Dimas dan asisten pribadi nya sedang Menikmati sarapan di pelataran Resto Hotel yang menyuguhkan pemandangan laut yang menyejukan mata, taburan pulau-pulau indah membentang di laut, tidak banyak interaksi antara kedua nya hanya sesekali percakapan singkat terjadi.
"Frans aku ingin membangun sebuah Villa di dekat pantai itu dan tinggal bersama Istri dan anak-anak ku disana" mata nya menunjuk ke satu arah bibir pantai yang indah.
"Ku rasa itu bagus tuan" jawab frans singkat seperti biasanya.
Dimas menggeser layar ponsel nya dan bersiap akan melakukan panggilan bervideo kepada seseorang, beberapa kali deringan itu sudah mengidara dan akhitnya di angkat oleh empunya.
"Ya sayang...." sahut suara serak bangun tidur itu.
"Kau belum bangun sayang, apa aku mengganggu tidur mu?"
"Hemmmm tidak sayang kau sudah rapi , Apa kau akan pergi ke lokasi?" tanya Nadilla lagi.
"Iya, setelah menyantap sarapan ku! sayang aku melihat istri ku tampak lebih berisi, apakah impian ku sudah ada di sana?" tanya lelaki itu penuh harap.
Nadilla menggelengkan kepala tanpa ekspresi sangat paham maksud suami nya.
"Baikalah, nanti kita akan berusaha mebuat nya lagi, tunggu aku kembali sayang" ujar Pria itu.
Nadilla tidak terlalu ingin menanggapi, pertanyaan suami nya hingga Dimas Mematikan video call untuk segera berangkat ke lokasi project nya.
Nadilla segera bangkit dari tidur nya dan segera beranjak tergesa-gesa ke toilet,"Astaga suntikan KB itu benar membuat tubuhku naik drastis!" keluh nya memandangi tubuh nya lewat kaca, menyentuh pipi , bahu hingga pinggul nya memang di rasa nya cukup lebih berisi.
Nadilla memukul kan tangan nya ke Wastafel, "Aku benci... aku benci" kesal nya nenyesali keinginan nya menunda kehamilan merasa sangat bersalah juga merasa takut jika akan ketahuan suami nya.
"Bukan kah aku hanya 1 kali mengunjungi Dokter itu aku rasa hormon ini akan segera kembali normal" ucap nya penuh keyakinan.
Tidak lama merenungkan nasib dan membersihkan tubuh nya Nadilla kembali melangkah kan kaki nya lagi masuk ke kamar nya dengan masih membawa sejuta keresahan di kepala nya.
"Tasya...Tasya ya aku harus bertemu Tasya!" Nadilla berjalan meraih ponsel nya.
****
Beberapa jam berselang.
Nadilla sudah sampai di cafe depan kampus Tempat janjian nya bersama Tasya, Sebenarnya dia tidak sedang ada urusan ke Kampus, hanya saja jika dia keluar selain Alasan ke kampus pasti supir nya akan curiga mengadukan ke suami nya itu.
Tasya sudah menunggu nya Di cafe itu,
"Tasya!"...panggil Nadilla melayangkan tangan nya ke udara masuk ke arah cafe.
"Nadilla , lo gendutan!' ujar Tasya tertawa.
Nadilla menarik kursi dan duduk bersebrangan
"Ini karena semua KB itu Sya, tetapi bukan Itu masalah nya Sya ada yang lebih gue takuti sekarang" tutur nya menarik nafas nya dalam.
"Apa nad, apakah ternyata Dimas ingin segera Memiliki keturunan?" tebak Tasya menatap serius Nadilla .
Nadilla mengangguk pelan "Bukan hanya Dimas, tapi kedua orang tua nya juga... "
"Tapi lo hanya 1 kali bertemu Dokter Airin , gua fikir Hormon lo akan segera kembali normal Nad, mungkin memang Tuhan belum memberi aja, tenang lah..."ujar Tasya menenangkan
"Iya Sya gue fikir juga seperti itu ,tapi gue takut pasti Dimas akan sangat kecewa jika tau istri nya sengaja menunda nya, begitu juga kedua orang tua nya"
"Sudahlah jangan merasa bersalah Nad dia tidak akan tau kita juga tidak pernah tau kan, jika Dimas akan seperti ini" ucap Tasya lagi-lagi memberi kekuatan
Nadilla diam menundukan wajah nya tak bergeming.
"Mas" panggil Tasya pada seorang waiters.
"Lo Pesan Apa nad?" tanya Tasya
"Ikut aja sya" ujar Nadilla sudah malas berfikir.
Mereka pun menikmati makanan yang pesan Tasya hingga menghabiskan waktu yang lama sekali Nadilla berbincang dengan teman nya itu akhinya dia memutuskan untuk segera kembali pulang
****
Nadilla kembali ke rumah mertua nya, ternyata Mertua nya sudah menunggu nya sedari tadi, baru sampai di depan pintu Mmertua nya sudah bertriak kencang.
"Asih!... Asih!...Asih kau dimana?" triak nya dengan nada meninggi nya.
"Iya nyonya, saya datang!"
"Mana susu untuk menantu ku sekalian Vitamin nya?"
"Mama susu lagi?" tanya nya mengernyit kan dahi nya.
Mertua nya tidak menggubris ucapan nya,pelayan pun datang membawa baki berisi susu dan vitamin seketika.
"Ini nyonya " ucap pelayan nya itu sembari Menyerahkan susu kepada Nadilla untuk segera meminum nya..
Nyonya Hadiwinata melebarkan senyuman nya, membuat Nadilla meminum nya."Ooh Tuhan aku tidak sabar di panggil Oma oma Oma " ujar nya kegirangan
"Ya tuhan apa yang sudah dikatakan nya kepada Mama nya, entah lah kepala ku terasa sakit...." gumam Nadilla dalam Hati
"Ma Nadilla mau ke kemar dulu ya!"
"Baiklah sayang, aaa aku akan jadi Oma, Oma ,oma ohh oma "ucap nya lagi sembari menggoyang kan tubuh nya mengikuti lagu India yang sedang di putar nya.
Nadilla Kembali ke kamar nya ,langsung menjatuh kan tubuh nya ke ranjang nya, lagi-lagi dan lagi Mama membuat nya berfikir keras tentang kehamilan.
zzzzzrrzzzt
ZzzzzRrZtt
Ponsel nya berdering lagi, sebuah kiriman Foto Dari My💖
"Aku ingin mebangun Villa untuk mu dan anak kita lalu kita tinggal bersama di dekat pantai itu"
Nadilla melempar ponsel nya seketika lagi-lagi mendapatkan kata-kata anak.
"Ya Tuhan tolong Aku" lirih nya tidak tahu harus berkata apa lagi.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Lela Lela
semoga jd hamil gemukmu itu nadilla
2023-04-27
0
Nathasya90
aduh, kasihan Nadillah. pasti dia stress
2022-11-08
0
Christy Oeki
trus ceria
2022-08-02
0