****
Sebuah kereta kuda berjalan, kereta kuda mewah yang memiliki lambang keluarga Duke Clauyen. Dan di dalamnya ada Adelilah dan juga Putri Shenina Clauyen.
Adel menatap Shenina dengan seksama.
Harusnya hari ini perjalanan menuju ke tempat acara berburu kekaisaran, putri Shenina harusnya berangkat bersama putra mahkota dengan kereta kuda kekaisaran, tapi saat ini yang ada putri Shenina hanya berangkat sendiri dengan Adelilah.
Sedangkan Tuan Duke Clauyen sedang sangat sibuk, jadi tidak bisa menemani Putri Shenina. Sedangkan kakak laki-laki Shenina, sedang menempuh pendidikan di kerajaan tetangga.
Jadi Shenina hanya ditemani oleh Adelilah saja.
Kalau keluarga Adel, tidak ada yang datang, soalnya ayah Adel juga sama sibuknya, dan kedua adik kembarnya juga sibuk belajar, jadi acara ini tidak begitu berpengaruh untuk mereka.
Kalau ini di novelnya, Putri Shenina bagaimana perginya ya?
Ah, dia kan pergi dengan permaisuri jika sesuai alur novelnya! Dia tetap naik kereta kuda kerajaan, tapi bunga dengan pangeran Feron melainkan permaisuri. Sedangkan Kaisar sendiri datang bersama selir Vivian, Feron datang bersama dengan Chairana.
Tapi kenapa Putri Shenina memilih naik kereta kuda Duke ya? Padahal Permaisuri adalah kerabat dekatnya, pasti Putri Shenina juga diajak oleh permaisuri kan?
"Apa yang kau pikirkan Delilah?" Sepertinya Shenina menyadari gerak gerik Adel yang sejak tadi memperhatikan dirinya, tapi Adel hanya tetap diam.
"Tuan putri kenapa pergi sendiri dengan kereta kuda Duke? Apakah anda tidak pergi bersama permaisuri Helena?" Adel akhirnya bertanya. Semakin banyak waktu yang mereka habiskan, Adel merasa semakin dekat dengan Shenina, apalagi dengan kejadian yang terakhir kali membuat Adel berpikir bahwa Shenina bukan karakter yang se-kaku itu.
"Permaisuri mengajak ku sih, tapi aku tidak mau pergi dengan beliau. Aku ingin pergi sendiri dengan kereta kuda ku." Jawab Shenina acuh tak acuh.
Adel mengangguk mengerti, mungkin memang Shenina hanya ingin sendiri dan tidak mau diganggu, Adel paham perasaan ingin sendiri dan tidak ingin bertemu dengan siapapun.
"Lalu kau sendiri, apa masalah dengan Duke Aiden sudah selesai?" Tanya Shenina, tampaknya dia sedikit penasaran dengan kejadian lanjutan akibat candaan yang dia lontarkan.
"Tidak ada perkembangan terbaru, sejak saat itu saya belum bertemu dengan Duke lagi." Adel mengerti Duke itu sibuk, tapi terkadang dia berharap ada satu surat yang masuk ke kediamannya atas nama Duke Aiden Vyn Fletting.
"Yah, keputusan terakhir tetap ditangan mu, jangan terlalu dipikirkan. Tubuh mu adalah milik mu, dirimu adalah milik mu sepenuhnya."
"Iya, terimakasih." Adel menatap Shenina datar, perkataan Shenina yang terdengar keren itu tidak membuat Adel terkesan. Biasa saja soalnya.
"Iya sama-sama, tapi lain kali kalau aku mengatakan hal yang sensitif dan penuh perasaan itu, tolong lebih terharu, dan usahakan untuk sedikit menangis."
"Baik saya mengerti, lain kali akan saya ingat, saya akan berlatih untuk menangis jika dibutuhkan."
"Bagus."
.....
Adel mengedarkan pandangannya mencari dimana pria berbadan tinggi itu berada. Dimana Duke Aiden Vyn Fletting? Padahal Adel sudah susah payah memisahkan diri dari putri Shenina, untuk bisa menemui Aiden sendirian. Syukurlah ada Baginda permaisuri Helena yang bersama dengan putri Shenina, membuat Adelilah memiliki celah waktu luang untuk mencari keberadaan Duke tengil itu.
Padahal Adelilah sudah berjalan agak lama untuk mencari keberadaan pria itu guna menepati janjinya.
Benar! Sapu tangan yang Adel sulam sendiri untuk Duke, itu kan permintaan Aiden sendiri. Karna Adel juga sudah setuju akan hal itu, jadi dia berusaha untuk menurutinya dan membuat satu sapu tangan yang akan dia hadiahkan pada Aiden sebelum acara perburuan di mulai.
Tapi dimana Aiden sekarang?!
Brukh!
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik Adel ke dalam pelukannya, refleks Adel mendorong orang itu.
"Maaf, lady terkejut ya?" Ah ternyata itu Duke Aiden.
"Iya saya sangat terkejut! Sampai-sampai rasanya saya akan kembali tenang jika sudah memukul seseorang!" Ketus Adel, dia benar-benar kesal pada pria ini.
Adel sudah susah-susah mencarinya kemana kemari, tapi giliran sudah ketemu, Duke satu ini malah memainkan lelucon seperti ini. Adel sudah lelah, gerah, dan cuaca sangat panas.
"Saya tidak suka orang lain menyentuh saya, saya akan membalas ratusan kali lipat kalau ada yang berani memukul saya, tapi khusus untuk anda, anda bebas melakukannya." Duke Aiden tersenyum manis, merentangkan tangannya, memasang ekspresi manis.
Sebentar, maksud perkataan orang ini kalau aku boleh pukul dia dan dia gak bakal bales gitu? Astaga! Kenapa antagonis kejam ku jadi seperti ini?
"Saya tidak suka memukul orang. Yang tadi cuma perkataan saja." Adel menghela napasnya, dia harus banyak-banyak bersabar jika lawan bicara nya adalah Aiden.
"Ya ampun, beruntung sekali orang-orang di kastil Duke dan seluruh rakyat duchy selatan, karna calon Duchess mereka memiliki hati yang baik."
"..."
Adel menghela napasnya lagi, kalau dia membalas perkataan Aiden lagi, yang ada itu tidak akan selesai.
"Ini sapu tangan yang saya janjikan, saya harap anda tidak terluka, tidak menang juga tidak masalah, yang penting menang." Adel memberikan sapu tangannya. Ia bahkan langsung mengikatkannya di lengan Aiden, tanpa izin atau permisi dulu.
Aiden sedikit terkejut, tapi selanjutnya dia tersenyum begitu manis dengan matanya yang terus mengikuti gerak gerik Adel.
"Ppfftt jadi kesimpulannya saya boleh kalah atau harus menang?" Aiden mengambil sebagian rambut Adel, memainkan rambut itu dengan matanya terus menatap retina sang gadis.
"Kayaknya anda bakal kalah deh, soalnya katanya pangeran mahkota akan ikut bertanding." Adel tampak berpikir sebentar.
Hum, kalau di novel buruan terbagus di dapatkan oleh pangeran mahkota kan? Dia menjadi pemenang kompetisi berburu ini, lalu hadiah dan hasil buruannya dipersembahkan untuk Chairana.
Karna itu Shenina di dalam novel sangat marah, karna hadiah 'mahkota putri perburuan' tidak menjadi miliknya, melainkan milik Chairana nantinya. Karna pengaran Feron mempersembahkan nya hanya untuk Chairana seorang.
Itu juga memicu kemarahan permaisuri dan Duke Clauyen yang mendengar beritanya. Mulai sejak itu Shenina jadi aktif melancarkan segala gangguan dan rundingan untuk Chairana. Bukan hanya Shenina, bahkan Duke Clauyen dan Permaisuri Helena juga turun tangan untuk mengganggu Chairana.
"Manis sekali. Bagaimana ini? Anda terlalu manis sampai saya tidak ingin mengalihkan pandangan saya. Bahkan anda yang melamun karna serius berpikir benar-benar sangat manis! Sampai-sampai saya ingin membawa anda pulang!" celetuk Aiden yang sukses besar membuyarkan lamunan Adel soal alur novelnya.
"Apa objek manis yang anda maksud itu adalah saya? Atau ada seekor kelinci yang manis di sekitar sini?" Adel melihat sekelilingnya.
"Adelilah Ghiandra, harus ku nikahi." Ucap Aiden tegas dengan wajah penuh senyuman, hingga matanya sedikit menyipit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments