Apa?!
Aiden tersentak halus, matanya agak terbuka, dia menatap Adel lekat. apa dia tidak salah dengar? Atau dia saat ini sedang berhalusinasi? soalnya Adelilah yang dia kenal sepertinya bukan orang yang seperti ini.
"Coba ulang apa yang anda katakan Lady? Kalau saya tidak salah dengar, anda bersedia menjadi tunangan saya dengan syarat saya harus memerintahkan Sir Raikel menjadi ksatria pribadi Putri Shenin untuk sementara waktu?" Sang Duke itu memperjelas pernyataannya kalau-kalau dia dan Adel memiliki kesalahpahaman.
"Iya." Adel mengangguk dengan pasti. Doa mengerti segalanya, dan dia sudah menyetujui semuanya, tentu saja Adel melakukannya karena sudah mempertimbangkannya kan?
Aku sudah menduga ini sih, pasti tawaran menjadi tunangan akan keluar, karna sikapnya selama ini. Tapi aku juga sudah mempersiapkan diri ku dalam banyak hal loh, makanya jangan sepelekan aku begitu.
"Lady Adelilah, anda tidak bercanda kan?" Ulang Aiden lagi, kali ini dia melangkah lebih dekat memangkas jarak yang semula terbentang.
"Ada apa? Apa sekarang anda ragu untuk menjadikan saya tunangan setelah saya mengatakan iya? susah saya duga selama ini anda bercanda, untung semua perkataan anda tidak saya masukkan ke dalam hati dan hanya menganggapnya seperti angin lalu."
Meski mulut Adel berkata begitu, atau meski ekspresinya tampak biasa saja, dia tidak tau apa yang benar dan yang salah sekarang, tapi yang jelas perasaannya terasa sakit, dadanya sedikit sesak, ada perasaan seperti tertusuk.
ah, walau Adel bilang dia tidak kecewa? tapi apakah hatinya tidak kecewa? Apa perkataan Aiden selama ini benar-benar hanya dianggap angin lalu saja? Atau dia sedikit menyimpan perkataan Aiden di dalam hatinya.
soalnya kecewa itu akan ada ketikan harapan juga ada kan?
"Karna itu, saya sudah memutuskannya, kita jadi tunangan pura-pura saja. Anda juga kan tidak benar-benar mencintai saya. Jadi maksud saya kita akan bertunangan, tapi kita akan membatalkan pertunangan itu ketika Putri Shenina sudah menjadi putri mahkota, dan Sir Raikel kembali menjadi ksatria anda."
Kalau dipikir-pikir kesepakatan yang ku ajukan ini memang tidak ada untungnya untuk Aiden. karna dia kan tidak benar-benar mencintai ku.
Tapi jika selama ini dia mengusili ku karena menurutnya itu seru dan layak dilihat, artinya dia pasti mau menjalankan rencana ku karna ini tampaknya seru kan?
Aiden orang yang mudah bosan, jadi tentu jika ada hiburan seperti ini dia akan tertarik. Meski hanya untuk kesenangan semata, mungkin saja Aiden mau menjadikan aku tunangan palsunya?
Adel yang sedari tadi tertunduk perlahan-lahan mengangkat dagunya, dengan sedikit berani kembali menatap wajah Aiden yang hanya diam saja, dengan tatapan lurus menuju Adel.
Ah, atau itu hanya ilusi ku belaka? Ah apa aku memang sudah terjebak dalam permainan sang antagonis Aiden? Dia adalah antagonis paling manipulatif dan sangat cerdas.
apa aku salah? Apa ini hanya harapan ku belaka? Atau aku salah prediksi menganggap ini seru baginya padahal untuk dirinya sendiri ini hal yang membosankan?
Kenapa dia diam saja?
Mungkin saja memang benar ini salah ku, aku terlalu naif dan menggampangkan hal ini. Merasa ini akan berjalan lancar dengan tawaran kekanak-kanakan dalam bentuk hubungan tunangan palsu.
Sial, aku benar-benar sudah termakan perangkap karakter antagonis ku sendiri.
padahal sejak awal aku sudah berusaha untuk waspada, karna Aiden itu seperti ular yang licik, dia sangat manipulatif.
Tapi pada akhirnya memang aku yang naif. yah tidak masalah yang penting ini bisa membantu Putri Shenina!
"Jadi bagaimana menurut anda?" Tanya Adel lagi saat pria yang ada di depannya hanya diam mematung tidak mengatakan apapun sejak tadi.
"Kalau menurut anda sendiri bagaimana? soal tawaran yang tidak ada menguntungkannya bagi saya. Saya harus bagaimana menanggapinya?" Aiden berjalan mendekat ke arah Adel suaranya mendingin.
Ah sudah ku duga! Tawaran ini pasti akan ditolak karna ini memang tidak ada untungnya untuk seorang Duke yang memiliki segalanya seperti Aiden. Kesepakatan ini hanya menguntungkan untuk ku dan putri Shenina saja.
"Apa maksud anda Lady? Kenapa tawaran tunangan itu pura-pura? Saya mau tunangan sungguhan, dan kita akan menikah dengan sungguh-sungguh pula, mengerti? Kalau anda setuju bertunangan sungguhan dengan saya, akan saya tugaskan Sir Raikel untuk mengawal Lady Clauyen, bagaimana? Ah, sekarang anda tidak sedang berpikir untuk lari atau kabur dari rencana ini kan?" Aiden mendekat, sangat dekat hingga jarak keduanya mungkin hanya satu langkah saja.
Suara Aiden terngiang jelas di telinga Adel, bagaimana cara Aiden menjelaskan dan menanggapinya membuat badan Adel kaku seketika.
Jawaban ini benar-benar sangat berkebalikan dengan yang ada di pikirannya.
"Tunangan sungguhan? Anda yakin? Anda tidak bercanda?" Adel juga menatap Aiden serius.
"Bercanda soal menikahi anda? Mana mungkin. Sejak awal saya sungguh-sungguh ingin menikahi anda, dan kesempatannya datang sekarang, mana mungkin saya lewatkan begitu saja, dan mengizinkan anda untuk melakukan hubungan pura-pura dengan saya. Tidak mau. Saya mau hubungan yang sungguhan sampai pernikahan tanpa ada perceraian selama dunia terus berjalan." Aiden mengambil sebagian rambut Adel. Dia menunduk perlahan, dan mencium rambut itu secara perlahan juga. Matanya terpejam seolah menikmati harum dari rambut merah muda yang tergerai sempurna.
"Kenapa itu harus saya?"
Sudah sejak lama Adel ingin menanyakan ini, jika memang begitu, apa alasan Aiden bersikeras memilih Adel untuk menjadi istrinya.
"Karna itu anda, saya tidak akan jatuh cinta jika bukan anda orangnya. Itu karna anda, dan hanya karna anda, Lady Adelilah Ghiandra."
Jawaban Aiden ini terdengar ambigu, namun soalnya mampu membuat jantung Adel berdegup lebih cepat dari biasanya. Jawaban seperti gombalan ini?
Sayangnya suara dan tatapan Aiden sangat serius, hingga perkataan dengan segala rayuan itu sulit dianggap hanya sekadar gombalan, barangkali itu memang isi hati yang di ungkapkan dengan segenap pengharapan.
Dan mampu membuat jantung Adel berdegup tidak karuan.
Aiden terlalu serius untuk dianggap sekedar candaan, perkataannya terlalu tulus untuk dianggap sebagai jebakan.
"Jadi bagaimana? Apa sekarang Lady ingin menarik ucapan Anda?"
"Apa kalau kita bertunangan semen--"
"Sudah saya katakan, saya tidak terima tawaran tunangan palsu, jika anda mau ayo tunangan sungguhan dan menikah setelahnya, akan saya kabulkan apapun keinginan anda." Potong Aiden cepat. Aiden tau memang tidak sopan memotong orang saat sedang bicara, tapi dia ingin meyakinkan Adel bahwa dia sungguh tidak tertarik pada pertunangan palsu itu.
Karna yang Aiden inginkan adalah pertunangan sungguhan, hubungan yang sungguh-sungguh.
"Boleh saya pikirkan lagi?" Adel menatap Aiden sedikit ragu, padahal saat menginjakkan kaki di gerbang tadi dia sudah meyakinkan dirinya sendiri, tapi sekarang? Dia kembali bimbang? Adel merasa seperti seorang pengecut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments