempat berisik itu
"Benarkah, apakah istri nya bersama nya" tanya Mike kemudian.
"Kurasa tidak! " triak Alex lagi
Tiba-tiba mata Alex dan mike menatap kepada seorang wanita yg sudah tua akan tetapi Penampilan nya terlalu sangat di paksakan untuk terlihat muda, ya dia adalah Mama Felisha bersama kekasih nya yang berusia jauh di bawahnya ,mungkin seusia anak nya.
"Alex kau lihat ular itu!" ujar mike mengarahkan dengan dagu nya.
Alex memicingkan mata nya menatap ke arah wanita Itu, memandang nya bergidik geli seketika."Mama nya Felly? bukan kah pria yang bersama nya itu Bobby mantan napi kasus pencabulan dan Narkoba?" selidik Alex.
"Aku fikir iya.."
Wanita tua itu melihat ke arah Mike dan Alex yang sedang duduk, dia pun seketika meninggalkan kekasih nya dan menghampiri dua pria yang di lihat nya itu.
Wanita itu melebar kan senyuman berjalan ke arah mereka. "Aku tidak menyangka akan bertemu dua pria tampan, kaya raya dan baik hati, dua sahabat menantu ku disini" Melampirkan senyuman dengan nada senang nya seakan sangat begitu akrab.
"Oh yaa...benarkah....." ujar Alex melampirkan smirk engejek nya
Mike yang tidak tahan langsung Tertawa.
hahahaha.."Menantu mu, kau sungguh memalukan Nyonya ,aku rasa kau harus mencarikan anak mu mangsa yang baru"
"Jaga ucapan mu!!" Sarkas wanita itu kesal
"Apa anak mu tidak memberitahu mu?" tanya Alex.
"Atau kau ingin aku menjodohkan anak mu yang cantik itu dengan Kakek ku, umur nya tidak akan lama tapi harta nya tak kan ada habis nya" ujar Mike
"OMONG KOSONG, APA MAKSUD KALIAN!"
Lagi-lagi kedua nya tergelak membuat wanita tua itu menjadi sangat kesal mendapati Alex dan Mike terus mentertawai dan mengejek nya, tanpa berkata-kata ia pun pergi meninggalkan mereka begitu saja dengan luapan kemarahan di dada nya.
***
Di tempat lain pasangan yang di puncak kerinduan itu pun menghabiskan waktu sebelum tidur mereka dengan hubungan video call nya."Sayang biarkan ponsel nya tetap menyala , Aku ingin terus melihat mu hingga terlelap" ujar Dimas lewat video call nya.
Nadilla yang sudah kehabisan bahan cerita pun hanya mengangguk, hingga video call terputus ketika ponsel salah satu dari mereka sudah kehabisan daya nya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Ramli Queensha Aputri
saya LDR 3 tahun
mulai dari pertama kenal
sampai tunangan blm pernah ketemu
ketemu langsung di pelaminan
Alhamdulillah sekarang sudah di karuniai putra dan putri
2023-05-06
2
Lela Lela
semoga cpt pny anak nadilla
2023-04-27
0
Christy Oeki
trus semangat
2022-08-02
0